Tag Archives: ragi mengkhamiri

1 Korintus 5:9-13

Usirlah kejahatan besar dan pelaku kejahatan besar

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 5:9-13[ITB])
9 Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul.
10 Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini. 11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama. 12 Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat? 13 Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.

【Referensi ayat】
Ayat 13 「Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu」. Lihat Ul. 13:5b 「Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu」 (Lihat Ul. 17:7; 19:19; 21:21; 22:21; 24; frasa ini muncul tujuh kali dalam Kitab Ulangan)

Jangan bergaul dengan orang-orang cabul dan usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu adalah keputusan Paulus atas orang fasik yang hidup dengan istri ayahnya. Di satu sisi tindakan gereja adalah mendisiplinkan dan menghukum mereka yang melakukan dosa besar; di sisi lain adalah meminta saudara dan saudari lainnya untuk bekerja sama yakni jangan bergaul dengan mereka yang tidak bertobat dan terus melakukan percabulan. Ketika suatu perbuatan keji yang besar terjadi, maka gereja harus memiliki prinsip, dan harus memiliki tanggung jawab terhadap Allah, terhadap internal dan eksternal. Allah membenci dosa terang-terangan jelas-jelas terlihat, di depan umum, keras kepala, dan serius! Para pemimpin gereja harus mengusir dosa kejahatan besar dan mendisiplinkan pelaku kejahatan besar!

Ayat 13 Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu, meskipun teks Yunani asli tidak mengandung frasa seperti ada tertulistetapi Paulus tampaknya mengutip frasa Perjanjian lama ini sebagai penanganan dosa besar mengambil istri ayah di pasal 5 ini. Dalam Kitab Ulangan, frasa harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu muncul sebanyak tujuh kali, ini adalah perintah yang akrab bagi orang Yahudi dan mereka yang akrab dengan Perjanjian Lama. Ini adalah keputusan hukuman berat bagi mereka yang telah melakukan kejahatan besar, yakni menghukum mati pelaku kejahatan besar agar menghapuskan dan membuang kejahatan besar dari antara umat Israel. Kejahatan besar tersebut antara lain:

  1. Mengajak murtad terhadap TUHAN, menjauh dari jalan dan Firman Allah (Ul. 13.5)
  2. Menggunakan kesaksian palsu untuk membunuh orang (Ul. 17 :7, 19:19)
  3. Anak yang sangat keras kepala dan durhaka, melakukan kejahatan yang mendatangkan hukuman mati pada waktu itu (Ul. 21 :21)
  4. Dosa percabulan sebelum menikah (Ulangan 22:21, 24)
  5. Menculik dan menjual sebagai budak (Ul. 24:7)

Mengapa harus menghukum sangat berat terhadap dosa yang nyata, di depan umum, keras kepala, dan serius ini? Musa berkata, Maka seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu (Ul. 13:11) Maka orang-orang lain akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu (Ul. 19:20). (Mencegah sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan)

Jangan bergaul dengan orang-orang cabul (5:9) dan jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu (5:11) diulang lagi dalam perikop pendek ini. Paulus menambahkan dalam 5:10 bahwa kita hidup di dunia yang telah jatuh dalam dosa, di zaman yang berdosa, baik dalam keluarga, dalam masyarakat, atau di tempat kerja, kita tidak dapat sepenuhnya menghindari pergaulan dengan orang-orang cabul, tetapi mereka hanya orang-orang luar dan tidak memiliki hubungan rohani dan tidak bersahabat di dalam Kristus dengan kita. Tetapi jika ada orang Kristen, atau mereka yang mengaku Kristen, yang bertindak semaunya dan terus berguling-guling dalam dosa percabulan perzinaan, kita harus mengikuti ajaran hukum Perjanjian Lama dan mengusir kejahatan ini dan orang-orang jahat ini, jangan biarkan orang-orang jahat dan dosa kejahatan ini menajiskan seluruh komunitas gereja (sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan). Gereja tidak memiliki otoritas hukum di bumi, kita tidak dapat menegakkan ketetapan hukum dari Hukum Musa, tetapi kita dapat menjalankan disiplin gereja pada mereka yang telah melakukan dosa-dosa besar dan membuang orang jahat keluar. Sama seperti Ketika Petrus sedang mengabarkan Injil di gereja mula-mula, ia bertemu Simon yang biasa mempraktikkan ilmu sihir. Simon bahkan menawarkan uang untuk membeli otoritas para rasul. Petrus segera menegakkan disiplin yang ketat dan berkata kepadanya: Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan … (Kis. 8:20-22). Bapa gereja mula-mula Justin dan yang lainnya menunjukkan bahwa si penyihir Simon ini kemudian menjadi bapa bidat mula-mula. Syukurlah Petrus menegakkan disiplin! Gereja mengusir kejahatan besar dan pelaku kejahatan besar! (Jangan membiarkan.) Bagaimana dengan kita? Apakah kita membenci dosa? Apakah gereja kita merupakan gereja yang menghargai kemurnian dan kebenaran?

Renungkan:
• Allah sangat membenci dosa yang jelas, keras, di depan umum dan serius! Para pemimpin gereja hendaknya mengusir kejahatan besar dan pelaku kejahatan! Bagaimana dengan kita? Apakah kita membenci dosa? Apakah kita terus melakukan kejahatan yang melanggar terhadap Allah?
• Mengapa Paulus meminta kita untuk tidak bergaul dengan orang-orang cabul? Jika kita bertemu dengan Daud yang melakukan dosa besar terhadap Allah, apakah kita akan mengikuti teladan nabi Natan, mendatanginya, berbicara dengannya, membimbingnya untuk memahami dosanya, dan dengan sangat serius mengingatkan dia bahwa ia harus segera bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Apakah kita akan melakukannya? Apakah Anda bersedia melakukannya?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.