「Pengajaran 5: Memeluk Hikmat」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 4:1-9 [ITB])
1 Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, 2 karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku. 3 Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, 4 aku diajari ayahku, katanya kepadaku:
「Biarlah hatimu memegang perkataanku;
berpeganglah pada petunjuk-petunjukku,
maka engkau akan hidup.
5 Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian,
jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.
6 Janganlah meninggalkan hikmat itu,
maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia,
maka engkau akan dijaganya.
7 Permulaan hikmat ialah:
perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian.
8 Junjunglah dia,
maka engkau akan ditinggikannya;
engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya.
9 Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah di kepalamu, mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu.」
Perikop ini adalah tentang seorang ayah yang berbagi tradisi spiritual keluarga kepada putranya, meminta mereka untuk memperhatikan dan memelihara pengajaran keluarga sehingga mereka dapat menikmati hidup yang berkepenuhan. Sang ayah ini mewariskan ajaran ayahnya kepada generasi berikutnya (Ulangan 6; Mazmur 85:5-8). Dahulu ia telah menerima serta mengalami pengajaran dan berkatnya, sekarang dia berharap agar para putranya juga dapat meneruskannya. Ketika dia mengingat masa lalu, dia menyebut dirinya 「anak」 (ayat 3). Beberapa terjemahan (misal KJV, ITB, CUV Mandarin) menerjemahkan sebagai 「anak-anak (children)」, atau seperti NIV dan NASB menerjemahkan sebagai anak-anak laki-laki (sons). Peneliti Alkitab menunjukkan bahwa dalam konsep Ibrani, 「anak」 tidak selalu ditentukan oleh hubungan darah, tetapi lebih ditentukan 「ketaatan」 anak, ayah ini ingin agar mereka sebagai anak mengikuti teladannya dan menaati ayah mereka.
Sang ayah selanjutnya menasihati semua anak-anaknya untuk 「mendengarkan」 dan 「memperhatikan」 (ayat 1) tentang apa yang dibagikan oleh sang ayah, dan menasihati mereka: 「hatimu hendaknya memegang (menjaga)」 (ayat 4), yaitu agar memelihara hikmat yang diajarkan kepada mereka disimpan dalam hati. Dalam sembilan ayat ini, penulis menggunakan banyak sinonim untuk hikmat, seperti didikan, pengertian, ilmu, petunjuk, perkataan, dan hikmat, jika mereka menerima pengajaran tersebut, mereka dapat memperoleh kebijaksanaan, yaitu memiliki wawasan, pengetahuan, dan pemahaman. Ketika mendapatkan hikmat tersebut, mereka akan belajar menganalisa keadaan, mengembangkan dan menguasai bagaimana memutuskan dan melaksanakannya dalam kehidupan.
Dalam ayat 4 sampai ayat 9, sang ayah ingin meneruskan pesan yang diwarisi dari ayahnya, berulang kali dia membawakan perintah ganda: 「perolehlah hikmat, perolehlah pengertian」 (ayat 5, 7). Para anak hendaknya memiliki sikap proaktif terhadap hikmat, ketika mereka berkomitmen berusaha untuk mendapatkan hikmat, ayat 6 dan 8 menjelaskan berkat apa yang akan mereka terima. Sang ayah dua kali mengingatkan 「janganlah meninggalkan」 didikan, dengan demikian hikmat akan menjaga dan melindungi mereka; ketika mereka menjunjung tinggi hikmat, pada saat yang sama mereka akan dijadikan terhormat!
Ada sebuah kata kunci dalam ayat 7 「permulaan hikmat」. Apa artinya ini? Apa tidak terduga oleh pembaca adalah 「untuk memperoleh hikmat」! Dalam materi renungan kita pada hari pertama, 1:7 menyatakan: 「Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan.」 Faktanya, orang bijak menginspirasi kita 「mengejar hikmat adalah hal yang paling penting, dan harus menggunakan segala yang kau peroleh untuk mendapatkan pengertian」 (ayat 7), yang berarti menggunakan waktu, energi, dan sumber daya yang kita miliki untuk mendapatkan hikmat. Saat kita mendapat hikmat, kita mengerti bahwa itu bukanlah hasil kerja keras kita, tapi anugerah Tuhan. Dalam hidup kita, tidak ada yang lebih penting daripada mendapatkan hikmat Tuhan!
Renungkan:
(1) Mendapatkan hikmat, hikmat akan memberikan perlindungan, kehidupan dan kehormatan sebagai balasannya, apakah Anda bersedia seumur hidup berusaha untuk memeluk hikmat?
(2) Berdoa supaya Tuhan membantu Anda membangun tradisi spiritual keluarga Anda;
(3) Warisan apa yang harus kita tinggalkan untuk generasi berikutnya? Selain materi, kita juga bisa mewarisi hikmat rohani!
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.