「Titik akhir hidup」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 14:12-23 [ITB])
12 Ada jalan yang disangka orang lurus,
………tetapi ujungnya menuju maut.
13 Di dalam tertawapun hati dapat merana,
………dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan.
14 Orang yang murtad hatinya menjadi kenyang dengan jalannya,
………dan orang yang baik dengan apa yang ada padanya.
15 Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan,
………tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.
16 Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan,
………tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman.
17 Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh,
………tetapi orang yang bijaksana, bersabar.
18 Orang yang tak berpengalaman mendapat kebodohan,
………tetapi orang yang bijak bermahkotakan pengetahuan.
19 Orang jahat tunduk di dekat orang baik,
………orang fasik di depan pintu gerbang orang benar.
20 Juga oleh temannya orang miskin itu dibenci,
………tetapi sahabat orang kaya itu banyak.
21 Siapa menghina sesamanya berbuat dosa,
………tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita.
22 Tidak sesatkah orang yang merencanakan kejahatan?
………Tetapi yang merencanakan hal yang baik memperoleh kasih dan setia.
23 Dalam tiap jerih payah ada keuntungan,
………tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.
Kemarin kita melihat mengenai mendirikan atau meruntuhkan rumah, hari ini kita melanjutkan merenungkan konsep ini, tetapi fokusnya pada kehidupan. Ayat 14:11 berbicara tentang keruntuhan dan mekar berkembang, lalu ayat 12 selanjutnya mengemukakan ujung hasil yang terakhir (the end, NIV) 「ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.」 Sebenarnya, mulai ayat 8-14 terdapat tiga kata yang saling terkait, yaitu 「orang」, 「hati」 (ayat 10, 13, 14), dan 「jalan」 (way, ayat 12, 14). Di sini membuat perbandingan dua jenis kehidupan manusia, seperti orang 「jujur」 (ayat 9 dan 11) dan orang fasik. Hati orang-orang fasik ini penuh dengan tipu daya (ayat 17) dan merencanakan kejahatan (ayat 22). Sedihnya, mereka berjalan dalam 「kesesatan」 (ayat 22) tidak mau sadar, kondisi mereka seperti yang dikatakan ayat 12:15 「Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.」 Tidaklah mengherankan bahwa ketika orang bodoh membuat pilihan yang salah dan menyangka telah berjalan di jalan kebenaran, tetapi sebenarnya 「ujungnya menuju maut」 (ayat 12). Ini seperti Saul Perjanjian Lama, karena kemurtadan sehingga kenyang menderita konsekuensi (ayat 14). Orang bijak mengusulkan jalan keluar kepada orang bebal, sehingga dapat 「terhindar dari jerat maut」 (ayat 27), yaitu: takut akan TUHAN, maka akan memiliki sumber kehidupan. Saul Perjanjian Baru (yaitu, Paulus) bersaksi: 「Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.」 (2 Tim. 4:7-8). Di sini, orang bijak menasihati orang untuk memilih jalan dengan hati-hati.
Mulai dari pasal 10, unit dasar Amsal hanya satu ayat, dan setiap ayat memiliki kalimat paralel di bagian atas dan bawah, kebanyakan dalam bentuk dua frasa paralel yang berlawanan makna. Tetapi dalam perikop hari ini muncul satu unit yang terdiri dua ayat, 14:20-21 「 20 juga oleh temannya orang miskin itu dibenci, tetapi sahabat orang kaya itu banyak. 21 Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita.」
Orang bijak memberi pembaca berbagai sudut untuk mengamati satu hal. Memang ayat 20 adalah gambaran kehidupan dunia, yang miskin sering diabaikan, sedangkan yang kaya punya banyak teman minum anggur dan pesta daging. Jika melihat ayat 20 saja, tampaknya kekayaan lebih baik daripada kemiskinan, tetapi ayat 21 menyeimbangkan kedua ayat tersebut. Secara moral, orang tidak boleh meremehkan tetangga yang miskin, bukan begitu saja, dalam iman kekristenan memandang rendah orang adalah sejenis dosa! Ayat 31 lebih lanjut menyatakan: 「Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia」, dari perspektif positif, bermurah hati kepada yang membutuhkan adalah 「menghormati Allah」, itu yang diberkati oleh Allah. Orang miskin dan orang kaya harus mendapatkan penghormatan dan martabat yang sama, karena 「Orang kaya dan orang miskin bertemu (di dunia); yang membuat mereka semua ialah TUHAN」 (20:2).
Renungkan:
(1) Banyak orang tua yang berharap anaknya akan menang mulai dari sejak garis start (dibina sejak dari kecil agar berhasil kelak, kaya atau miskin secara materi adalah masa depan yang dipikirkan bagi anak atau diri Anda?), namun dalam hal iman seberapa jauh Anda memikirkan titik akhir diri sendiri dan anak-anak Anda?
(2) Yesus berkata: 「Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya」 (Markus 14:7), merenungkan sikap dan tindakan nyata yang sepatutnya saya miliki sebagai tanggapan saya tentang hal mengasihi ini.
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.