Tag Archives: Pikiran Allah

Roma 11:34-35

「Siapakah Manusia! Dibandingkan Allah, Betapa Kecilnya Kita!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 11:34-35 [ITB])
34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? 35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?

Bagian ini menyoroti tiga 「siapakah?」 Mengingatkan kita bahwa hanya Allah adalah Allah! Ini menyambung peringatan Rom. 9:20 「Siapakah kamu, hai manusia …」 Ingat, kita hanya manusia yang sangat kecil, hanya Allah adalah Allah, Allah yang mampu berkuasa atas langit dan bumi.

Terjemahan literal dari Rom. 11:34-35 adalah 「Sebab siapa yang pernah tahu pikiran Tuhan? Atau yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu terlebih dahulu kepada Dia, sehingga Ia harus membayar kembali di masa depan?」 Dalam bagian ini, Paulus memakai Yes. 40:13 dan Ayub 41:11. Di kedua tempat, Tuhan menggunakan pertanyaan retoris untuk menegur orang-orang yang suka menyalahkan dan mempertanyakan Allah. Allah bertanya kepada orang yang menyalahkan dan meragukan Dia: 「Apakah engkau lebih mengerti daripada Aku? Apakah enagkau hendak mengajari Aku bagaimana mengurus alam semesta? Apakah engkau lebih punya kemampuan daripada Aku? Apakah engkau ada lebih dahulu daripada Aku? Pada waktu Aku menciptakan alam semesta, di manakah engkau berada? Apakah Aku perlu pengajaran darimu? Apakah engkau lebih memiliki hikmat dan tekad untuk mengendalikan mengurus langit bumi dan sejarah? Apakah segala isi alam semesta taat padamu? Apakah engkau memiliki kedaulata, memiliki kemampuan, memiliki hikmat untuk mencela Aku?」 Yesaya mengingatkan kita: 「Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian? Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya.」(Yes. 40:14-15) Bagi Allah, kita hanyalah salah satu hal yang kecil di antara bangsa-bangsa yang seperti debu. Apakah kita dapat menunjuk-tunjuk jari terhadap Allah? Apakah kita memiliki sikap yang patut terhadap Allah?

「Pikiran」 (nous) (mind) dapat diterjemahkan sebagai 「isi hati, pikiran」, dan kadang-kadang dalam CUVT diterjemahkan sebagai 「hati.」 Sebagai manusia, bagaimana kita bisa tahu semua pikiran dan isi hati Tuhan? Manusia yang hampir sama sekali tidak tahu masa depan alam semesta, apakah kita bisa menjadi penasihat Allah dan mampu menunjuk-tunjuk jari atas rencana dan tindakan-Nya? Apakah Tuhan yang menciptakan kita, atau kita yang menciptakan Allah? Sebagai manusia, semua yang ada pada kita adalah anugerah pemberian Allah, lalu Allah pernah berutang apa kepada kita? Karena tidak berutang apa-apa kepada kita, mengapa Tuhan harus menaati kita, bertindak sesuai perintah kita, atau harus menjadi murah hati kepada kita karena berutang kepada kita? Apapun kebaikan Tuhan kepada manusia, semuanya merupakan anugerah yang cuma-cuma. Tuhan menggunakan matahari untuk menyinari orang yang baik atau orang jahat, atau dalam rencana keselamatan Ia memilih orang berdosa tertentu menjadi bejana berharga, semua adalah kebebasan dan kedaulatan Tuhan, bagaimana kita berhak untuk meminta Tuhan melakukan sesuatu? (Padahal isi hati dan pikiran Allah tidak dalam kekuasaan kita manusia yang hanya seperti debu)

Jika kita bersedia untuk refleksi dan pertobatan, kita akan menemukan bahwa dalam hidup kita, kita telah terus-menerus menunjuk-tunjuk jari kepada Allah dan membuat penilaian dari kepala sampai kaki, kita terus menilai tindakan Allah, merasa diri adalah yang benar, merasa diri cerdas, berpikir memiliki hak, memiliki rasio, punya hikmat, memiliki kemampuan untuk mempertanyakan, mempersulit dan menghakimi tindakan Allah! Apakah kita pernah bertanya-tanya apakah kita telah terus-menerus melanggar posisi 「sebagai manusia」, terus-menerus berbuat salah kepada Tuhan, membuat Tuhan sedih dan bertindak ofensif melanggar Tuhan, dan terus-menerus menimbun murka-Nya tanpa introspeksi diri? Manusia adalah orang berdosa! Berhutang penghormatan, rasa syukur, dan kepercayaan yang sepatutnya kepada Tuhan. Jika Tuhan ingin membuat hitung-hitungan dengan kita, akan betapa mengerikan nasib kita! Jika Allah memutuskan untuk tidak memberi kita belas kasihan, kita segera hilang! Wahai manusia, apa yang hebat dari dirimu?

Pujian seruan kekaguman Paulus ini, tidak hanya mengingatkan dan menegur manusia agar manusia merenungkan lagi, tetapi pada saat yang sama juga memberikan penghiburan yang besar kepada orang yang beriman bersandar kepada Allah! Karena beberapa kata dari Perjanjian Lama ini sekali lagi mengingatkan kita: Allah mampu! Allah memiliki hikmat! Allah berbelas kasihan! Allah bersedia terus menerus memberikan anugerah! Ia yang berkuasa! Allah sangat mengasihi manusia, pasti akan menggenapkan rencana menyelamatkan manusia! Ayub setelah mengalami bencana besar, ada banyak depresi, menyakitkan dan tidak mengerti. Dalam putus asa, ia mempertanyakan Tuhan dan berdebat dengan Allah! Tetapi Allah tidak mengabaikan dia, dan Tuhan berbicara dengan intim dengannya. Walaupun Allah tidak memberinya semua jawaban, tetapi hal yang paling berharga yang diberikan kepadanya adalah bahwa Allah memperhatikan dia, mencintainya, dan memberinya rahmat. Yesaya kemudian menghibur umat Allah dan berkata 「27 Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: “Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?” 28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. 29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. 30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, 31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.」 (Yes. 40:27-31)

Setelah tiga kali Paulus bertanya 「siapakah?」 bagaimana manusia bisa menjawab? Hanya dapat menjawab: 「Tidak ada satu orang pun!」 Tidak ada satupun orang yang mengetahui pikiran Allah, yang bisa menjadi penasehat-Nya, atau yang terlebih dahulu memberikan sesuatu kepada Allah! Tidak ada! Tidak ada manusia yang adalah Allah, tak seorang pun dapat mengambil tempat Allah, tak seorang pun dapat mengambil kedaulatan Tuhan, tak seorang pun dapat melampaui hikmat Tuhan. Sebagai manusia, sepanjang kehidupan kita perlu terus menerima anugerah Allah, dan kita hanya sedikit dapat memahami hikmat Allah! Sebagai anak-anak Tuhan, berkat terbesar kita adalah bahwa Bapa telah memberikan kita kasih yang kekal abadi! Sebagai pelayan yang dipanggil-Nya, kita hanya seumur hidup melayani bersama dengan Tuhan, sepanjang hidup mengalami tindakan Allah yang indah ajaib, dan di mana-mana memuji namanya yang Kudus! karena ada Allah, kita tidak takut, tidak gentar, tidak kekurangan apa-apa! Karena ada Tuhan, kita akan mampu datang ke rumah di Sorga di esok hari tanpa rasa bersalah, tidak ada celaan, tidak berdosa, tidak ada air mata, dan ada kebahagian yang abadi. Di masa sekarang dengan pujian kepada Tuhan menerima semua kekayaan kasih karunia Allah, sehingga kita kembali lagi mendapatkan kekuatan, seperti elang mengembangkan sayap terbang tinggi!

Renungkan:
Kerendahan hati dan pujian tidak membuat kita menjadi tidak berdaya!
Kerendahan hati dan pujian membuat kita benar-benar tahu bahwa kita manusia, Allah adalah Allah!
Kerendahan hati dan pujian memungkinkan kita untuk memahami setiap hari kekuatan, hikmat, dan kasih karunia datang dari Allah.
Kerendahan hati dan pujian membawa kita lebih dekat kepada Allah, dengan hati Kristus, menjadi berkat bagi semua bangsa!


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).