Tag Archives: Hawa

Kidung Agung 1:1 (2)

Kidung dari antara kidung

Oleh Rev. Dr. Wong Tin-yat (黃天逸)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kid. 1:1 [ITB])
1 Kidung agung dari Salomo.
(KJV) The song of songs, which is Solomon’s

Refleksi tentang kisah raja Salomo yang dibawakan oleh kidung nyanyian Salomo, paruh pertama dari ayat 1 menekankan bahwa ini adalah kidung dari antara kidung (the song of songs) kidung yang paling indah dari antara kidung. Bagaimana refleksi tentang Salomo berakhir dan beralih masuk kepada yang disebut kidung yang paling indah ini?

Ada peneliti yang menunjukkan: kidung dari antara kidung (the song of songs), frasa ini secara struktur tata bahasa Ibrani sebenarnya adalah ekspresi yang menunjukkan tingkat paling tinggi, sebagaimana tempat maha kudus (the Holy of Holies) dalam Tabernakel, Raja di atas segala raja (the King of Kings) dan Tuan di atas segala tuan (the Lord of Lords), hendak membawakan makna bahwa ini adalah kidung paling agung dan paling indah, melampaui semua kidung di dunia. Sungguh, Allah menggunakan literatur hikmat untuk memberi orang hikmat dan keterampilan dalam hidup, dan karena pernikahan adalah peristiwa kehidupan yang penting dalam pertumbuhan kehidupan, Allah menggunakan 《Kitab Kidung Agung》 dalam Alkitab untuk memberi bimbingan kepada orang-orang dari masa berpacaran hingga pernikahan, menuliskannya secara jujur terbuka juga tidak aneh.

Dari perspektif dari 《Kitab Kejadian》, Allah dalam penciptaan ingin umat manusia dapat menikmati sukacita dan kepuasan hubungan pernikahan, karena itu, ketika Adam berkata: Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku … (Kej. 2:23), ia berkata demikian di saat itu tepat karena istri yang dipersiapkan Allah ── munculnya Hawa dan terlibat dalam kehidupannya maka ia merasa sangat sukacita bergembira, karena Allah memberi pendamping yang setara, dan benar-benar milik dia. Peneliti Perjanjian Lama menunjukkan: Kidung Agung adalah seperti contoh konkret Taman Eden, menjelaskan terperinci detail yang tidak tercakup Kejadian pasal 2, lebih lanjut mengembangkan kasih di Taman Eden, orang dalam pernikahan dapat menikmati kasih yang tanpa pamrih, tidak ada pementingan diri, yang ada adalah ketersalingan, harmonis, kasih yang indah. Namun Kidung Agung belum mencapai tahap sempurna atau ideal, tetapi secara positif berjalan maju mengarah ke Taman Eden (on the way to Eden). 《Kitab Kidung Agung》 ── tepat karena berbicara kasih antara pasangan pernikahan, yakni adalah jenis cinta kasih intim dan hubungan pernikahan yang Allah harapkan, oleh karena alasan ini disebut 《Kitab Kidung Agung》!

Dari Kisah Salomo hingga 《Kidung dari antara kidung (The song of songs)》 ── ini adalah kisah cinta kasih terindah, penulis Alkitab sejak di awal kitab ini membuat kita melihat kontras antara dua kutub: di satu sisi, itu membuat kita sadar untuk introspeksi diri bahwa kita semua mungkin terjebak dalam pergumulan yang sama seperti pernikahan Salomo; di sisi lain, mengingatkan kita bagaimana memandang cinta kasih serta hubungan pernikahan tertinggi dan terindah yang telah Allah bangun.

Renungkan:
Apakah kita pernah mengambil jalan yang salah dalam cinta kasih dan pernikahan? Kesalahan seperti apa? Dalam hubungan yang demikian erat dan intim dalam pernikahan, seharusnya kita memiliki sikap dan nilai untuk memandang serta memperlakukan pasangan pernikahan, dan memandang hubungan dua orang yang berharga?


Renungan pemahaman Kitab Kidung Agung

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kidung Agung ditulis oleh Rev. Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kejadian 3:20-24

「Adam dan Hawa diusir keluar Taman Eden」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 3:20-24 [ITB])
20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
22 Berfirmanlah TUHAN Allah: Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya. 23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. 24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Kejadian 3 mencatat penghakiman Allah atas dosa dan pernyataan keputusan. Perikop Kitab Suci yang kita baca hari ini, Kejadian 3:20-24, mencatat Adam dan Hawa nenek moyang manusia diusir dari Taman Eden.

Kejadian 3:20-21; ayat 20 adalah pertama kalinya seorang wanita disebut Hawa (sebelumnya disebut wanita 1:27; penolong 2:18), Adam menamai istrinya Hawa karena dialah yang menjadi ibu semua yang hidup artinya ibu dari pemberi kehidupan. Saat itu, Hawa masih belum memiliki anak, jadi perbuatan Adam merupakan respons iman atas janji Allah akan mempersiapkan Sang Juruselamat.

Karena iman yang diungkapkan oleh Adam dalam menamai istrinya, TUHAN Allah Pencipta menyelesaikan masalah ketelanjangan dengan membuatkan pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan untuk istrinya itu ayat 21, karena manusia setelah berbuat dosa membutuhkan pakaian untuk menutupi. Akibat pertama dari dosa atas manusia adalah membuka mata hati manusia membuat Adam dan Hawa melihat bahwa mereka telanjang. Tanggapan mereka adalah menggunakan daun ara untuk membuat pakaian untuk diri mereka sendiri, berharap untuk menutupi rasa malu mereka, tetapi apa yang dibuat orang tidak cukup untuk menyelesaikan masalah manusia (Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri)

Sejak dimulai nenek moyang manusia, manusia telah mencoba berbagai cara untuk mengatasi rasa malu dan takut yang disebabkan oleh dosa, misalnya, orang akan menggunakan perbuatan baik atau ritual agama untuk menutupi dosa dan aibnya, tetapi ini juga seperti pakaian yang terbuat dari daun ara. Di mata Allah, itu tidak cukup dan tidak berguna (Roma 2:28-29 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah), karena ini hanya dapat mengubah penampilan dan perilaku orang, tetapi tidak dapat mengubah hati orang.

Pada akhirnya Allah membunuh seekor binatang dan menggunakan kulitnya untuk membuat pakaian sebagai penutup yang diperlukan manusia tersebut (ayat 21). Agar Adam dan Hawa mendapatkan penutup, seekor hewan harus mati untuk menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh kejahatan manusia. Tindakan membunuh hewan untuk menyelesaikan kejahatan manusia melambangkan kebenaran tentang kematian dan penebusan Kristus memberikan pembenaran. Yesus Kristus mati di kayu salib bukan karena dosa-Nya sendiri, tetapi karena dosa dunia, sehingga semua yang percaya kepada-Nya dapat diampuni dosanya. Seperti yang dikatakan Ibrani 9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Oleh karena itu, hanya anugerah keselamatan Kristus yang dapat menyelamatkan dan menyelesaikan masalah dosa manusia.

Ada dua keyakinan yang berbeda di dunia saat ini, yang pertama adalah keyakinan yang diciptakan oleh manusia sendiri, ketika seseorang seperti Adam memakai pakaian yang terbuat dari daun pohon ara untuk bertemu Allah, hasilnya tetaplah tidak dapat berkenan. Jenis kedua adalah Domba pengganti sempurna Yesus Kristus yang disiapkan oleh Allah. Manusia berdosa hanya berdasarkan iman menerima keselamatan yang diberikan oleh Yesus Kristus barulah dosa-dosa mereka diampuni dan masuk ke rumah surga.

Kejadian 3:22-24 menceritakan tentang manusia terusir dari Taman Eden, adalah dosa yang menyebabkan manusia terusir dari Taman Eden dan jauh dari Sumber kehidupan. Apa artinya meninggalkan Taman Eden? Itu adalah hidup tanpa Allah! Dosa memisahkan dan mengisolasi kita dari Allah, Allah itu kudus suci tidak ada noda, jadi manusia berdosa harus menjauh dari-Nya. Ketika nenek moyang tidak berdosa tinggal di Taman Eden, mereka bisa mendekati Allah dan menerima kehidupan kekal dari Sumber kehidupan; tetapi ketika mereka diusir dari Taman Eden, manusia harus bekerja sepanjang hari untuk mendapatkan makanan, dan wanita harus mengalami sakit saat melahirkan, pada akhirnya mereka semua menghadapi kematian dan kembali ke debu.

Pohon kehidupan yang disebutkan dalam Kejadian 3:22, seperti namanya, jika seseorang mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya, tetapi bagi nenek moyang yang telah tercemar oleh dosa, buah pohon kehidupan itu bukanlah berkat, tapi kutukan. Karena nenek moyang pertama telah memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat dan hidup mereka telah mati dalam dosa dan pelanggaran, maka hidup selamanya berarti hidup selamanya dalam kehidupan yang diperbudak oleh dosa dan selamanya hidup di bawah situasi yang diatur oleh dosa, orang jika menjalani kehidupan yang demikian akan berharap lebih baik mati dari pada hidup. Manusia jatuh dalam dosa harus mengalami kematian dan kebangkitan yang sesungguhnya untuk bebas dari dosa.

Renungkan:
• Ketika orang menghadapi masalah, kita biasanya mencoba yang terbaik untuk menutupi dan menghindarinya, tetapi solusi Allah efektif dan menangani masalah dengan benar untuk selamanya. Apakah Anda bersedia untuk mematuhi metode Allah, yang merupakan ajaran Alkitab, untuk menghadapi kesalahan dan keberhutangan Anda sendiri?

(Tambahan penerjemah: perhatikan istilah “tutup” (menutupi), di bagian Alkitab selanjutnya kelak akan bertemu kata “tutup pendamaian”)


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.