「Hari raya Pengumpulan Hasil dan Pondok Daun」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Bil. 1 [ITB])
12 Pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu haruslah kamu mengadakan pertemuan yang kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat; haruslah kamu mengadakan perayaan bagi TUHAN, tujuh hari lamanya. 13 Pada waktu itu haruslah kamu mempersembahkan sebagai korban bakaran, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN: tiga belas ekor lembu jantan muda, dua ekor domba jantan, empat belas ekor domba berumur setahun; haruslah tidak bercela semuanya itu; 14 juga sebagai korban sajiannya: tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, yakni tiga persepuluh efa untuk setiap lembu dari ketiga belas ekor lembu jantan itu, dua persepuluh efa untuk setiap domba dari kedua ekor domba jantan itu, 15 dan sepersepuluh efa untuk setiap domba dari keempat belas ekor domba itu; 16 dan seekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa, selain dari korban bakaran yang tetap dengan korban sajiannya dan korban curahannya.

Bilangan 29 berbicara tentang 「hari raya Pondok Daun」 (Im. 23:34; Ul. 16:13) atau 「hari raya Pengumpulan Hasil」 (Kel. 23:16, 34:22), hari raya ini berlangsung selama tujuh hari berturut-turut sama seperti hari raya yang utama 「Paskah dan Roti Tidak Beragi」. Di sini khusus diberikan perhatian pada jumlah hewan korban setiap harinya, pada hari pertama dikorbankan 13 ekor lembu jantan muda, dua ekor domba jantan dan 14 ekor domba berumur satu tahun sebagai korban bakaran. Mulai hari kedua, setiap hari dikurangi satu ekor lembu jantan muda, dan lainnya tetap sama. Pada hari ketujuh akan dipersembahkan tujuh ekor lembu jantan, sehingga total sebanyak 70 ekor sapi akan dipersembahkan. Dengan demikian total bersama dengan domba jantan dan domba lain yang dipersembahkan, jumlahnya jauh melebihi jumlah yang dipersembahkan di hari raya lainnya.
Hari raya Pondok Daun adalah hari raya utama paling akhir dalam setahun, juga merupakan hari raya terbesar dalam setahun. Kadang-kadang dalam Alkitab, hanya menggunakan sebutan 「hari raya ini」, menggambarkan pentingnya hari raya. Poin-poin berikut berharga diperhatikan:
• Merupakan hari raya pengucapan syukur: pada saat ini, barli (gandum besar) dan gandum kecil telah dipanen dan diirik, anggur telah diperas untuk dijadikan anggur, kurma, buah ara dan zaitun juga telah dipanen. Dari aspek pertanian, ini adalah panen terakhir dalam satu tahun dan hari raya yang paling penuh sukacita. Orang Israel datang ke tanah perjanjian, menikmati panen di tempat itu, mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Allah, memohon Allah memberikan anugerah di tahun mendatang.
• Merupakan hari raya keselamatan: setiap rumah tangga Israel mendirikan pondok di atap, balkon atau pinggir jalan untuk memperingati empat puluh tahun pengalaman di padang gurun, agar tidak melupakan sejarah yang tidak boleh dilupakan ini.
• Merupakan hari raya sukacita kegembiraan: ini adalah perjalanan ziarah, harus bersukacita di hadapan Allah selama tujuh hari berturut-turut, tidak takut rumah sendiri mendapat gangguan serangan dari bangsa lain, menyatakan iman atas perlindungan Allah. Tidak hanya merayakan hari raya, tetapi juga mengingat dan berbagi berkat Allah kepada orang miskin di negara ini, termasuk anak yatim piatu, janda, orang asing dan Lewi, karena mereka tidak punya tanah untuk panen (Ul. 16:14).
• Merupakan hari raya pengajaran: setiap tahun ada 「pertemuan kudus」 di hari pertama hari raya Pondok Daun, dan setelah selesai di hari berikutnya ada 「perkumpulan raya」 mungkin mengacu pada mengakhiri pertemuan dengan khidmat. Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibacakan kitab Pengkhotbah, dan pada tahun penghapusan hutang yakni setiap tujuh tahun akan dibacakan hukum Taurat 5 kitab Musa, sehingga setiap orang memiliki dua kesempatan untuk mempelajari keseluruhan hukum Taurat 5 kitab Musa sebelum mereka mencapai usia dewasa.
Renungkan:
Tradisi Yahudi, di hari terakhir hari raya ini, ada 「ritual menimba air」, imam besar memimpin orang banyak untuk membawa periuk emas ke kolam Siloam di Yerusalem untuk 「penuh sukacita mengambil air」, penuh syukur mengingat kembali atas pemeliharaan Allah yang tiada habisnya selama empat puluh tahun di padang gurun. (Yesaya 12:3 「Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan」). Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru menyatakan kepada semua orang bahwa patut penuh pengharapan melihat ke depan, Mesias mencurahkan Roh Kudus (Yohanes 7:37-39 「Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya」).
Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16
Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

