Tag Archives: Ajaran sesat

1 Korintus 6:9-11

Hancurkan pandangan spiritual yang salah! Kenallah kuasa besar Injil Salib!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 6:9-11 [ITB])
9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, 10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

【Referensi ayat】
5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama

1 Korintus 6:9-20 merupakan ringkasan rinci dari masalah yang dibahas dalam pasal 5 dan 6, Paulus mengemukakan prinsip-prinsip rohani yang penting dan mengoreksi beberapa perkataan rohani yang disalahgunakan orang. Ayat 9-11 terlebih dahulu memberikan ringkasan kecil, di ayat 9-10 Paulus menyajikan prinsip spiritual yang tinggi, kudus, dan keras, tetapi di sisi lain di ayat 6:11 Paulus menggunakan kata-kata afirmatif untuk menghibur orang percaya yang penuh dengan kelemahan dan kegagalan, meskipun di masa lalu dan di saat ini mereka telah jatuh dalam berbagai kegagalan, tetapi selama mereka mau bertobat, teguh bersandar kepada Allah, berjalan intim bersama Allah, dan bertahan di dalam Tuhan, mereka akan memiliki jaminan keselamatan, mereka disucikan, dikuduskan, dan dibenarkan oleh Roh Allah kita!

Paulus memulai dengan prinsip yang keras: tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat!. Frasa Janganlah sesat (Do not be deceived!) memiliki arti kita menipu diri sendiri atau tertipu disesatkan suatu pengajaran yang menyimpang, kita harus memiliki prinsip spiritual yang jelas: the unrighteous shall not inherit the kingdom of God / orang-orang yang tidak benar tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah, terdapat orang-orang yang menyalahgunakan dibenarkan oleh iman atau pengajaran yang menyimpang bahwa orang Kristen masih memiliki kebebasan untuk terus semaunya menuruti keinginan, keegoisan, nafsu! Paulus dan Yakobus dll. terus menerus mengutuk pengajaran yang sesat ini! Dalam Surat Roma, Paulus dengan tegas mengutuk pengajaran sesat: Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Jawaban Paulus dengan tegas dan keras: Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? (Roma 6:1- 2) Paulus mengatakan Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? (Roma 2:4). Kitab Wahyu berbicara tentang langit baru dan bumi baru, mengatakan: tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar. Allah terus menerus memberikan kesempatan bertobat, dan setiap hari memberi kita anugerah pengampunan dosa dan menyertai kita, ini bukan agar kita terus menerus berkubang dalam perbuatan dosa, tetapi agar kita tiada henti bersandar kepada Allah hidup di jalan kesalehan, terang, berbuat kebaikan.

Terkait ayat 5:11, di ayat 6:9-10 Paulus menambahkan empat item lagi, sehingga total menjadi sepuluh, yang ditambahkan adalah orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, tiga terkait dengan percabulan. Ayat 9 katabanci (KJV effeminate) dari bahasa asli μαλακός malakos memiliki arti kelembutan, beberapa sarjana modern berpendapat merupakan laki-laki yang feminin, yang mungkin merujuk pada seorang pria yang diperalat oleh laki-laki menjadi pelacur kuil di zaman itu. RCUV / NET memberikan catatan kaki: secara literal memiliki arti cantik mungkin merujuk pada pelacur laki-laki homoseks di kuil, lihat ISV male prostitutes, homosexuals, atau VMD pelacur sesama laki-laki, atau yang melakukan homoseks. Sepuluh dosa yang dijabarkan ini cakupannya cukup luas, empat di antaranya terkait seksual. Hal ini secara tidak langsung menjadi pengantar membawa pembaca masuk ke dalam 6:12-20, di mana Paulus mengutuk kejahatan mencari kesenangan dengan pelacur yang dipandang orang percaya tertentu di Korintus yang berpendapat itu adalah kebebasan orang Kristen, ini juga merupakan masalah kota Korintus pada zaman itu. Perlu dicatat bahwa dalam bahasa Yunani, Paulus tidak menyebutkan sepuluh dosa, tetapi itu adalah daftar sepuluh jenis orang, dalam tata bahasa Yunani, semua kata benda maskulin, yaitu Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Mereka yang masih ingin tetap menjadi orang berdosa tidak akan mewarisi kerajaan Allah! Tetapi orang yang dulunya adalah orang berdosa dan sekarang mengandalkan Tuhan Yesus untuk disucikan, dikuduskan, dibenarkan yang akan mewarisi Kerajaan Allah! Orang Kristen yang dahulu adalah orang berdosa, tetapi sekarang mendapatkan anugerah, kita masih perlu mengalami pengampunan dosa dari Allah setiap hari, tetapi secara tegas, di dalam Tuhan Yesus, identitas kita bukan lagi pendosa, dan tujuan hidup kita bukanlah untuk terus bergulir berkubang dalam dosa, kita adalah orang-orang yang berjalan di jalan surga, dan mengandalkan Tuhan untuk membenci dosa, meninggalkan dosa, berbuat baik, dan bersinar!

Renungkan:
Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sama sekali tidak! Tidakkah kamu tahu bahwa orang yang tidak benar tidak akan mewarisi kerajaan Allah? Jangan sesat menipu dirimu sendiri! mengandalkan Tuhan untuk membenci dosa, meninggalkan dosa, berbuat baik, dan bersinar! Apakah ini juga pilihan dan pengejaran Anda?
Mabuk, percabulan, nafsu telah mencelakai banyak orang! Kejatuhan seksual juga telah mencelakai banyak orang Kristen dan hamba Tuhan! Kita harus selalu waspada terhadap diri kita sendiri! Jauhi hawa nafsu! Jauhi segala macam percabulan! Mohon Tuhan menolong kita!


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.