Tag Archives: Kitab Bilangan

Bilangan 28:16-25

「Paskah dan tanpa ragi」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 28:16-25 [ITB])
16 Dalam bulan yang pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu, ada Paskah bagi TUHAN.
17 Pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya; tujuh hari lamanya harus dimakan roti yang tidak beragi.
18 Pada hari yang pertama ada pertemuan kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat, 19 dan haruslah kamu mempersembahkan kepada TUHAN sebagai korban api-apian, sebagai korban bakaran: dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan tujuh ekor domba berumur setahun; haruslah kamu ambil yang tidak bercela.
20 Sebagai korban sajiannya haruslah kamu olah tepung yang terbaik diolah dengan minyak, yakni tiga persepuluh efa untuk seekor lembu jantan dan dua persepuluh efa untuk seekor domba jantan; 21 sepersepuluh efa harus kauolah untuk setiap domba dari ketujuh ekor domba itu.
22 Selanjutnya seekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa untuk mengadakan pendamaian bagimu; 23 selain dari korban bakaran pagi yang termasuk korban bakaran yang tetap haruslah kamu mengolah semuanya itu.
24 Secara demikian haruslah setiap hari selama tujuh hari kamu olah santapan berupa korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN; di samping korban bakaran yang tetap haruslah itu diolah, serta dengan korban curahannya.
25 Dan pada hari yang ketujuh haruslah kamu mengadakan pertemuan yang kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.

Menurut hukum Taurat dalam lima kitab Musa (Pentateukh), hari raya yang harus dirayakan oleh orang Israel setiap tahun adalah sebagai berikut: 1) pada hari yang keempat belas bulan pertama adalah Paskah; 2) mulai pada hari berikutnya tujuh hari berturut-turut adalah hari Roti Tidak Beragi; 3) tujuh minggu setelah Paskah adalah hari hulu hasil (hasil pertama) (disebut juga hari raya Tujuh Minggu atau hari raya menuai); 4) pada hari pertama di bulan yang ketujuh adalah hari peniupan serunai (nafiri); 5) pada hari kesepuluh bulan yang ketujuh adalah hari Pendamaian; 6) dimulai hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu adalah hari raya Pondok Daun (juga dikenal sebagai hari raya pengumpulan hasil).

Terlebih dahulu kita akan membahas Paskah dan hari Roti Tidak Beragi.
• Hari raya dan sejarah: Paskah adalah untuk memperingati kebebasan Israel dari perbudakan di Mesir. Paskah (kata benda pesaḥ) berasal dari tulah kesepuluh, ketika malaikat pemusnah utusan TUHAN (Yahweh) melakukan perjalanan ke seluruh Mesir, membunuh setiap anak sulung, baik itu manusia atau ternak. Semua rumah yang kedua tiang pintu dan ambang atas ditandai dengan darah anak domba, maka malaikat akan lewat (kata kerja pāsaḥ) (Keluaran 12:13). Hari raya roti tidak beragi (māṣṣôt) adalah memperingati bahwa ketika orang Israel meninggalkan Mesir, mereka tidak punya waktu untuk membiarkan adonan berfermentasi, mereka harus makan roti tidak beragi selama tujuh hari berturut-turut.

• Hari raya dan makanan: pada malam Paskah, orang Israel harus makan beberapa makanan, termasuk daging anak domba, domba harus dipanggang dengan api lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya (Keluaran 12:9). Yang kedua adalah makan roti tidak beragi (māṣṣôt), jadi seharusnya tidak ada makanan fermentasi di Israel saat ini. Ketiga, makan sayur pahit, mengingat penderitaan bangsa Israel di Mesir.

• Hari raya dan persembahan korban: selain korban bakaran, korban sajian dan korban curahan yang rutin dipersembahkan setiap pagi dan sore, maka di luar itu saat Paskah juga harus mempersembahkan korban api-apian, sebagai korban bakaran: dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan tujuh ekor domba berumur setahun; semuanya haruslah yang tidak bercela(Bil. 28:19). Selain itu, seekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa untuk mengadakan pendamaian bagi umat (Bil. 28:22). Teks bahasa asli dari korban penghapus dosa adalah dosa (ḥaṭṭā’t), menunjukkan bahwa ada dosa (ḥaṭṭā’t) di sana, maka di sana ada korban penghapus dosa (ḥaṭṭā’t) yang disiapkan oleh Allah. Dan itu tidak boleh menunggu sampai keesokan harinya untuk mempersembahkannya, pelaksanaannya mirip dengan mempersembahkan korban keselamatan.

• Hari raya dan pertemuan kudus: pada hari pertama dan ketujuh dari hari Roti Tidak Beragi harus ada pertemuan kudus, dan tidak boleh melakukan sesuatu pekerjaan berat (Bil. 28:18, 25). Pertemuan kudus (miqrā’ qōdeš) berarti memproklamirkan bahwa ini adalah hari yang kudus, kelak orang-orang Yahudi akan berkumpul pada hari ini dan membaca Kidung Agung, menyatakan cinta kasih yang terdalam dari TUHAN (Yahweh) kepada orang-orang Israel.

Renungkan:
Memelihara Paskah memiliki banyak arti: 1. Ibadah dan mempersembahkan korban. Paskah harus dirayakan bersama di hadapan TUHAN (Yahweh), yang menandakan bahwa ini adalah tata cara ibadah, dan isinya adalah mempersembahkan korban kepada TUHAN. 2. Mengingat dan harapan. Memperingati sejarah keselamatan, memproklamirkan identitas sebagai milik Allah, menantikan penebusan total. 3. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Persembahan meliputi persembahan bakaran, korban sajian dan korban curahan, dan menikmati makan malam Paskah lebih seperti korban keselamatan. Dalam Perjanjian Lama, persembahan korban bakaran dan korban keselamatan sering kali melambangkan perjanjian dan pembaruan, kelak kemudian di atas dasar ini, Tuhan Yesus memperbarui dan menetapkan perjanjian baru melalui makan malam Paskah.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 28:1-8

「Setiap hari dan tetap berkesinambungan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 28:1-8 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Dengan setia dan pada waktu yang ditetapkan haruslah kamu mempersembahkan persembahan-persembahan kepada-Ku sebagai santapan-Ku, berupa korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi-Ku.
3 Katakanlah kepada mereka: Inilah korban api-apian yang harus kamu persembahkan kepada TUHAN:
dua ekor domba berumur setahun yang tidak bercela setiap hari sebagai korban bakaran yang tetap; 4 domba yang satu haruslah kauolah pada waktu pagi, domba yang lain haruslah kauolah pada waktu senja.
5 Juga sepersepuluh efa tepung yang terbaik untuk korban sajian, diolah dengan seperempat hin minyak tumbuk. 6 Itulah korban bakaran yang tetap yang diolah pertama kali di atas gunung Sinai menjadi bau yang menyenangkan, suatu korban api-apian bagi TUHAN.
7 Dan korban curahannya ialah seperempat hin untuk setiap domba; curahkanlah minuman yang memabukkan sebagai korban curahan bagi TUHAN di tempat kudus.
8 Dan domba yang lain haruslah kauolah pada waktu senja; sama seperti korban sajian pada waktu pagi dan sama seperti korban curahannya haruslah engkau mengolahnya sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.』」

sebagai persembahan yang baunya menyenangkan bagi TUHAN

Bilangan pasal 28 – 29 berbicara tentang persembahan korban, mulai dari persembahan korban harian, mingguan, bulanan hingga persembahan korban tahunan, frekuensinya menurun, tetapi jumlah yang dipersembahkan meningkat secara kumulatif. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

• Pengaturan lebih awal: Orang Israel telah berada di padang gurun selama empat puluh tahun tanpa rumah permanen dan tidak ada tanah untuk ditanami dan dipanen. Tetapi nanti setelah memasuki Kanaan, lembu dan domba dapat dipersembahkan sebagai persembahan bakaran, gandum biji-bijian dapat dipersembahkan sebagai korban sajian, minuman anggur dapat dipersembahkan sebagai korban curahan, dan minyak zaitun dapat dipersembahkan untuk penerangan dan mengolah korban sajian. Ini harus direncanakan sebelumnya dan nantinya dilaksanakan di tanah perjanjian.

• Penyembahan bersifat nasional: semua persembahan korban ini adalah ibadah umum, dipersembahkan oleh para iman mewakili umat Allah, diadakan secara teratur sesuai periode waktunya, dan tepat waktu. Sedangkan untuk yang bersifat individual, persembahan korban yang tidak secara periode, terutama aturan dalam bernazar dan membayar nazar, akan dibahas belakangan di Bilangan 30.

• Jumlah dan barang korban: semua lembu dan domba yang dikorbankan adalah jantan, lebih berharga. Secara total, kebutuhan untuk satu tahun adalah 133 ekor lembu jantan, 32 ekor domba jantan, 1.086 ekor anak domba, lebih dari satu ton tepung, dan lebih dari 1.000 botol anggur dan minyak. Sepertinya banyak, tetapi itu hanya sebagian kecil bagi keseluruhan sebuah negara.

• Kualitas yang terbaik: semua persembahan kepada TUHAN (Yahweh), lembu dan domba, harus tidak bercela, tanpa cacat, bahasa aslinya tǝmîmim berarti lengkap, tidak kurang, dan sehat (28:3). Korban sajian, hendaknya digunakan tepung pilihan yang digiling halus. Kaki dian emas dari tabernakel dan korban sajian harian semuanya memakai minyak zaitun tumbuk yang tulen yang mahal, mengacu pada minyak zaitun murni yang diperas dari penggilingan.

• Persembahan yang tetap dan terus menerus: banyak sedikit jumlahnya adalah prioritas kedua, yang terpenting adalah persembahan yang tetap (tāmîd) berkesinambungan (28:3, 10). Oleh karena itu, persembahan korban harian merupakan prioritas pertama, yang merupakan landasan dari sistem persembahan korban. Persembahan bakaran dipersembahkan setiap hari, setelah hewan korban disembelih, dilepaskan darahnya, dikupas, dipotong-potong, dan dicuci bersih, semuanya ditempatkan dengan rapi di atas mezbah dan dibakar dengan api, yang bermakna bahwa semuanya dipersembahkan kepada Tuhan dan tidak ada yang disisihkan sama sekali (lihat Imamat 1). Pagi dan malam masing-masing 1 ekor anak domba jantan, mewakili pembaruan setiap hari.

• Korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN: membakar korban-korban ini sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN (28:2, 6, 8). Teks bahasa aslinya memiliki 2 kata bau dan menyenangkan, yang artinya bukan saja korban api-apian yang baunya menyenangkan, tetapi yang berkenan kepada TUHAN (Yahweh). Sedangkan kata ‘iššeh korban api-apian, karena kadang-kadang tidak mengacu pada korban yang dibakar di atas altar (Imamat 24:7, 9), jadi mungkin lebih cocok untuk diterjemahkan sebagai persembahan

Renungkan:
Korban adalah persembahan kepada Allah, mengungkapkan rasa syukur, cinta dan kerinduan dari sang penyembah kepada Allah. Persembahan korban membangun dan memperdalam perjanjian Allah dengan orang, memperdalam rohani sang penyembah, dan meningkatkan persekutuan, sukacita perkenan Allah dan manusia. Allah itu layak untuk keseluruhan dari diri kita, Allah itu layak untuk yang terbaik, Allah itu layak untuk cinta kasih kita. Karena itu, hanya pemberian terbaik yang bisa layak dipersembahkan kepada Allah.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 27:15-20

「Roh Kudus dan pewarisan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 27:15-20 [ITB])
15 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: 16 Biarlah TUHAN, Allah dari roh segala makhluk, mengangkat atas umat ini seorang 17 yang mengepalai mereka waktu keluar dan masuk, dan membawa mereka keluar dan masuk, supaya umat TUHAN jangan hendaknya seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala.
18 Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya, 19 suruhlah ia berdiri di depan imam Eleazar dan di depan segenap umat, lalu berikanlah kepadanya perintahmu di depan mata mereka itu 20 dan berilah dia sebagian dari kewibawaanmu, supaya segenap umat Israel mendengarkan dia.

「Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya, … dan berilah dia sebagian dari kewibawaanmu, supaya segenap umat Israel mendengarkan dia.」

Musa bertanya kepada Allah: karena TUHAN (Yahweh) tidak mengizinkannya memimpin orang Israel ke tanah perjanjian, siapakah yang akan menggantikannya dan menjadi pemimpin baru Israel? TUHAN mengatakan kepadanya bahwa, jauh di langit dan tepat di depan mata, itu adalah Yosua, yang telah setia mengikuti Musa selama empat puluh tahun terakhir, sebagai penolongnya, karena dia seorang yang penuh roh (’îš ’ăšer rûaḥ bô), yang berarti seorang yang dalamnya ada Roh (lihat ITL). Tetapi kitab Ulangan menyebutkan bahwa Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan (rûaḥ ḥokmâ), sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa (Ulangan 34:9).

Apakah Yosua lebih dahulu memiliki roh di dalam dirinya, atau dipenuhi dengan roh setelah Musa meletakkan tangannya ke atasnya? Sebenarnya keduanya. Dia lebih dahulu memiliki roh dalam dirinya, nyata dalam temperamen rohaninya dan karunia kekuatan. Setelah penumpangan tangan, makin dipenuhi roh, dimampukan menghadapi hal-hal yang lebih besar dan lebih sulit. Nyata, sebulan setelah Musa meninggal, Yosua memimpin orang Israel menyeberangi Sungai Yordan ke Kanaan, memenuhi pesan terakhir Musa.

Makna asli dari penumpangan tangan / meletakkan tangan tidak diketahui, dan ini mungkin mewakili kesatuan di dalam Tuhan, berbagi karunia Roh Kudus, dan pewarisan otoritas. Alkitab suci setidaknya menunjukkan dua poin penting: dipenuhi dengan Roh Kudus adalah pilihan Allah, yang berarti bahwa tugas dari Allah dipercayakan kepadanya, kuasa Allah dicurahkan kepadanya, dan karunia Allah memperlengkapi dirinya. Penumpangan tangan adalah tanda bukti bagi seseorang, kesaksian kepada semua orang, menyatakan bahwa jabatannya ditegaskan dan otoritasnya dihormati. Musa meletakkan tangan di atas Yosua, juga menjadi pengalaman umum bagi banyak penerima penerusan pelayanan kudus di kemudian hari. Melalui tata cara penumpangan tangan, maka otoritas, karunia, dan kemampuan yang diberikan oleh Allah diteruskan kepada orang (lihat 1 Timotius 4:14, 5:22; 2 Timotius 1:6).

Renungkan:
Meskipun Bil. 27:18 dan Ulangan 34:9 (klik untuk membaca) dua kali menyebutkan bahwa hati Yosua dipenuhi dengan Roh Allah, tetapi kitab Yosua satu kali pun tidak menyebutkan tentang Roh Allah (Roh Kudus). Ini bukan berarti kitab Yosua mengabaikan Roh Kudus, sebaliknya, kitab Yosua menuntun kita untuk melihat karya Roh Kudus di dalam hati manusia. Termasuk:
1. Menghormati firman Allah, penuh keberanian menaati dan melaksanakannya. Inilah rahasia kemenangan Yosua (Yos. 1:6, 7, 9; 23:6)
2. Tunduk menaati kepemimpinan Allah, bersandar mengandalkan Tuhan untuk mendapatkan kemenangan. Memandang Tuhan (Yahweh) sebagai pimpinan tertinggi Panglima Balatentara (Yosua 5:13-15).
3. Mengasihi melindungi umat Allah dan merestui orang lain yang memiliki talenta memimpin. Kaleb akan menyerang Hebron, Yosua memberkati teman lama seperjuangan ini. Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya (Yosua 14:13). Makin dipenuhi Roh Kudus tidak hanya merupakan karunia memiliki kemampuan lahiriah, tetapi juga karakter rohani yang berkelimpahan dari dalam.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 27:1-4

「Wanita dan pewarisan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 27:1-4 [ITB])
1 Kemudian mendekatlah anak-anak perempuan Zelafehad bin Hefer bin Gilead bin Makhir bin Manasye dari kaum Manasye bin Yusuf — nama anak-anaknya itu adalah: Mahla, Noa, Hogla, Milka dan Tirza — 2 dan berdiri di depan Musa dan imam Eleazar, dan di depan para pemimpin dan segenap umat itu dekat pintu Kemah Pertemuan, serta berkata: 3 Ayah kami telah mati di padang gurun, walaupun ia tidak termasuk ke dalam kumpulan yang bersepakat melawan TUHAN, ke dalam kumpulan Korah, tetapi ia telah mati karena dosanya sendiri, dan ia tidak mempunyai anak laki-laki. 4 Mengapa nama ayah kami harus hapus dari tengah-tengah kaumnya, oleh karena ia tidak mempunyai anak laki-laki? Berilah kami tanah milik di antara saudara-saudara ayah kami.

Anak-anak perempuan Zelafehad bertanya kepada Musa 「… Mengapa nama ayah kami harus hapus dari tengah-tengah kaumnya, oleh karena ia tidak mempunyai anak laki-laki? Berilah kami tanah milik di antara saudara-saudara ayah kami.」

Ada seseorang selama hidupnya yang tidak terkenal, tetapi karena kelima putrinya, ia menjadi populer setelah kematiannya. Pria ini bernama Zelafehad dan berasal dari suku Manasye. Kelima putrinya mendatangi Musa untuk meminta agar dapat mewarisi bagian tanah ayahnya. Sebenarnya, pasal sebelumnya sudah menyisipkan petunjuk untuk masalah ini, secara khusus mencatat Adapun Zelafehad bin Hefer tidak mempunyai anak laki-laki, tetapi anak perempuan saja, dan nama anak-anak perempuan Zelafehad ialah Mahla, Noa, Hogla, Milka dan Tirza (26:33). Tidak hanya secara rinci mencatat nama dari masing-masing kelima putri ini, tetapi bahkan yang lebih jarang terjadi adalah mencatat silsilah keluarga dari lima anak perempuan ini tujuh generasi dari Yusuf (27:1). Beberapa poin sangat penting:

• Klarifikasi fakta. Pertama-tama putri Zelafehad menjelaskan fakta, yang mencakup dua aspek: ayah mereka tidak bergabung dalam pemberontakan kelompok Korah, dan kematian tanpa anak laki-laki. Ini menyiratkan bahwa orang-orang yang ikut dalam pemberontakan partai Korah sehingga dicabut hak milik pusaka di Kanaan; tetapi Zelafehad tidaklah demikian, ia sama dengan semua generasi pertama lainnya dari Mesir, meskipun mereka dihukum tidak dapat memasuki tanah Kanaan, tetapi anak-anak mereka dapat memasuki tanah perjanjian dan menerima milik pusaka.

• Wawasan yang kreatif. Para putri Zelafehad meminta izin untuk mewarisi pusaka milik ayahnya karena ayahnya meninggal dan tidak memiliki anak laki-laki. Israel tidak memiliki hal yang telah terjadi lebih dahulu dan dapat dipakai sebagai contoh (preseden) seperti itu, tetapi kesalehan hati mereka penuh kasih terhadap sang ayah menginspirasi mereka untuk menghasilkan wawasan baru. Mereka mempertanyakan mengapa nama ayah kami harus hapus dari tengah-tengah kaumnya? (ayat 4), kata kerja hapus (gārā‘) pada dasarnya berarti menghilangkan dan menghapus dari keseluruhan dan tidak diingat lagi.

• Musa bertanya. Karena tidak ada preseden di Israel bagi seorang anak perempuan untuk mewarisi tanah pusaka ayahnya, dan di dalam hukum Taurat juga tidak ada ketetapan untuk hal ini, Musa seperti biasanya pergi kepada Allah untuk bertanya. Jawaban Allah bahwa permintaan para wanita ini masuk akal dan bahwa tanah ayah mereka harus diberikan kepada mereka. Ayat 8b engkau harus memindahkan kepadanya hak atas milik pusaka ayahnya, kata kerja memindahkan merupakan bentuk sebab akibat (Hiphil) dari akar kata ‘ābar, yang artinya memindahkan, mentransfer, yang artinya berpindah dari satu rentang batasan ke rentang batasan lainnya, kata kerja ini berbeda dengan kata kerja nātan memberi yang umumnya digunakan untuk diwariskan kepada anak laki-laki. (Perbedaannya tampak di ayat 8 dan 9)

• Membuat model. Allah menjadikan kasus ini menjadi aturan umum yang menetapkan prioritas warisan tanah setelah kematian: anak laki-laki, anak perempuan, saudara laki-laki, paman, dan terakhir kerabat terdekat. Urutan ini sama dengan perintah Im. 25:48-49 tentang penebusan tanah pusaka pada tahun Yobel, yang menunjukkan bahwa urutan prioritas ini sudah memiliki tradisi yang panjang (kecuali bagian anak perempuan).
(Tambahan penerjemah: bandingkan ayat 8-11 (klik untuk membaca) dengan Im. 25:48-49 apa perbedaan dan kesamaannya, setelah peristiwa apa penambahan itu dilakukan?)

Renungkan:
Putri Zelafehad yang meminta tanah pusaka adalah contoh kasus yang berhasil. Mereka berani, berpengetahuan luas, satu hati, dan rasional. Mereka tidak mengajukannya dengan tangisan tragis atau perlawanan emosional, tetapi mengikuti jalur peradilan formal, membuat segala sesuatunya secara masuk akal, untuk memperjuangkan hak dan kepentingan. Hasilnya tidak hanya mendapatkan apa yang mereka inginkan, tetapi juga menjadi katalisator reformasi keadilan sosial saat itu, menjadi model bagi mereka yang memperjuangkan hak dan kepentingannya untuk generasi selanjutnya.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 26:10-11, 60-62

「Memilih dan diputarbalikkan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 26:10-11, 60-62 [ITB])
10 tetapi bumi membuka mulutnya dan menelan mereka bersama-sama dengan Korah, ketika kumpulan itu mati, ketika kedua ratus lima puluh orang itu dimakan api, sehingga mereka menjadi peringatan. 11 Tetapi anak-anak Korah tidaklah mati.
60 Pada Harun lahir Nadab dan Abihu, Eleazar dan Itamar. 61 Tetapi Nadab dan Abihu mati, ketika mereka mempersembahkan persembahan api yang asing ke hadapan TUHAN. 62 Dan orang-orang yang dicatat dari mereka berjumlah dua puluh tiga ribu orang, semuanya laki-laki, yang berumur satu bulan ke atas, sebab mereka tidak dicatat bersama-sama dengan orang Israel, karena mereka tidak diberikan milik pusaka di tengah-tengah orang Israel.

Akhir bukanlah sesuatu yang sudah ditentukan, terpenting Pinehas suku Lewi telah memilih jalan dan berdiri di pihak Allah, membenci dosa

Tetapi anak-anak Korah tidaklah mati, kalimat ini memiliki makna membuka sebuah zaman generasi yang baru. Di Israel kuno, dibutuhkan keberanian yang besar untuk melawan kehendak orang tua, namun, dalam pemberontakan kelompok Korah melawan Musa dan Harun, anak-anak Korah memilih untuk tidak satu nada dengan ayah mereka, dan oleh karena itu mereka tidak binasa bersama dengan kelompok Korah. Ketika Musa menjelaskan hukum Taurat, dia menekankan: Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri (Ul. 24:16)

Demikian pula, Harun dan dua putranya yang lain, Eleazar dan Itamar, tidak terlibat atas dosa kedua putranya Nadab dan Abihu, tidak dihukum karena dosa saudara mereka. Keturunan Harun terus melayani sebagai imam, sedangkan keturunan Korah melayani dalam musik, memimpin orang-orang untuk menyembah Tuhan (1 Taw. 6:37).

Secara historis, pada beberapa saat kritis suku Lewi telah memilih jalan yang berbeda dan berdiri di pihak Allah. Seperti insiden anak lembu emas, semua orang Lewi menanggapi seruan Musa dan bersama-sama Allah menghadapi dosa (Keluaran 32:26). Dalam insiden Baal-Peor, Pinehas melangkah maju dan menikam Zimri, pemimpin salah satu puak orang Simeon (puak: kelompok orang, KBBI), yang memimpin kejahatan tersebut (Bil. 25:7).

Yakub mengungkapkan kemarahan dalam ucapan berkat di akhir hidupnya, Simeon dan Lewi tidak diizinkan untuk mendapatkan bagian tanah pusaka seperti anak-anak lainnya, tetapi terserak di antara Israel (Kej. 49:7). Nubuat sang ayah ini membawakan sejarah yang terbuka (tidak ditentukan akhirnya), pilihan dari dua bersaudara ini menyebabkan perkembangan yang sangat berbeda dari nubuat ini. Suku Simeon berangsur-angsur menghilang dari panggung sejarah. Ketika Musa memberkati kedua belas suku, hanya Simeon yang tidak ada (Ulangan 33). Ketika Yosua membagikan tanah itu, suku Simeon hanya bisa mendapatkan beberapa kota dari tanah pusaka suku Yehuda (Yosua 19:9), dan kemudian mereka terlebih lagi sepenuhnya terserap dalam suku Yehuda. Meskipun suku Lewi juga tidak mendapat bagian tanah warisan mereka, mereka mengabdi kepada Allah sebagai pengganti anak laki-laki sulung dari berbagai suku Israel, melayani Allah itu sendiri menjadi milik pusaka mereka yang paling diberkati.

Renungkan:
Kesalahan dosa satu kali bukanlah isolasi pengasingan kekal, nubuat leluhur bukanlah akhir yang ditakdirkan, tetapi opsi pilihan terbuka. Orang dapat memilih untuk terus berbuat dosa dan menjauh dari Allah seperti suku Simeon, atau seperti suku Lewi, memilih untuk berdiri di pihak Allah pada saat-saat kritis, menganggap apa yang dibenci atau yang berkenan kepada Allah sebagai yang dibenci diri sendiri atau yang dicintai diri sendiri, dan akhirnya memenangkan pelayanan kepada Allah sebagai milik pusaka mereka dan berkat terbesar. Menghadapi momen kritis hari ini, pilihan apa yang harus Anda buat?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 26:1-4

「Jumlah orang dan bertambah berkurang」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 26:1-4 [ITB])
1 Sesudah tulah itu berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan kepada Eleazar, anak imam Harun: 2 Hitunglah jumlah segenap umat Israel, yang berumur dua puluh tahun ke atas menurut suku mereka, semua orang yang sanggup berperang di antara orang Israel. 3 Lalu berkatalah Musa dan imam Eleazar kepada mereka di dataran Moab, di tepi sungai Yordan dekat Yerikho: 4 Hitunglah jumlah semua orang yang berumur dua puluh tahun ke atas! – seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

「Hitunglah jumlah semua orang yang berumur dua puluh tahun ke atas!」

Bilangan 26 mencatat penghitungan jumlah orang Israel yang kedua kali, tiga puluh delapan setengah tahun telah berlalu sejak penghitungan pertama (pasal 1). Beberapa poin yang akan dijelaskan di sini:

• Perintah menghitung jumlah segenap umat Israel: dua penghitungan semua adalah atas perintah dari TUHAN (Yahweh), tetapi orang yang bertindak sebagai penanggung jawab utama berbeda, yang pertama adalah Musa dan Harun, dan dalam penghitungan kedua adalah Musa dan imam besar Eleazar, anak laki-laki Harun, karena Harun telah meninggal dunia pada bulan kelima tahun itu. Penghitungan yang pertama kali di padang gurun Sinai, dan yang kedua kali di dataran Moab, di tepi Sungai Yordan di seberang Yerikho, yang merupakan pintu gerbang Tanah Perjanjian.

• Bertambah dan berkurang jumlah orang dalam masing-masing suku: penghitungan yang kedua kali ini adalah menghitung laki-laki berusia di atas 20 tahun yang bisa pergi berperang. Meski jaraknya hampir 40 tahun, namun jumlahnya hampir sama, keduanya 600.000. Namun, ada pertambahan dan berkurangnya jumlah orang dalam masing-masing suku. Tujuh suku yang mengalami peningkatan jumlah orang, terutama suku Manasye yang bertambah jumlah orangnya paling banyak, yang juga memberikan petunjuk awal untuk catatan peristiwa berikutnya. Penurunan jumlah terbesar terjadi pada suku Simeon, yang mungkin terkait dengan insiden Baal-Peor di pasal sebelumnya.

• Dasar untuk pengalokasian tanah: tujuan utama penghitungan yang pertama adalah untuk berperang, dan penghitungan yang kedua tentu saja juga untuk persiapan perang yang akan dihadapi, tetapi juga terutama sebagai dasar pembagian tanah setelah menaklukkan Kanaan. Inilah sebabnya mengapa hanya jumlah laki-laki dari masing-masing suku yang dicantumkan dalam penghitungan pertama, tetapi dalam penghitungan kedua dicantumkan secara rinci nama para kepala kaum dalam masing-masing suku. Kemudian hari, di kitab Yosua benar-benar menggunakan ini sebagai dasar untuk mengalokasikan tanah warisan sesuai dengan jumlah suku dan kaum mereka (Yosua 13-18).

• Nama-nama yang disebutkan secara khusus: di dalam daftar panjang, nama-nama beberapa orang ditambahkan penjelasan secara khusus, (1) Datan dan Abiram dari suku Ruben (ayat 9), karena mereka ikut serta dalam pengkhianatan kelompok Korah, dihukum oleh Allah, ditelan tanah yang terbelah. (2) Er dan Onan, anak-anak Yehuda (ayat 19), keduanya dihukum mati oleh Allah karena kejahatan tidak bersedia memberikan keturunan bagi kakak laki-laki mereka (Kej. 38). (3) Nadab dan Abihu dari suku Lewi (ayat 61), mereka adalah anak-anak imam besar Harun, dihukum mati oleh Allah karena kejahatan mempersembahkan persembahan api asing ke hadapan TUHAN pada saat pelantikan imam (Im. 10). Orang-orang ini semua adalah perwakilan dari kehancuran karena tidak beriman.

Renungkan:
Dalam penghitungan kedua kali ini, selain dari Kaleb dan Yosua kedua mata-mata yang memiliki iman, tidak satupun dari mereka adalah orang Israel yang sebelumnya dihitung pertama kali oleh Musa dan imam Harun di padang gurun Sinai. sebab TUHAN telah berfirman tentang mereka: Pastilah mereka mati di padang gurun (ayat 64-65). Penghitungan jumlah orang yang kedua kali ini adalah demi peperangan menaklukkan tanah perjanjian, menunggu generasi yang tidak beriman itu berlalu dahulu, generasi berikutnya yang memiliki iman barulah bisa berperang memenangkan pertempuran dan mendapatkan tanah perjanjian. Empat puluh tahun pengalaman hutan belantara adalah untuk sepenuhnya menghapus semua orang yang hatinya jahat, tidak percaya


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 25:6-9

「Dosa zina dan cemburu terhadap dosa」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 25:6-9 [ITB])
6 Kebetulan datanglah salah seorang Israel membawa seorang perempuan Midian kepada sanak saudaranya dengan dilihat Musa dan segenap umat Israel yang sedang bertangis-tangisan di depan pintu Kemah Pertemuan.
7 Ketika hal itu dilihat oleh Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, bangunlah ia dari tengah-tengah umat itu dan mengambil sebuah tombak di tangannya, 8 mengejar orang Israel itu sampai ke ruang tengah, dan menikam mereka berdua, yakni orang Israel dan perempuan itu, pada perutnya. Maka berhentilah tulah itu menimpa orang Israel.9 Orang yang mati karena tulah itu ada dua puluh empat ribu orang banyaknya.

Insiden Baal-Peor mencapai klimaksnya karena kemunculan dua orang, tetapi juga tiba-tiba berhenti. Kedua orang ini adalah Zimri dari suku Simeon dan dan Pinehas dari suku Lewi. Mereka juga meletakkan nada fondasi bagi masa depan kedua suku ini.

• Umat itu berzina. Karena strategi licik Bileam, orang Israel digoda oleh wanita Moab dan berzina dengan mereka. Bil. 25:1 mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab, memakai kata zōnâ, tepat seperti yang dipakai dalam larangan Allah di Keluaran 34:15 Janganlah engkau sampai mengadakan perjanjian dengan penduduk negeri itu; apabila mereka berzinah (zōnâ) dengan mengikuti allah mereka dan mempersembahkan korban kepada allah mereka, maka mereka akan mengundang engkau dan engkau akan ikut makan korban sembelihan mereka Jelas bahwa orang Israel melakukan perzinaan dengan wanita Moab, bersama mereka menyembelih hewan kurban, menikmati kurban bersama-sama, bahkan sujud menyembah allah mereka, walau mungkin tidak mengadakan akad perjanjian secara resmi, tetapi secara kenyataan akadnya sudah dibuat.

• Pemimpin menanggung kesalahan. TUHAN (Yahweh) memerintahkan Musa untuk menghukum para pemimpin umat itu karena tidak menggunakan kekuasaan mereka untuk menghentikan kejahatan ini. Terlebih menuntut agar hakim Israel menghukum mati semua orang yang berpasangan dengan Baal-Peor. Berpasangan (menyatukan diri) (nāṣad, ayat 3, 5) juga dapat diterjemahkan sebagai memberikan diri menjadi milik, arti asli dari kata kerja tersebut memiliki arti memikul kuk beban, membatasi (yoke, ESV), yang dapat menunjuk kepada arti menjadikan diri sebagai milik seseorang untuk menaatinya, setia kepada (aligned, HCSB).

• Masih ada orang yang melakukan provokasi. Bahkan ada seorang Israel di depan mata Musa dan segenap umat Israel, secara terbuka membawa seorang wanita Midian kepada kepada sanak saudaranya (ayat 6). Dia tidak menghiraukan bahwa murka Allah telah bangkit, tidak menghiraukan Musa dan orang-orang sedang menangis atas kejahatan ini, dan bahkan tidak peduli pada saat itu 24.000 orang telah meninggal karena tulah. Ayat suci Alkitab tiga kali menyebutnya seorang Israel, yang juga dapat diterjemahkan sebagai seorang pria Israel (ayat 6, 8, 14), inilah satu perusak yang mencelakai seluruh komunitas umat.

• Imam berperang melawan dosa. Pada saat ini, Pinehas yang pemberani mengambil tombak dan mengikuti kedua orang, kedua orang itu masuk ke dalam tenda, ia menusuk mereka bersama-sama, barulah tulah itu berhenti. Kitab suci berbicara tentang Pinehas (lihat ayat 11 Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, telah menyurutkan murka-Ku dari pada orang Israel, oleh karena ia begitu giat membela kehormatan-Ku (qānā’) di tengah-tengah mereka, sehingga tidaklah Kuhabisi orang Israel dalam cemburu-Ku (qin’ah)) , empat kali berturut-turut mengatakan bahwa ia giat membela kehormatan (qānā’) (mandarin sebagai cemburu atas kejahatan, KJV sebagai zealous), atau lebih baik diterjemahkan sebagai membenci perselingkuhan ketidaksetiaan, sama seperti TUHAN (Yahweh) membenci perselingkuhan ketidaksetiaan (cemburu). Demi Allahnya, Pinehas membenci perselingkuhan ketidaksetiaan (cemburu), ia telah mengadakan pendamaian bagi orang Israel (ayat 13).

(Tambahan penerjemah: bandingkan dengan ITB. Makna yang disampaikan tambah jelas dan kaya.
he was zealous among them with My zeal HCSB,
ia cemburu dengan kecemburuan-Ku di tengah-tengah mereka IMB,
he was jealous with My jealousy among them ESV;
he was zealous for my sake among them, … in my jealousy KJV)

Renungkan:
Mendiang Presiden AS JF Kennedy berkata: Menilai karakter suatu negara, tidak hanya melihat seperti apa rakyat yang dihasilkan dari pembinaan, tetapi juga harus melihat orang seperti apa yang dipilih rakyatnya untuk diberi penghormatan, dan orang seperti apa yang yang mereka kenang.
Pinehas sama seperti TUHAN (Yahweh) membenci ketidaksetiaan (cemburu), TUHAN membuat perjanjian dengan dirinya, bahwa keturunannya akan selalu melayani sebagai imam. Sebaliknya, suku Simeon yang diwakili oleh Zimri di kemudian hari menghilang dari panggung sejarah, sangat membuat orang menghela napas.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 24:25-25:3

「Rencana licik dan menyerang titik lemah」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 24:25-25:3 [ITB])
24:25 Lalu bersiaplah Bileam dan pulang ke tempat kediamannya; dan Balakpun pergilah juga.
25:1 Sementara Israel tinggal di Sitim, mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab. 2 Perempuan-perempuan ini mengajak bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut makan dari korban itu dan menyembah allah orang-orang itu. 3 Ketika Israel berpasangan dengan Baal-Peor, bangkitlah murka TUHAN terhadap Israel;

mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan beriman asing

Bilangan 24:25 Lalu bersiaplah Bileam dan pulang ke tempat kediamannya; dan Balakpun pergilah juga. Secara permukaan, Bileam tampaknya telah pergi, tetapi sebenarnya ia meninggalkan tipu muslihat yang lebih keji, yaitu menyarankan kepada Balak, raja Moab, agar memakai wanita untuk merayu pria Israel (lihat Wahyu 2:14, klik untuk membaca). Mereka tidak hanya berzina secara fisik dengan wanita Moab, secara rohani mereka juga bersama para perempuan itu menyembah allah Moab, untuk sepenuhnya mengalahkan umat Israel. Kejahatan ini mencakup setidaknya dua aspek:

• Pelanggaran terhadap perintah ketujuh — tidak boleh perzinaan: para pria Israel ini menurut adat pada saat itu, seharusnya sudah memiliki keluarga, dan para wanita Moab ini jika bukan pelacur kuil, maka adalah wanita yang sudah menikah. Perzinaan antara pria Israel dan wanita Moab adalah perselingkuhan, yang melanggar perjanjian pernikahan asli, itu merupakan dosa besar baik dalam budaya Timur Dekat kuno dan Alkitab (Kejadian 20:9). Ini adalah pembunuh terbesar yang menghancurkan pernikahan dan keluarga, dan secara langsung merampas landasan stabilitas bagi seluruh masyarakat. Godaan seksual tidak jarang tercatat dalam Alkitab, termasuk raja Daud dan Samson, yang telah membayar harga yang tragis untuk ini, tidak hanya dalam waktu pendek menghancurkan reputasi seorang pahlawan, tetapi juga menyebabkan banyak kematian dan luka di antara orang-orang. Yohanes Pembaptis, pendahulu Yesus, juga secara langsung menegur Herodes. Jarang ada orang yang dapat menolak godaan seperti yang dilakukan Yusuf, orang yang sangat memelihara kesucian diri serta suka menjaga diri sendiri.

• Pelanggaran terhadap perintah pertama – hanya TUHAN (Yahweh), tidak boleh ada allah lain. Para pria Israel itu tidak hanya tergoda untuk melakukan amoralitas seksual dengan wanita Moab, tetapi juga melangkah lebih jauh bersama-sama dengan perempuan-perempuan itu mempersembahkan korban sembelihan bagi allah mereka, turut makan dari korban itu dan menyembah allah orang-orang itu, sehingga Israel berpasangan dengan Baal-Peor, bangkitlah murka TUHAN terhadap Israel (Bilangan 25:2-3). Hubungan antara pria dan wanita adalah bergabungnya secara intim antara roh dan daging, serta komunikasi yang mendalam antara emosi dan tubuh. Sejak awal Allah menganugerahkan dan memberkati pernikahan, memberi manusia kebahagiaan besar di dunia. Tetapi itu juga yang paling mudah digunakan oleh Setan untuk menghancurkan perjanjian anugerah Allah dengan manusia. Seperti selir asing raja Salomo, atau Izebel ratu Ahab, atau istri-istri asing dari umat Allah yang pulang dari penawanan pada masa Ezra dan Nehemia. Alkitab tidak menentang pernikahan antar suku bangsa (seperti Musa dan Zipora, Salmon dan Rahab, Boas dan Rut), tetapi menentang bersatu dengan iman yang berbeda, karena pernikahan memiliki pengaruh yang paling besar terhadap iman. Kokoh bertahan di luar, tetapi sulit untuk mengalahkan tipu muslihat keji di bantal.

Renungkan:
• Bileam tidak bisa mengutuk orang Israel, jadi dia menyarankan untuk menggunakan rencana jahat wanita cantik untuk memikat pria Israel dan merusak seluruh umat itu.
• Orang percaya hari ini harus berhati-hati atas kelemahan sifat manusia ini, dan jangan biarkan Setan menemukan titik kelemahan untuk diserang.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 24:17-19

「Bintang dan Tongkat Kerajaan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 24:17-19 [ITB])
17 Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set. 18 Maka Edom akan menjadi tanah pendudukan dan Seir akan menjadi tanah pendudukan – musuh-musuhnya itu. Tetapi Israel akan melakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa, 19 dan dari Yakub akan timbul seorang penguasa, yang akan membinasakan orang-orang yang melarikan diri dari kota.」

Sanjak keempat Bileam (Bilangan 24:15-19), merupakan sanjak terakhir, bukan atas permintaan Balak, tetapi disampaikan atas inisiatif Bileam sendiri, berbicara tentang apa yang akan terjadi di masa depan, terutama berkaitan dengan nubuat bintang Yakub.

Bileam yang terlebih dahulu berinisiatif memberi tahu Balak raja Moab: sekarang, aku ini sudah hendak pergi kepada bangsaku; marilah kuberitahukan kepadamu apa yang akan dilakukan bangsa itu kepada bangsamu di kemudian hari (ayat 14)

• Hari-hari terakhir: kemudian hari (bə’aḥărît hayyāmîm, secara harfiah diterjemahkan pada hari-hari terakhir) (lihat ISV, YLT), kata ini dalam lima kitab Musa (Pentateukh) disampaikan tidak secara detail, mengacu pada masa depan yang jauh (Kejadian 49:1; Ul. 4:30, 31:29). Kemudian dalam kitab nabi-nabi, telah menjadi istilah khusus yang mengacu pada hari-hari yang terakhir akhir zaman (Yesaya 2:2; Mikha 4:1; Yeremia 23:20; Yehezkiel 38:16; Daniel 10:14; Hosea 3:5).

(ITB konsisten menerjemahkannya sebagai kemudian hari dalam lima kitab Musa, dan konsisten dalam kitab nabi-nabi sebagai hari-hari yang terakhir)

• Tokoh khusus: pada saat itu akan muncul tokoh khusus, Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat Bileam menggambarkan dia sebagai: bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, kata kerja terbit dari (dārak) berarti berjalan datang / march forth (HCSB).

• Keagungan Raja: bintang (kôkāb) dalam budaya Timur Dekat kuno mewakili keluarga kerajaan, dan di sini merupakan referensi kepada janji Allah terhadap Abraham bahwa keturunannya akan menjadi seperti bintang di langit, menggambarkan Ia memiliki asal usul surgawi (Kej. 15:5). Dan kata tongkat (šēbeṭ) menunjuk pada tongkat kerajaan, dan itu juga mengacu pada berkat Yakub terhadap Yehuda, menunjukkan bahwa Ia memiliki otoritas seorang raja (Kej. 49:10). Raja surgawi ini akan bangkit di Israel, Dia adalah keturunan Yakub.

• Nubuat kemenangan: Dia akan mengalahkan bangsa-bangsa di sekitar Israel, termasuk Moab, Edom dan Amalek, bahkan Keni yang jauh dan Asyur.

• Harapan Daud: meskipun penafsiran Yahudi secara tradisional menyatakan bahwa Daud mengalahkan negara-negara sekitar dan memenuhi nubuat ini (2 Sam. 8), tetapi cakupan ayat perikop Kitab Suci ini jelas jauh melebihi pencapaian besar serta cakupan area kekuasaan Daud, menunjukkan bahwa ini adalah janji Raja yang sempurna serta ideal, bahkan raja Daud sendiri masih menantikan kedatangan Raja sejati yang benar-benar berkemenangan (2 Sam. 22 dan Mazmur 18).

Renungkan:
Nubuat bintang Yakub beredar di Timur Dekat kuno, lebih dari seribu tahun kemudian, orang-orang majus dari Timur datang dari jauh dan bertanya di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia(Matius 2:2)


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 24:2-9

「Perkataan penting masa lalu dan nubuat」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 24:2-9 [ITB])
2 Ketika Bileam memandang ke depan dan melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka, maka Roh Allah menghinggapi dia. 3 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya:
Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; 4 tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.
5 Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel! 6 Sebagai lembah yang membentang semuanya; sebagai taman di tepi sungai; sebagai pohon gaharu yang ditanam TUHAN; sebagai pohon aras di tepi air. 7 Air mengalir dari timbanya, dan benihnya mendapat air banyak-banyak. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan.
8 Allah, yang membawa mereka keluar dari Mesir, adalah bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan. Bangsa-bangsa yang menjadi lawannya akan ditelannya habis, dan tulang-tulang mereka akan dihancurkannya dan akan ditembaknya tembus dengan panah-panahnya. 9 Ia meniarap dan merebahkan diri sebagai singa jantan, dan sebagai singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?
Diberkatilah orang yang memberkati engkau, dan terkutuklah orang yang mengutuk engkau!

Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel!

Sanjak ketiga Bileam (Bilangan 24:2-9) sekali lagi berbicara tentang umat Israel yang makmur saat ini. Awalnya, dia ingin mendapatkan perkataan dari dewa-dewa (ayat 1) dengan cara lain, tetapi sebelum dia melakukan tenungnya, Roh Allah mendatanginya dan menguasai dirinya. Sehingga dia melihat umat Israel yang saat itu berkemah menurut pembagian suku-suku, dia tidak bisa menahan rasa kagumnya yang tulus: Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel! Sebagai lembah yang membentang semuanya; sebagai taman di tepi sungai … (ayat 5-6a). Selanjutnya, dia menggunakan beberapa perkataan penting dalam Lima Kitab Musa (Pentateuch) untuk menggambarkan anugerah Allah.

• Taman Eden muncul kembali. Pertama, Israel seperti taman di tepi sungai, pohon aras yang ditanam oleh TUHAN (Yahweh) di tepi air, aliran air yang melimpah dan benih tumbuh berlimpah (Kej. 2:8-14). Di ayat 7 kata benih (zera‘) di sini menyiratkan bahwa janji Allah kepada keturunan Abraham secara tahap awal telah terpenuhi (Kej. 22:17-18), dan terlebih juga mengacu pada nubuat prototipe Injil benih wanita (zera‘) , yang pada akhirnya akan menang atas musuh (Kej. 3:15). Pohon aras yang disebutkan di sini, tinggi besar dan indah, tumbuh di pegunungan tinggi di Lebanon yang tertutup salju sepanjang tahun. Sanjaknya ini meminjam pohon aras untuk menunjukkan keindahan Taman Eden pemberian Allah, menyatakan ulang keindahan kehendak asli Allah dalam penciptaan.

• Keluaran dari Mesir mendapatkan keselamatan. Kedua, Allah memimpin Israel keluar dari Mesir, kekuasaan-Nya seperti tanduk lembu hutan. Dan Agag adalah orang Amalek (Keluaran 17), yang sekali lagi menunjukkan bahwa Allah telah menang sepenuhnya sampai akhir.

• Berkat Yakub. Ketiga, sekali lagi mengutip berkat Yakub kepada Yehuda, Israel akan menjadi seperti singa raja binatang buas, dengan kekuatan yang agung dan kemenangan yang berani (Kej. 49:8-12). Kosakata yang digunakan pada ayat 9 antara lain kata benda singa jantan (‘ărî), singa betina (lābî‘), kata kerja meniarap (kāra‘), merebahkan diri (šākab), dan pertanyaan retoris siapakah yang berani membangunkannya?(mî yəqîmennû), semuanya secara harfiah mengutip berkat Yakub kepada Yehuda, dan kebanyakan dari mereka telah muncul di sanjak kedua.

• Berkat Abraham. Terakhir, dia mengutip berkat Allah kepada Abraham: Diberkatilah orang yang memberkati engkau, dan terkutuklah orang yang mengutuk engkau! (Lihat Kejadian 12:3)

Renungkan:
Tema penciptaan, keselamatan, perjanjian anugerah, dan berkat, muncul berulang kali dalam sanjak Bileam. Allah menggunakan perkataan seorang nabi asing untuk memuji berkat umat Allah saat ini dan untuk menubuatkan kemenangan masa depan mereka. Berkelimpahan dan kemenangan atas musuh adalah ciri khas Kerajaan Mesianik, marilah kita dengan hati yang saleh menunggu segera datangnya hari itu.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.