Tag Archives: Kesombongan

1 Kor. 4:6-7

Semua karena 「Kristus」! Semua karena 「anugerah」! Mengapa kita masih 「meninggikan diri」?

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 4:6-7 [ITB])
6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: Jangan melampaui yang ada tertulis, supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.
7 Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?

Nilai-nilai dunia, prasangka bias, penilaian menghakimi, dan perpecahan, tidak hanya melukai hubungan antara gereja dan anggota tubuh dalam gereja, tetapi juga menghasilkan berbagai pemahaman yang salah, perbandingan, kontradiksi, dan air mata, menyebabkan pemimpin terluka dan sekat-sekat! Pepatah Mandarin mengatakan bahwa masalah manusia sering tidak dapat dipisahkan dari anggur, wanita, harta, nama! Anggur, wanita, harta membuat banyak orang jatuh! Tetapi di gereja di tengah-tengah mereka yang melayani, nama, kekuasaan, kehormatan, kedudukan dapat lebih berbahaya lagi! Karena perkataan Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa, membuat raja Saul mengambil jalan membanding-bandingkan, menyingkirkan orang lain, dan rencana jahat! (1 Sam. 18:7-8). Karena kecemburuan, maka hamba Allah yang setia Musa difitnah saudara-saudarinya: Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman? (Bil. 12:2) Karena kecemburuan dan keinginan merebut kedudukan, Korah dan lebih dari dua ratus lima puluh pemimpin berkumpul menyerang Musa dan Harun, mengatakan: Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN? (Bil. 16:1-3). Betapa mual dan tertekan ketika kita bertemu dengan para pemimpin yang rakus nama, kekuasaan, kehormatan, kedudukan sangat melukai gereja Tuhan! Paulus tidak ingin dijadikan sasaran pembanding-bandingan dengan Apolos, seorang rekan kerja pelayanan yang muda dan luar biasa, tetapi nilai-nilai duniawi saudara-saudari dan pemimpin Korintus menyebabkan dua pelayan dari periode yang berbeda diletakkan di atas meja dan dibandingkan! Sayang sekali!

Para peneliti memiliki pendapat yang berbeda tentang penafsiran frasa Jangan melampaui yang ada tertulis (not to go beyond what is written), mungkin Paulus mengingatkan jemaat Korintus, untuk menghidupkan kembali apa yang ia tuliskan sebelumnya di 1 Kor. 3:5 – 4:5 atau kutipan dari Perjanjian Lama dalam surat ini. Tetapi sangat jelas penerapan dan tujuan dari kalimat ini adalah kalimat pendek berikutnya: supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain

Terjemahan harfiah dari kalimat pendek ini adalah supaya kalian jangan ditiup menggelembung besar, memandang satu lebih tinggi daripada yang lain, atau lebih rendah yang lain』」. Kata menyombongkan diri, meniup membengkakan diri, membesar-besarkan diri / puff up dalam bahasa Yunani phusioo terkait dengan kata phusa yang salah satu artinya adalah puputan pengembus, alat puputan pengembus digunakan untuk meniupkan udara ke dalam tungku pembakaran untuk membuat api menyala-nyala. Kata phusioo menyombongkan diri, meniup membesar-besarkan diri hanya muncul dalam surat-surat Paulus, total 7 kali, di antaranya 6 kali muncul di Surat 1 Korintus (1 Kor. 4:6, 18-19; 5:2; 8:1; 13:4; Kol. 2:18). Satu-satunya penggunaan dalam bentuk kata aktif di 1 Kor.8:1 pengetahuan yang demikian membuat menjadi besar diri』」, sedangkan 6 penggunaan lainnya adalah bentuk kata pasif! Ini menyiratkan: kita tidak benar-benar besar, tetapi pikiran duniawi kita yang salah membuat kita merasa diri baik, tetapi kita hanyalah ditiup membesar! Hal yang paling menyedihkan tentang manusia adalah bahwa orang tidak memiliki kesadaran diri untuk melihat diri sendiri! Aslinya saya tidak hebat, tidak besar, tetapi saya pikir saya sangat hebat, saya besar! Pemimpin yang tidak memiliki kesadaran diri untuk melihat diri sendiri yang sebenarnya dan suka meniup diri membesar cenderung menyakiti orang lain dan memecah belah gereja.

Menanggapi angin buruk peninggian diri, meniup diri membesar di gereja, Paulus mengingatkan kita untuk meninggalkan pandangan mata yang terfokus pada diri dan bertanya dengan sungguh-sungguh: Siapakah? Ayat 7, Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Siapa yang membuat kamu berbeda dari orang lain? Kita bisa menjadi anak-anak Tuhan, memiliki tempat di gereja Tuhan, dan kita bisa menerima berbagai karunia rohani, bukan karena kita adalah orang-orang yang hebat, tetapi karena kita telah menerima anugerah Tuhan, kita yang dibangunkan dan diterangi oleh Roh Kudus, yang membuat kita tahu bahwa kita adalah benar-benar orang berdosa! Manusia berdosa yang tidak punya kemampuan apapun untuk menyelamatkan diri! Hanya debu! Tidak ada yang bisa disombongkan!! Semuajabatan tanggung jawab, hikmat dan karunia rohani, semuanya telah kita terimadengan cuma-cuma! Kita bisa menjadi apa adanya kita hari ini: semua karena Kristus, semua karena anugerah! Mengapa kita masih meninggikan diri, meniup diri membesar?

Renungkan:
• Jika ada banyak orang di gereja yang berebut nama, kekuasaan, kehormatan, kedudukan apakah akan membuat gereja terluka? Pernahkah Anda mengalami kesulitan-kesulitan tersebut?

• Orang Kristen dan hamba yang memiliki kesadaran diri untuk melihat diri sendiri tahu bagaimana sepenuhnya mengandalkan Kristus, bergantung sepenuhnya pada anugerah, dan menolak meninggikan diri, meniup diri membesar, sungguh suatu berkat bagi gereja! Pengingat apa yang diberikan pengajaran ayat Alkitab hari ini kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Kor. 1:28-31

「Tidak ada yang memegahkan diri! Pemegahan diri menuju kebinasaan!」

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 1:28-31 [ITB])
28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, 29 supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.
30 Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. 31 Karena itu seperti ada tertulis: 「Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.」 【Lihat Yeremia 9:23-24】
【Terjemahan harfiah】
28-29 dan Allah telah memilih yang hina, yang dipandang rendah oleh dunia, bahkan yang tidak memiliki apa-apa, untuk menghancurkan yang memiliki, agar semua yang daging tidak dapat memegahkan diri di hadapan Allah.
30-31 oleh karena Dia, kamu sekalian dapat berada di dalam Kristus Yesus: agar Kristus telah menjadi hikmat yang kita peroleh dari Allah; yaitu kebenaran, kekudusan dan penebusan. Seperti tertulis dalam Kitab Suci: 「semua yang bermegah, harus mengandalkan Tuhan untuk bermegah.」

Paulus dengan kata-kata keras menegur orang-orang sombong, yang meninggikan diri dan yang berpikir bahwa dirinya memiliki, yang memandang rendah mereka yang tidak terpandang dan yang hina, dan yang tidak memiliki apa-apa. Sedangkan setiap yang tidak terpandang dan yang hina, dan yang tidak memiliki apa-apa yang percaya kepada Tuhan, tidak bersandar pada diri sendiri, tetapi percaya mengandalkan Kristus dan anugerah cuma-cuma dari Allah di dalam Kristus. Orang-orang yang memegahkan diri, memandang rendah Allah, Injil Tuhan, membenci Kristus dan anak-anak pilihan Allah, tetapi hasil akhir mereka adalah penghinaan, bukan kesombongan!

Akar kata yang tidak terpandang (agenes) berarti tidak punya keluarga, tidak ada latar belakang yang baik. Di era feodal Kekaisaran Romawi, istilah ini digunakan untuk menghina kelas bawah. Dalam masyarakat feodal di Timur dan Barat, banyak orang dianggap sebagai orang rendahan. Kata yang hina (exoutheneo) adalah gabungan kata yang berarti keluar dari ketiadaan』」, orang-orang yang tidak memiliki apa-apa dan tidak memiliki latar belakang ini adalah orang-orang yang dipandang rendah dan dihina di zaman yang meninggikan tingkat kasta. Dan yang tidak memiliki apa-apa (those are not) mengacu pada orang yang bukan apa-apaatau yang tidak memiliki. Tetapi orang-orang yang tidak terpandang dan yang hina, dan yang tidak memiliki apa-apa, yang bukan apa-apa ternyata justru dikasihi Tuhan! Betapa indahnya kasih dan pemilihan Allah!

Dalam 1 Korintus 1:27-28, Paulus dua kali berturut-turut menggunakan kata dipilih (eklegomai). Paulus menekankan: apakah kita berharga atau tidak, kuncinya bukanlah bagaimana manusia melihatnya, atau bagaimana kita melihatnya, tetapi bagaimana Allah melihatnya! Allah telah memilih mereka, dan melihat mereka sebagai berharga di mata-Ku dan mulia (Yesaya 43:4) Ini adalah kunci dan faktor yang paling kritis. Kesimpulan yang paling penting bukanlah penilaian manusia yang diperhitungkan, tetapi penilaian Allah yang berlaku! Maka Paulus melanjutkan dengan mengatakan: Allahlah yang membuat kita dapat percaya kepada Tuhan, dapat berada di dalam Kristus Yesus! Allahlah yang membuat Kristus menjadi hikmat milik kita! Karena kita berada di dalam Kristus Yesus maka kita mendapatkan kebenaran, kekudusan dan penebusan., Yesus Kristus ada di sana! Itu adalah Tuhan, biarkan Kristus menjadi hikmat kita! Karena kita ada di dalam Kristus di sana, kita memiliki kebenaran, kekudusan dan keselamatan yang sejati. Ketika kita merasa memiliki, ingatlah bahwa kita berasal dari tidak ada, tidak memiliki apa-apa menjadi memiliki! Penyebab kita memiliki adalah sepenuhnya bergantung mengandalkan Kristus! Oleh karena itu, setiap sukacita yang hendak bermegah yang sesuai dengan kehendak Allah, itu harus ada di dalam Kristus, bermegah yang mengandalkan Kristus! Berbicara tentang diri kita, tidak ada apa-apa yang bisa dibanggakan!

Orang Yunani menganggap diri mereka pintar dan orang memiliki hikmat! Tetapi tanpa keselamatan, tanpa Kristus, mereka hanyalah orang-orang berdosa, hanya orang-orang berdosa yang harus menanggung hukuman murka Allah! Apa yang bisa mereka banggakan? Orang yang tidak memiliki Kristus tidak bisa disebut orang bijak, orang memiliki hikmat! Mereka yang sepanjang hidup menolak Injil kabar sukacita dan Kristus adalah kebodohan terbesar di dunia. Mengapa mereka menyebut diri mereka pintar dan bijaksana memiliki hikmat? Mengapa orang Kristen masih harus iri pada mereka dan mengikuti nilai-nila dan cara pandang mereka?

Saya suka perkataan Yesaya 43:4 Oleh karena Aku memandang engkau berharga di mata-Ku dan mulia! Salah satu kebenaran inti yang besar dalam Alkitab adalah bahwa Allah sangat ultra super mengasihi kita! Allah mengasihi kita bukan karena kita memiliki, tetapi karena Allah adalah Tuhan yang dapat mengubah dari yang tiada menjadi ada』」! Allah dapat menyelamatkan dan mengubah kita yang tidak terpandang dan yang hina, dan yang tidak memiliki apa-apa! Seperti yang dikatakan Alkitab: Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan (1 Samuel 2:8). Daud berkata dengan baik: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? … telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. … Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! (Mazmur 8:4-9)

Renungkan:
• Di antara orang-orang yang Anda kenal, apakah banyak yang suka berbangga diri? Apa yang suka dibanggakan mereka? Semua yang membuat mereka bermegah itu, jika tidak ada Kristus, apa yang akhirnya akan mereka dapatkan?
• Dalam hidup Anda, pengalaman apa yang Allah buat agar Anda mengalami dari yang tiada menjadi ada, Anda dari yang tidak ada apa-apa menjadi memiliki? Anda dapat meluangkan waktu untuk bermeditasi merenungkan, dan kemudian bersyukur kepada Tuhan!


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 57:14-21

「Damai bagi Orang yang Rendah Hati」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 57:14-21 [ITB])
14 Ada yang berkata: Bukalah, bukalah, persiapkanlah jalan, angkatlah batu sandungan dari jalan umat-Ku!

15 Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk. 16 Sebab bukan untuk selama-lamanya Aku hendak berbantah, dan bukan untuk seterusnya Aku hendak murka, supaya semangat mereka jangan lemah lesu di hadapan-Ku, padahal Akulah yang membuat nafas kehidupan. 17 Aku murka karena kesalahan kelobaannya, Aku menghajar dia, menyembunyikan wajah-Ku dan murka, tetapi dengan murtad ia menempuh jalan yang dipilih hatinya. 18 Aku telah melihat segala jalannya itu, tetapi Aku akan menyembuhkan dan akan menuntun dia dan akan memulihkan dia dengan penghiburan; juga pada bibir orang-orangnya yang berkabung 19 Aku akan menciptakan puji-pujian. Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang deka t– firman TUHAN –Aku akan menyembuhkan dia! 20 Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur. 21 Tiada damai bagi orang-orang fasik itu, firman Allahku.

Yesaya 57:1-13 (klik untuk membaca) melanjutkan 56:9-12 (klik untuk membaca) mengenai penghakiman atas orang fasik, dan menggunakan gambaran penyembah berhala yang sering dipakai dalam tradisi kenabian, untuk menunjukkan bahwa orang-orang fasik ini semuanya adalah pelaku kejahatan dan perzinaan, mereka murtad dan bersalah kepada Allah, penghakiman serta hukuman Allah akan menimpa mereka. Lalu, Yes. 57:14-21 berubah nada penulisannya, dengan kata-kata penghiburan dan bimbingan mengumumkan penyembuhan dan perdamaian kepada orang-orang Israel, damai seperti itu bukan jenis perdamaian yang diperoleh dari kekayaan atau kekuatan militer yang kuat, tetapi adalah damai yang berasal dari kesembuhan karena dituntun oleh Allah menjauh dari dosa, damai ini adalah damai dari mengaku berdosa dan bertobat, syarat untuk mendapatkannya adalah merendahkan diri di hadapan Tuhan.

Mulai dari ayat 14, kita melihat bahwa Kitab Suci menggunakan kata-kata penting dari Yesaya pertama dan kedua, ayat 14 menyatakan bahwa jalan harus dipersiapkan, yang tepat selaras dengan Yesaya kedua tentang Tuhan membuka jalan di padang belantara bagi umat-Nya (Yes. 40:3-5), jalan yang dimaksudkan bukan jalan geografi yang sebenarnya, tetapi jalan rohani, dan masalah umat Allah saat ini bukanlah masalah hutan belantara antara Babel dan Yerusalem, tetapi masalah batu sandungan dalam ayat 14, dengan demikian, membuka jalan yang dimaksud di sini adalah untuk menghilangkan batu sandungan, jalan ini merupakan perumpamaan dari jalan keselamatan (Yes. 62:10-12), sedangkan batu sandungan berarti merupakan perumpamaan dari kematian (Yeh. 7:19).

Ayat 15 menjelaskan bahwa TUHAN adalah Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, deskripsi ini secara langsung menggunakan deskripsi tentang Allah dalam Yesaya 6:1 yang menunjukkan bahwa TUHAN adalah yang Mahatinggi, tetapi Mahatinggi ini tidak terisolasi terpisah dari dunia, tetapi sebaliknya hidup bersama dengan orang-orang yang bertobat menyesal dan rendah hati, yaitu hidup bersama dengan orang-orang rendah, Mahatinggi bukanlah kesombongan diri sendiri, Mahatinggi-Nya ditunjukkan dalam cinta kasih-Nya kepada yang rendah, Ia rela menyegarkan jiwa orang-orang yang rendah hati. Orang-orang yang rendah hati ini adalah mereka yang mengakui dosa-dosa mereka dan bertobat, mereka tidak tinggi di dalam hati, karena mereka sangat memahami bahwa yang Mahatinggi adalah TUHAN, sehingga mereka merendahkan diri di hadapan Allah dan menganggap diri mereka rendah, orang yang demikian adalah yang benar-benar menganggap Tuhan sebagai Tuhan dan manusia sebagai manusia.

Hanya orang yang rendah hati yang dapat mengerti dan mengalami penghiburan, bimbingan, dan penyembuhan dari Allah (ayat 18-19). Ini adalah janji dalam 2 Taw. 7:14, kata-kata penghiburan, bimbingan, dan penyembuhan adalah sama dengan kata-kata yang suka digunakan dalam Yesaya kedua. Dapat dilihat bahwa Yesaya ketiga mewarisi penggambaran- penggambaran dari Yesaya pertama dan kedua, dan memakai pesan-pesan dari masa lalu yang tidak lekang waktu itu untuk diaplikasikan di masa kini, sehingga pesan Yesaya menjadi kebenaran kehidupan kekal, berita kebenaran ini berseru kepada generasi baru Israel agar saat mereka pulang kembali ke Yerusalem dengan kerendahan hati, dengan demikian barulah mereka dapat mengalami kedamaian dan penyembuhan sejati.

Renungkan:
Ayat 20-21 menunjukkan bahwa orang fasik tidak bisa mendapatkan damai, orang-orang ini tidak memiliki kerendahan hati, tingginya mereka mencegah mereka untuk hidup bersama dengan Yang Mahatinggi yang sesungguhnya, Tuhan. Hati mereka tidak mendapatkan perdamaian, maka ada damai atau tidak adalah tergantung hati diri sendiri rendah atau tinggi. Apakah ada sesuatu yang tinggi dalam hidup Anda yang sepatutnya diletakkan? Bagaimana seseorang dapat menganggap bahwa ia rendah di hadapan Allah dan menghidupi kerendahan hati yang sejati, sehingga ada kedamaian sejati?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Ester 6:6-14

「Orang yang Dikasihi dan Ditinggikan oleh Raja」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 6:6-14 [ITB])
6 Setelah Haman masuk, bertanyalah raja kepadanya: 「Apakah yang harus dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya?」 Kata Haman dalam hatinya: 「Kepada siapa lagi raja berkenan menganugerahkan kehormatan lebih dari kepadaku?」 7 Oleh karena itu jawab Haman kepada raja: 「Mengenai orang yang raja berkenan menghormatinya, 8 hendaklah diambil pakaian kerajaan yang biasa dipakai oleh raja sendiri, dan lagi kuda yang biasa dikendarai oleh raja sendiri dan yang diberi mahkota kerajaan di kepalanya, 9 dan hendaklah diserahkan pakaian dan kuda itu ke tangan seorang dari antara para pembesar raja, orang-orang bangsawan, lalu hendaklah pakaian itu dikenakan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya, kemudian hendaklah ia diarak dengan mengendarai kuda itu melalui lapangan kota sedang orang berseru-seru di depannya: Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya!」
10 Maka titah raja kepada Haman: 「Segera ambillah pakaian dan kuda itu, seperti yang kaukatakan itu, dan lakukanlah demikian kepada Mordekhai, orang Yahudi, yang duduk di pintu gerbang istana. Sepatah katapun janganlah kaulalaikan dari pada segala yang kaukatakan itu.」 11 Lalu Haman mengambil pakaian dan kuda itu, dan dikenakannya pakaian itu kepada Mordekhai, kemudian diaraknya Mordekhai melalui lapangan kota itu, sedang ia menyerukan di depannya: 「Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya.」 12 Kemudian kembalilah Mordekhai ke pintu gerbang istana raja, tetapi Haman bergesa-gesa pulang ke rumahnya dengan sedih hatinya dan berselubung kepalanya. 13 Dan Haman menceritakan kepada Zeresh, isterinya, dan kepada semua sahabatnya apa yang dialaminya. Maka kata para orang arif bijaksana dan Zeresh, isterinya, kepadanya: 「Jikalau Mordekhai, yang di depannya engkau sudah mulai jatuh, adalah keturunan Yahudi, maka engkau tidak akan sanggup melawan dia, malahan engkau akan jatuh benar-benar di depannya.」 14 Selagi mereka itu bercakap-cakap dengan dia, datanglah sida-sida raja, lalu mengantarkan Haman dengan segera ke perjamuan yang diadakan oleh Ester.

Saat raja sedang berfokus bagaimana memberikan penghargaan pahala kepada Mordekhai, Haman juga penuh dengan pemikiran bagaimana untuk membuat diri sendiri dimuliakan. Raja sedang ingin mencari orang untuk berkonsultasi, saat ini Haman masuk ke istana ingin berbicara dengan raja. Dialog berikutnya menunjukkan bahwa dua orang satu sama lain saling tidak mengutarakan secara nyata inti pembicaraan yang sesungguhnya. Sebelumnya, Haman tidak mengatakan siapa orang-orang yang ia ingin binasakan (Est. 3:8-9), dan sekarang raja juga tidak membuat Haman tahu siapa yang hendak ia berikan hadiah, sampai akhir barulah ia menyebutkan nama Mordekhai orang Yahudi (Est. 6:10b). Haman selalu berpikir bahwa ia adalah orang yang hendak diberi pahala oleh raja, maka ia menjawab pertanyaan raja dengan memberitahukan bentuk kehormatan yang ia pribadi inginkan.

Penulis Kitab di sini memecahkan kebiasaan cara penulisannya istirahat dari rutinitas, dengan peran sebagai pihak ketiga yang khas mengetahui segalanya, mencatat pikiran raja dan Haman. Penulis kitab secara humoris dan sinis menunjukkan bagaimana memperlakukan 「orang yang raja berkenan menghormatinya」 (Est. 6:6b, Est. 6:7b, Est. 6:11b), dan siapakah sebenarnya dia? (Est. 6:6c). Raja dan Haman saling tidak tahu isi hati dan perhitungan pihak lain, hanya pembaca yang bisa mengetahuinya dengan memperhatikan pengembangan seluruh peristiwa. Inilah tepat merupakan percakapan yang ironis dan sinis.

Frasa 「orang yang raja berkenan menghormatinya」 diulang empat kali dalam percakapan antara raja dan Haman (Est. 6:7, 9, 11. Dalam ayat 9 ada 2 kali). Ini merupakan fokus pembicaraan dari kedua orang. Haman sudah merupakan seorang yang kaya dan memiliki kuasa yang besar, penghargaan yang umum seperti uang, tanah, bahkan jabatan tidak tentu bisa menarik minatnya. Karena dia pikir dirinya adalah orang yang hendak raja berikan penghormatan, maka ia mengambil kesempatan, dengan jelas mencantumkan semua isi hati dan impiannya. Ini termasuk mengenakan jubah raja, mengendarai kuda milik raja yang diberi mahkota kerajaan di kepalanya, bepergian seluruh kota agar diberi selamat penuh sorak-sorai oleh rakyat. Singkatnya, mimpi Haman adalah mendapatkan perlakuan yang sama sebagaimana yang dinikmati oleh raja. Hatinya yang penuh kemuliaan palsu telah memenuhi kepalanya, tapi dia tidak tahu bahwa kejatuhan dirinya sudah di depan matanya.

Penulis kitab sebisa mungkin menunda munculnya nama Mordekhai sampai menit terakhir, Haman juga pada saat terakhir baru menemukan bahwa orang yang dicintai raja untuk diberikan kehormatan bukanlah dirinya sendiri, dan karena itu terkejut. Ahasyweros dengan jelas dan spesifik menunjukkan bahwa orang yang harus diberikan penghargaan adalah orang Yahudi, yang duduk di pintu gerbang istana, Mordekhai (Est. 6:10b). Dia tahu bahwa Mordekhai adalah seorang Yahudi, tapi dia tidak tahu konflik antara Haman dan Mordekhai, terlebih lagi tidak tahu bahwa perintah genosida itu adalah hendak membinasakan orang Yahudi, karena Haman tidak mengatakan bahwa itu adalah ditujukan terhadap Yahudi, tetapi hanya mengatakan itu adalah orang-orang yang tidak menaati undang-undang raja (Lihat Est. 3:8-11).

Di sini khusus disebutkan bahwa Mordekhai adalah berdarah keturunan Yahudi, untuk menonjolkan sebuah pembalikan radikal, membuat Haman lebih dipermalukan, karena raja secara eksplisit meminta seseorang yang membenci orang-orang Yahudi untuk menghormati dan memuji orang-orang yang ia paling benci. Akhirnya, bahkan teman-temannya dan istri tanpa sadar menunjukkan bahwa pembunuhan umat Tuhan hanya akan mendatangkan masalah bagi diri sendiri, sia-sia, dan akhirnya tersandung jatuh di hadapan pihak yang dibenci (Est. 6:13b).

Renungkan:
Amsal 16:18 berkata: 「Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.」 Kalimat ini adalah gambaran paling tepat dari Haman sebelum kejatuhannya. Mohon Tuhan berbelas kasihan kepada kita sehingga tidak mengikuti jejak Haman, menjadi narsis, merasa diri sendiri adalah orang yang dikasihi raja, siapa lagi yang pantas kecuali saya sendiri? Kiranya kita seumur hidup kita berusaha hanya untuk menjadi orang yang menjadi kecintaan Allah yang diberkati-Nya.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 1:16-20

「Pendapat yang Mencelakakan Orang」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:16-20 [ITB])
16 Maka sembah Memukan di hadapan raja dan para pembesar itu: 「Wasti, sang ratu, bukan bersalah kepada raja saja, melainkan juga kepada semua pembesar dan segala bangsa yang di dalam segala daerah raja Ahasyweros. 17 Karena kelakuan sang ratu itu akan merata kepada semua perempuan, sehingga mereka tidak menghiraukan suaminya, apabila diceritakan orang: Raja Ahasyweros menitahkan, supaya Wasti, sang ratu, dibawa menghadap kepadanya, tetapi ia tidak mau datang. 18 Pada hari ini juga isteri para pembesar raja di Persia dan Media yang mendengar tentang kelakuan sang ratu akan berbicara tentang hal itu kepada suaminya, sehingga berlarut-larutlah penghinaan dan kegusaran. 19 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya. 20 Bila keputusan yang diambil raja kedengaran di seluruh kerajaannya–alangkah besarnya kerajaan itu! –,maka semua perempuan akan memberi hormat kepada suami mereka, dari pada orang besar sampai kepada orang kecil.」

Memukan adalah juru bicara dari tujuh pembesar (Est. 1:14), siapakah sebenarnya dia? Para peneliti Yahudi berpendapat ia mestinya adalah orang asing dan menikah dengan seorang istri yang keras kepala dan tidak hormat kepada suaminya. Ini tentu saja murni spekulasi yang didasarkan atas usulannya kepada raja Ahasyweros, dan tidak ada bukti nyata. Di dalam seluruh kitab Ester, usulan dari Memukan ini merupakan kalimat yang langsung diucapkan kepada raja dan terpanjang. Dia yang membuat urusan pribadi suami istri Ahasyweros dan Wasti menjadi krisis yang melibatkan seluruh negeri; dia telah membuat urusan bersifat pribadi menjadi bersifat nasional umum seluruh bangsa, bicara indah seakan-akan demi kesejahteraan dan stabilitas negara, tetapi dalam sumsumnya mengungkapkan kekhawatiran dan ketakutan dari dalam batin sendiri.

Memukan menunjukkan bahwa Wasti melawan perintah Ahasyweros adalah sebuah contoh yang sangat buruk. Ratu adalah ibu dunia, setiap gerakan dia akan menjadi contoh bagi perempuan seluruh negeri. Sekarang ratu telah membangkang dan tidak menaati perintah suaminya, bukankah itu menjadi contoh buruk bagi semua perempuan untuk tidak hormat dan tidak taat kepada suami mereka? Jika tidak ditangani dengan segera, akan menimbulkan angin pemberontak wanita melawan suami yang bersifat nasional. Usulan dari Memukan ini memang dengan terampil menggeser fokus; Ahasyweros tiba-tiba bukan satu-satunya pria yang menerima penghinaan, bahkan semua pria di kerajaan Persia terlibat masuk di dalamnya. Akal licik Memukan memang telah membuat tangga untuk turun bagi raja Ahasyweros!

Ia mengusulkan penghapusan kedudukan ratu Wasti, mengucilkan dia, dan membiarkan para selir lain menggantikan posisinya. Dia secara langsung menyebutkan Wasti hanya dengan nama saja (lihat Est. 1:19a); ia menyarankan Ahasyweros membuat perintah, diumumkan kepada dunia, dan menuliskannya dalam undang-undang Persia, menjadi sebagai hukum abadi yang tidak dapat dicabut kembali selama-lamanya – yakni bahwa semua wanita kerajaan Persia harus menghormati dan menaati suami mereka. Hukum abadi yang tidak dapat dicabut kembali selama-lamanya berlaku di kerajaan yang alangkah besarnya itu, gambaran ini mungkin merupakan gaya ekspresi satir dari penulis kitab Ester yang digunakan untuk menyindir bagaimana raja Persia melihat betapa berkuasa dirinya sendiri, dan untuk memperkuat suasana tegang, sebenarnya hendak menunjukkan bahwa hal ini tidak melawan hukum. Selain di dalam Alkitab (lihat Est. 8:8; Daniel 6:9, 13, 16), belum ditemukan data lain yang menunjukkan bahwa hukum Persia bekerja seperti ini.

Usulan Memukan benar-benar merupakan usul yang mencelakakan orang, tapi dituruti oleh Ahasyweros Mengapa dikatakan bahwa usulan Memukan ini mencelakakan orang? Bayangkan: apakah mungkin bagi seorang pria untuk mendapatkan penghormatan dari istri melalui hukum? Apa gunanya menegakkan rasa hormat dengan cara pemaksaan terhadap pihak lain? Hormat tidak diperoleh dengan menggunakan paksaan, tetapi dimenangkan oleh pelayanan dan perhatian kasih yang tanpa syarat. Dengan metode manipulasi dan pemaksaan hanya mendapatkan ketaatan semu dan hanya kulit luar saja, hanya cinta kasih dan pengorbananlah bisa mendapatkan rasa hormat dan cinta dari pihak lain.

Renungkan:
Penulis kitab Amsal mengingatkan: 「Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada」 (Amsal 11:14). Ketika seseorang meminta saran Anda, apakah Anda akan menganalisis secara objektif (mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi kecenderungan pribadi) dan memberikan saran yang tidak menyimpang dari Alkitab?

Ketika Anda perlu untuk mendapatkan saran dari orang lain, apakah ada saudara dan saudari seiman yang dapat memberikan nasihat yang tidak memihak? Mohon Tuhan untuk mempersiapkan kita lebih banyak teman rohani atau penatua rohani yang lebih senior menjadi penasihat kita.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 1:13-15

「Meminta Pendapat Para Pembesar」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:13-15 [ITB])
13 Maka bertanyalah raja kepada orang-orang arif bijaksana, orang-orang yang mengetahui kebiasaan zaman–karena demikianlah biasanya masalah-masalah raja dikemukakan kepada para ahli undang-undang dan hukum; 14 adapun yang terdekat kepada baginda ialah Karsena, Setar, Admata, Tarsis, Meres, Marsena dan Memukan, ketujuh pembesar Persia dan Media, yang boleh memandang wajah raja dan yang mempunyai kedudukan yang tinggi di dalam kerajaan–,tanya raja: 15 「Apakah yang harus diperbuat atas ratu Wasti menurut undang-undang, karena tidak dilakukannya titah raja Ahasyweros yang disampaikan oleh sida-sida?」

Dalam perjamuan perayaan nasional semua mabuk dalam kebahagiaan, tapi karena permintaan yang berlebihan, sembrono dan tidak bijaksana dari raja Ahasyweros, dan telah ditolak oleh ratu Wasti, membuat suasana sukacita menjadi canggung. Saat Ahasyweros mabuk, demi untuk menyombongkan kuasa dirinya, memberikan perintah yang tidak masuk akal untuk membuat ratu Wasti menjadi barang pameran di depan para pembesar dan pegawai, untuk dinilai dari kepala sampai kaki oleh mereka. Dia dimuliakan sebagai raja suatu negara, berkuasa membalikkan dunia, di atas segala manusia, sekali bersuara pasti ditaati, selalu dipatuhi para pembesar, siapa yang berani melawan titah mulia raja? Tidak terpikirkan oleh Ahasyweros bahwa ratu berani melanggar perintahnya? Tujuh sida-sida kembali membawakan berita penolakan ratu, membuat dia tidak siap. Awalnya semua orang mengharapkan penampilan ratu ini merupakan klimaks dari acara, tapi siapa menyangka suasana menurun tajam, setiap orang tertegun, tidak tahu bagaimana sebaiknya? Dan Ahasyweros menjadi murka menyala-nyala!

Pepatah mengatakan 「Muka diberikan oleh orang lain, dan aib adalah diakibatkan diri sendiri.」 Ahasyweros demi meredam adegan memalukan ini, perlu menemukan langkah yang masuk akal untuk menangani hal ini agar bisa turun dari suasana canggung ini, suatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seorang raja yang bisa memerintahkan dunia namun tidak bisa meminta istrinya untuk bertindak sesuai hatinya! Hal yang belum pernah terjadi di kerajaan Persia, dan tidak ada kasus sebanding, sehingga tidak bisa ditemukan hukum yang sesuai untuk mengatasi masalah ini. Tapi raja juga perlu menunjukkan bahwa kerajaan Persia adalah kerajaan yang diperintahkan berdasarkan hukum, maka perlu cara yang tepat untuk menangani hal yang agak rumit dan canggung ini. Jadi raja seperti biasa, mencari cara penanganan yang tepat dari antara para penasihatnya yang senior.

Orang-orang arif bijaksana dari istana Persia, adalah sama seperti orang-orang bijaksana Babel, terlibat dalam Astrologi (lihat Dan. 2:12, 14, 18), sekelompok ahli yang mahir dalam bidang hukum. Mereka akrab dengan urusan zaman itu dan diperbolehkan menghadap raja untuk memberikan nasihat walau tanpa diundang terlebih dahulu. Kelompok ini adalah para pemikir yang mahir dalam masalah hukum, lebih penting lagi adalah mengetahui cara mencari celah hukum. Sebagai contoh kakek dari Ahasyweros yakni Cambyses (tahun 529-522 S.M) bertekad menikahi kakak dan adik perempuannya sendiri, namun para pembesar tidak mau melanggar hukum, tapi juga takut raja marah karena tidak bisa mendapatkan keinginannya, maka memberikan jawaban yang dapat memenuhi kedua tuntutan: pertama adalah tidak ditemukan undang-undang yang mengizinkan raja menikahi kakak adik perempuannya, tetapi pada saat yang sama menemukan sebuah undang-undang lain bahwa raja Persia diijinkan melakukan apapun yang ia suka.

Ahasyweros meminta nasihat dari tujuh pembesar, pada kenyataannya adalah ingin mereka menemukan ide yang cerdas agar dirinya bisa punya muka turun dan melepaskan diri dari masalah ini. Namun mana mungkin ada hukum Persia yang mengatur urusan ratu tidak menghadiri perjamuan? Tapi sekarang harga diri raja telah terluka, ketidaktaatan Wasti telah menunjukkan betapa rapuhnya kuasa dirinya. Solusi terbaik bagi situasi ini adalah menyelamatkan wajahnya dan menunjukkan berapa besar kuasa yang dimilikinya. Untuk alasan ini, Ahasyweros telah membuat perselisihan suami istri sederhana menjadi acara seluruh negeri yang perlu ditangani oleh hukum!

Renungkan:
Demi menyelamatkan muka maka raja berkonsultasi dengan para pemikir, tapi dia ingin mendengarkan ide-ide yang sesuai keinginan hati sendiri. Ketika Anda memiliki masalah, apakah Anda akan meminta nasihat orang lain? Apakah Anda adalah orang yang mau mendengarkan? Bagaimana Anda menanggapi pendapat yang benar namun membuat telinga sakit?


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 1:9-12

「Batas dari Kuasa」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:9-12 [ITB])
9 Juga Wasti, sang ratu, mengadakan perjamuan bagi semua perempuan di dalam istana raja Ahasyweros.
10 Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros, 11 supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.
12 Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.

Pada zaman ini jika kepala negara pergi berkunjung selalu disertai istrinya, agenda pembicaraan dan perjanjian yang dicapai kedua kepala negara akan diberitakan oleh media secara rinci. Namun, media juga akan memasukkan laporan mengenai kegiatan istri kedua kepala negara; penampilan, perhiasan, gaun dan percakapan, semua menjadi perhatian. Istri kepala negara tidak hanya mencerminkan status sang kepala negara, tetapi juga mewakili keadaan negaranya. Ahasyweros raja Persia mengadakan pesta untuk para pembesar dan rakyatnya, namun mengapa ratu Wasti yang terhormat tidak hadir? Dia sesuai aturan negaranya juga mengadakan sendiri pesta untuk para wanita di istana.

Ketika para pembesar dan pegawai itu sangat bergembira, minum sampai mabuk, Ahasyweros memerintahkan tujuh sida-sida menjemput sang ratu untuk datang ke tempat pesta, untuk 「memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya」 (Est. 1:11b). Perintah ini seharusnya merupakan hal yang logis dan sederhana. Bukankah dengan penampilan sang ratu dapat menambahkan kilauan kemuliaan bagi pesta mewah dari Ahasyweros yang tak tertandingi kekayaan dan kekuasaan? Dunia memuji pesona wanita Persia, atau wanita suku lain yang cantik, tetapi raja menekankan bagaimana elegan dan eloknya seorang wanita, Wasti ratu Babilon. Ratu sedang memimpin pesta bagi para wanita, ia adalah pembantu raja yang menunaikan tugas, seorang wanita yang memahami aturan dan melakukan pekerjaannya dengan baik. Tapi mengapa dia di depan para pembesar dan pegawai, secara terbuka menolak perintah raja? Apakah dia tidak tahu konsekuensi melanggar perintah raja, hukuman ringan adalah dikucilkan, beratnya akan diberikan hukuman mati?

Wasti tahu bahwa dia tidak bisa membuat pengecualian hanya mengenakan mahkota tanpa kerudung muka, di depan banyak pria yang mabuk, menjadi pameran, membiarkan mereka dengan mata mesum menatap dari kepala sampai kaki, merendahkan martabat ratu. Selain itu, mungkin ia memiliki kesulitan dirinya sendiri, mungkin saja pada saat itu ia sedang mengandung Artahsasta I, anak Ahasyweros, jadi tidak baik tampil di depan publik. Pemikiran ini didasarkan pada nama Wasti, yang mungkin hanya cara bahasa Persia untuk menggambarkan wanita cantik, ia mungkin ratu Amestris yang dalam sejarah merupakan ibu dari Artahsasta I yang mewarisi takhta Ahasyweros. Jika perhitungan ini akurat, maka fakta bahwa Wasti melanggar perintah bukanlah karena kemanjaan, tetapi sedang mengandung anak raja, perut yang gemuk besar, tidak tepat tampil di depan umum!

Tidak peduli apa alasannya, penulis kitab tidak memberikan penjelasan, karena fokusnya bukanlah apa alasan membantah perintah, tetapi untuk menunjukkan bahwa klaim bahwa raja memiliki kuasa tanpa tanding, yang harus dipatuhi siapapun, tiba-tiba bisa tidak dipatuhi perintahnya oleh istrinya, ini adalah penghinaan yang membuat raja sulit untuk mundur, adegan yang sangat ironi dan memalukan. Ahasyweros dapat menggerakkan ribuan tentara beserta puluhan ribu kuda, suatu pasukan yang kuat, tetapi tidak dapat memerintahkan seorang wanita yang lemah, ini adalah benar-benar sebuah lelucon, ejekan yang besar! (Apakah menjadi orang berkuasa adalah begitu hebat? Tiada batas dapat bertindak semaunya? Bahkan kehebatan sering membuat manusia lupa bahwa ia telah bertindak melampaui Allah.)

Renungkan:
Betapa penting orang yang punya kuasa, tahu bahwa dirinya adalah manusia, dan tahu sebagai manusia harus memiliki batasan; betapa pentingnya paham bahwa di saat memegang kuasa, tahu diri untuk tidak sombong, tidak bertindak semaunya. Mohon Tuhan membantu kita untuk berhati-hati, jangan begitu bangga pada kuasa sesaat dan menjadi tidak tahu batas dan aturan. Jika tidak demikian membuat pendek jalan diri sendiri, mengundang malu bagi diri, dan mencari masalah bagi diri!

(Allah mungkin berdiam, hukuman dari Tuhan mungkin tidak datang seketika saat ini juga, Ia menghendaki kita introspeksi diri. Kuasa, kehebatan dan kemakmuran saat ini tidak melambangkan seseorang sudah bertindak dengan benar, namun hendaklah bertanya apakah sudah sesuai ajaran Tuhan)


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 1:1-8

「Bencana Di Balik Kemewahan」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:1-8 [ITB])
1 Pada zaman Ahasyweros–dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia–, 2 pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan,
3 pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda. 4 Di samping itu baginda memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya dan keindahan kebesarannya yang bersemarak, berhari-hari lamanya, sampai seratus delapan puluh hari. 5 Setelah genap hari-hari itu, maka raja mengadakan perjamuan lagi tujuh hari lamanya bagi seluruh rakyatnya yang terdapat di dalam benteng Susan, dari pada orang besar sampai kepada orang kecil, bertempat di pelataran yang ada di taman istana kerajaan. 6 Di situ tirai-mirai dari pada kain lenan, mori halus dan kain ungu tua, yang terikat dengan tali lenan halus dan ungu muda bergantung pada tombol-tombol perak di tiang-tiang marmar putih, sedang katil emas dan perak ditempatkan di atas lantai pualam, marmar putih, gewang dan pelinggam. 7 Minuman dihidangkan dalam piala emas yang beraneka warna, dan anggurnya ialah anggur minuman raja yang berlimpah-limpah, sebagaimana layak bagi raja. 8 Adapun aturan minum ialah: tiada dengan paksa; karena beginilah disyaratkan raja kepada semua bentara dalam, supaya mereka berbuat menurut keinginan tiap-tiap orang.

Awal kisah berlangsung di era raja Persia Ahasyweros; Ahasyweros adalah nama dalam bahasa Ibrani sedangkan dalam bahasa Yunani namanya adalah Xerxes, yang memerintah kerajaan Persia selama sekitar 22 tahun (tahun 486-465 S.M). Ahasyweros mewarisi kerajaan dari Darius I, ketika itu wilayah Persia lebih besar daripada raja pendiri Cyrus yang merebut tanah kerajaan dari Babel, ke arah timur adalah daerah Palestina, daerah barat sampai Turki dan pulau kecil di sepanjang pantai Yunani, dan meluas sampai utara Sudan di Afrika. Kerajaan Persia mengendalikan seluruh wilayah Timur kuno selama lebih dari 200 tahun (tahun 539-330 S.M), dapat dikatakan sebagai kerajaan besar pada zaman itu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Penulis kitab menunjukkan bahwa ada 127 propinsi (Est. 1:1) pada zaman pemerintahan raja Ahasyweros, yang belum tentu sebuah angka yang akurat, seperti dalam kitab Daniel 6:1 dicatat terdapat 120 propinsi, dan sejarawan Yunani Herodotus menyebutkan 20 daerah yurisdiksi. Gaya penulisan kitab memilih angka yang lebih besar, mungkin hendak menonjolkan keagungan dan kemewahan kerajaan Persia.

Pada tahun ketiga pemerintahan Ahasyweros (Est. 1:3), yaitu tahun 483 S.M, mengadakan pesta besar di Puri Susan untuk menjamu para pembesar dan pegawai. Kota Susan adalah salah satu dari empat kota besar kerajaan Persia, merupakan ibukota administratif dan istana raja musim dingin. Pesta yang diadakan oleh Ahasyweros untuk menjamu pejabat di Puri Susan, berlangsung 180 hari penuh (Est. 1:4), dan ia juga menyelenggarakan pesta untuk rakyat di taman kerajaan selama 7 hari (Est. 1:5). Kita bisa membayangkan istana dihiasi dengan sangat mewah, para tamu mengenakan pakaian yang mulia dan indah, berbagai makanan lezat, semua jenis buah-buahan, segalanya begitu menyilaukan. Para pembesar dan pegawai memegang peralatan emas yang sangat indah dan berharga milik istana kerajaan untuk minum anggur (Est. 1:7), bergembira menikmati minuman keras semampunya kekuatan mereka sendiri (Est. 1:8).

Apa niat hati dari Ahasyweros dengan mengadakan perayaan demikian besar untuk menjamu para pejabat dan rakyat? Selain menampilkan kemegahan negara kepada para pejabat dan rakyat seluruh negara, mungkin terdapat maksud untuk menunjukkan bahwa ini adalah zaman keemasan negara penuh aman tenteram. Karena ketika Ahasyweros mewarisi kerajaan Persia adalah dalam keadaan tidak stabil, sering terjadi kerusuhan, pemberontakan dalam frekuensi tinggi. Perayaan yang tiada henti ini adalah sebuah penghargaan bagi para pejabat yang membantu memadamkan pemberontakan, dan sebagai propaganda kepada mereka yang ingin berkhianat.

Ahasyweros adalah seorang raja memiliki ambisi besar, dan yang paling terkenal adalah bahwa ia memimpin pasukan ke arah barat untuk menginvasi Yunani segera setelah pemerintahannya. Oleh karena itu, tujuan perayaan yang berlangsung tiada henti ini lebih penting lagi adalah untuk mengambil kesempatan berdiskusi dengan para pejabat dan para pemimpin tentang rencana menyerang Yunani. Ahasyweros hendak menyelesaikan urusan yang belum rampung dari almarhum ayahnya, yakni harus tiada henti memperluas wilayah negara dan mendorong kekuatan nasional sampai puncak tertinggi. Namun, rancangan angan-angannya tidak akurat, dari tahun ketiga pemerintahannya sampai tahun ketujuh, empat tahun perang dengan Yunani, tidak hanya menghabiskan keuangan negara, tetapi juga kalah di medan perang, kehilangan pasukan, dan pulang dalam kegagalan.

Penulis kitab telah membuka kisah Ester dengan catatan perjamuan besar ini, menguakkan tirai kemegahan besar kitab Ester. Di balik kemegahan ini adalah tahun-tahun kekalahan, dan kemudian berlanjut dengan pembukaan episode ketenggelaman dalam pesta penuh kesenangan di istana!

Renungkan:
Sejarah memberitahukan kepada kita bahwa tidak ada negara di dunia yang terus makmur tanpa penurunan, dan dinasti berganti dinasti tiada henti terjadi dalam rotasi roda sejarah. Tidak peduli seberapa kuat dan besar ekonomi, keuangan dan sumber daya sebuah negara, bagaimana maju kekuatan militernya, dan menduduki kursi di arena politik dunia, namun rakyat tidak mendapatkan tempat tinggal dan pekerjaan, tidak dapat menikmati hak asasi manusia dan kebebasan, maka dibalik semua kemakmuran, tersembunyi bencana yang jelas akan mudah terlihat. (Bagaimana dengan diri kita, apakah berpuas dan bangga atas kuasa, harta, atau kemakmuran yang kita miliki saat ini?)


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 13:15-27

「Sombong dan Rendah Hati」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 13:15-27 [ITB])
15 Dengarlah, pasanglah telingamu, janganlah kamu tinggi hati, sebab TUHAN telah berfirman. 16 Permuliakanlah TUHAN, Allahmu, sebelum Ia membuat hari menjadi gelap, sebelum kakimu tersandung di atas bukit-bukit yang diliputi senja, sementara kamu menanti-nantikan terang, tetapi Ia menjadikan hari kelam pekat dan mengubahnya menjadi gelap gulita. 17 Jika kamu tidak mau mendengarkannya, aku akan menangis di tempat yang tersembunyi oleh karena kesombonganmu, air mataku akan berlinang-linang, bahkan akan bercucuran, oleh sebab kawanan domba TUHAN diangkut tertawan. 18 Katakanlah kepada raja dan kepada ibu suri: Duduklah di tempat yang rendah sekali, sebab mahkota kemuliaanmu sudah turun dari kepalamu! 19 Kota-kota tanah Negeb sudah ditutup gerbangnya, dan tidak ada seorangpun yang membukanya. Segenap Yehuda sudah diangkut ke dalam pembuangan, diangkut ke dalam pembuangan seluruhnya. 20 Layangkanlah matamu, hai Yerusalem, dan lihatlah, ada orang-orang datang dari utara! Di manakah kawanan ternak yang diberikan kepadamu, kambing domba yang menjadi kemuliaanmu? 21 Apakah yang kaukatakan, apabila diangkat menjadi kepalamu orang-orang yang kauperlakukan sebagai pacar? Bukankah kesakitan akan menyergap engkau seperti halnya seorang perempuan yang melahirkan? 22 Dan apabila engkau bertanya dalam hatimu: Mengapakah semuanya ini menimpa aku? Karena banyaknya kesalahanmulah maka disingkapkan ujung kainmu dan engkau diperkosa! 23Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat? 24 Aku akan menghamburkan mereka seperti sekam yang diterbangkan angin padang gurun. 25 Itulah nasibmu, bagianmu yang telah Kuukur untukmu, demikianlah firman TUHAN, karena engkau melupakan Aku, dan mempercayai dusta. 26 Akupun juga akan mengangkat ujung kainmu sampai kepada mukamu, sehingga kelihatan auratmu. 27 Zinahmu dan ringkikmu, persundalanmu yang mesum di atas bukit-bukit dan di padang-padang, Aku sudah melihat perbuatanmu yang keji itu. Celakalah engkau, hai Yerusalem, berapa lama lagi hingga engkau menjadi tahir?

Hari ini kita melanjutkan membaca tiga peringatan berikutnya dari Yeremia 13, yakni dalam Yer. 13:15-27. Yang pertama adalah ayat 15-17 menasehati agar orang Israel jangan sombong, hendaknya mendengarkan dan menaati kata-kata peringatan Tuhan, yang kedua adalah ayat 18-19 peringatan bahwa kerajaan Yehuda akan menghadapi kebinasaan, terakhir adalah ayat 20-27 peringatan rakyat Israel Yehuda akan menghadapi bencana.

Ayat 15-17 adalah sebuah puisi pendek dan juga merupakan peringatan ketiga dalam pasal ini. Nabi Yeremia di sini memperingatkan orang-orang Israel untuk tidak sombong sehingga meninggalkan Tuhan; Hanya jika mereka bersedia untuk menjadi rendah hati dan mendengarkan Tuhan, barulah mereka dapat memiliki harapan keselamatan. (Bagaimana dengan sikap kita dalam hal keselamatan?)

Ayat 18-19 adalah peringatan keempat yang ditujukan kepada orang-orang yang memegang kekuasaan di Yehuda, 「raja dan ibu suri.」 Yoyakhin pada saat naik takhta hanya berusia 18 tahun, jadi ibu suri ada di belakang raja, maka dia yang memegang kekuasaan (2 Raj. 24:8). Dalam ayat 18, Tuhan berpesan kepada Yeremia 「katakanlah kepada raja dan kepada ibu suri: 『Duduklah di tempat yang rendah sekali, sebab mahkota kemuliaanmu sudah turun dari kepalamu!』」 「Mahkota kemuliaanmu sudah turun dari kepalamu」 adalah nubuat bahwa raja Yoyakhin, ibu dan keluarga akan ditawan ke Babel sebagai budak (lihat 2 Raj. 24:12, 15; Yer. 22:24-27). 「Duduklah di tempat yang rendah sekali …」 adalah nubuatan bahwa Yoyakhin akan turun dari tahta raja.

Amsal 18:12 berkata 「Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.」 Itu adalah peringatan yang baik dan kebenaran. Sangat disayangkan bahwa kesombongan mereka membuat mereka tidak dapat menerima peringatan dan nasihat nabi Yeremia.

Ayat 19 「Kota-kota tanah Negeb sudah ditutup gerbangnya, dan tidak ada seorangpun yang membukanya. Segenap Yehuda sudah diangkut ke dalam pembuangan, diangkut ke dalam pembuangan seluruhnya.」 「Negeb」 adalah sebuah kata dalam bahasa Ibrani, artinya adalah 「tempat padang gurun yang kering,」yakni menunjuk pada tanah di selatan, di sini menubuatkan bahwa Nebukadnezar, raja Babel pertama-tama akan mengepung kota di selatan dan mengisolasi Jerusalem, lalu barulah menyerang, memaksa penduduk Yerusalem untuk menyerah.

Ayat 20-27 adalah peringatan kelima dalam pasal 13 ini, ditujukan kepada Yerusalem, yang berarti kerajaan Yehuda. Perikop ini jelas menunjukkan bahwa penyebab Israel mengalami bencana adalah karena mereka telah meninggalkan Tuhan untuk menyembah berhala-berhala yang palsu, dan pada saat yang sama nabi Yeremia telah benar-benar putus asa atas pertobatan Yehuda.

「Orang-orang datang dari Utara」 dalam ayat 20 artinya adalah kerajaan Babel. 「Kawanan ternak yang diberikan kepadamu, kambing domba yang menjadi kemuliaanmu」 adalah menunjuk bangsa-bangsa yang Yehuda urus ketika ia kuat. Dalam ayat 21 「orang-orang yang kauperlakukan sebagai pacar」 (atau dalam CUVT 「sekutu mu yang kau ajari」) adalah kerajaan Babel. Menurut catatan 2 Raj. 20:12-19, Babel adalah sekutu baik dari kerajaan Yehuda pada masa pemerintahan raja Hizkia. Ketika raja Hizkia sakit, utusan khusus Babel datang berkunjung dan raja Hizkia bersukacita, sehingga dia memperlihatkan segenap gedung harta bendanya kekayaan seluruh negeri dan Bait Suci kepada utusan khusus Babel tersebut, dan ini bersalah kepada Tuhan. Oleh karena itu Tuhan memerintahkan nabi Yesaya untuk menemui raja Hizkia, dalam 2 Raj. 20:15 Yesaya bertanya 「Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?」 Dan Hizkia mengatakan 「Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku.」Nabi Yesaya bernubuat bahwa Babel akan menjadi musuh Yehuda, akan menyerang Yehuda dan membawa pergi semua kekayaan dan penduduk (2 Raj. 20:16-17).

Mengapa Hizkia memperlihatkan kekayaan dirinya dan negaranya kepada utusan khusus Babel? Bukankah ini mengundang serigala masuk rumah? Tepat seperti perkataan Amsal, kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. Kesombongan sejenak raja Hizkia, demi mendapatkan pujian dan ketenaran dari orang lain, telah melakukan kebodohan seperti itu, mengundang bencana datang.

Sebaliknya, hanya ada satu cara untuk menyelesaikan kesombongan, yakni 「kerendahan hati」, terutama di hadapan Tuhan 「rendahkan hati diri sendiri.」 2 Taw. 32:24-2624 Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit, sehingga hampir mati. Ia berdoa kepada TUHAN, dan TUHAN berfirman kepadanya dan memberikannya suatu tanda ajaib. 25 Tetapi Hizkia tidak berterima kasih atas kebaikan yang ditunjukkan kepadanya, karena ia menjadi angkuh, sehingga ia dan Yehuda dan Yerusalem ditimpa murka. 26 Tetapi ia sadar akan keangkuhannya itu dan merendahkan diri bersama-sama dengan penduduk Yerusalem, sehingga murka TUHAN tidak menimpa mereka pada zaman Hizkia.」 Kerendahan hati adalah melihat posisi yang benar-benar sepatutnya bagi diri sendiri. Ketika kita bersedia untuk menjadi rendah hati, itu adalah dihentikannya murka Tuhan. (Bukankah demikian juga sepatutnya hanya dengan kerendahan hati saja kita datang tertunduk bersandar dan menerima darah perdamaian yang dicurahkan Yesus Sang Allah yang meredakan murka Allah, kita datang bukan dengan kesombongan kehebatan diri?)

Renungkan:

1. Apakah Anda memahami perkataan Amsal 16:18 「Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan」? Sombong dapat dikatakan sebagai sifat asali manusia, apakah kita bersedia untuk meminta Tuhan membantu kita melihat diri sendiri apakah sesuai dengan jalan kebenaran?

2. 「Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.」 (Amsal 18:12) Apakah kita bersedia belajar teladan Tuhan Yesus Kristus lemah lembut dan rendah hati? Apakah kita bersedia untuk meminta Tuhan untuk membantu kita mematikan kesombongan di dalam batin kita dan membuat kemuliaan Tuhan dimanifestasikan dalam hidup kita?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Mazmur 131:1-3

「Rendah Hati Bersandaran kepada TUHAN」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 131:1-3 [ITB])
1Nyanyian ziarah Daud.
TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
2Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
3Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

Mazmur 130 dan 131 dapat dianggap sebagai mazmur yang bersambungan. Keduanya mulai dengan situasi dari 「Aku」 (Maz. 130:1 「dari jurang yang dalam aku …」). Nasihat di bagian depan Maz. 131:3 adalah sama dengan bagian depan Maz. 130:7, kemudian bagian akhir Maz. 131:3 adalah sama dengan bagian akhir Maz. 121:8 dan bagian akhir Maz. 125:2, dengan ekspresi 「dari sekarang sampai selama-lamanya」 sebagai penutup. Beberapa sarjana peneliti Perjanjian Lama percaya bahwa kita mungkin dapat menyambungkan Maz. 130:5-6 dengan Maz. 131. Dan Maz. 131 ini sesungguhnya menyatakan seruan dan nasehat pemazmur kepada para peziarah, hendaknya dengan iman percaya bersandar kepada TUHAN Allah.

Meskipun singkat namun isinya sangat berlimpah. Dalam ayat 1 saja, pemazmur telah menggunakan tiga kata negatif: 「tidak」 (「tidak tinggi hati」, 「tidak memandang dengan sombong」, 「tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar」). Dari sini dapat dilihat, pemazmur di bagian awal menggunakan kata negatif secara 「terbalik」 mengungkapkan sikap 「antusias」 ─ menolak 「hati yang sombong」, untuk menjauhkan diri dari 「memandang rendah orang lain」, dan untuk menolak 「menghalalkan segala cara」 ─ yaitu, dari 「kesombongan」 yang ada di dalam sampai 「sombong」yang diekspresikan keluar, dan bahkan tindakan yang menghalalkan segala cara, semua adalah pemazmur ingin mengingatkan para peziarah untuk mengatakan 「tidak」.

Di bagian awal ayat 2 yang tersambung dengan tiga 「tidak」di ayat sebelumnya, dalam bahasa asli dimulai dengan kata 「jikalau tidak」, tapi hampir tidak ada terjemahan yang menuliskannya (ITB menggunakan kata 「Sesungguhnya」). Melalui ekspresi 「jikalau tidak」, pemazmur hendak menegaskan prinsip yang ia pegang ─ dia tidak peduli tentang 「kata-kata besar berambisi tinggi」, tidak mau 「ambisius melihat dengan tinggi」, hanya peduli dengan stabil tenang menginjakkan kaki secara realistis (menenangkan dan mendiamkan jiwaku), seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, benar-benar bersandar mengandalkan secara totalitas kepada TUHAN. Dengan demikian ini, pemazmur bertekad sepenuh hati untuk 「berharap (menengadah memandang)」 kepada Allah (ayat 3) , bagi dia tidak ada yang lebih penting daripada ini.

Di bagian akhir dari mazmur ini, pemazmur berdasarkan kebenaran di atas, mengimbau bangsa Israel untuk 「Berharap kepada TUHAN / Israel / dari sekarang sampai kekekalan」 (disusun berdasarkan teks bahasa asli). Beberapa peneliti bahkan menyambungkan ini dengan 「pengharapan」 yang akan datang kelak, menunggu TUHAN bertindak, sebagai tanggapan keadaan sekarang (dan bahkan situasi yang dijelaskan dalam Mazmur 130).

Renungkan: Peringatan dari pemazmur ini sangat penting! Seringkali kita memiliki ambisi yang sulit dikendalikan dalam batin kita, yang dengan tepat berlawanan dan berbenturan dengan iman dan sikap hidup bersandar kepada Allah yang seharusnya sudah ada dimiliki dalam kehidupan para peziarah, sehingga kita bergumul merontah dalam mengejar dan merealisasikan diri kita sendiri, tetapi mengabaikan apa yang dikatakan pemazmur sebagai sikap 「bayi」 yang demikian sederhana, dan mempercayai Tuhan.

Pemazmur ingin kita mengerti bahwa di jalan ziarah ini, kita dapat berjalan dengan baik dan menyelesaikannya, bukan karena berapa besar hebat kemampuan kita, tetapi justru karena kita semua dengan rasa takut hormat berharap kepada Tuhan dan iman yang bersandar bahwa Tuhan memimpin kita.


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).