Tag Archives: Otoritas

Yohanes 2:18

「Memikirkan tentang otoritas berkuasa dalam agama?」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:18 [ITB])
18 Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?

Yesus bertindak dan menghadapi masalah dengan serius, tetapi orang-orang Yahudi mengajukan pertanyaan yang sangat tidak masuk akal: Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?

Kalimat ini sangat mengejutkan: orang-orang Yahudi ini sama sekali tidak peduli dengan apa yang Yesus lakukan! Mereka tidak hanya gagal introspeksi memeriksa perbuatan mereka selama ini, mereka bahkan kehilangan fokus masalah sepenuhnya! Yang mereka peduli bukanlah fungsi Bait Suci, bukan sikap ibadah yang benar, atau apakah saya jual beli di Bait Suci sesuai dengan kehendak Tuhan? Yang mereka peduli hanyalah pertanyaan tentang otoritas berkuasa dalam agama: Anda mampu melakukan keajaiban apa untuk Anda tunjukkan kepada kami bahwa Anda memiliki otoritas melakukan hal-hal ini?

Tampaknya bagi kelompok orang Yahudi ini, asalkan memiliki otoritas tertentu, maka dapat membuat keributan di Bait Suci! Selama orang ini bisa menunjukkan tanda-tanda / keajaiban, walau tatanan Bait Suci terganggu, mereka semua akan merasa tidak apa-apa. Sangat tidak masuk akal. Jika mereka mengutuk Yesus karena membersihkan Bait Suci, setidaknya mereka masih memiliki nilai moral (meskipun nilai ini berbeda dengan Yesus); namun mereka selalu memahami keseluruhan masalah dari perspektif otoritas dan kepentingan. Jual beli di Bait Suci tidak menjadi masalah karena itu menguntungkan bagi mereka; mereka sekarang dicegah jual beli di Bait Suci, tetapi kini mereka melihatnya sebagai masalah otoritas!

Ini sama sekali bukan sikap Yesus. Yesus bertindak memakai cambuk dan merusak tatanan yang ada, dari awal sampai akhir, konsisten untuk memberi tahu orang-orang agar memahami apa yang benar dan salah. Kelompok Yahudi ini mengabaikannya! Mereka tetap memahaminya sebagai masalah tentang kepentingan dan otoritas!

Renungkan:
Di gereja, benar atau salah selalu lebih penting daripada untung rugi dan otoritas. Jika seseorang mengambil otoritas dan kepentingan sebagai fokus pemikiran mereka, dan dengan demikian meninggalkan benar dan salah, maka gereja akan runtuh.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 17:1-5

「Tongkat dan bertunas」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 17:1-5 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Katakanlah kepada orang Israel dan suruhlah mereka memberikan kepadamu satu tongkat untuk setiap suku. Semua pemimpin mereka harus memberikannya, suku demi suku, seluruhnya dua belas tongkat.
Lalu tuliskanlah nama setiap pemimpin pada tongkatnya. 3 Pada tongkat Lewi harus kautuliskan nama Harun. Bagi setiap kepala suku harus ada satu tongkat.
4 Kemudian haruslah kauletakkan semuanya itu di dalam Kemah Pertemuan di hadapan tabut hukum, tempat Aku biasa bertemu dengan kamu.
5 Dan orang yang Kupilih, tongkat orang itulah akan bertunas;
demikianlah Aku hendak meredakan sungut-sungut yang diucapkan mereka kepada kamu, sehingga tidak usah Kudengar lagi.

tongkat yang mati tumbuh tunas dan berbunga

Bilangan pasal 17 berbeda dengan pasal sebelumnya, itu bukan lagi dimulai dengan keluhan umat itu sehingga Allah bersumpah untuk membinasakan umat itu, dan kemudian membuktikan panggilan khusus Harun. Kali ini Allah yang berinisiatif, membuktikan pelayanan imam Harun untuk menghentikan sungut-sungut di antara umat itu. Pasal ini dapat dibagi menjadi dua paragraf:

• Tongkat Harun tumbuh tunas (ayat 1-9):
TUHAN (Yahweh) memerintahkan Musa memberi tahu para pemimpin suku-suku Israel untuk mengambil tongkat mereka membawanya ke hadapan TUHAN, meletakkannya di tabut perjanjian. Setiap tongkat itu ditulis dengan nama pemimpinnya. Harun mewakili suku Lewi dan menulis nama Harun pada tongkatnya. Tongkat (maṭṭeh) dalam teks bahasa aslinya memiliki makna ganda, bisa merujuk pada suku, dapat juga menunjuk pada tongkat yang melambangkan otoritas dari pemimpin suku. Dinyatakan juga bahwa meskipun tongkat- tongkat ini adalah batang kayu kering, TUHAN tongkat dari orang yang dipilih-Nya akan tumbuh tunas (ayat 5). Alhasil, keesokan harinya Musa datang untuk memeriksa dan menemukan bahwa tongkat Harun tidak hanya bertunas, tetapi juga mengeluarkan kuncup, mengembangkan bunga, dan menghasilkan buah badam (ayat 8). Ini adalah keajaiban yang nyata dalam satu malam, membuktikan pilihan Allah. Sama seperti ketika Musa dipanggil, TUHAN menggunakan mukjizat mengubah tongkatnya menjadi ular dan penyakit kusta di tangan, untuk membuktikan panggilannya (Keluaran 4). Ada apa dengan tumbuh buah badam (almonds)? Mungkin karena dalam setahun pohon badam (almonds) yang paling cepat berbunga, bunganya berwarna putih, melambangkan kekudusan. Ketika nabi Yeremia dipanggil, dia melihat penglihatan tentang sebatang dahan pohon badam (šāqēd, atau cabang almond), Allah menjelaskan bahwa karena Dia hendak secara pribadi menjaga (šāqad) melaksanakan firman perkataan-Nya (Yer. 1:11-12, lihat BIMK).

• Tongkat Harun yang bertunas (ayat 9-13):
Ketika para pemimpin suku lain mengambil kembali tongkatnya, TUHAN berpesan kepada Musa untuk menyimpan tongkat Harun di depan tabut hukum sebagai peringatan bagi orang Israel dan untuk membuktikan pilihan Allah. Orang Israel berteriak: Sesungguhnya kami akan mati, kami akan binasa, kami semuanya akan binasa (ayat 12), mereka tahu beratnya hukuman atas rombongan Korah yang semena-mena mendekati Allah; sebaliknya, Harun mendekati Allah tanpa mati. Tongkat lainnya hanyalah tongkat kayu yang mati; hanya tongkat Harun yang menunjukkan kekuatan hidup kebangkitan Tuhan, melambangkan bahwa dia melayani di hadapan TUHAN dan dapat mewakili bangsa Israel untuk mendekati Allah tanpa mati. (Lihat ulasan di atas tongkat (maṭṭeh) dalam bahasa Ibrani juga melambangkan otoritas, bunga badam putih melambangkan kekudusan, Dia hendak secara pribadi menjaga (šāqad) pelaksanaan firman perkataan-Nya.)

Renungkan:
Harun melambangkan Kristus, membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi manusia. Kematian Kristus tidak hanya membuat terbelah tabir Bait Suci di bumi, tetapi juga menuntun orang percaya ke tempat kudus di surga, hidup kekal selamanya di hadapan Allah Bapa (Ibrani 10:19, Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri).


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Ester 1:21-22

「Hukum yang Berefek Terbalik」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:21-22 [ITB])
21 Usul itu dipandang baik oleh raja serta para pembesar, jadi bertindaklah raja sesuai dengan usul Memukan itu. 22 Dikirimkanlah oleh baginda surat-surat ke segenap daerah kerajaan, tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan tiap-tiap bangsa menurut bahasanya, bunyinya: 「Setiap laki-laki harus menjadi kepala dalam rumah tangganya dan berbicara menurut bahasa bangsanya.」

Pasal pertama diakhiri dengan gambaran bagaimana Ahasyweros bergegas sebelum kantor pos tutup, mengutus petugas untuk mengirim surat. Raja menerima usulan Memukan, membuat situasi memalukan yang bersifat pribadi menjadi umum seluruh negeri, memerintahkan setiap laki-laki di seluruh negeri melakukan apa yang bahkan ia sendiri tidak mampu lakukan di istana, itu adalah 「Setiap laki-laki harus menjadi kepala dalam rumah tangganya」 (Est. 1:22b). Dekret raja disebarkan melalui sistem ekspedisi kilat kekaisaran Persia ke seluruh negara, melalui kurir berkuda, dikirim dari ibukota, mencapai satu stasiun ke stasiun lain, tidak ada kendala tempat yang terlalu jauh, dengan kecepatan yang menakjubkan berita telah sampai  di setiap tempat dalam negara.

Penulis kitab Ester sangat menekankan bahwa dekret raja 「ditulis menurut huruf tulisan masing-masing provinsi,」 「dalam berbagai bahasa daerah」 dan 「dialek lokal」 (Est. 1:22a) untuk diinformasikan kepada semua orang dari semua bangsa di negara. Cara ini jelas bertujuan agar dekret diketahui dan dipatuhi di seluruh negeri tanpa ada kecuali. Kerajaan Persia adalah wilayah yang luas, terdiri dari berbagai dialek-dialek yang berbeda dari kelompok-kelompok etnis, dan kerajaan Persia sebagian besar inskripsi (kata-kata yang diukirkan pada batu / monumen) dalam tiga bahasa yang sejajar: yaitu bahasa Persia kuno, Elamite, dan Babilon atau Aramaik. Orang-orang yang hidup di negara asing jika tidak memahami atau menggunakan bahasa lokal dalam kehidupan sosial mereka pasti akan mendapatkan cukup banyak diskriminasi, ejekan dan penolakan. Orang-orang di rumah sendiri dapat menggunakan bahasa kampung halaman mereka sendiri untuk berkomunikasi, tetapi dalam kehidupan sosial sulit untuk menghindari bahasa yang populer atau umum. Pernikahan campur itu tidak jarang pada saat itu, tidak terkecuali orang Yahudi yang jauh dari Palestina tanah air mereka. Hal yang cukup membuat sakit kepala untuk memilih dialek / bahasa yang digunakan bagi keluarga pernikahan campur antar suku bangsa.

Oleh karena itu, dialek yang dipilih oleh setiap orang memiliki makna sosial dan politik, karena bahasa adalah alat politik memerintah sebuah negara dan alat para politikus. Bagian terakhir dari ayat 22 agak tidak jelas, walaupun Perjanjian Lama versi bahasa Yunani Septuaginta (LXX) dan terjemahan bahasa Inggris NRSV tidak menerjemahkan kata-kata 「berbicara menurut bahasa bangsanya」 (Est. 1:22c). Lebih banyak sarjana percaya bahwa arti dari kalimat ini berarti bahwa setiap keluarga harus menggunakan aksen bahasa kampung halaman suami untuk berbicara dengan istri mereka, untuk menunjukkan otoritas wibawa laki-laki sebagai kepala rumah tangga. Dengan cara ini, penulis kitab Ester hendak mengekspresikan bahwa para suaminya punya 「wibawa berbicara otoritatif」 (lihat terjemahan Chinese New Version, memberikan pemahaman makna yang lebih kaya), dan bahkan di rumah 「dapat memberikan perintah sesuka kemauan」 (lihat terjemahan Chinese SBV)

Suatu perintah yang merupakan pemaksaan dengan kekuatan otoriter, atau bahkan merupakan sebuah hal 「mengunakan batu besar membunuh kepiting」 (penindasan dengan kuasa kekuatan) untuk mendirikan harkat dan martabat suami di rumah dan memerintahkan para istri untuk taat kepada suaminya, apakah itu dapat mencapai efek yang diinginkan? Mungkin dalam masyarakat feodal masa lalu dapat mencapai pengaruh sementara yang dangkal di permukaan, tetapi pastinya tidak meningkatkan relasi dalam perkawinan dan suasana harmonis dalam negara. Penambahan hukum yang tidak masuk akal tersebut, hanya akan mendapatkan respon 「tunduk di mulut, memberontak di hati,」 menanamkan benih sungut dan perlawanan dalam hati rakyat perempuan, dapat menjadi salah satu faktor penyebab kehancuran negara.

Renungkan:
Pikirkan tentang masyarakat atau negara di mana Anda berada, apakah baru-baru ini ada aturan yang ingin membetulkan suatu hal secara berlebihan? Apakah ini bisa mempromosikan keharmonisan dan persatuan sosial, atau akan itu membuat masyarakat lebih konfrontatif dan tercabik? Kemudian masuk ke ranah sedikit lebih pribadi, apakah Anda pernah ingin menggunakan beberapa ide yang bersifat pemaksaan untuk membangun otoritas Anda dalam keluarga? Renungkan apakah efeknya akan baik atau buruk?


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.