Tag Archives: Perjamuan Kudus

18 April 2019 ● Kamis Putih

Setiap Kali Engkau Memakan Roti ini… Kamu memberitakan Kematian Tuhan Sampai Ia Datang

1 Korintus 11:23-26
23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti 24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diseraahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” 25 Demikian juga ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” 25 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Renungan

Seberapa pentingkah dapat mengingat peristiwa-peristiwa signifikan dalam kehidupan seseorang? Ini dapat menjadi sumber motivasi dan membawa HARAPAN bagi orang yang sedang menghadapi kesulitan serta tantangan dalam hidupnya. Anda mungkin mau mengingat beberapa peristiwa atau pengalaman signifikan dalam hidup Anda … dan Anda berkata ”Ini suatu pengalaman yang indah untuk diingat.” Kita membenci graffiti (seni jalanan yang biasa dilakukan secara ilegal dan menggunakan cat semprot) tapi bagi orang yang membuatnya berpikir itu adalah cara yang baik untuk mengingat atau meninggalkan sebuah pesan. Kita mendirikan monumen-monumen untuk memperingati sebuah peristiwa bersejarah, sehingga generasi yang akan datang dapat diingatkan tentang pahlawan atau peristiwa itu.

Perjamuan Paskah adalah perjamuan memorial tentang peristiwa ajaib bangsa Israel pada malam keberangkatan mereka keluar dari Mesir. Keluaran 12 (klik untuk membaca), Anda mungkin ingin membacanya untuk membantu Anda memahami apa yang ditetapkan Perjamuan Tuhan pada malam ketika Ia dikhianati.

Tuhan kita menciptakan gambaran atas penderitaan-Nya sebagai Anak Domba Paskah sejati yang merupakan korban yang rela dan tidak berdosa, pengorbanan-Nya atas nama orang berdosa. Roti (tubuh-Nya yang terpecah), anggur (darah-Nya) tercurah. Ia adalah korban suci “sekali dan hanya sekali dan sekali untuk semua” karena “tidak mungkin bagi darah lembu dan kambing menghapus dosa-dosa.” (Ibrani 10:4)

Doa

Tuhan, dalam dunia yang hancur dan dalam kehancuran, kami melihat diri kami apa adanya: orang berdosa yang begitu besar dosanya sehingga Engkau datang untuk menebus kami dengan darah-Mu. Kami tidak berdaya dan gelisah tanpa Engkau. Terima kasih karena telah memerintahkan kami untuk “melakukan ini sebagai pengingat satu-satunya pengorbanan diri-Mu di Kalvari untuk semua orang berdosa termasuk aku.” Amin.

Tindakan

Aku ingin datang ke Perjamuan dengan sungguh-sungguh dengan persiapan yang benar dalam hati dan pikiran sesuai dengan firman-Nya, mengakui bahwa aku telah berdosa dan membutuhkan kasih karunia keselamatan Allah dalam Kristus. Aku telah menerimanya secara cuma-cuma dan aku juga harus memberikannya cuma-cuma.

Oleh
The Right Reverend Solomon Cheong (retired)
Assistant Bishop of the Diocese of Kuching

Imamat 6:14-30

Harus dimakan di suatu tempat yang kudus

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 6:14-30 [ITB])
14 Inilah hukum tentang korban sajian. Anak-anak Harun haruslah membawanya ke hadapan TUHAN ke depan mezbah.
15 Setelah dikhususkan dari korban sajian itu segenggam tepung yang terbaik dengan minyak, serta seluruh kemenyan yang di atas korban sajian itu, maka haruslah semuanya dibakar di atas mezbah sehingga baunya menyenangkan sebagai bagian ingat-ingatannya bagi TUHAN.
16 Selebihnya haruslah dimakan oleh Harun dan anak-anaknya; haruslah itu dimakan sebagai roti yang tidak beragi di suatu tempat yang kudus, haruslah mereka memakannya di pelataran Kemah Pertemuan.
17 Janganlah itu dibakar beragi. Telah Kuberikan itu sebagai bagian mereka dari pada segala korban api-apian-Ku; itulah bagian maha kudus, sama seperti korban penghapus dosa dan korban penghapus salah.
18 Setiap laki-laki di antara anak-anak Harun haruslah memakannya; itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun; itulah bagianmu dari segala korban api-apian TUHAN. Setiap orang yang kena kepada korban-korban itu menjadi kudus.
19 TUHAN berfirman kepada Musa:
20 Inilah persembahan Harun dan anak-anaknya, yang harus dipersembahkan oleh mereka kepada TUHAN pada hari ia diurapi: sepersepuluh efa tepung yang terbaik sebagai korban sajian yang tetap, setengahnya pada waktu pagi dan setengahnya pada waktu petang.
21 Haruslah itu diolah di atas panggangan bersama-sama minyak, setelah teraduk haruslah engkau membawanya dan mempersembahkannya sebagai korban sajian, sesudah dibakar dan berpotong-potong sebagai bau yang menyenangkan bagi TUHAN.
22 Dan imam dari antara anak-anaknya yang diurapi sebagai penggantinya, haruslah mengolahnya; itulah suatu ketetapan untuk selamanya. Seluruhnya haruslah dibakar bagi TUHAN.
23 Tiap-tiap korban sajian dari seorang imam itu haruslah menjadi korban yang terbakar seluruhnya, janganlah dimakan.
24 TUHAN berfirman kepada Musa, demikian:
25 Katakanlah kepada Harun dan anak-anaknya: Inilah hukum tentang korban penghapus dosa. Di tempat korban bakaran disembelih, di situlah harus disembelih korban penghapus dosa di hadapan TUHAN. Itulah persembahan maha kudus.
26 Imam yang mempersembahkan korban penghapus dosa itulah yang harus memakannya; haruslah itu dimakan di suatu tempat yang kudus, di pelataran Kemah Pertemuan.
27 Setiap orang yang kena kepada daging korban itu menjadi kudus, dan bila darahnya ada yang tepercik kepada sesuatu pakaian, haruslah engkau mencuci pakaian itu di suatu tempat yang kudus.
28 Dan belanga tanah, tempat korban itu dimasak, haruslah dipecahkan, dan jikalau dimasak di dalam belanga tembaga, haruslah belanga itu digosok dan dibasuh dengan air.
29 Setiap laki-laki di antara para imam haruslah memakannya; itulah persembahan maha kudus.
30 Tetapi setiap korban penghapus dosa, yang dari darahnya dibawa sebagian ke dalam Kemah Pertemuan untuk mengadakan pendamaian di dalam tempat kudus, janganlah dimakan, melainkan dibakar habis dengan api.

Imamat 6:14-30 terutama menjelaskan peran imam dalam berbagai tata cara persembahan. Tata cara yang dicatat di perikop ini sangat khusus, mencatat bahwa imam hanya boleh makan persembahan korban di tempat kudus, 6:16 menjelaskan Selebihnya haruslah dimakan oleh Harun dan anak-anaknya; haruslah itu dimakan sebagai roti yang tidak beragi di suatu tempat yang kudus, haruslah mereka memakannya di pelataran Kemah Pertemuan; 6:26 Imam yang mempersembahkan korban penghapus dosa itulah yang harus memakannya; haruslah itu dimakan di suatu tempat yang kudus, di pelataran Kemah Pertemuan; 6:29 Setiap laki-laki di antara para imam haruslah memakannya; itulah persembahan maha kudus Bagaimana seharusnya kita memahami ketetapan peraturan tersebut?

Pertama-tama, tempat yang kudus yang disebutkan itu mengacu pada pelataran Kemah Pertemuan. Menurut Kel. 40:33 Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu, pelataran Kemah Pertemuan mengacu pada area Kemah Suci itu sendiri beserta mezbah korban bakaran, jadi para imam harus memakan bagian persembahan korban di area itu, karena itu adalah lingkup ranah ilahi Allah, itulah tempat yang kudus (sebagaimana definisi kudus = berada di ranah ilahi milik Allah), karena korban mewakili persembahan manusia kepada Allah, maka dalam proses persembahan itu korban harus melintasi garis batas, melalui langkah-langkah ritual pengorbanan yang melintasi garis batas (rite de passage), korban yang duniawi masuk ke dalam ranah kekudusan. Oleh karena itu, korban yang masuk ke pelataran Kemah Suci adalah sesuatu yang telah melalui proses penyucian pengudusan. Maka barang persembahan korban ini tidak dapat menjadi duniawi lagi. Oleh karena itu, harus ditangani di dalam lingkup ranah kudus, jika tidak maka akan mencampur aduk yang kudus dengan duniawi, merusak ketertiban (pemisahan).

Imam harus makan di tempat kudus, yaitu di pelataran Kemah Suci. Mereka adalah sekelompok orang yang dikuduskan dan harus berurusan dengan barang korban ini di tempat kudus, mereka tidak boleh makan yang beragi, yang melambangkan bahwa mereka tidak boleh terkontaminasi oleh kecemaran. Dengan demikian, mereka dapat memastikan kekudusan barang korban sekaligus memastikan kekudusan tempat kudus, dengan demikian memastikan kehadiran penyertaan Allah. Makan di tempat kudus adalah sakramen, juga perjamuan kudus, hanya orang yang dikuduskan yang bisa makan dan minum bersama Tuhan.

Renungkan:
Di era Perjanjian Baru, semua orang adalah imam. Kita orang Kristen adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. Sejak kita menjadi imam, kita harus memastikan kekudusan diri kita sendiri. Jangan karena kebutuhan dasar seperti makan dan minum, sehingga lupa untuk menghilangkan ragi, ini melambangkan hidup kita juga harus menyingkirkan segala kenajisan dan memastikan kemurnian kita sendiri. Sering kali kita akan menyalahgunakan kasih karunia Kristus, berpikir bahwa Dia telah membayar harga untuk kita, jadi kita tidak perlu terlalu mempermasalahkan kenajisan yang ada pada diri kita sendiri, sehingga kita memandang anugerah Tuhan itu murahan, dan kita tidak bisa melihat tanggung jawab berat di belakang anugerah!


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 13:1-16

Hari raya dan ibadah melayani Allah

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 13:1-16 [ITB])
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 2 Kuduskanlah bagi-Ku semua anak sulung, semua yang lahir terdahulu dari kandungan pada orang Israel, baik pada manusia maupun pada hewan; Akulah yang empunya mereka.
3 Lalu berkatalah Musa kepada bangsa itu: Peringatilah hari ini, sebab pada hari ini kamu keluar dari Mesir, dari rumah perbudakan; karena dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN telah membawa kamu keluar dari sana. Sebab itu tidak boleh dimakan sesuatupun yang beragi. 4 Hari ini kamu keluar, dalam bulan Abib.
5 Apabila TUHAN telah membawa engkau ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Hewi dan orang Yebus, negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, maka engkau harus melakukan ibadah ini dalam bulan ini juga.
6 Makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya dan pada hari yang ketujuh akan diadakan hari raya bagi TUHAN. 7 Roti yang tidak beragi haruslah dimakan selama tujuh hari itu; sesuatupun yang beragi tidak boleh dilihat padamu, bahkan ragi tidak boleh dilihat padamu di seluruh daerahmu.
8 Pada hari itu harus kauberitahukan kepada anakmu laki-laki: Ibadah ini adalah karena mengingat apa yang dibuat TUHAN kepadaku pada waktu aku keluar dari Mesir. 9 Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu, supaya hukum TUHAN ada di bibirmu; sebab dengan tangan yang kuat TUHAN telah membawa engkau keluar dari Mesir. 10 Haruslah kaupegang ketetapan ini pada waktunya yang sudah ditentukan, dari tahun ke tahun.
11 Apabila engkau telah dibawa TUHAN ke negeri orang Kanaan, seperti yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu dan kepada nenek moyangmu, dan negeri itu telah diberikan-Nya kepadamu, 12 maka haruslah kaupersembahkan bagi TUHAN segala yang lahir terdahulu dari kandungan; juga setiap kali ada hewan yang kaupunyai beranak pertama kali, anak jantan yang sulung adalah bagi TUHAN.
13 Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya. Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung di antara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus.
14 Dan apabila anakmu akan bertanya kepadamu di kemudian hari: Apakah artinya itu? maka haruslah engkau berkata kepadanya: Dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN telah membawa kita keluar dari Mesir, dari rumah perbudakan. 15 Sebab ketika Firaun dengan tegar menolak untuk membiarkan kita pergi, maka TUHAN membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung manusia sampai anak sulung hewan. Itulah sebabnya maka aku biasa mempersembahkan kepada TUHAN segala binatang jantan yang lahir terdahulu dari kandungan, sedang semua anak sulung di antara anak-anakku lelaki kutebus. 16 Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi lambang di dahimu, sebab dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN membawa kita keluar dari Mesir.』」

Pasal sebelumnya mengumumkan peraturan Paskah agar orang Israel mengingat keselamatan dari Allah. Merumuskan peraturan untuk Hari Raya Roti Tidak Beragi, dan mengajar generasi berikutnya untuk mengenal pengalaman Keluaran dari Mesir.

Pasal ini melanjutkan berbicara tentang persembahan korban sulung kepada TUHAN. Mereka harus menebus anak laki-laki sulung dari setiap keluarga, agar mereka dapat memimpin seluruh keluarga untuk melayani Allah. Ayat 1-2 adalah sebuah ikhtisar, dan selanjutnya adalah penjelasan arti dari persembahan, tetapi terlebih dahulu membahas tentang merayakan Paskah dan Hari Raya Roti Tidak Beragi (ayat 3-10), dan kemudian baru berbicara tentang persembahan korban anak jantan yang sulung dari hewan. dan anak laki-laki sulung (ayat 11-16).

Paskah (bulan pertama tanggal 14) dan Hari Raya Roti Tidak Beragi (selama 7 hari, mulai dari bulan pertama tanggal 15 hingga tanggal 21), sebagai peringatan akan tangan Allah yang penuh kuasa kekuatan, orang Israel keluar dari perbudakan Mesir, mereka harus memperingati hari istimewa ini setiap tahun.

Hari-hari raya Perjanjian Lama semuanya terkait dengan keselamatan dan memiliki tingkat signifikansi spiritual yang tinggi, termasuk masa lalu, masa kini, dan masa depan. Seperti merayakan Paskah, mereka memperingati keselamatan dari Allah di masa lalu (dari perbudakan Mesir), mengumumkan status saat ini (menjadi umat Allah), menunggu keselamatan penuh berikutnya (yang sekarang menunjuk kepada keselamatan pada hari akhir).

Demikian juga, hari ini, orang Kristen menerima Perjamuan Kudus, juga termasuk mengingat keselamatan dari Allah di masa lalu (keselamatan yang digenapkan di atas salib), mengumumkan status saat ini (dikuburkan bersama Tuhan Yesus, kita dibangkitkan bersama Dia, duduk bersama di surga Efesus 2:5-6), dan menunggu Tuhan Yesus datang lagi untuk memerintah sebagai Raja (pengharapan akhir zaman, Wahyu 11:15).

Semua anak sulung sapi dan domba di Israel harus dipersembahkan kepada Allah (ayat 12), dan anak sulung keledai, karena najis, harus ditebus dengan domba (ayat 13). Anak laki-laki sulung dari setiap keluarga harus ditebus dengan uang perak (ayat 13).

Anak laki-laki sulung dari orang Israel yang akan dikuduskan bagi TUHAN (ayat 1, kata dikuduskan artinya dipisahkan dikhususkan sebagai yang kudus), menunjuk pada kewajiban imamat (Bil. 18:17 Sebab semua anak sulung yang ada pada orang Israel, baik dari manusia maupun dari hewan, adalah kepunyaan-Ku; pada waktu Aku membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, Aku telah menguduskan semuanya bagi-Ku). Karena anak laki-laki sulung mewakili seluruh keluarga, mempersembahkan anak laki-laki sulung menyatakan bahwa kehidupan seluruh keluarga adalah milik Allah, dan TUHAN menganggap seluruh Israel sebagai anak laki-laki sulung-Nya.

Mereka juga membuat hukum TUHAN menjadi tanda pada tangan dan menjadi peringatan di dahi (ayat 9, 16). Belakangan, orang Yahudi tidak hanya mengenakan kotak tulisan ayat-ayat Kitab Suci di dahi mereka, tetapi juga di lengan mereka, dengan tulisan ayat-ayat Kitab Suci penting di dalamnya, untuk digunakan dalam doa dan meditasi.

Renungkan:
(1) Karya perbuatan Allah memiliki tujuan mendidik, tindakan-Nya sering disertai dengan penjelasan teologis, tindakan dan firman Allah tidak dapat dipisahkan.
(2) Keselamatan membawa ibadah pelayanan (Roma 12:1): Ketika orang Israel diselamatkan dari perbudakan di Mesir, mereka memasuki pelayanan ibadah seluruh keluarga, dan mengajar anak-anak mereka untuk taat hukum TUHAN (Ulangan 6:4-9).


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.