「Isteri yang berbudi cakap (2)」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 31:13-31 [ITB])
13 Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.
14 Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya.
15 Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.
16 Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.
17 Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya.
18 Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam.
19 Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal.
20 Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.
21 Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.
22 Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya.
23 Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri.
24 Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang.
25 Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan.
26 Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.
27 Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.
28 Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia: 『29Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.』
30 Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.
31 Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!
Perikop 30:10-31 adalah 「puisi akrostik」 (puisi yang disusun dari tiap huruf awalan kata atau kalimat) yang menggambarkan isteri yang cakap berbudi luhur. Puisi dapat dibagi menjadi tiga bagian, dan kemarin kita merenungkan bagian pertama (ayat 10-12). Hari ini kita akan melihat dua paragraf tersisa, yang masing-masing menggambarkan kehidupan wanita ini di dalam dan di luar keluarga, dan pujian dari keluarganya.
Bagian kedua adalah dari ayat 13 sampai 27, menggambarkan istri yang cakap dalam banyak aspek. Tidak hanya mengelola dan mengorganisasi dengan baik urusan rumah, dia juga sangat berprestasi dalam masyarakat. Dalam hal pekerjaan rumah tangga, ia sangat pandai menangani berbagai hal, pertama, bangun pagi-pagi untuk menyiapkan makanan yang dibutuhkan keluarga (ayat 15); kedua, mengoordinasikan pekerjaan kepada para pelayan perempuan di rumah (ayat 15); ketiga, sudah memperhitungkan waktu kapal akan bersandar, sehingga dapat tepat pada waktunya memesan bahan makanan (ayat 14); keempat, membeli tanah yang cocok untuk ditanami dan menanam kebun anggur (ayat 16); kelima, memiliki pikiran bisnis dan menjalankan bisnis keluarga (ayat 18); dan karena kedua tangannya tangkas menjalankan alat pemintal (ayat 19), maka dapat membuat pakaian dan ikat pinggang untuk dijualnya kepada pedagang (ayat 24); keenam, dengan pekerjaan tangan yang halus dan tangkas, dia menjahit pakaian dua lapis untuk keluarganya sehingga mereka tetap hangat di musim dingin (ayat 21). Kerja kerasnya telah diakui oleh semua orang: 「Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya」 (ayat 27).
Hati wanita yang cakap ini tidak terkekang oleh pemikiran egois dan picik 「tidak perlu peduli orang lain」, dia tetap menjaga hubungan yang baik dengan komunitas. Partisipasinya dalam komunitas meliputi: pertama, 「ia membuka tangannya untuk memberi kepada yang membutuhkan, dan mengulurkan tangannya untuk membantu yang miskin」 (ayat 20), ia bukan hanya menyumbangkan bantuan ekonomi, ayat Alkitab menggambarkan partisipasinya dengan 「memberikan tangannya」 dan 「mengulurkan tangannya」, menunjukkan bahwa ia bekerja keras untuk membantu mereka yang membutuhkan. Partisipasi berarti dia melakukan yang terbaik untuk membantu mereka yang membutuhkan: di musim salju hari, jadi dia tidak hanya menyediakan pakaian hangat untuk anggota keluarganya saja (ayat 21); kedua, dia adalah seorang guru kebijaksanaan: 「ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya」 (ayat 26). Di sini mengacu pada tindakan kebaikannya, memberi kepada mereka yang membutuhkan; dia mengajar orang lain untuk menyampaikan kebijaksanaan; dia memperlakukan orang lain dengan belas kasih.
Wanita itu begitu luar biasa sehingga 「dia bangun sebelum fajar」 (ayat 15), tetapi 「pelitanya tidak pernah padam sepanjang malam」 (ayat 18). Dia mengelola keluarga dengan baik, mengurus suami dan anak-anaknya, memberikan uang kepada orang miskin, dan mengajarkan ajaran yang penuh kasih sayang, dll. Dari mana energinya berasal? Ternyata dia memiliki lengan yang kuat, kekuatan dan daya tahan untuk tugas-tugasnya (ayat 17; 「her arms are strong for her tasks」 NIV), yang dikombinasikan dengan energinya yang efektif dan gigih, membuat dia berbeda dengan orang pada umumnya (ayat 25; 「Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan」). Badannya yang kuat, hatinya yang baik dan kehidupan rohaninya menjadi landasan dan alasan penting baginya untuk membangun keluarga dan aktif di masyarakat.
Bagian ketiga adalah empat ayat terakhir. Orang bijak menunjukkan bahwa wanita cakap ini, diakui oleh anak-anaknya dan dipuji oleh suaminya. Alasan mengapa dia dikagumi bukan karena kerja keras dan kekayaannya, atau kecantikannya yang menawan, tetapi karena dia mengabdikan dirinya untuk takut akan Tuhan! (ayat 30 「Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji」)
Sampai di sini, kita telah menyelesaikan renungan seluruh Kitab Amsal empat periode, kiranya kita dibimbing oleh Roh Kudus, belajar dan merealisasikan 「takut akan Tuhan」 (1:7) sepanjang hidup kita, sehingga kita memperoleh hikmat (9:10) , dan menerima berkat kekal dari Tuhan (Ul. 5:29).
Renungkan:
1) Mari berdoa untuk ibu, saudara perempuan, istri dan anak perempuan kita, memohon kepada Tuhan untuk menjadikan mereka perempuan yang penuh kebajikan.
2) Apakah saya bersedia membuat janji tekad kepada Tuhan untuk takut akan Tuhan sepanjang hidup saya?
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 24-31 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Mei 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).