Keluaran 32:1-14

「Di atas gunung dan di bawah gunung」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 32:1-14 [ITB])
1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir, kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.
2 Lalu berkatalah Harun kepada mereka: Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga isterimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan bawalah semuanya kepadaku. 3 Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun.
4 Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!
5 Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mezbah di depan anak lembu itu. Berserulah Harun, katanya: Besok hari raya bagi TUHAN!
6 Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.
7 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.
8 Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.』」
9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. 10 Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.
11 Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? 12 Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi?
Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu.
13 Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.』」
14 Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.

Paragraf ini adalah peristiwa anak lembu emas yang terkenal, dapat dibagi menjadi tiga bagian: (1) Harun membuat anak lembu emas (ayat 1-6), (2) TUHAN hendak membinasakan orang Israel (ayat 7-10), (3 ) Musa meminta agar Allah tidak memusnahkan orang Israel (ayat 11-14).

Musa menerima wahyu penyataan di gunung, tetapi orang-orang meminta Harun untuk membuat patung dewa bagi mereka. Harun menyarankan agar orang-orang menyumbangkan perhiasan emas dan kemudian menempa anak lembu emas dengan alat pahat. Orang-orang menyembah anak lembu emas, duduk untuk makan dan minum, dan kemudian bangun bersukaria.

Mengapa orang Israel membuat anak lembu emas? Mungkin saja mereka telah lama tinggal di Delta Nil, tempat bertemunya peradaban Mesir dan Kanaan. Oleh karena itu, mereka sangat dipengaruhi oleh dua peradaban ini dan memuja lembu terkait dengan kesuburan.

Duduk dan makan dan minum mengacu pada korban keselamatan, para penyembah berbagi daging dan minuman bersama untuk menikmati persekutuan antara Allah dan manusia, juga antar manusia. Bersukaria (lǝṣaḥēq, ITL atau KJV terjemahkan sebagai bermain), akar kata kerjanya adalah tertawa (ṣāḥaq), tetapi dalam ayat ini adalah jenis diperkuat (Piel), yang berarti provokasi seksual atau pencabulan, menyiratkan bahwa orang Israel menyembah anak lembu emas sebagai sebuah ritual persetubuhan. Tidak heran Musa mencela mereka karena begitu rusak tingkah lakunya tidak senonoh di hadapan Allah, menyembah berhala (ayat 25).

TUHAN tidak menunggu Musa turun gunung, segera memberi tahu Musa bahwa orang Israel telah berdosa dan bahwa Dia akan membinasakan mereka, sebagai ganti akan membuat keturunan Musa menjadi suatu bangsa yang besar. Oleh sebab itu biarkanlah Aku (hannîḥâ lî, ayat 10, BIMK terjemahan secara fungsional Jangan coba menghalangi Aku), ungkapan ini hanya muncul sekali dalam Alkitab, TUHAN berkata demikian, seolah-olah Dia harus meminta izin kepada Musa untuk melakukan sesuatu, tetapi Dia justru menunjukkan kebebasan Allah. Itu juga memberi Musa kesempatan untuk memohon kepada TUHAN untuk mengubah niat semula.

Musa memohon kepada Allah dari tiga aspek: (1) memohon agar Allah memperhatikan rasionalitas tindakan-Nya (ayat 11), (2) memohon agar Allah untuk memperhatikan reputasi-Nya sendiri (ayat 12), (3) memohon agar Allah untuk menghargai perjanjian-Nya, janji kepada para leluhur (ayat 13). Ini semua adalah doa yang berpusat pada Allah. Dan Musa tanpa pamrih berdoa untuk umat Allah, sama sekali tidak merencanakan keuntungan untuk dirinya sendiri.

Menyesallah TUHAN adalah kata kunci dalam paragraf ini. Namun, Allah tidak pernah menyesal akibat melakukan perbuatan yang salah (Allah tidak pernah berbuat salah maka Ia tidak pernah menyesal), Dia menyesal dalam arti Ia tidak jadi menurunkan bencana yang Ia katakan sebelumnya (karena umat itu bertobat). Musa di sini memahami sifat kebaikan kemurahan Allah yang tidak berubah, dan meminta Allah untuk mengubah cara Dia menindak orang-orang itu, bukan menurunkan bencana tersebut, tetapi untuk mengampuni dosa-dosa mereka.

Renungkan:
(1) Orang Israel berdosa, dan Musa mengambil kesempatan pertama-tama untuk berdoa syafaat bagi mereka.
(2) Doa yang berpusat pada Allah didengar oleh Allah, dan doa tanpa pamrih akan diingat selamanya.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.