Tag Archives: Allah menyesal

Kejadian 6:1-12

「Penghukuman dimulai」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 6:1-12 [ITB])
1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, 2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
3 Berfirmanlah TUHAN: Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.
4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. 5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. 7 Berfirmanlah TUHAN: Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.
8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. 10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.
11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

Perikop Kejadian 6:1-12 yang kita baca hari ini tujuan utama adalah menjelaskan mengapa TUHAN menggunakan banjir untuk menghancurkan dunia, alasannya adalah bahwa manusia berbuat dosa sedemikian mengerikan, maka Allah menggunakan banjir untuk menjalankan hukuman. Penulis Kejadian menggunakan hampir empat pasal untuk menjelaskan Allah menggunakan banjir untuk menghancurkan dunia, yang menunjukkan pentingnya peristiwa banjir.

Kejadian 6:1-4 adalah ayat penyambung, di satu sisi merangkum sejarah manusia sebelum air bah menghakimi dunia, di sisi lain, menjelaskan kerusakan umat manusia. Ini menunjukkan bahwa karena kejatuhan umat manusia, banjir akan datang untuk menghakimi dunia.

Penulis menggunakan kontras yang begitu kuat untuk mengungkapkan tema dari kitab Kejadian pasal pertama hingga kesebelas. Kejadian 6:1 menyebutkan Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi (ayat 1), tetapi dalam ayat 7 dikatakan, Berfirmanlah TUHAN: Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, …』」 (ayat 7). Allah memberkati manusia serta berpesan agar beranakcucu dan bertambah banyak (Kejadian 1:28), tetapi sayang sekali bahwa ketika manusia bertambah banyak di bumi, dosa juga meningkat, dan manusia harus disingkirkan dari bumi.

Ada pertanyaan yang sulit dalam perikop ini: siapakah anak-anak Allah dan anak-anak perempuan manusia dalam ayat 6:1-2? Para penafsir dan peneliti memiliki pendapat yang berbeda, tetapi penjelasan yang paling alami adalah bahwa anak-anak Allah mengacu pada anak laki-laki keturunan Set yang saleh, dan anak-anak perempuan manusia adalah para wanita bukan keturunan Set atau yang tidak percaya pada Allah. Anak-anak Allah dalam ayat 6:2 adalah terjemahan yang paling dekat dengan teks aslinya, dan dalam versi mandarin CLB sebagai keturunan orang saleh juga merupakan terjemahan yang dapat diterima.

Oleh karena itu, dalam 6:2 anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Pada saat itu, keturunan orang saleh (seperti orang Kristen kita saat ini) ternyata mengambil mereka para wanita yang tidak percaya sebagai istri karena mereka cantik, dan memiliki anak keturunan. Allah mengambil tindakan drastis untuk menjaga keutuhan keturunan yang saleh dari umat manusia dan tidak tercemar oleh kejahatan.

Kejadian 6:5-12 dengan jelas menyatakan mengapa Allah hendak membinasakan segala makhluk. Dalam ayat 6:5-7, penulis menggunakan teknik sastra personifikasi untuk menggambarkan kepedihan TUHAN saat melihat kerusakan manusia. Ayat 6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Pada awalnya, segala sesuatu yang Allah ciptakan adalah baik, tetapi apa yang direncanakan di dalam hati manusia adalah jahat , yaitu manusia pada saat itu melakukan kejahatan sepanjang waktu, bukan hanya dalam tindakan atau perilaku tetapi juga dalam pikiran juga melakukan tindak dosa.

Ayat 6:6-7, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka』」. Katamenyesaljuga diterjemahkan sebagai menyayangkan. Ini adalah metode personifikasi dalam penulisan sastra, yaitu menggambarkan Allah sebagai seperti manusia yang memiliki emosi kesedihan dan penyesalan. Intinya adalah untuk menunjukkan bahwa Allah tidak mau menggunakan banjir untuk menghukum manusia, tetapi karena manusia benar-benar berdosa, melukai hati-Nya dan memilukan hati-Nya, sehingga harus menggunakan banjir untuk menghukum manusia dan menghancurkan semua makhluk hidup di bumi.

Ayat 6:8-10 menjelaskan mengapa Allah memilih Nuh untuk membangun bahtera, ini karena Nuh adalah orang yang benar. Meskipun dia hidup di zaman yang jahat, dia bisa keluar dari lumpur tanpa tercemar. Ayat 6:9 menggambarkan Nuh sebagai … seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. Dalam generasi (zaman) itu, apa yang dilihat Allah semua kejahatan, tetapi dalam kegelapan itu Ia melihat Nuh yang bersinar, jadi Nuh dipilih oleh TUHAN untuk menyelesaikan rencana keselamatan-Nya dan membuka lembaran baru dalam sejarah manusia.

Renungkan:
• Hari ini kita hidup di generasi kasih karunia, tetapi kita tidak boleh berbuat dosa semaunya, karena Allah akan mendisiplinkan kita bagi kebaikan kita.
• Jika kita membersihkan diri dan tahu menyayangi menjaga diri sendiri tidak mengikuti arus orang banyak, kita akan menerima rahmat Allah dan menjadi berkat bagi orang lain seperti Nuh.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 32:1-14

「Di atas gunung dan di bawah gunung」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 32:1-14 [ITB])
1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir, kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.
2 Lalu berkatalah Harun kepada mereka: Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga isterimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan bawalah semuanya kepadaku. 3 Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun.
4 Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!
5 Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mezbah di depan anak lembu itu. Berserulah Harun, katanya: Besok hari raya bagi TUHAN!
6 Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.
7 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.
8 Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.』」
9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. 10 Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.
11 Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? 12 Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi?
Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu.
13 Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.』」
14 Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.

Paragraf ini adalah peristiwa anak lembu emas yang terkenal, dapat dibagi menjadi tiga bagian: (1) Harun membuat anak lembu emas (ayat 1-6), (2) TUHAN hendak membinasakan orang Israel (ayat 7-10), (3 ) Musa meminta agar Allah tidak memusnahkan orang Israel (ayat 11-14).

Musa menerima wahyu penyataan di gunung, tetapi orang-orang meminta Harun untuk membuat patung dewa bagi mereka. Harun menyarankan agar orang-orang menyumbangkan perhiasan emas dan kemudian menempa anak lembu emas dengan alat pahat. Orang-orang menyembah anak lembu emas, duduk untuk makan dan minum, dan kemudian bangun bersukaria.

Mengapa orang Israel membuat anak lembu emas? Mungkin saja mereka telah lama tinggal di Delta Nil, tempat bertemunya peradaban Mesir dan Kanaan. Oleh karena itu, mereka sangat dipengaruhi oleh dua peradaban ini dan memuja lembu terkait dengan kesuburan.

Duduk dan makan dan minum mengacu pada korban keselamatan, para penyembah berbagi daging dan minuman bersama untuk menikmati persekutuan antara Allah dan manusia, juga antar manusia. Bersukaria (lǝṣaḥēq, ITL atau KJV terjemahkan sebagai bermain), akar kata kerjanya adalah tertawa (ṣāḥaq), tetapi dalam ayat ini adalah jenis diperkuat (Piel), yang berarti provokasi seksual atau pencabulan, menyiratkan bahwa orang Israel menyembah anak lembu emas sebagai sebuah ritual persetubuhan. Tidak heran Musa mencela mereka karena begitu rusak tingkah lakunya tidak senonoh di hadapan Allah, menyembah berhala (ayat 25).

TUHAN tidak menunggu Musa turun gunung, segera memberi tahu Musa bahwa orang Israel telah berdosa dan bahwa Dia akan membinasakan mereka, sebagai ganti akan membuat keturunan Musa menjadi suatu bangsa yang besar. Oleh sebab itu biarkanlah Aku (hannîḥâ lî, ayat 10, BIMK terjemahan secara fungsional Jangan coba menghalangi Aku), ungkapan ini hanya muncul sekali dalam Alkitab, TUHAN berkata demikian, seolah-olah Dia harus meminta izin kepada Musa untuk melakukan sesuatu, tetapi Dia justru menunjukkan kebebasan Allah. Itu juga memberi Musa kesempatan untuk memohon kepada TUHAN untuk mengubah niat semula.

Musa memohon kepada Allah dari tiga aspek: (1) memohon agar Allah memperhatikan rasionalitas tindakan-Nya (ayat 11), (2) memohon agar Allah untuk memperhatikan reputasi-Nya sendiri (ayat 12), (3) memohon agar Allah untuk menghargai perjanjian-Nya, janji kepada para leluhur (ayat 13). Ini semua adalah doa yang berpusat pada Allah. Dan Musa tanpa pamrih berdoa untuk umat Allah, sama sekali tidak merencanakan keuntungan untuk dirinya sendiri.

Menyesallah TUHAN adalah kata kunci dalam paragraf ini. Namun, Allah tidak pernah menyesal akibat melakukan perbuatan yang salah (Allah tidak pernah berbuat salah maka Ia tidak pernah menyesal), Dia menyesal dalam arti Ia tidak jadi menurunkan bencana yang Ia katakan sebelumnya (karena umat itu bertobat). Musa di sini memahami sifat kebaikan kemurahan Allah yang tidak berubah, dan meminta Allah untuk mengubah cara Dia menindak orang-orang itu, bukan menurunkan bencana tersebut, tetapi untuk mengampuni dosa-dosa mereka.

Renungkan:
(1) Orang Israel berdosa, dan Musa mengambil kesempatan pertama-tama untuk berdoa syafaat bagi mereka.
(2) Doa yang berpusat pada Allah didengar oleh Allah, dan doa tanpa pamrih akan diingat selamanya.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.