「Dukun perempuan pemburu jiwa orang」
Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yehezkiel 13:17-23 [ITB])
17 「Engkau anak manusia, tujukanlah mukamu kepada kaum perempuan bangsamu yang bernubuat sesuka hatinya saja dan bernubuatlah melawan mereka. 18 Katakanlah: 『Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah dukun-dukun perempuan, yang mengikatkan tali-tali azimat pada semua pergelangan dan mengenakan selubung pada kepala semua orang, tua atau muda, untuk menangkap jiwa orang. Apakah kamu hendak menangkap jiwa orang yang termasuk umat-Ku dan membiarkan orang-orang lain hidup untuk kepentinganmu? 19 Kamu melanggar kekudusan-Ku di tengah-tengah umat-Ku hanya demi beberapa genggam jelai dan beberapa potong roti, dengan membunuh orang-orang yang tidak patut mati, dan membiarkan hidup orang-orang yang tidak patut hidup, dalam hal kamu berbohong kepada umat-Ku yang sedia mendengar bohong.』」
20 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: 「Aku akan menentang tali-tali azimatmu, dengan mana kamu menangkap jiwa orang dan Aku akan mengoyakkannya dari tanganmu dan melepaskan seperti burung-burung, orang-orang yang kamu tangkap. 21 Aku akan mengoyakkan selubungmu dan akan melepaskan umat-Ku dari tanganmu dan mereka tidak lagi menjadi mangsa di dalam tanganmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN. 22 Oleh karena kamu melemahkan hati orang benar dengan dusta, sedang Aku tidak mendukakan hatinya, dan sebaliknya kamu mengeraskan hati orang fasik, sehingga ia tidak bertobat dari kelakuannya yang fasik itu, dan kamu membiarkan dia hidup. 23 Oleh sebab itu kamu tidak lagi melihat perkara-perkara yang menipu dan mengucapkan tenungan-tenungan bohong; Aku akan melepaskan umat-Ku dari tanganmu dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.」
Paragraf ini (Yeh. 13:17-23) mencatat kritik Yehezkiel terhadap jenis nabi palsu lainnya, yakni 「kaum perempuan bangsamu yang bernubuat sesuka hatinya」 (ayat 17), ciri-ciri mereka adalah 「mengikatkan tali-tali azimat pada semua pergelangan」, 「mengenakan selubung pada kepala semua orang」, dan 「untuk menangkap jiwa orang」 (ayat 18), 「tali-tali azimat」 dan 「selubung kepala」 digunakan untuk tenung dan sihir. Wanita yang membuat benda-benda ini dapat disebut penyihir, ini didasarkan pada budaya tenung dan sihir yang berlaku di Babel dan Mesopotamia, orang-orang percaya bahwa ini dapat melindungi keselamatan damai sejahtera seseorang dan meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan. Dengan demikian, kelompok penyihir ini berbaur di antara orang Israel yang ditawan ke Babel, melakukan tenung dan sihir yang tidak diperbolehkan dalam hukum Taurat di komunitas Yehezkiel ini, mereka 「menangkap jiwa orang」 .
Apa sebenarnya 「menangkap jiwa orang」 (ayat 18) itu? 「Jiwa」 adalah kata bentuk jamak, dapat diterjemahkan sebagai jiwa atau kehidupan, artinya sekelompok penyihir ini menangkap menawan hati orang, menyesatkan orang bodoh di antara orang-orang Israel, demi 「beberapa genggam jelai」 dan 「potongan roti」 maka mereka menawan memburu hati orang, mereka adalah nabi wanita yang hanya mencari makan, bahkan menghujat Allah demi keuntungan, berbohong kepada orang-orang yang mau mendengarkan kebohongan (ayat 19). Jika kita membandingkan para nabi palsu laki-laki (Yeh. 13:1-16), kita akan mengerti bahwa kelompok penyihir (nabi wanita ) ini mencari nafkah hidup dengan kebohongan seperti nabi palsu laki-laki, tetapi nabi palsu laki-laki memoles kapur damai sejahtera di tingkat negara dan komunitas, sementara para penyihir menyesatkan orang pada tingkat individu, mereka memutarbalikkan benar dan salah, 「membunuh orang-orang yang tidak patut mati, dan membiarkan hidup orang-orang yang tidak patut hidup」 (ayat 19).
Ayat 20-23 mencatat, Allah akan menghakimi para penyihir wanita ini, Dia akan mengoyakkan tali-tali azimat dan selubung (ayat 20-21), sehingga mereka kehilangan kemampuan mencari keuntungan dari tenung dan sihir, tidak mampu lagi menggunakan ini untuk memangsa hati orang (ayat 21); pada saat yang sama Allah akan menghentikan penglihatan dan tenung palsu mereka, sehingga dalam komunitas orang-orang dalam pembuangan ini tidak ada lagi orang yang tertipu (ayat 23). Allah akan menyelamatkan orang-orang dilepaskan dari kelompok penyihir ini dan menghentikan hati duka orang benar (ayat 22). Dengan demikian, kita melihat betapa Allah memandang penting kekudusan komunitas yang diasingkan dalam pembuangan ini, Yehezkiel berdiri bersama Allah untuk berperang dalam pertempuran kudus ini, tujuannya adalah agar orang-orang tidak lagi tertipu oleh ini kelompok penyihir.
Renungkan:
Tenung dan sihir, melanggar larangan Imamat dan Ulangan, para nabiah ini melakukan hal-hal yang dilarang hukum Taurat, semestinya ada orang dalam komunitas itu yang menutupi perbuatan mereka, bersama-sama dengan nabi-nabi palsu memangsa menangkap hati orang, demi untuk membawa damai sejahtera palsu di saat tidak ada damai sejahtera, dan demi mencari keuntungan bagi diri mereka sendiri. Apakah kita berani seperti Yehezkiel untuk menunjukkan ketidakadilan? Atau menutupi segala macam kejahatan, atau bahkan membenarkan kejahatan orang fasik? Mohon Tuhan berbelaskasihan.
Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

