「Pada Saat yang Sama, Menantikan Tuhan, juga Bekerja Sekuat Tenaga」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Petrus 1:3-5 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, 4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. 5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.
Kemarin, kita sudah merenungkan bahwa 「bagian / warisan」 yang Allah telah persiapkan bagi kita bukanlah apa yang bisa binasa, bukanlah yang dapat cemar dan bukanlah yang dapat layu (degradasi). Hanya dengan iman ini barulah kita dapat melepaskan tradisi kebiasaan pola pikir rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia, masuk ke hal-hal baru yang Allah ingin kita lakukan, dan agar kita memahami kembali inti esensi sejati dari Injil untuk dibawakan kepada zaman generasi yang berbeda.
Kita sampai pada klausa partisipatif (participle clause) terakhir dalam kalimat puji-pujian ini:
Ayat 5 「Di bawah kuasa besar Allah, (kamu) yang dilindungi adalah melalui iman, sampai keselamatan dinyatakan secara keseluruhan di akhir zaman. 」 (Terjemahan penulis)
Pertama-tama, apa yang ingin kita renungkan adalah 「iman」? Apa hubungan antara 「iman」 dan 「kuasa besar Allah」?
Berdasarkan analisis teks bahasa aslinya, frasa 「διὰ πίστεως diá písteos」 dapat dipahami sebagai 「melalui iman orang percaya」, dan kata 「iman」 ini sesuai konteks ayat sebelumnya adalah merujuk iman atas kebangkitan Yesus Kristus, Kristus yang bangkit dapat membuat orang melampaui cara berpikir dan tradisi spiritual yang hanya melihat yang di dunia, agar memiliki iman bahwa bagian warisan yang sesungguhnya bukanlah tanah yang berada di dunia, asalkan orang dengan sungguh hati beriman maka dapat menerobos batasan pikirannya sendiri. Dan hanya berada di dalam perlindungan 「kuasa besar Allah」 (ἐν δυνάμει Θεοῦ en dunámei Theoú) barulah 「iman」 seseorang bisa terus bertahan melampaui pembatasan pikiran diri sendiri, bahkan dalam penderitaan yang tidak bisa kita pahami, masih bisa benar-benar percaya akan apa yang tidak terlihat di depan mata saja, apa yang harus dipertahankan, yakni: keselamatan sejati yang dinyatakan secara keseluruhan pada zaman akhir. Tidak terjerat dalam kebiasaan spiritual yang berpola pikir terkait dunia saja.
Selanjutnya, kita akan merenungkan hubungan antara kata 「keselamatan dinyatakan secara keseluruhan」 (σωτηρίαν ἑτοίμην sotirían etoímin) dan 「akhir zaman」 (καιρῷ ἐσχάτῳ kairó escháto)
Bagi Petrus, penyingkapan (diberitahukan kepada manusia melalui Injil) dan dinyatakannya keselamatan yang sejati adalah untuk memungkinkan orang-orang percaya di zaman akhir mengerti serta benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan kebangkitan Yesus dan duduk di sisi kanan Bapa, kata 「keseluruhan / lengkap」 (ἑτοίμην etoímin) menunjukkan bahwa anugerah keselamatan ini telah digenapi secara lengkap di antara orang-orang percaya, jadi yang ingin diungkapkan Petrus adalah: keselamatan sejati hanya dapat dihayati pada akhir zaman, tetapi keselamatan ini telah sepenuhnya tercapai (digenapi). Dengan kata lain, keselamatan tidak pernah hanya merupakan pengharapan yang dilihat dengan sudut pandang akhir zaman kelak saja, karena keselamatan sudah digenapi secara lengkap di antara kita, zaman yang sekarang dan akhir zaman bersinggungan. Mengingatkan kita agar tidak hanya hidup untuk dunia dan sekarang ini saja (harus melihat yang kelak, ayat 5 「sampai keselamatan dinyatakan secara keseluruhan di akhir zaman」), namun pada saat yang sama juga mengajarkan agar saat ini hidup di dunia harus sudah menyatakan dan menghidupi karakter keselamatan yang telah sepenuhnya digenapi itu (bukan hanya menunggu kelak saja). Ini merupakan pemahaman penafsiran dan sudut pandang berbeda dibandingkan pandangan akhir zaman dari orang-orang perjanjian lama (yang membatasi diri mereka memandang janji itu sebagai tanah yang ada di dunia saja),
Dan kita orang percaya harus hidup dalam iman paradoks ini, terus menerus melatih dan mengingatkan diri kita sendiri untuk berusaha pada saat hidup di dunia sekarang ini adalah demi yang di atas yang surgawi, tetapi pada saat yang sama hidup di dunia ini adalah dengan sungguh-sungguh melakukan hal-hal nyata (bukan hanya berharap pada yang kelak tanpa berbuat apa-apa yang nyata).
Renungkan:
Sering kali, kita sering jatuh ke dalam pergumulan dan 「tunggu yang Tuhan turun tangan bekerja」, terutama ketika kita kehabisan kekuatan dan kebijaksanaan. Menunggu Allah tentu saja tidak perlu diragukan, tetapi ingat ada kuasa Tuhan dan keselamatan yang sudah digenapi yang dapat membuat orang bertahan untuk melakukan hal-hal baru bagi Tuhan di zaman yang tidak mudah ini, tidak sampai jatuh menyerah.
Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.