「Butuh derajat penyucian yang sampai ke dalam」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 4:3-7, 22-26 [ITB])
itu
Imamat pasal 4 berbicara tentang aturan korban penyucian (purification offering) terutama melibatkan empat jenis orang:
1. Imam (4:3-12),
2. Seluruh umat Israel (4:13-21),
3. Pemuka (4:22-31),
4. Individu (4:32 – 35).
Ketika kita dengan teliti mempelajari Kitab Suci, kita akan menemukan bahwa ada dua tata cara penggunaan darah dalam korban penyucian.
Tata cara penggunaan darah dalam korban penyucian yang dilakukan bagi para imam dan seluruh umat Israel memiliki langkah-langkah berikut:
1. Imam harus mencelupkan jarinya ke dalam darah (4:6, 17);
2. memercikkan sedikit dari darah itu, tujuh kali di hadapan TUHAN, di depan tabir penyekat tempat kudus (4:6, 17);
3. membubuh sedikit dari darah itu pada tanduk-tanduk mezbah pembakaran ukupan dari wangi-wangian (4:7, 18);
4. semua darah selebihnya harus dicurahkannya kepada bagian bawah mezbah korban bakaran (4:7, 18).
Dapat dilihat bahwa tata cara penggunaan darah bagi para imam dan seluruh umat Israel, terutama melibatkan tiga area tempat kudus, termasuk tabir penyekat, mezbah pembakaran ukupan dan mezbah korban bakaran. Tabir penyekat memisahkan tempat maha kudus dan mezbah pembakaran ukupan, dan mezbah pembakaran ukupan juga merupakan tempat yang sangat kudus, hanya imam yang dapat memasuki kemah dan melaksanakan tata cara penggunaan darah di mezbah pembakaran ukupan ini. Fungsi darah adalah untuk menahirkan dan menyucikan mezbah, maka kita dapat memahami pencemaran yang disebabkan oleh dosa para imam dan seluruh Israel, jika dosa imam dapat membuat umat terjerumus ke dalam dosa (4:3), sehingga seluruh umat Israel turut bersama-sama berdosa, semua kecemaran itu menodai sampai ke dalam tempat kudus (Kemah Pertemuan, Bait Suci), jadi pelaksanaan tata cara penggunaan darah juga harus dilakukan di dalam tempat kudus agar tempat kudus dapat dibersihkan.
Tata cara penggunaan darah dalam korban penyucian yang dilakukan bagi para pemuka dan individu, berbeda dengan yang dilakukan bagi para imam dan umat Israel, hanya perlu membubuh darah korban pada tanduk-tanduk mezbah korban bakaran, dan selebihnya haruslah dicurahkannya kepada bagian bawah mezbah korban bakaran (4:25, 30). Mezbah korban bakaran berada di depan pintu Kemah Pertemuan, area yang relatif lebih luar dari tempat kudus, dan tata cara penggunaan darah hanya perlu dilaksanakan di area yang relatif lebih luar, dapat menunjukkan bahwa dosa mereka mencemari relatif di bagian luar, tidak melibatkan ke dalam tempat kudus. Dan pelanggaran mereka tidak membuat umat jatuh ke dalam dosa, tidak mempengaruhi kemampuan seluruh umat, meskipun dosa mereka juga berdampak massal, tetapi hanya mempengaruhi kekudusan mezbah korban bakaran, penyucian bagi mereka hanya dibutuhkan di pinggiran, dan keseriusan kejahatannya relatif lebih kecil.
Oleh karena itu, kita melihat salah satu jenis derajat penahiran, imam adalah pemimpin rohani, mereka mencemari kejahatan yang lebih serius, bahkan bisa menjerumuskan umat ke dalam dosa, tetapi pemuka tidak membawa pengaruh yang demikian, ini membuat kita mengerti bahwa para pemimpin perlu ekstra hati-hati dalam perkataan dan perbuatan, jangan terlalu percaya diri pada kekuatan diri sendiri, harus selalu ingat dan kewaspadaan agar tidak melakukan dosa, sehingga mencemari sampai ke kedalaman tempat kudus Allah menjadi ternodai.
Renungkan:
Ketika Anda memegang peran kepemimpinan, apakah Anda waspada atas perkataan dan perbuatan sendiri, dan mengatakan tidak kepada dosa?
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.