Tag Archives: air hidup

Bilangan 29:12-16

「Hari raya Pengumpulan Hasil dan Pondok Daun」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 1 [ITB])
12 Pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu haruslah kamu mengadakan pertemuan yang kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat; haruslah kamu mengadakan perayaan bagi TUHAN, tujuh hari lamanya. 13 Pada waktu itu haruslah kamu mempersembahkan sebagai korban bakaran, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN: tiga belas ekor lembu jantan muda, dua ekor domba jantan, empat belas ekor domba berumur setahun; haruslah tidak bercela semuanya itu; 14 juga sebagai korban sajiannya: tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, yakni tiga persepuluh efa untuk setiap lembu dari ketiga belas ekor lembu jantan itu, dua persepuluh efa untuk setiap domba dari kedua ekor domba jantan itu, 15 dan sepersepuluh efa untuk setiap domba dari keempat belas ekor domba itu; 16 dan seekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa, selain dari korban bakaran yang tetap dengan korban sajiannya dan korban curahannya.

Bilangan 29 berbicara tentang hari raya Pondok Daun (Im. 23:34; Ul. 16:13) atau hari raya Pengumpulan Hasil (Kel. 23:16, 34:22), hari raya ini berlangsung selama tujuh hari berturut-turut sama seperti hari raya yang utama Paskah dan Roti Tidak Beragi. Di sini khusus diberikan perhatian pada jumlah hewan korban setiap harinya, pada hari pertama dikorbankan 13 ekor lembu jantan muda, dua ekor domba jantan dan 14 ekor domba berumur satu tahun sebagai korban bakaran. Mulai hari kedua, setiap hari dikurangi satu ekor lembu jantan muda, dan lainnya tetap sama. Pada hari ketujuh akan dipersembahkan tujuh ekor lembu jantan, sehingga total sebanyak 70 ekor sapi akan dipersembahkan. Dengan demikian total bersama dengan domba jantan dan domba lain yang dipersembahkan, jumlahnya jauh melebihi jumlah yang dipersembahkan di hari raya lainnya.

Hari raya Pondok Daun adalah hari raya utama paling akhir dalam setahun, juga merupakan hari raya terbesar dalam setahun. Kadang-kadang dalam Alkitab, hanya menggunakan sebutan hari raya ini, menggambarkan pentingnya hari raya. Poin-poin berikut berharga diperhatikan:
• Merupakan hari raya pengucapan syukur: pada saat ini, barli (gandum besar) dan gandum kecil telah dipanen dan diirik, anggur telah diperas untuk dijadikan anggur, kurma, buah ara dan zaitun juga telah dipanen. Dari aspek pertanian, ini adalah panen terakhir dalam satu tahun dan hari raya yang paling penuh sukacita. Orang Israel datang ke tanah perjanjian, menikmati panen di tempat itu, mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Allah, memohon Allah memberikan anugerah di tahun mendatang.

• Merupakan hari raya keselamatan: setiap rumah tangga Israel mendirikan pondok di atap, balkon atau pinggir jalan untuk memperingati empat puluh tahun pengalaman di padang gurun, agar tidak melupakan sejarah yang tidak boleh dilupakan ini.

• Merupakan hari raya sukacita kegembiraan: ini adalah perjalanan ziarah, harus bersukacita di hadapan Allah selama tujuh hari berturut-turut, tidak takut rumah sendiri mendapat gangguan serangan dari bangsa lain, menyatakan iman atas perlindungan Allah. Tidak hanya merayakan hari raya, tetapi juga mengingat dan berbagi berkat Allah kepada orang miskin di negara ini, termasuk anak yatim piatu, janda, orang asing dan Lewi, karena mereka tidak punya tanah untuk panen (Ul. 16:14).

• Merupakan hari raya pengajaran: setiap tahun ada pertemuan kudus di hari pertama hari raya Pondok Daun, dan setelah selesai di hari berikutnya ada perkumpulan raya mungkin mengacu pada mengakhiri pertemuan dengan khidmat. Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibacakan kitab Pengkhotbah, dan pada tahun penghapusan hutang yakni setiap tujuh tahun akan dibacakan hukum Taurat 5 kitab Musa, sehingga setiap orang memiliki dua kesempatan untuk mempelajari keseluruhan hukum Taurat 5 kitab Musa sebelum mereka mencapai usia dewasa.

Renungkan:
Tradisi Yahudi, di hari terakhir hari raya ini, ada ritual menimba air, imam besar memimpin orang banyak untuk membawa periuk emas ke kolam Siloam di Yerusalem untuk penuh sukacita mengambil air, penuh syukur mengingat kembali atas pemeliharaan Allah yang tiada habisnya selama empat puluh tahun di padang gurun. (Yesaya 12:3 Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan). Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru menyatakan kepada semua orang bahwa patut penuh pengharapan melihat ke depan, Mesias mencurahkan Roh Kudus (Yohanes 7:37-39 Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya).


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 20:10-12

「Memukul bukit batu dan durhaka pemberontak」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 20:10-12 [ITB])
10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini? 11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum. 12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.

(Penuh amarah) Musa mengangkat tangannya (tinggi di atas kepala), lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya (tidak cukup satu kali) dua kali
(Penuh amarah) Musa mengangkat tangannya (tinggi di atas kepala), lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya (tidak cukup satu kali) dua kali
Gambar ini lebih dapat menunjukkan amarah Musa dan ia mengangkat tangannya tinggi di atas kepala, memukul bukit batu dengan keras (bukan sekedar mengetuk ringan, tetapi memukul)

Banyak yang mempertanyakan: Musa dihukum tidak masuk ke tanah perjanjian hanya karena memukul batu, apakah hukuman ini terlalu berat? Dan Harun tidak melakukan apa-apa, kenapa dia terlibat? Menghadapi pertanyaan-pertanyaan ini, cara terbaik adalah dengan membiarkan Alkitab berbicara sendiri.

• Latar belakang peristiwa: pada bulan pertama tahun keempat puluh keluar dari Mesir, orang Israel berada di Kadesh, dan Miryam meninggal di sana (Bilangan 21). Ini adalah di awal tahun terakhir orang Israel dihukum karena dosa-dosa mereka dan hidup di padang gurun. Berita kematian Miryam menjadi peringatan bagi generasi pertama yang keluar dari Mesir, waktu yang mereka miliki tidak banyak, hampir habis, dan mereka semua akan mati di padang gurun.

• Sungut-sungut umat itu: orang-orang berkumpul untuk menyerang Musa dan Harun, bersungut-sungut tidak ada air untuk diminum. Mereka dua kali berbicara tentang mati binasa (ayat 3, 4), dan bahkan bertengkar kepada Musa dan Harun mengapa membawa mereka keluar dari Mesir ke tempat celaka yang buruk di padang gurun (ayat 4, 5). Mereka membengkokkan kebenaran, kenyataannya, TUHAN (Yahweh) secara pribadi memimpin mereka keluar dari Mesir, memimpin berjalan di padang gurun.

• Perintah Allah: Dia berkata kepada Musa: Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya (ayat 8)

• Kemarahan Musa: secara perkataan, ia mencela umat itu sebagai orang-orang durhaka (hammōrîm); secara tindakan, ia mengangkat tangannya (wayyārem mōšeh ‘et yādô) lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali. Kemudian, Alkitab mencatat dua kali bahwa TUHAN (Yahweh) menegur Musa dan Harun karena melanggar (mǝrîtem) perintah-Nya, dan mereka berdua adalah durhaka (mǝrîtem) (Bil 20:24, 27:14 memberontak). Ayat 11 Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu …, kata mengangkat tangan yang juga terdapat di Bil. 15:30 (tidak terlihat dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia) lebih digunakan untuk menggambarkan berbuat sesuatu dengan sengaja yakni bertindak arogan memberontak terhadap Allah (Bil. 15:30 terjemahan BIMK dengan sengaja berbuat dosa, dia meremehkan TUHAN atau terjemahan harafiah ESV does anything with a high hand). TUHAN hanya meminta Musa dan Harun untuk berkata kepada bukit batu itu, tetapi Musa tidak menaati Allah dan memukul bukit batu itu dua kali dengan tongkat penuh amarah ia melampiaskannya. (Tambahan penerjemah: bandingkan dengan sungut-sungut umat itu.)

• Pernyataan keputusan terakhir: TUHAN mengatakan bahwa karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan orang Israel, maka mereka berdua dihukum untuk tidak memimpin jemaat masuk ke Tanah Perjanjian (ayat 12).

Dosa Harun adalah tidak melakukan yang seharusnya dilakukan: dia tidak menaati perintah TUHAN untuk memerintahkan bukit batu itu mengeluarkan air, dia juga tidak mengoreksi kesalahan Musa. Dan dosa Musa adalah melakukan yang tidak seharusnya dilakukan: marah dan mencela umat itu sebagai orang-orang durhaka, bahkan mengangkat tangan memukul batu dua kali. (Tambahan penerjemah: bandingkan amarah itu dengan sungut-sungut umat itu.)

Renungkan:
Iman dan perbuatan: ketika TUHAN menilai Abraham adalah bapak orang beriman, dia berkata bahwa Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku (Kej. 26:5). Sebaliknya, Musa yang seharusnya paling mendengarkan taat pada hukum perintah Allah, akhirnya ditegur Allah karena tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.