「Ular tedung dan ular tembaga」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Bil. 21:8-9 [ITB])
8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 「Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.」 9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Bilangan 21 (klik untuk membaca) mencatat tentang umat Israel dari Gunung Hor sampai tepi timur Sungai Yordan, yang merupakan perhentian terakhir perjalanan di padang gurun. Beberapa hal terjadi di sini. Pertama adalah mengalahkan raja negeri Arad, orang Kanaan (ayat 1-3) yang tinggal di Selatan dan 「memusnahkan total」 (akar kata ḥāram), sehingga tempat itu disebut 「Horma」 (ḥormâ), yang artinya 「kota musnah 」.
• Segera setelah kemenangan atas Arad, raja Kanaan, kembali orang Israel menggerutu lagi, dan akibatnya terjadi insiden ular tedung dan ular tembaga (Bil. 21:4-9).
• Umat tidak sabar dan bersungut-sungut. Alkitab menyebut mereka 「tidak dapat lagi menahan hati」 (wattiqṣar nepeš hā’ām), yang secara harfiah berarti 「jiwa mereka pendek」. Kemudian, Alkitab menggunakan kata ini untuk menggambarkan reaksi Simson terhadap omelan Delila yang tak ada habisnya, dan dia 「tidak dapat lagi menahan hati」 sangat kesal (Hakim 16:16). Bukan hanya itu, tapi mereka sama sekali tidak sungkan-sungkan, mereka langsung menghadap TUHAN (Yahweh), mengomel berkata-kata melawan Allah dan Musa: 「Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini?」 (ayat 5).
• Ular tedung menyerang orang-orang. TUHAN mengirim ular tedung untuk 「ke antara」 di antara orang-orang. Kata depan 「ke antara」 (bǝ) lebih tepat diterjemahkan sebagai 「menyerang」 di sini. Ular-ular ini disebut 「ular berbisa」 (hannǝḥāšîm haśśǝrāpîm, bentuk jamak; lihat BIMK, BISH. Juga memiliki arti 「ular api」 terjemahan CUV), ITB menerjemahkan sebagai 「ular tedung」. Mungkin setelah digigit, mereka merasa terbakar oleh api. Dan banyak dari orang Israel mati.
• Musa berdoa bagi orang-orang. Umat itu mengaku bersalah dan mereka memohon Musa untuk berdoa kepada TUHAN (Yahweh) agar Ia menjauhkan ular-ular itu. Musa baru saja digerutu oleh umat, dan saat ini dia hitung-hitungan dan berdoa syafaat bagi mereka.
• Hidup menengadah memandang kepada ular tembaga. TUHAN (Yahweh) memerintahkan Musa untuk membuat 「ular api」 (śārāp), ia membuat seekor ular dari tembaga dan menggantungnya di tiang. Orang-orang memandang ular tembaga itu dan hidup. Mengapa memilih tembaga sebagai ular? Mungkin karena warnanya mirip dengan ular api, atau karena pengucapan kata 「tembaga」 (nǝḥōšet) dalam bahasa asli serupa dengan kata 「ular」 (nāḥāš).
Tujuh ratus tahun kemudian, pada masa raja Hizkia, banyak orang Israel yang menyembah ular tembaga buatan Musa sebagai berhala, Hizkia memerintahkan agar ular tembaga itu dihancurkan (2 Raja-raja 18:4). Ini adalah bukti nyata bahwa Alkitab melarang penyembahan benda suci.
Renungkan:
Yesus dan Nikodemus membahas arti sebenarnya dari kelahiran kembali, menggunakan kiasan Musa yang meninggikan seekor ular di padang gurun. 「Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.」 (Yohanes 3:14-15) Perhatikan bahwa kedua ayat tersebut mengatakan:
1. Dosa membawa kebinasaan.
2. Manusia tidak berdaya menyelamatkan diri mereka sendiri
3. Allah yang mempersiapkan cara keselamatan
4. Orang-orang yang beriman pasti diselamatkan.

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16
Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.