1 Kor. 3:18-20

Orang-orang di jalan dunia menolak hikmat Allah, sungguh kebodohan!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 3:18-20 [ITB])
18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. 19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.
Sebab ada tertulis: Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya.
20 Dan di tempat lain: Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka.

【Referensi ayat】
(Ayub 5:13 [ITB]) Ia menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya sendiri, sehingga rancangan orang yang belat-belit digagalkan.
(Mazmur 94:11 [ITB]) TUHAN mengetahui rancangan-rancangan manusia; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka.

Ketika kita mengejar tujuan hidup yang salah dan tidak sesuai kehendak Allah, mungkin orang-orang dunia akan bertepuk tangan memuji kita, tetapi di mata Allah, apa yang kita cari, pikirkan, dan kejar adalah menjauhkan kita dari Allah, mendekat pada dosa, menciptakan perpecahan, dan memecah belah. Krisis besar terjadi pada gereja Korintus adalah ketika mereka memulai jalan kesombongan, mengejar kemuliaan duniawi, perselisihan internal dan saling membandingkan, mereka merasa benar sendiri, ternyata menipu diri kelihatannya mengejar hikmat」「di jalan yang lurus! Tetapi Paulus dengan tegas memperingatkan mereka bahwa jalan hikmat yang meninggikan diri, membuat mereka masuk ke jalan memecah belah main golongan-golongan menghargai ini dan membenci itu. Itu juga membuat mereka berpikir bahwa mereka dapat melepaskan diri dari norma-norma etika. dan menoleransi orang yang melakukan percabulan hidup dengan isteri ayahnya. Jika mereka terus menganggap jalan mereka yang menjauh dari kehendak Allah ini sebagai jalan hikmat yang benar, mereka akhirnya akan menghadapi hukuman dan penghakiman yang berat dari Allah! Mereka bukan mengambil jalan hikmat, mereka mengambil jalan yang sangat bodoh! Menyombongkan hikmat duniawi yang jauh dari kehendak Allah, dan menolak didikan ajaran Allah, yang mereka sebut sebagai jalan hikmat ini sebenarnya adalah jalan yang paling bodoh!

Oleh karena itu Paulus memiliki lima pengingat kuat untuk diberikan orang-orang yang merasa benar sendiri dan sombong:
1. Jangan menipu diri mereka sendiri! Orang yang merasa benar sendiri akhirnya menipu diri sendiri! Kata Yunani menipu (exapatao) memiliki arti benar-benar diselubungi kebohongan, benar-benar diperdaya. 1 Tim. 2:14, Paulus menggunakan kata ini untuk menjelaskan sejarah tragis Hawa tertipu iblis: Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa. Dalam Alkitab, kata ini memiliki makna godaan. Orang-orang yang berjalan menjauh dari Allah, berpikir bahwa ini adalah jalan yang benar dan jalan hikmat hanya menipu diri mereka sendiri dan mencobai diri mereka sendiri untuk mengambil jalan kerusakan dan akan menerima penghakiman dari Allah.

2. Orang-orang yang tahu bagaimana untuk merendahkan diri dan tahu untuk tidak mengambil jalan kebenaran diri sendiri, di mata dari sebagian orang, ini mungkin tampak bodoh, tapi mereka berada di jalan untuk menjadi orang yang benar-benar bijaksana. Ayat 18, kata berhikmat, bodoh dan berhikmat dalam kata bahasa Yunani adalah kata benda dari sifat manusia, harus diterjemahkan sebagai orang berhikmat, orang bodoh, orang berhikmat, … Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya orang berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi orang bodoh, supaya ia orang berhikmat. Mereka yang memiliki kebenaran salib, mengambil pikiran Kristus sebagai pikiran mereka, orang yang mengikuti kehendak Tuhan barulah merupakan orang yang benar-benar berhikmat.

3. Hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah! Ambil contoh Pilatus dan para pemimpin Yahudi berpikir bahwa mereka bijaksana dan menyalibkan Yesus, Dia yang benar. Pilatus berkata di depan umum tiga kali: Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya (Yohanes 18:38; 19:4, 6) Tetapi ketika orang-orang Yahudi menantangnya, dia berkata: Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. (Yohanes 19:12) Pilatus ketakutan! Dia memilih untuk membunuh yang tidak bersalah, Mesias yang benar. Mazmur 73 mengingatkan kita tentang hasil akhir dari orang berdosa: sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka. Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan! (Mazmur 73:17-19) Dalam sejarah Tiongkok, Qin Hui menggunakan trik untuk membunuh pahlawan Yue Fei. Pada saat itu, Qin Hui sedang berkuasa, dinobatkan sebagai Penguasa Negara, tetapi setelah kematiannya, bau busuknya tidak hilang selama ribuan tahun. Dalam Pengakuan Iman Rasuli, orang-orang Kristen mengucapkan: Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus! Pilatus memilih jalan dunia, tampaknya berjalan dengan wajah yang cerdik, jalan yang cerdas, tetapi pada akhirnya ketenaran bau busuk tidak hilang sampai hari akhir, dan akan menerima penghakiman Tuhan yang berat. Betapa bodohnya orang-orang yang mengikuti jalan hikmat kebijaksanaan dunia!

4. Paulus mengutip Ayub 5:13, mengatakan: Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya. Orang yang menghalalkan segala cara untuk membebaskan diri melakukan kejahatan atau kelicikan mencelakai orang lain, mereka mungkin berpikir dirinya sangat pintar, unggul daripada orang lain, mampu memakai kepandaian menang dengan tipu daya. Tetapi semua orang yang menggunakan cara yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, pada akhirnya akan menerima penghakiman Tuhan, dan perbuatan mereka adalah bukti dosa mereka dan menerima hukuman dari Allah. Jadi mereka bukanlah orang yang benar-benar berhikmat bijaksana, tetapi mereka adalah orang-orang bodoh besar!

5. Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka. Mereka yang berdebat dengan keras ingin mendebat Allah. Orang-orang meninggikan diri berpikir bahwa mereka dapat berdebat dan memiliki teori aneh ciptaan diri sendiri menerima banyak tepuk tangan manusia dunia, tetapi semua itu ditolak oleh Allah dan merupakan kekejian bagi Dia. Hikmat kebijaksanaan ini hanyalah kekosongan, hanya mengejar angin, hanya kebijaksanaan palsu yang semu.

Paulus adalah seorang gembala yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip rohani. Dia dengan terus terang memperingatkan saudara dan saudari terkasihnya: mereka yang berjalan di jalan dunia dan menolak hikmat Allah adalah orang-orang bodoh! Kita harus mengambil jalan Tuhan! Kita tidak bisa mengambil jalan pembenaran diri! (Kita tidak bisa mengambil jalan yang kita pikir sendiri sebagai yang benar)

Renungkan:
• Pernahkah Anda bertemu dengan saudara, saudari, atau gembala yang memiliki banyak prinsip yang tidak sejalan dengan kehendak Tuhan dalam perkataan dan perbuatannya, tetapi menurut mereka bijaksana? Bagaimana perasaan Anda selama ini?

• Dari ayat-ayat Alkitab hari ini, ajaran dan pengingat apa yang Anda dapatkan? Jika Anda menemukan seseorang berjalan dengan cara yang salah, pengingat apa yang diberikan oleh teladan dan ajaran Paulus kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.