Kej. 27:36-37

「Ditipu dan Dibuang」

(Kej. 27:36-37 [ITB])
36Kata Esau: “Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku.” Lalu katanya: “Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?”
37Lalu Ishak menjawab Esau, katanya: “Sesungguhnya telah kuangkat dia menjadi tuan atas engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya menjadi hambanya, dan telah kubekali dia dengan gandum dan anggur; maka kepadamu, apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?”

Terbentuknya karakter seseorang, biasanya terkait erat tidak terpisahkan dengan keluarga seseorang berasal. Pasal ini secara khusus banyak berbicara tentang relasi orang tua dan anak dari Ishak satu keluarga empat orang. Sebutan keluarga yang digunakan dalam teks ini 「anakku」 (Kej. 27:1, 8, 18, 20, 21, 24, 25, 26, 27, 37), 「ayahmu」, 「ayahku」, 「ayahnya」 (Kej. 27:6, 9, 10, 14, 18, 30, 31, 34, 38, 41), 「ibunya」 (ayat 14), 「kakakmu」, 「kakakku」, 「kakaknya」, 「saudaramu」, 「adikmu」, 「saudaranya」, 「adikku」 (Kej. 27:6, 11, 23, 29, 30, 35, 37, 40, 41, 42, 43), 「anak sulung」, 「anak bungsu」 (Kej. 27: 1, 15, 42), 「anak laki-lakinya」, 「anak laki-laki dia (wanita)」, 「anak laki-laki ibumu」 (Kej. 27: 9, 17, 20), 「anak laki-lakimu」, 「anak sulungmu」 (Kej. 27:19, 31, 32). Merupakan sebuah pasal di dalam Alkitab yang paling banyak menggunakan sebutan-sebutan keluarga tersebut.

Namun justru bukan sebuah keluarga yang sehat, satu keluarga empat orang masing-masing justru menyimpan rencana yang tidak baik, setiap orang juga membayar harga bagi tindakan bodoh dirinya sendiri. Ribka sebagai ibu, bersekongkol dengan anak laki-laki membohongi suami, berencana memakai kejahatan untuk mendapatkan kebaikan. Walaupun tercapai tujuannya, namun dalam satu hari juga kehilangan dua anak laki-laki (Kej. 27:45). Esau sebagai kakak, memandang rendah hak bagian anak sulung, demi sedikit makanan menjual berkat yang bersifat rohani, kelak justru ingin dengan diam-diam mengambil kembali, menunjukkan isi hatinya tidak lebih lurus dan jujur dibandingkan adik laki-lakinya. Ishak sebagai ayah, sengaja tidak menaati ketetapan Allah (Firman TUHAN kepadanya:「… anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda」, Kej. 25:23), masih sengaja membohongi istri, hendak memberkati Esau anak sulung. Hasilnya disiasati oleh istri, dibohongi Yakub, menerima sungut-sungut dari Esau, mati karena kepahitan dirinya sendiri. Penglihatan mata jasmaninya buram, mata rohani juga sudah ikut menjadi bodoh (walaupun kita sudah tua mata rabun tetapi kiranya janganlah mata rohani ikut rabun.) Yakub sebagai aktor utama, jelas sudah tahu membohongi ayah akan mendatangkan kutukan, tetap bekerja sama dengan ibunya menipu ayah membohongi saudara, hasilnya dipaksa melarikan diri meninggalkan rumah yang hangat. Dengan demikian tercerai-berailah satu keluarga.

Ucapan berkat dari Ishak bagi Esau (Kej. 27:39-40), dalam terjemahan mudah terjadi salah paham. Dalam ITB, NET, NIV, HSCB, dsb. diterjemahkan sebagai:

「... tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi
                             jauh dari embun dari langit di atas.」

Tetapi dalam KJV, CUVT, dsb. diterjemahkan sebagai:

「... tempat kediamanmu akan tanah-tanah gemuk di bumi
                        dan dari embun dari langit di atas」

Perbedaan kedua macam terjemahan adalah kata depan min dalam frasa「מִשְׁמַנֵּ֤י」, kata depan tersebut dalam bahasa Ibrani bisa diartikan sebagai 「berasal dari」 atau 「terpisah dari」. Tetapi dilihat dari konteks makna yang kedua akan lebih sesuai.

Renungkan: Apakah engkau mencintai orang dalam keluargamu? Keluarga sepatutnya adalah sorga di antara manusia, benteng tempat berlindung, namun tidak sedikit orang dilukai paling mendalam oleh orang terdekat dalam keluarga, jatuh seumur hidup tidak dapat bangkit berdiri. Sepatutnya memegang erat kesempatan, baik-baik mengasihi dia. Perkataan dan perbuatan apapun, semuanya harus keluar dari sisi terang dari manusia sehingga dapat menggerakan perasaan dan moralitas yang paling tinggi dari orang.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).