Tag Archives: ark (bahtera)

Kejadian 7:1-24

「Memasuki bahtera」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 7:1-24 [ITB])
1 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: 「Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. 2 Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; 3 juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. 4 Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.
5 Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya. 6 Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi. 7 Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu. 8 Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi, 9 datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh. 10 Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.
11 Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. 12 Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya.
13 Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu, 14 mereka itu dan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata yang merayap di bumi dan segala jenis burung, yakni segala yang berbulu bersayap; 15 dari segala yang hidup dan bernyawa datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu. 16 Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.
17 Empat puluh hari lamanya air bah itu meliputi bumi; air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melampung tinggi dari bumi. 18 Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas bumi, terapung-apunglah bahtera itu di muka air. 19 Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit, 20 sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya.
21 Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia. 22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat. 23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu.
24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

Kejadian 7 yang kita baca hari ini mencatat bagaimana air bah kehancuran dunia. Kejadian 7:19-22 mengatakan: Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit, … mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia. Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat.Menurut Kitab Suci, air bah sini merupakan bencana global yang menenggelamkan secara total, semua orang dan makhluk di darat mati.

Air bah yang telah lama ditunggu-tunggu keluarga Nuh akhirnya tiba, tetapi ini sudah berjarak sekitar 100 tahun sejak Allah pertama kali mengumumkan kepada Nuh! Tidak mudah untuk mempercayai dan menaati, dan bahkan lebih sulit untuk dapat taat dan percaya untuk waktu yang lama, karena di hadapan ejekan terus-menerus, permusuhan dan bahkan penganiayaan dari orang lain, masih dapat bertahan dalam iman sampai akhir untuk waktu yang lama. Ini benar-benar membutuhkan kasih karunia Allah.

Kejadian 7:1 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, … 』」. Kata masuk adalah kata kerja penting dalam pasal ini, kata itu muncul berkali-kali. Hanya mereka yang memasuki bahtera itu dapat memperoleh keselamatan, jika tidak maka hanya akan binasa. Jika Nuh hanya membangun bahtera, tetapi tidak masuk pada saat-saat terakhir, dia masih akan gagal dan binasa. Kejadian 7:5 memberi tahu kita: Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya (Bandingkan Kejadian 6:22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya).

Bahtera ini sebenarnya bukanlah sebuah kapal, melainkan lebih seperti kotak atau rumah besar yang mengapung di atas air. Ini seperti bayi Musa yang diselamatkan dalam sebuah peti dan tidak tenggelam di Sungai Nil (Keluaran 2:1-10 … sebab itu diambilnya sebuah peti (ark) pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti (ark) itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil…), bahtera itu melambangkan keselamatan Yesus Kristus, bahtera itu seperti kasih karunia Allah, di dalamnya kita akan dilindungi dan dipelihara sepenuhnya, dengan damai dan aman. (Tambahan penerjemah: bayi Musa bukan diletakkan di keranjang, kesalahan yang sering disampaikan guru sekolah minggu, tetapi peti, bahasa Ibrani “tebah” diterjemahkan sebagai ark)

Kejadian 7:16 … lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh. Penulis kitab Kejadian memakai penggambaran antropomorfisme (seperti orang) bahwa TUHAN seperti menggunakan tangan menutup pintu bahtera. Di satu sisi menyatakan bahwa Allah menjaga keluarga Nuh untuk memastikan keselamatan dan keamanan mereka; di sisi lain, juga menyatakan bahwa pintu keselamatan telah ditutup dan bahwa orang tidak akan bisa masuk lagi untuk mendapatkan keselamatan. Oleh karena itu, sebagai orang percaya yang hidup di hari-hari terakhir hari ini, selain bertekun dalam iman, kita juga harus memanfaatkan kesempatan untuk membantu orang lain memahami Injil dan memimpin lebih banyak orang masuk ke dalam bahtera keselamatan sebelum Tuhan Yesus datang kembali.

Nuh terkunci di dalam bahtera. Bagaimana perasaannya? Ketika pintu ditutup, Anda benar-benar terisolasi dari dunia luar, dan Anda kehilangan kebebasan dan otonomi; karena bahtera hanya memiliki tingkap-tingkap dan tidak ada jendela lain, orang yang tinggal di dalam bahtera tidak dapat melihat hal-hal di luar, percaya bahwa perasaan kesepian dan tidak berdaya itu tidak mudah. Tetapi ketika Nuh mengetahui bahwa Allah telah menguncinya di dalam bahtera, dia merasa berbeda, karena yang didapatnya bukanlah pemenjaraan, tetapi perlindungan penuh. Air bah datang, ada di sini! Bagi yang tidak takut kepada Allah adalah akhir dari kasih karunia, tetapi bagi orang yang beriman adalah datangnya kasih karunia yang lebih besar.

Renungkan:
• Bahtera hanya memiliki tingkap-tingkap. Bagi sebagian orang, itu seperti masuk penjara dan kehilangan kebebasan, tetapi bagi mereka yang taat kepada Allah, itu adalah tempat yang tepat untuk berdoa dan dekat dengan Allah tanpa terpengaruh oleh dunia luar.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 2:1-10

Lahir dan pertemuan ajaib

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 2:1-10 [ITB])
1 Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi; 2 lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. 3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil; 4 kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia.
5 Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya.
6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: Tentulah ini bayi orang Ibrani.
7 Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri? 8 Sahut puteri Firaun kepadanya: Baiklah. Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu. 9 Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu. Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya.
10 Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: Karena aku telah menariknya dari air.

Pasal ini mulai beralih kepada satu keluarga dan seseorang, keluarga ini berani melanggar perintah Firaun, dan anak laki-laki yang lahir dari keluarga ini kelak menjadi penyelamat Israel.

Catatan peristiwa ini penuh dengan ironi dan kejutan, serta merupakan model sastra hikmat. Pertama-tama telah melanjutkan pasal 1, hikmat dan keberanian tiga wanita bidan menyelamatkan nyawa bayi laki-laki itu merusak strategi Firaun: pertama, ibu anak itu, yang secara harfiah mengikuti instruksi Firaun dan memasukkan anak itu ke sungai Nil. Dan anak bayi itu diletakkan dalam peti pandan (tēbâ) dalam bahasa Ibrani asli adalah kata yang sama dengan bahtera Nuh (tēbâ), menunjukkan bagaimana Nuh dan keluarganya diselamatkan dari banjir, anak tersebut juga mengalami banjir diselamatkan.

Kedua, putri Firaun tidak setuju dengan perintah ayahnya, mengadopsi anak ini, yang menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas, dan keberanian moralnya kemudian juga mempengaruhi anak tersebut.

Ketiga, kakak perempuan anak itu, dengan kecerdasan dan keberaniannya, menyarankan agar putri Firaun membiarkan dia mencarikan seorang seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani (ia tidak mengatakan mencarikan ibu kandung anak itu) untuk merawat anak itu bagi putri Firaun. Lihat, setelah anak dibawa pulang kepada ibunya dan dirawat, bahkan menerima bayaran upah, keluarga ini bukankah menikmati hal indah yang tak terjangkau ini.

Bagian catatan peristiwa ini mempertahankan ketegangan kisah, sama sekali belum menyebutkan satu nama pun, tidak menyebutkan nama laki-laki dari keluarga Lewi itu juga nama perempuan Lewi istrinya, sampai pasal 6 barulah menjabarkan silsilah keluarga ini. Juga tidak lebih dulu menyebutkan bahwa anak ini memiliki saudara perempuan, dan bahkan sampai pasal 4 baru disebutkan bahwa dia masih memiliki seorang kakak laki-laki. Tentu saja, nama putri Firaun tidak disebutkan. Semua ketegangan hanya memiliki satu tujuan, orang hanya harus memperhatikan orang yang akan diutus untuk menyelamatkan Israel. Putri Firaun menamainya Musa (mōšeh), yang berarti mengatakan: Karena aku telah menariknya dari air (ayat 10), yang menandakan pekerjaan keselamatannya di kemudian hari, (Yesaya 63:11 Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? …).

Hati manusia dikuatkan oleh kasih karunia, meskipun Allah tidak bersuara berbicara, tangan-Nya terus bekerja. Rencana-Nya jauh melampaui apa yang manusia inginkan dan pikirkan, dan itu memberi orang sukacita.

Renungkan:
(1) Dalam kesulitan yang berat, Allah selalu memberi jalan kepada orang. Ketika Anda bersandar dan mempercayakan kepada Dia, Dia akan melakukannya untuk Anda.
(2) Keselamatan ajaib dari Allah pasti memiliki tujuan yang lebih besar.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.