Tag Archives: Berkat

Amsal 4:1-9

「Pengajaran 5: Memeluk Hikmat」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 4:1-9 [ITB])
1 Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, 2 karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku. 3 Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, 4 aku diajari ayahku, katanya kepadaku:
Biarlah hatimu memegang perkataanku;
berpeganglah pada petunjuk-petunjukku,
maka engkau akan hidup.
5 Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian,
jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.
6 Janganlah meninggalkan hikmat itu,
maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia,
maka engkau akan dijaganya.
7 Permulaan hikmat ialah:
perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian.
8 Junjunglah dia,
maka engkau akan ditinggikannya;
engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya.
9 Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah di kepalamu, mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu.

Perikop ini adalah tentang seorang ayah yang berbagi tradisi spiritual keluarga kepada putranya, meminta mereka untuk memperhatikan dan memelihara pengajaran keluarga sehingga mereka dapat menikmati hidup yang berkepenuhan. Sang ayah ini mewariskan ajaran ayahnya kepada generasi berikutnya (Ulangan 6; Mazmur 85:5-8). Dahulu ia telah menerima serta mengalami pengajaran dan berkatnya, sekarang dia berharap agar para putranya juga dapat meneruskannya. Ketika dia mengingat masa lalu, dia menyebut dirinya anak (ayat 3). Beberapa terjemahan (misal KJV, ITB, CUV Mandarin) menerjemahkan sebagai anak-anak (children), atau seperti NIV dan NASB menerjemahkan sebagai anak-anak laki-laki (sons). Peneliti Alkitab menunjukkan bahwa dalam konsep Ibrani, anak tidak selalu ditentukan oleh hubungan darah, tetapi lebih ditentukan ketaatan anak, ayah ini ingin agar mereka sebagai anak mengikuti teladannya dan menaati ayah mereka.

Sang ayah selanjutnya menasihati semua anak-anaknya untuk mendengarkan dan memperhatikan (ayat 1) tentang apa yang dibagikan oleh sang ayah, dan menasihati mereka: hatimu hendaknya memegang (menjaga) (ayat 4), yaitu agar memelihara hikmat yang diajarkan kepada mereka disimpan dalam hati. Dalam sembilan ayat ini, penulis menggunakan banyak sinonim untuk hikmat, seperti didikan, pengertian, ilmu, petunjuk, perkataan, dan hikmat, jika mereka menerima pengajaran tersebut, mereka dapat memperoleh kebijaksanaan, yaitu memiliki wawasan, pengetahuan, dan pemahaman. Ketika mendapatkan hikmat tersebut, mereka akan belajar menganalisa keadaan, mengembangkan dan menguasai bagaimana memutuskan dan melaksanakannya dalam kehidupan.

Dalam ayat 4 sampai ayat 9, sang ayah ingin meneruskan pesan yang diwarisi dari ayahnya, berulang kali dia membawakan perintah ganda: perolehlah hikmat, perolehlah pengertian (ayat 5, 7). Para anak hendaknya memiliki sikap proaktif terhadap hikmat, ketika mereka berkomitmen berusaha untuk mendapatkan hikmat, ayat 6 dan 8 menjelaskan berkat apa yang akan mereka terima. Sang ayah dua kali mengingatkan janganlah meninggalkan didikan, dengan demikian hikmat akan menjaga dan melindungi mereka; ketika mereka menjunjung tinggi hikmat, pada saat yang sama mereka akan dijadikan terhormat!

Ada sebuah kata kunci dalam ayat 7 permulaan hikmat. Apa artinya ini? Apa tidak terduga oleh pembaca adalah untuk memperoleh hikmat! Dalam materi renungan kita pada hari pertama, 1:7 menyatakan: Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan. Faktanya, orang bijak menginspirasi kita mengejar hikmat adalah hal yang paling penting, dan harus menggunakan segala yang kau peroleh untuk mendapatkan pengertian (ayat 7), yang berarti menggunakan waktu, energi, dan sumber daya yang kita miliki untuk mendapatkan hikmat. Saat kita mendapat hikmat, kita mengerti bahwa itu bukanlah hasil kerja keras kita, tapi anugerah Tuhan. Dalam hidup kita, tidak ada yang lebih penting daripada mendapatkan hikmat Tuhan!

Renungkan:
(1) Mendapatkan hikmat, hikmat akan memberikan perlindungan, kehidupan dan kehormatan sebagai balasannya, apakah Anda bersedia seumur hidup berusaha untuk memeluk hikmat?

(2) Berdoa supaya Tuhan membantu Anda membangun tradisi spiritual keluarga Anda;

(3) Warisan apa yang harus kita tinggalkan untuk generasi berikutnya? Selain materi, kita juga bisa mewarisi hikmat rohani!


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amsal 3:13-20

「Puisi Hikmat 2: Berbahagia Mendapat Hikmat」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 3:13-20 [ITB])
13 Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, 14 karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.
15 Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya.
16 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.
17 Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.
18 Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.
19 Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit, 20 dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan menitikkan embun.

Amsal 3:13-20 berada di tengah dua bagian utama (3:1-12 dan 3:21-35). Ini adalah puisi hikmat yang menggambarkan pujian terhadap hikmat. Perikop ini dapat dibagi menjadi dua bagian, ayat 13-18 tentang terberkati mendapatkan hikmat, dan ayat 19-20 hikmat penciptaan.

Bagian pertama dimulai dan diakhiri dengan berbahagialah (ayat 13, 18). Orang bijak berkata bahwa orang yang memperoleh hikmat adalah yang berbahagia, yang mencakup aspek materi dan aspek kehidupan. Kalimat dalam bahasa asli di ayat 13 dimulai dengan berbahagialah (blessed / diberkati), jadi siapa yang diberkati? Mereka yang mendapatkan hikmat dan yang memperoleh kepandaian. Terberkati ini menunjuk pada situasi menikmati berkat adalah menemukan hikmat. Berikut ayat 14-15 yang mengikutinya, menggunakan gaya penulisan perbandingan untuk menggambarkan nilai hikmat, perbandingan lebih berharga menekankan nilai suatu hal yang lebih berharga daripada yang lain. Ayat 14 merupakan bagian dari ayat 13, yang berfungsi menunjukkan hasil dari menemukan hikmat serta nilainya yang tak tertandingi. Bagi banyak orang, mendapatkan emas, perak, dan permata adalah apa yang kauinginkan (ayat 15). Tetapi orang bijak menunjukkan bahwa diberkati mendapatkan hikmat adalah lebih baik daripada permata, emas dan perak.

Orang bijak melanjutkan penggambaran tentang mendapatkan berkat hikmat dalam aspek materi dan non materi di ayat 16-18. Mungkin pembaca telah melihat bahwa hikmat secara antropomorfisme diekspresikan sebagai seorang wanita (ia (she)di ayat 15 atau …nya (her)di ayat 16-18 adalah kata ganti orang feminim. Lihat juga 1:20-33, juga muncul dalam pasal 8-9). Lalu, ayat 16-17 merupakan dua kalimat paralel, menggunakan metafora: umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan; jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata. Dalam ayat 18, hikmat secara metaforis diekspresikan sebagai pohon kehidupan (Kejadian 2:9), tema ini akan muncul kembali dalam Amsal 11:30; 13:12; 15:4. Ketika kita memeluk hikmat dan menjalin hubungan dengan-Nya, maka berkat yang kita dapatkan adalah umur panjang, kekayaan, kehormatan, jalan bahagia dan kedamaian sejahtera. Berkat-berkat ini dijelaskan secara rinci di 3:1-12 dan dikukuhkan lagi di ayat 13-20 (bacalah ulang 3:1-12 dan bandingkan dengan 3:13-20)

Setelah memaparkan berharganya hikmat dan berkat dari hikmat, di ayat 19-20 orang bijak selanjutnya berbicara tentang peran hikmat dalam penciptaan. Dalam narasi penutup, TUHAN (Yahweh) menggunakan hikmat, kepandaian dan pengetahuan untuk menciptakan alam semesta. Allah meletakkan dan menetapkan, menggambarkan Allah adalah perancang dan arsitek alam semesta. Di paruh kedua ayat 20, menaikkan nyanyian puji-pujian tentang pemeliharaan Allah atas segala sesuatu, karena Dia membuat awan menitikkan embun. Air adalah elemen penting penyokong kehidupan yang memungkinkan tumbuhan dan makhluk untuk hidup serta tumbuh. Dunia ini tidak bergantung pada dirinya sendiri untuk beroperasi atau tidak bergantung pada upaya manusia untuk dapat berada dan eksis, tetapi bergantung pada berkat pemeliharaan yang didapatkan dari Sang Pencipta!

Renungkan:
(1) Apakah Anda setuju bahwa mendapatkan hikmat lebih baik dari permata emas dan perak?

(2) Hikmat adalah jalan menuju hidup, kekayaan, dan kehormatan, berkat yang dianugerahkan kepada mereka yang mengikuti hikmat, apakah Anda bersedia untuk mulai mencari hikmat? Sekarang memulai!


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mazmur 134:1-3

「Pujian」 Para Peziarah kepada TUHAN

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 134:1-3 [ITB])
1Nyanyian ziarah.
Mari, pujilah TUHAN, hai semua hamba TUHAN, yang datang melayani di rumah TUHAN pada waktu malam. 2Angkatlah tanganmu ke tempat kudus dan pujilah TUHAN!
3Kiranya TUHAN yang menjadikan langit dan bumi, memberkati engkau dari Sion.

Mazmur 134 sebagai bagian terakhir dari 「Mazmur Ziarah」, ayat 1 diterjemahkan secara langsung: 「Lihatlah / pujilah TUHAN / setiap hamba TUHAN / yakni yang berdiri di rumah TUHAN di waktu malam.」 Kata 「lihatlah」 merupakan kata seruan mengajak, tetapi di sini muncul dalam nada perintah. Sebagai bagian terakhir dari 「Mazmur Ziarah」, pemazmur menghimbau para peziarah dengan 「puji-pujian」 sebagai titik akhir ziarah. Dari Mazmur 120 sampai 133, para peziarah mengalami banyak kesulitan dan tantangan, menyediakan semua alasan bagi para peziarah untuk 「memuji」 TUHAN; oleh karena itu, bagian akhir ini dapat dikatakan memiliki makna yang sangat penting.

Meskipun merupakan sebuah mazmur pendek, tetapi memiliki ciri khas tersendiri: 「TUHAN」 dan 「memberkati」 dua kata yang muncul berulang kali dalam tiga ayat ─ 「TUHAN」( di ayat 1 ada 3 kali, ayat 2 dan 3 masing-masing 1 kali), 「memberkati」 (muncul di setiap ayat, di ayat 1 dan 2 diterjemahkan sebagai 「pujilah」, ayat 3 diterjemahan sebagai 「memberkati」). Maka dapat dilihat, bahwa 「TUHAN」 dan 「memberkati」 adalah tema dari perikop ini.

Selain itu, 「hamba TUHAN」 di ayat 1 mungkin menunjuk baik kepada para peziarah yang datang ke Bait Allah untuk menyembah dan kepada para imam yang melayani Tuhan dengan setia di Bait Kudus ini. Pemazmur mengatakan kepada kita bahwa di balik panggilan ini, para 「hamba TUHAN」 hendak 「pada malam hari berdiri di rumah Tuhan」memuji Tuhan . Apa maksudnya? Mengapa 「pada malam hari」?

Beberapa sarjana peneliti Perjanjian Lama menunjukkan bahwa ini adalah sikap waspada berjaga-jaga, penuh penantian, bahkan di saat-saat penuh kesulitan juga tetap hedak memuji TUHAN. Sebagai akhir 「Mazmur Ziarah」, itu adalah pengingat penting kepada para peziarah ─ perjalanan ziarah penuh tantangan, maka janganlah melupakan untuk waspada berjaga-jaga dan menunggu penuh penantian, dan memuji TUHAN bahkan dalam keadaan penuh kesulitan sekalipun! Dengan cara ini, TUHAN 「memberkati」 semua orang yang bersedia untuk memuji Dia dalam keadaan demikian.

「Berkat」 ─ dalam pengertian umum adalah ekspresi satu arah dari atas ke bawah, tapi Mazmur 134 mengingatkan kita bahwa 「memberkati」 adalah dua arah. TUHAN akan 「memberkati」 semua orang yang dalam waktu apapun keadaannya yang selalu 「memuji」 (dalam bahasa asli 「memberkati」) .

Renungkan: titik akhir ziarah ini ternyata tidak hanya Tuhan 「memberkati」 manusia, tetapi pada saat yang sama adalah 「pujian」 peziarah kepada Allah. Allah telah tidak menghilangkan kesulitan dan tantangan dari jalan ziarah, sebagai 「peziarah」 , kita harus siap untuk menghadapi tantangan yang dijelaskan dalam Mazmur 120 sampai 134, yang merupakan pengalaman yang nyata dan yang penuh darah, tetapi kita harus bekerja keras untuk melanjutkan dan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan perjalanan. Dalam keadaan apapun, Allah memiliki cukup 「rahmat anugerah」 untuk dicurahkan kepada kita. Kiranya kita tidak lupa untuk 「memuji」 Tuhan dalam jalan ziarah ini, dan Tuhan akan 「memberkati」 kita.


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Kej. 48:8-14, 20

「Tangan Menyilang dan Memberkati」

(Kej. 48:8-14, 20 [ITB])
8Ketika Israel melihat anak-anak Yusuf itu, bertanyalah ia: 「Siapakah ini?」
9Jawab Yusuf kepada ayahnya: 「Inilah anak-anakku yang telah diberikan Allah kepadaku di sini.」 Maka kata Yakub: 「Dekatkanlah mereka kepadaku, supaya kuberkati mereka.」
10Adapun mata Israel telah kabur karena tuanya, jadi ia tidak dapat lagi melihat. Kemudian Yusuf mendekatkan mereka kepada ayahnya: dan mereka dicium serta didekap oleh ayahnya.
11Lalu berkatalah Israel kepada Yusuf: 「Tidak kusangka-sangka, bahwa aku akan melihat mukamu lagi, tetapi sekarang Allah bahkan memberi aku melihat keturunanmu.」
12Lalu Yusuf menarik mereka dari antara lutut ayahnya, dan ia sujud dengan mukanya sampai ke tanah. 13Setelah itu Yusuf memegang mereka keduanya, dengan tangan kanan dipegangnya Efraim, yaitu di sebelah kiri Israel, dan dengan tangan kiri Manasye, yaitu di sebelah kanan Israel, lalu didekatkannyalah mereka kepadanya.
14Tetapi Israel mengulurkan tangan kanannya dan meletakkannya di atas kepala Efraim, walaupun ia yang bungsu, dan tangan kirinya di atas kepala Manasye–jadi tangannya bersilang, walaupun Manasye yang sulung.
20Lalu diberkatinyalah mereka pada waktu itu, katanya: 「Dengan menyebutkan namamulah orang Israel akan memberkati, demikian: Allah kiranya membuat engkau seperti Efraim dan seperti Manasye.」 Demikianlah didahulukannya Efraim dari pada Manasye.

(Bacalah Kej. 48, silahkan klik di sini untuk membuka.) Yakub sebelum meninggal memberkati dua anak laki-laki Yusuf, mendahulukan anak bungsu Efraim di atas anak sulung Manasye. Secara sastra, ini terdapat banyak kemiripan dan perbedaan dengan Ishak sebelum meninggal memberkati Esau dan Yakub (Kej. 27-28). Kemiripannya mencakup:

(1) Dua orang memberkati sebelum meninggal (Ishak dan Yakub) semua matanya kabur tidak dapat melihat.

(2) Dua orang ayah semua mengajukan pertanyaan yang mirip (「engkau adalah siapa?」), melakukan permintaan yang sama (「mendekatkanlah kepadaku」), dan melakukan tindakan yang sama (mencium).

(3) Berkat dibagi menjadi dua tahap: yang pertama berkat bersifat pribadi, yang kedua berkat bersifat umum. Dua orang ayah di tahap pertama, semua lebih dahulu (menghendaki) memberkati satu anak laki-laki yang lebih dicintai (Ishak menghendaki berkat bagi Esau, Yakub hendak memberkati Yusuf Kej. 48:15).

(4) Di tahap pertama berkat ayah semuanya hendak 「dikoreksi」, namun mereka semua menolak (Ishak menolak koreksi dari Esau, Yakub menolak koreksi Yusuf Kej. 48:17-19).

(5) Berkat di tahap pertama semuanya tidak menyeluruh, oleh karena itu dua orang ayah memanggil anak laki-laki datang, sebagai berkat tahap kedua.

(6) Berkat tahap kedua melengkapi berkat tahap pertama, khususnya adalah isi berkat dari Tuhan yang diberikan dalam Perjanjian Abraham, semuanya disebutkan di berkat tahap kedua. Berkat yang Ishak berikan kepada Yakub mencakup berkat yang Allah berikan kepada Abraham, keturunan dan janji atas tanah. Berkat Yakub bagi Yehuda mencakup memperoleh kemenangan atas musuh, dipuji oleh para saudara, ada raja yang akan keluar dari garis keturunannya (berkat raja yang bersifat Mesianik).

(7) Setelah dua orang ayah selesai memberkati, terdapat pihak ketiga (Allah dan Yusuf) yang memberikan jaminan atas berkat tersebut.

Tetapi perbedaan paling besar antara keduanya terdapat pada kata kerja 「tahu」 (yāda‘). Ishak berkata: 「saya tidak tahu」 (Kej. 27:2), tetapi saat Yusuf hendak mengoreksi Yakub, Yakub justru berkata: 「saya tahu, anakku, saya tahu」 (Kej. 48:19). Ishak tidak tahu Ribka dan Yakub membohongi ia, tidak tahu Allah memilih anak bungsu adalah prinsip bersifat rohani (sebenarnya sebelum melahirkan anak kembar, Allah sudah memberikan petunjuk, adalah dirinya sendiri yang sengaja tidak menaati Allah), tidak tahu waktu kematian dirinya masih jauh. Sebaliknya, Yakub walaupun sama-sama mata jasmani buram, justru mata rohaninya terang, ia tahu dirinya sendiri segera meninggalkan dunia, ia tahu prinsip Allah memilih anak bungsu, ia tahu apa yang akan dialami para anak di waktu akhir, menunjukkan rohani Yakub yang melampaui umum, berkat yang diucapkan dari dirinya juga berbeda.

Renungkan: Apakah anda pernah datang di hadapan Allah membawa keinginan, namun jawaban yang didapatkan justru bukan yang engkau inginkan? Sebenarnya masakan Allah tidak tahu keinginan orang, tetapi Dia memiliki hak dan kedaulatan bertindak sesuai kehendak-Nya. Dan lagi kita sering hanya memiliki pandangan satu sisi, pandangan sesaat saja, hanya Allah yang memandang secara keseluruhan, menyatakan ketetapan Dia yang indah dan baik secara kekal.

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Kej. 47:7-12

「Berkat dan Menetap」

Apakah tidak terbalik Yakub seorang pengungsi memberkati Firaun yang berkuasa besar? Apa maknanya?

(Kej. 47:7-12 [ITB])
7Yusuf membawa juga Yakub, ayahnya, menghadap Firaun. Lalu Yakub memohonkan berkat bagi Firaun.
8Kemudian bertanyalah Firaun kepada Yakub: 「Sudah berapa tahun umurmu?」
9Jawab Yakub kepada Firaun: 「Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing.」
10Lalu Yakub memohonkan berkat bagi Firaun, sesudah itu keluarlah ia dari depan Firaun.
11Yusuf menunjukkan kepada ayahnya dan saudara-saudaranya tempat untuk menetap dan memberikan kepada mereka tanah milik di tanah Mesir, di tempat yang terbaik di negeri itu, di tanah Rameses, seperti yang diperintahkan Firaun. 12Dan Yusuf memelihara ayahnya, saudara-saudaranya dan seisi rumah ayahnya dengan makanan, menurut jumlah anak-anak mereka.

(Bacalah Kej. 47, silahkan klik di sini untuk membuka.) Kitab Kejadian pasal 47 berbicara tentang 「hikmat」 Yusuf, di satu segi ia membuat seluruh rumah tinggal di daerah yang paling baik di seluruh Mesir (Kej. 47:11), malah mendapatkan bahan makanan melalui bencana kelaparan, tetapi juga karena pekerjaan mereka beternak yang merupakan kekejian (yang dibenci) orang Mesir, dengan ini menjadi cara menjaga keterpisahan (lihat bahwa 「kudus」 artinya yang dipisahkan), menghindari kontaminasi dari agama asing . Mereka tinggal di tanah 「Rameses」, sangat mungkin adalah sebelah timur daerah delta sungai Nil, kelak umat Israel dari di sana berangkat pergi menuju tanah perjanjian (Kel. 12:37). Dari segi lain, Yusuf juga memakai hikmatnya menyelamatkan orang-orang di seluruh Mesir, dengan persediaan bahan makanan yang mencukupi, melewati 7 tahun masa bencana kelaparan besar. Ia memakai bahan makanan ditukarkan dengan uang perak, ternak, tanah dari orang Mesir, bahkan semua orang Mesir semua menjadi budak Firaun, hanya imam sebagai pengecualian, membuat Firaun mengumpulkan semua kekayaan Mesir.

Tetapi di antaranya yang paling menarik perhatian adalah, ia membawa Yakub ayahnya datang memberkati Firaun. Yakub bersaksi tentang cara pandang dunia / falsafah hidup dirinya sendiri (yakni sebagai orang menumpang di dunia) kepada Firaun, juga menyampaikan kerinduan kepada yang ilahi (hidupnya pendek juga penuh kesulitan). Yakub bukan saja datang sampai di Mesir adalah menumpang, di Haran rumah Laban pamannya adalah menumpang, bahkan di tanah Kanaan juga adalah menumpang. Seperti penulis Perjanjian Baru berkata: 「Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.」 (Ibrani 11:15-16).

Yakub berkata tahun dan hari ia berada di dunia adalah 「selain pendek juga pahit」 (mǝ‘aṭ wǝrā‘îm), menjelaskan ia mengalami tahun kehidupan yang tragis. Ini adalah penggambaran seumur hidup Yakub yang sangat jelas dan solid, tetapi didengar di telinga para anak laki-lakinya, pasti merupakan rasa yang sangat tidak enak. Tentu saja di antaranya banyak kesulitan dan hal yang pahit adalah akibat dari perbuatan Yakub sendiri. Namun Allah memberi berkat kepada Yakub, setelah sampai di Mesir, masih hidup 17 tahun dengan tenang dan berkelimpahan, terus sampai 147 tahun meninggalkan dunia dengan tenang .

Yakub sebelum dan sesudah bersaksi kepada Firaun, dua kali memberkati Firaun (wayǝbārek ya‘āqōb ’et par‘ōh, Kej. 47:7, 10). Prinsip Alkitab: 「Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi」 (Ibrani 7:7), dalam pertemuan kali ini jika sesuai logika, Firaun saat itu yang paling memiliki kuasa seharusnya yang memberkati Yakub, tanpa disangka Yakub yang datang ke Mesir sebagai pengungsi justru yang memberkati Firaun, dapat dilihat bahwa identitas dan kedudukan Yakub sedemikian mulia bermartabat. Ini juga terhubung dengan janji paling awal yang TUHAN berikan kepada Abraham: 「olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat」 (Kej. 12:3), di sini sesungguhnya mulai direalisasikan.

Renungkan: Bagaimanakah anda memandang tahun kehidupan diri sendiri? Apakah pendek dan juga pahit, atau menjadi berkat bagi orang banyak? Yakub yang sudah melewati perubahan, kehidupannya yang berkepenuhan menjadi berkat bagi orang banyak. Kiranya engkau dan saya juga menjadi berkat bagi orang banyak. (Dalam penyertaan Allah, tidak hanya Yakub saja, Yusuf anaknya juga menjadi berkat bagi orang banyak. Kuncinya adalah hormat dan taat kepada Allah, lihatlah bagaimana Yakub berhenti sebelum meneruskan perjalanan, juga Yusuf yang takut berbuat salah kepada Allah, dengan cara itu mereka berjalan dalam jalan Allah.)

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Zakharia 9:11-10:12

「Aku akan memberkati mu berlipat ganda 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Zakharia ditulis oleh 呂焯安 (Lǚ Zhuō Ān)  yang dipublikasi pada bulan Juli 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Zakharia 9:11-10:12 [ITB])
11 Mengenai engkau, oleh karena darah perjanjian-Ku dengan engkau, Aku akan melepaskan orang-orang tahananmu dari lobang yang tidak berair. 12 Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat!
13 Sebab Aku melentur Yehuda bagi-Ku, busur Kuisi dengan Efraim, dan Aku mengayunkan anak-anakmu, hai Sion, terhadap anak-anakmu, hai Yunani, dan Aku akan memakai engkau seperti pedang seorang pahlawan.
14 TUHAN akan menampakkan diri kepada mereka, dan anak panah-Nya akan melayang keluar seperti kilat. Dan Tuhan ALLAH akan meniup sangkakala dan akan berjalan maju dalam angin badai dari selatan.
15 TUHAN semesta alam akan melindungi mereka, dan mereka akan menghabisi dan menginjak-injak pengumban-pengumban. Mereka akan minum darah seperti minum anggur dan menjadi penuh seperti bokor penyiraman, seperti penjuru-penjuru mezbah.
16 TUHAN, Allah mereka, akan menyelamatkan mereka pada hari itu; seperti kawanan domba umat-Nya itu, sungguh, mereka seperti permata-permata mahkota yang berkilap-kilap, demikianlah mereka di tanah TUHAN.
17 Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya! Teruna bertumbuh pesat karena gandum, dan anak dara karena anggur.

10:1 Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikannya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.
2 Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.
3 “Terhadap para gembala akan bangkit murka-Ku dan terhadap kepala-kepala kawanan kambing Aku akan mengadakan pembalasan, sebab TUHAN semesta alam memperhatikan kawanan ternak-Nya, yakni kaum Yehuda, dan membuat mereka sebagai kuda keagungan-Nya dalam pertempuran. 4 Dari pada mereka akan muncul batu penjuru, dari pada mereka akan muncul patok kemah, dari pada mereka akan muncul busur perang, dari pada mereka akan keluar semua penguasa bersama-sama. 5 Maka mereka akan seperti pahlawan yang menginjak-injak musuh seakan-akan itu lumpur di jalan; mereka akan berperang, sebab TUHAN menyertai mereka, dan mereka akan membuat malu orang-orang yang mengendarai kuda.
6 Aku akan membuat kuat kaum Yehuda, dan Aku menyelamatkan keturunan Yusuf. Aku akan membawa mereka kembali, sebab Aku menyayangi mereka; dan keadaan mereka seakan-akan tidak pernah ditolak oleh Aku, sebab Akulah TUHAN, Allah mereka, dan Aku akan menjawab mereka.
7 Efraim akan seperti seorang pahlawan, hati mereka akan bersukacita seperti oleh anggur. Anak-anak mereka akan melihatnya, lalu bersukacita dan hati mereka bersorak-sorak karena TUHAN.
8 Aku akan bersiul memanggil mereka dan Aku akan mengumpulkan mereka, sebab Aku sudah membebaskan mereka, dan jumlah mereka menjadi banyak seperti dahulu. 9 Sekalipun Aku telah menyerakkan mereka ke antara bangsa-bangsa, tetapi di tempat-tempat yang jauh mereka akan ingat kepada-Ku; mereka akan hidup bersama-sama anak-anak mereka dan mereka akan kembali. 10 Aku akan membawa mereka kembali dari tanah Mesir, dan dari Asyur Aku akan mengumpulkan mereka; Aku akan membawa mereka masuk ke tanah Gilead dan ke Libanon, sehingga tidak ada tempat lagi bagi mereka. 11 Mereka akan menyeberangi laut Mesir dan Ia akan memukul gelombang di laut, sehingga segala tempat yang dalam di sungai Nil menjadi kering. Kebanggaan Asyur akan diturunkan dan tongkat kerajaan Mesir akan lewat.
12 Aku akan menguatkan mereka, dan mereka akan bermegah di dalam nama TUHAN,” demikianlah firman TUHAN.

Ayat kunci: 「Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya! Teruna bertumbuh pesat karena gandum, dan anak dara karena anggur 」 (Za. 9:17).

Nabi Zakharia mencatat dua pengilhaman tentang kedatangan Messiah yang pertama kali dan yang kedua kali, menunjukkan kepada umat sisa yang kembali bahwa Messiah akan berperang bagi mereka (Za. 9:1-14:21). Dengan latar belakang Tuhan akan berperang bagi Israel dan memukul bangsa-bangsa asing, dituliskanlah pengilhaman pertama tentang 「memukul Hadrakh 」 untuk menunjukkan rencana Allah: bahwa Messiah pada kedatangan yang pertama akan memanggil dan mengumpulkan ulang Israel, tetapi Sang Gembala Agung akan ditolak, sehingga dalam tangan gembala palsu domba-domba tersebut dihukum diserakkan ke bangsa-bangsa asing; namun pada kedatangan kedua kali, Yerusalem akan dilepaskan dari pengepungan, Ia akan menghakimi bangsa-bangsa asing, menolong Israel, dan membangun Kerajaan-Nya di muka bumi. Pengilhaman ini bertujuan mendorong umat sisa yang kembali agar hidup menurut kebenaran, dan dengan gairah menantikan kedatangan Messiah (Za. 9:1-11:17).

Perikop ini berbicara tentang berkat yang akan dibawakan oleh Messiah bagi Israel (Za. 9:11-10:12). Yang pertama bicara tentang berkat dalam sejarah (Za. 9:11-17):

  • dari Babilonia (Za. 9:11-12) kembali dari penawanan, seperti 「melepaskan dari lobang yang tidak berair 」 (lihat Kej. 37:24; Yer. 38:6-9); 「darah perjanjian-Ku 」 menegaskan perjanjian dengan Abraham (Kej. 15:9-11) dan perjanjian Musa (Kel. 24:3-8; 29:38-46).
  • dari Yunani (Za. 9:13-17) (lihat Catatan Blogger di bawah), Messiah akan menambahkan kekuatan umat pilihan, menang atas musuh. Gambaran dalam bagian ini digenapi sebagian saat Israel melepaskan diri dari jajahan Yunani saat revolusi Makabe (tahun 175-163 S.M.) Namun penggenapan secara keseluruhan harus menunggu kedatangan Messiah yang kedua kali, yang digambarkan dalam seluruh fasal 10.

Za. 10:1-12 adalah nubuat berkat. Sepatutnya memandang pada TUHAN saja (Za. 10:1), hanya Dia saja sumber sesungguhnya dari berkat. Di dalam Alkitab, seringkali air hujan adalah simbol macam-macam berkat, termasuk yang bersifat rohani dan materi (lihat Yes. 55:10-12; Hos. 6:3; Yoel 2:21-23). TUHAN (Yehova) adalah Allah yang sesungguhnya, Ia akan menghakimi nabi-nabi palsu (Za. 10:1-3a). Karena masalah dari umat pilihan yang sudah-sudah adalah mendengarkan dan percaya perkataan palsu (tentang gembala palsu ini, lihat Yes. 56:10-11; Yer. 23:1-4; Yeh. 34:1-10). Kemudian Ia akan menolong dan memulihkan Israel (Za. 10:3-12) yakni: (1) kemenangan (Za. 10:4-5); (2) belas kasih (Za. 10:6-8); (3) pulang kembali (Za. 10:9-12). Perhatikan: dalam Za. 10:3 kata 「menghukum 」 (「mengadakan pembalasan」 dalam ITB) dan 「memperhatikan 」 dalam bahasa asli Ibrani adalah kata yang sama פּקד (paqad) 「mengunjungi」 (to visit). Kedatangan Allah adalah hukuman bagi gembala palsu, namun kedatangan Allah adalah pemeliharaan bagi umat Allah.

Dalam kesulitan atau penderitaan apakah kita tetap mempunyai pengharapan? Apakah berharap Allah melepaskan kita dari lobang tidak berair dan mengubah kita menjadi permata di mahkota?

Renungkan: 「Allah akan memberkati berlipat ganda 」 apakah ini merupakan iman mu kepada Allah? Pada saat engkau atau teman di sekitar sedang mengalami kesulitan yang seperti 「lobang tidak berair 」, apakah iman ini dapat membantu?

Rencanakan: 「Hitung setiap berkat Allah 」, bangunlah kebiasaan ini, setiap kali bertemu kesulitan, hitunglah dua atau tiga berkat anugerah Tuhan.

Doa: Tuhanku, Allahku, segala hormat kemuliaan adalah milik Mu, Engkau mengampuni dosa kesalahan umat-Mu; murka bukan kesukaan-Mu, kesukaan-Mu memberikan anugerah. Amin.


Catatan Blogger:

1. Mengenai penjelasan atas Yunani di atas:

Perhatikan perbedaan Za. 9:13 dalam Indonesia Terjemahan Baru (ITB) dan Inggris (misal ESV)

13 Sebab Aku melentur Yehuda bagi-Ku, busur Kuisi dengan Efraim, dan Aku mengayunkan anak-anakmu, hai Sion, terhadap anak-anakmu, hai Yunani, dan Aku akan memakai engkau seperti pedang seorang pahlawan.

13 For I have bent Judah as my bow; I have made Ephraim its arrow. I will stir up your sons, O Zion, against your sons, O Greece, and wield you like a warrior’s sword. (diterjemahkan lepas: Aku  melenturkan Yehuda sebagai busur-Ku; Aku membuat Efraim sebagai anak-panah. Aku akan membangkitkan anak-anakmu, oh Sion, melawan anak-anakmu, oh Yunani, dan menggunakan engkau sebagai pedang milik seorang ksatria.)

Terjemahan Inggris lebih mempermudah pemahaman kita tentang sangkut paut “Yunani” dalam teks ini.

2. TUHAN, Gembala Israel yang baik akan menghukum para pemimpin gereja yang jahat

Salah satu peringatan penting kepada para pemimpin. Za. 10:3  dengan jelas memberitahukan bahwa kedatangan Allah adalah hukuman bagi gembala palsu, namun kedatangan Allah adalah pemeliharaan bagi umat Allah.

Lihat dengan teliti Yehezkiel 34:1-10, TUHAN, Gembala Israel yang baik akan melawan gembala-gembala yang jahat, yakni para pemimpin dalam gereja yang jahat, dalam keserakahan, korupsi, dan mementingkan diri sendiri, lalai menuntun umat Allah, menggunakan umat Allah untuk kepentingan pribadi memeras umat Allah. Jika sekarang Allah belum menghukum, kelak pada saat akhir zaman akan datang kengerian besar penghukuman dari Allah sendiri. Jika anda adalah umat Allah, jangan kecewa, berdoalah untuk pertobatan mereka sehingga mereka boleh mendapatkan lawatan Tuhan dalam berkat, bukan penghukuman.

 

Kejadian 25:29-34

「Nilai dan pilihan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 25:29-34 [ITB])
29 Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
30 Kata Esau kepada Yakub: Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah. Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
31 Tetapi kata Yakub: Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu.
32 Sahut Esau: Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?
33 Kata Yakub: Bersumpahlah dahulu kepadaku. Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi.
Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub untuk mendapatkan semangkuk sup merah. Ini merupakan kunci yang sangat penting terhadap perkembangan di masa depan, juga sepenuhnya menunjukkan kepribadian, cara pandang terhadap nilai, dan pilihan kedua orang.

(1) Nama kelahiran. Si kembar lahir, yang lahir terlebih dahulu dengan tubuh merah dan berbulu, mirip jaket kulit. Orang tuanya menamainya 「Esau」 (‘ēśāw, yang berarti 「berbulu」). Belakangan, adik laki-laki Esau juga lahir, tangannya meraih tumit Esau, sehingga orang tuanya menamainya 「Yakub」 (ya’ăqōb, yang dalam bahasa Ibrani artinya mirip dengan kata benda 「tumit」 ‘āqēb, kata kerja ‘āqab berarti 「mengikut dengan erat dan tidak mau melepaskan」, yang diperluas menjadi「menipu, mencelakai, berusaha untuk mencapai tujuan, dan menghalalkan cara apa pun」). Penulis kitab menggunakan ini sebagai bayangan untuk perkembangan kisah selanjutnya.

(2) Profesi dan kepribadian. Orientasi kepribadian menentukan karier, dan karier juga membentuk kepribadian. Esau pandai berburu, sering melakukan aktivitas di luar, dan memiliki kepribadian yang lepas. Yakub suka diam, sering tinggal di tenda, dan memiliki kepribadian yang tertutup dan suram. Dan kepribadian mereka juga mempengaruhi interaksi antara anggota keluarga inti. 「Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub」, mungkin karena Yakub selalu di rumah (ayat 27-28).

(3) Nilai dan pilihan. Suatu kali, Esau kembali dari berburu, lelah dan haus, dan meminta sup merah Yakub. Yakub mengambil kesempatan untuk menukarnya dengan hak kesulungan, dan terlebih lagi meminta Esau bersumpah dahulu, satu kali untuk selamanya. 「Hak kesulungan」 (bǝkōrâ), mirip pengucapannya dengan 「berkat」 (bǝrākâ), dua kata yang sering digunakan bersamaan di dalam kisah Yakub, dan merupakan permainan kata yang terkenal (wordplay). Memperoleh hak kesulungan tidak hanya memungkinkan untuk mendapatkan bagian ganda dalam pembagian warisan keluarga (seperti putra Yusuf, Efraim dan Manasye masing-masing menjadi satu suku), tetapi juga mewakili berkat rohani dan pemilihan keselamatan. Yakub memegang tumit Esau kakaknya ketika ia lahir, dan kemudian mendambakan hak kesulungan kakaknya, sampai pada saat ini, ia akhirnya memanfaatkan kesempatan dan dengan cara licik ia berhasil. Ini tentu saja kesepakatan yang tidak adil, karena Yakub menukar sup merah yang sepele untuk hak kesulungan, menukar materi dengan rohani, dengan yang sementara untuk mendapatkan yang kekal, yang duniawi untuk yang surgawi. Namun, Alkitab memberikan penilaian atas Esau, mengatakan bahwa dia menyetujui kesepakatan pertukaran itu dengan mudah karena dia 「memandang ringan hak kesulungan itu」, sehingga kemudia sangat menyesalinya (ayat 34). Sebaliknya, meskipun cara Yakub tercela, dia merindukan berkat rohani tersebut dan membuatnya mengerahkan segenap kekuatannya untuk mengejar dan mendapatkannya.

Renungkan:
Orang bisa mengatakan hal-hal yang salah dan melakukan hal-hal yang salah: 「Ini bukan karena tidak punya waktu untuk berpikir, tetapi tidak berpikir ketika punya waktu.」 Rasul Paulus juga menasihati orang-orang percaya, 「Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi」(Kol. 3:2). Sepatutnya mempergunakan hidup untuk hal-hal yang kekal.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian 12-26

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 12-26 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) dipublikasi pada bulan Maret 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.