「Hidup dalam iman yang membuat orang terdiam tanpa bantahan」
oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) Alliance Bible Seminary H.K.
(Luk. 14:1-6 [ITB])
1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.
2 Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya. 3 Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: 「Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?」
4 Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi.
5 Kemudian Ia berkata kepada mereka: 「Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?」
6 Mereka tidak sanggup membantah-Nya.
Tema hari ini – penyembuhan pada hari Sabat adalah topik yang penulis Lukas sengaja ulangi. Dalam Luk. 13:10-17, Yesus baru saja menyembuhkan seorang wanita yang telah delapan belas tahun dirasuk roh jahat sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak, di sini kita menemukan lagi bahwa Tuhan Yesus menyembuhkan seorang yang sakit busung air pada hari Sabat.
Kitab Suci pertama-tama menjelaskan bahwa ini adalah adegan pesta, pemimpin orang-orang Farisi yang secara pribadi mengundang Yesus untuk menjadi tamu, tetapi tujuan mereka adalah untuk mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan Yesus. Dari tradisi keagamaan orang Yahudi, makan malam yang diselenggarakan oleh tokoh-tokoh agama pada zaman itu bukan murni untuk bersosial. Mereka sedang menunggu kedatangan Mesias dan berdiskusi satu sama lain tentang siapakah yang memiliki kriteria Mesias, misalnya, perjamuan komunitas Qumran, mereka mengharapkan Mesias muncul di antara mereka dan menyatakan diri kepada mereka. Penantian yang saleh ini disebut Perjamuan Mesianik Eskatologis (Eschatological Messianic Banquet)
Dalam latar belakang ini, kita dapat membayangkan dan merenungkan, orang-orang Farisi dan Ahli Taurat ingin mengamati Yesus dengan teliti. Karena Yesus telah membangkitkan pandangan mata semua orang, dan tanda-tanda serta keajaiban menyertai diri-Nya, apakah Ia adalah Sang Mesias yang sejati? Dapat dipercaya bahwa perjamuan ini akan menjadi pertandingan gulat antara bersedia mengakui dan yang selalu ragu tidak percaya.
Yesus bukan tidak tahu pergulatan antar kekuatan religius semacam ini. Dia memilih untuk menghancurkan citra Mesias dalam hati mereka dengan cara yang paling langsung sebelum pesta dimulai. ── yakni yang memiliki karakter 「menjaga hukum Taurat secara ketat」. Sebenarnya diperbolehkan untuk menyembuhkan penyakit pada hari Sabat. Menurut literatur Rabi (M.Yowa 8.6), diijinkan melakukan pekerjaan menyelamatkan hidup di hari Sabat. Secara teori, tidak apa-apa untuk menyembuhkan penyakit, tetapi pertanyaannya adalah apakah penyakit yang dirawat melibatkan krisis segera.Jika kehilangan nyawa, jika tidak, maka tidak perlu menyembuhkan penyakit pada hari Sabat dan melanggar aturan Sabat.
Jelas, fokus Yesus bukanlah pada bagaimana penggunaan hukum Taurat. Titik berat Yesus adalah bahwa hari Sabat adalah hari agar manusia mendapatkan pembebasan (ἀπέλυσεν apelysen) di ayat 4 (dalam ITB diterjemahkan sebagai menyuruhnya pergi). Dalam catatan penyembuhan di hari Sabat yang sebelumnya, digunakan kata bahasa Yunani yang sama, dan Yesus membuka penyakit bungkuk yang telah mengikat wanita itu selama 18 tahun dan membebaskannya (lihat Lukas 13:12 dalam ITL 「… terlepaslah engkau daripada penyakit lemahmu itu」lebih harafiah, ITB 「… penyakitmu telah sembuh」 lebih fungsional). Ini adalah esensi dari Sabat yakni membuat orang diberkati, dan adalah membuat orang untuk dipulihkan kembali menikmati bagaimana Allah dahulu menciptakan manusia dengan sempurna di masa lalu dan memuliakan Allah pencipta manusia yang baik adanya itu (lih. Luk. 13:17).
Karena itu, Yesus tidak pertama-tama membiarkan orang untuk mencela atau mempertanyakan tindakan-Nya, seperti yang dilakukan kepala rumah ibadat. Kali ini, Ia langsung bertanya kepada orang-orang beragama ini apakah Ia pantas melakukannya. Ketika mereka menghadapi pertanyaan ini, mereka tampak lemah dan tidak dapat membantah. Kebenaran jelas membuat orang tidak bisa berkata-kata, bagaimana seharusnya perjamuan Mesias yang tinggal nama kosong namun tidak berisi ini dapat dilanjutkan?
Renungkan:
Sering kali, kita meneliti Alkitab seolah-olah itu tidak bertepi, tidak tepat sasaran, namun kita tampaknya telah menambah pengetahuan dan memperdalam pemahaman kita tentang iman, lalu ikut berpartisipasi sekedar berdikusi dalam beberapa jamuan makan Mesianik, namun tidak benar-benar masuk dalam kebenaran.
Kiranya kita bersedia di tahun baru ini, kapan pun kebenaran terungkap, kita benar-benar terdiam tanpa mampu membantah, melepaskan tindakan keagamaan lama yang kita miliki, dan masuk ke dalam iman yang membebaskan dan memerdekakan orang.
Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 13 – 18 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Februari 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Kristen.