1 Kor. 4:6-7

Semua karena 「Kristus」! Semua karena 「anugerah」! Mengapa kita masih 「meninggikan diri」?

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 4:6-7 [ITB])
6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: Jangan melampaui yang ada tertulis, supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.
7 Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?

Nilai-nilai dunia, prasangka bias, penilaian menghakimi, dan perpecahan, tidak hanya melukai hubungan antara gereja dan anggota tubuh dalam gereja, tetapi juga menghasilkan berbagai pemahaman yang salah, perbandingan, kontradiksi, dan air mata, menyebabkan pemimpin terluka dan sekat-sekat! Pepatah Mandarin mengatakan bahwa masalah manusia sering tidak dapat dipisahkan dari anggur, wanita, harta, nama! Anggur, wanita, harta membuat banyak orang jatuh! Tetapi di gereja di tengah-tengah mereka yang melayani, nama, kekuasaan, kehormatan, kedudukan dapat lebih berbahaya lagi! Karena perkataan Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa, membuat raja Saul mengambil jalan membanding-bandingkan, menyingkirkan orang lain, dan rencana jahat! (1 Sam. 18:7-8). Karena kecemburuan, maka hamba Allah yang setia Musa difitnah saudara-saudarinya: Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman? (Bil. 12:2) Karena kecemburuan dan keinginan merebut kedudukan, Korah dan lebih dari dua ratus lima puluh pemimpin berkumpul menyerang Musa dan Harun, mengatakan: Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN? (Bil. 16:1-3). Betapa mual dan tertekan ketika kita bertemu dengan para pemimpin yang rakus nama, kekuasaan, kehormatan, kedudukan sangat melukai gereja Tuhan! Paulus tidak ingin dijadikan sasaran pembanding-bandingan dengan Apolos, seorang rekan kerja pelayanan yang muda dan luar biasa, tetapi nilai-nilai duniawi saudara-saudari dan pemimpin Korintus menyebabkan dua pelayan dari periode yang berbeda diletakkan di atas meja dan dibandingkan! Sayang sekali!

Para peneliti memiliki pendapat yang berbeda tentang penafsiran frasa Jangan melampaui yang ada tertulis (not to go beyond what is written), mungkin Paulus mengingatkan jemaat Korintus, untuk menghidupkan kembali apa yang ia tuliskan sebelumnya di 1 Kor. 3:5 – 4:5 atau kutipan dari Perjanjian Lama dalam surat ini. Tetapi sangat jelas penerapan dan tujuan dari kalimat ini adalah kalimat pendek berikutnya: supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain

Terjemahan harfiah dari kalimat pendek ini adalah supaya kalian jangan ditiup menggelembung besar, memandang satu lebih tinggi daripada yang lain, atau lebih rendah yang lain』」. Kata menyombongkan diri, meniup membengkakan diri, membesar-besarkan diri / puff up dalam bahasa Yunani phusioo terkait dengan kata phusa yang salah satu artinya adalah puputan pengembus, alat puputan pengembus digunakan untuk meniupkan udara ke dalam tungku pembakaran untuk membuat api menyala-nyala. Kata phusioo menyombongkan diri, meniup membesar-besarkan diri hanya muncul dalam surat-surat Paulus, total 7 kali, di antaranya 6 kali muncul di Surat 1 Korintus (1 Kor. 4:6, 18-19; 5:2; 8:1; 13:4; Kol. 2:18). Satu-satunya penggunaan dalam bentuk kata aktif di 1 Kor.8:1 pengetahuan yang demikian membuat menjadi besar diri』」, sedangkan 6 penggunaan lainnya adalah bentuk kata pasif! Ini menyiratkan: kita tidak benar-benar besar, tetapi pikiran duniawi kita yang salah membuat kita merasa diri baik, tetapi kita hanyalah ditiup membesar! Hal yang paling menyedihkan tentang manusia adalah bahwa orang tidak memiliki kesadaran diri untuk melihat diri sendiri! Aslinya saya tidak hebat, tidak besar, tetapi saya pikir saya sangat hebat, saya besar! Pemimpin yang tidak memiliki kesadaran diri untuk melihat diri sendiri yang sebenarnya dan suka meniup diri membesar cenderung menyakiti orang lain dan memecah belah gereja.

Menanggapi angin buruk peninggian diri, meniup diri membesar di gereja, Paulus mengingatkan kita untuk meninggalkan pandangan mata yang terfokus pada diri dan bertanya dengan sungguh-sungguh: Siapakah? Ayat 7, Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Siapa yang membuat kamu berbeda dari orang lain? Kita bisa menjadi anak-anak Tuhan, memiliki tempat di gereja Tuhan, dan kita bisa menerima berbagai karunia rohani, bukan karena kita adalah orang-orang yang hebat, tetapi karena kita telah menerima anugerah Tuhan, kita yang dibangunkan dan diterangi oleh Roh Kudus, yang membuat kita tahu bahwa kita adalah benar-benar orang berdosa! Manusia berdosa yang tidak punya kemampuan apapun untuk menyelamatkan diri! Hanya debu! Tidak ada yang bisa disombongkan!! Semuajabatan tanggung jawab, hikmat dan karunia rohani, semuanya telah kita terimadengan cuma-cuma! Kita bisa menjadi apa adanya kita hari ini: semua karena Kristus, semua karena anugerah! Mengapa kita masih meninggikan diri, meniup diri membesar?

Renungkan:
• Jika ada banyak orang di gereja yang berebut nama, kekuasaan, kehormatan, kedudukan apakah akan membuat gereja terluka? Pernahkah Anda mengalami kesulitan-kesulitan tersebut?

• Orang Kristen dan hamba yang memiliki kesadaran diri untuk melihat diri sendiri tahu bagaimana sepenuhnya mengandalkan Kristus, bergantung sepenuhnya pada anugerah, dan menolak meninggikan diri, meniup diri membesar, sungguh suatu berkat bagi gereja! Pengingat apa yang diberikan pengajaran ayat Alkitab hari ini kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.