Tag Archives: Ular

Bilangan 22:21-23

「Keledai betina dan Malaikat」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

Bacalah Bilangan 22 (klik untuk membuka)

(Bil. 22:21-23 [ITB])

21 Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab.
22 Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia. 23 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan.

tanpa disangka keledai itu mulai berbicara dan bertanya kepada Bileam ...
tanpa disangka keledai itu mulai berbicara dan bertanya kepada Bileam …

Kisah Bileam dan keledainya merupakan pengantar tentang ia mengutuk orang Israel. Ada beberapa hal yang berharga diperhatikan:

• TUHAN mengizinkan Bileam tetapi bangkitlah murka Allah mengirim malaikat untuk membunuh Bileam dengan pedang terhunus di jalan. Keledai itu melihat malaikat itu memegang pedang terhunus di tangannya, dan berulang kali menghindari malaikat itu, membuat kaki Bileam terjepit ke tembok batu di sisi jalan, dan akhirnya berbaring di tanah. Bileam marah dan memukuli keledai itu, tanpa disangka keledai itu mulai berbicara dan bertanya kepada Bileam mengapa ia memukulnya, bahkan ingin membunuhnya? Pada saat ini malaikat membuka mata Bileam sehingga dapat melihat malaikat dengan pisau terhunus di tangannya. Malaikat itu menegur Bileam. Bileam dengan cepat mengakui dosa-dosanya, tetapi dengan izin dari malaikat, dia pergi menemui Balak, Raja Moab, dan hanya saja malaikat itu berpesan kepadanya Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan (Bilangan 22:35)

• Yang menakjubkan dari bagian ini adalah bahwa tidak hanya keledai yang dapat berbicara, tetapi Bileam, yang dikenal sebagai nabi terhebat, tidak dapat melihat malaikat sama sekali, dan dia tidak menyadari perilaku keledai yang tidak biasa. Dia tidak tahu malapetaka sudah dekat sampai malaikat itu membuka matanya. Secara teologi, ini mirip seperti Kitab Kejadian pasal 3, di Taman Eden, ular pernah membuka mulut berbicara (karena iblis), menggoda wanita sehingga jatuh ke dalam dosa. Di sini Allah membuat keledai berbicara, untuk merusak strategi Iblis yang hendak menyerang umat Allah. Tema hikmat juga ditampilkan di sini, seperti yang pernah Allah katakan kepada Musa: Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan(Keluaran 4:11-12). Allah membuka mulut keledai untuk berbicara kepada Bileam, dan Dia juga bisa membuka Bileam untuk menyampaikan pesan-Nya.

• Paragraf ini memanfaatkan sepenuhnya teknik menulis tiga: keledai betina melihat malaikat tiga kali dan menghindari malaikat tiga kali, tetapi Bileam tidak bisa melihatnya tiga kali, dan malah memukul keledainya tiga kali. Narasi berikut juga menggunakan teknik penulisan tiga: raja Balak dari Moab mengarahkan Bileam untuk mengutuk orang Israel tiga kali. Bileam tiga kali meminta untuk membangun tujuh altar dan mengorbankan lembu serta domba, tetapi TUHAN tiga kali mengubah kutukan Bileam menjadi berkat. Setelah ketiga kalinya, Balak dengan marah ingin mengusir Bileam, dan dia menambahkan puisi nubuat berkat. Ini adalah model 3 + 1.

Renungkan:
Antara hal yang sudah ditetapkan dan meminta izin. Bertanya kepada Allah boleh atau tidak atas hal-hal yang telah Allah perintahkan dengan jelas adalah penghinaan yang besar kepada Allah. Bahkan jika Allah mengizinkannya, jika orang masih saja tidak dapat mendeteksi atau mengetahui murka Allah, itu adalah kesedihan yang lebih besar.

Motivasi dan perilaku. TUHAN memeriksa hati orang, tetapi orang sering menipu diri sendiri dan orang lain. Mazmur 139:23-24 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 12:7-12

「Peperangan yang Sudah Pasti Akhirnya」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 12:7-12 [ITB])
7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, 8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. 9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. 11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. 12 Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.

Jika kita tahu bahwa ada kekuatan spiritual di alam semesta, dan tahu bahwa manusia di dunia harus menghadapi peperangan rohani, maka kita tahu betapa pentingnya perikop hari ini!

Bagian ini adalah penyisipan antara ayat 1-6 dan ayat 12-17. Seperti disebutkan di teks sebelumnya, ada dua tanda di langit, satu adalah perempuan yang melambangkan gereja (ayat 1). Ini adalah garis utama dari pasal 12. Adapun tanda lain, naga merah (ayat 3) adalah apa yang dibicarakan dalam perikop hari ini, yang akan menjadi tokoh utama dalam pasal 13. Lalu, mengapa Setan yang diwakili oleh naga merah, berbuat jahat di bumi? Kita melihat bagian dalam paragraf ini, ternyata pertempuran di bumi berasal dari pertempuran besar di Surga. Dalam ayat 7-9, Yohanes menggunakan cara literatur Yahudi untuk menuliskan pertempuran antara Allah dan iblis: Mikhael adalah malaikat Allah, dan naga merah adalah iblis, dan juga Setan ular dari zaman kuno yang telah menggoda leluhur kita untuk berbuat dosa, yang menyesatkan seluruh dunia (ayat 9). Pertempuran di Sorga ini telah tetap menang kalahnya: Setan dan para utusannya telah dikalahkan, tidak mendapat tempat lagi di sorga (ayat 8). Sebaliknya, ketika Setan dilemparkan ke bumi, ia menyerang umat Allah, dan Allah menyiapkan tempat bagi umat-Nya (lihat teks sebelumya, Why. 12:6), Kita juga melihatnya dalam renungan sebelumnya: Allah menyiapkan tempat itu adalah kehadiran, perlindungan, dan pemeliharaan Allah.

Di paruh kedua, ayat 10-12 adalah nyanyian kemenangan dalam perang ini. Ayat 10: menyatakan kemenangan Kristus, ayat 11: menyatakan kemenangan saudara-saudara kita, akhirnya, ayat 12: menyerukan orang-orang milik Allah untuk bahagia dan bersorak-sorai karena memperoleh kemenangan, karena walaupun iblis masih melakukan kejahatan di bumi, tetapi ia sebenarnya tahu waktu yang ia miliki tidak banyak (ayat 13)!

Hari ini, di banyak tempat, gereja dianiaya, Setan tampaknya telah mengirim utusan-utusannya di bumi untuk merebut tempat Allah, kita akan merasa bahwa kuasa jahat sangat kuat besar, dan merasa bahwa jalan orang-orang kudus suram, tetapi Kitab Suci membawa kita ke Surga dan melihat wajah sebenarnya dari sejarah yang dalam tangan kendali Allah. Ternyata di balik kejahatan Setan itu sebenarnya adalah jalan buntu dirinya, orang-orang yang menganiaya gereja sebenarnya juga seperti Setan, mereka takut kehilangan kuasa, sehingga mereka mengusir menganiaya umat Allah di bumi.

Yohanes menunjukkan dari sudut pandang sorga bahwa selama kita dengan berani mengikuti Kristus, kemenangan sudah ditetapkan pasti! Karena, dengan kebangkitan dan kenaikan Yesus, Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya. Setan awalnya pendakwa siang dan malam di hadapan Allah dan sekarang sudah tidak dapat menuntut orang-orang surgawi (ayat 10). Penderitaan yang kita derita hari ini adalah seperti sisa pertempuran dalam perang yang sudah menang. Ya, antara hari penyaliban Tuhan sampai hari terakhir saat kembalinya Tuhan, orang-orang percaya masih harus menghadapi bencana, tetapi cara untuk menang bukanlah dengan konflik perkelahian, tetapi untuk berani dalam hal-hal rohani. Jika kita memiliki iman melihat bahwa kemenangan di depan mata, kita akan bersedia memikul salib dan melanjutkan jalan pelayanan.

Ayat 11mereka mengalahkan dia (naga) oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. Darah Anak Domba adalah keselamatan Yesus, perkataan kesaksian mereka adalah Injil yang menyelamatkan orang, tidak mengasihi nyawa mereka adalah keberanian untuk setia sampai mati ─ apakah saya memiliki senjata perang ini? Oh Tuhan, tolong berikan itu padaku!

Renungkan:
Naga dan ular dalam perikop adalah metafora, oleh karena itu, beberapa orang berpikir bahwa peperangan yang dijelaskan dalam perikop ini hanyalah sebuah metafora, yang mewakili pergulatan antara yang baik dan yang jahat, sedangkan setan dan Allah itu tidak ada. Namun, banyak orang telah melihat setan berbuat jahat merusak di dunia, juga telah melihat orang-orang yang dirasuki oleh roh-roh jahat. Dapat dilihat bahwa Setan bukanlah sebuah metafora, tetapi itu nyata ada dan sepatutnya orang waspada.

Di sisi lain, sebagai orang yang percaya yang sudah mendapat keselamatan, dengan jamahan Roh Kudus, telah keluar dari kematian dan masuk dalam hidup, iman kita bukan sekedar memilih yang baik dan yang jahat! Kita tahu bahwa hanya Tuhan yang baik, maka tunduk kedaulatan Tuhan, percaya bahwa hanya dengan mengandalkan keselamatan salib barulah kita dapat lolos dari jerat dosa.


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.