「Runtuhnya Kerajaan」
Apa yang engkau cari dalam hidup? Kuasa kerajaan manusia silih berganti runtuh, hanya Satu yang tetap.
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Daniel 2:36-45 [ITB])
36Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja:
37「Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan, 38dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di manapun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu–tuankulah kepala yang dari emas itu.
39Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.
40Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya. 41Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. 42Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian. 43Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.」
44「Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, 45tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu.
Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.」
Mimpi Nebukadnezar menyangkut hal yang akan digenapi kelak, menyingkapkan arah gerak sejarah umat manusia. Mimpi ini juga sangat erat berkaitan dengan diri Nebukadnezar sendiri, karena ia adalah 「kepala yang dari emas itu」 (Daniel 2:38), mendominasi bagian badan patung yang lain-lain. Sebagai raja yang melampaui raja lain, kerajaan, kuasa, kekuatan, dan kemuliaan terkumpul pada dirinya seorang, seluruh yang hidup yang bernafas ada di dalam kuasa tangannya, Nebukadnezar justru harus memahami dua hal: Pertama, semua kuasa ini seluruhnya berasal dari Allah; Kedua, dalam rencana Tuhan atas sejarah, kepala emas pada akhirnya akan digantikan.
Selain kepala emas, mengenai setiap bagian patung besar yang lain (perak, tembaga, besi, setengah besi setengah tanah liat) mewakili kerajaan apa, tidak terdapat pengertian yang sama dari para peneliti Alkitab, ini juga terkait pendapat yang berbeda-beda atas tanggal penulisan dan identitas penulis kitab Daniel. Di antara perbedaan pendapat yang paling besar adalah bagian kelima (jari kaki yang setengah besi setengah tanah liat) sebenarnya menunjuk suatu kuasa kerajaan yang ada di atas bumi, atau adalah sebuah kerajaan rohaniah. Berharga diperhatikan adalah bahwa pengelihatan mimpi ini pada saat itu justru menunjuk masa depan, dan Daniel hanya memberikan uraian yang jelas terhadap bagian kepala emas atas patung besar itu, sengaja tidak mengatakan dengan terang bagian yang lain-lain adalah mewakili kerajaan yang mana. Berdasarkan sifat karakter khusus sastra apokaliptik, kita tidak berhalangan memahaminya dengan cara ini: seluruh patung besar adalah perwakilan semua kerajaan di bawah langit, sebagai simbol arah gerak peristiwa dalam sejarah umat manusia. Patung besar sebagai sebuah keseluruhan (Daniel 2:35, 44), setiap bagian mewakili kuasa politik dan kerajaan yang memusuhi Allah yang ada di antara umat manusia di berbagai masa dan dinasti, pada akhirnya akan dihantam musnah oleh Kerajaan Allah (sebuah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia) (Daniel 2:34-35), akan datang pada waktunya sebuah Kerajaan kekal milik Allah akan didirikan.
Pengelihatan mimpi Nebukadnezar, membawakan dua macam penyingkapan penting:
- Pertama, kuasa kerajaan di antara manusia keadaannya makin menurun. Emas digantikan perak, perak digantikan tembaga, tembaga digantikan besi, besi digantikan setengah besi setengah tanah liat yang makin lemah, nilai harganya tiada henti berkurang. Mulai dari kerajaan Babel, sampai kuasa kerajaan yang paling akhir terulang digantikan, satu dinasti akan tidak dapat dibandingkan dinasti sebelumnya. Patung besar megah mulia dengan emas sebagai kepala, justru dengan yang lemah lunak tidak tahan satu hantaman sebagai akhir.
- Kedua, Kerajaan Allah akan memenuhi di bawah langit. Patung amat besar yang dibuat tangan manusia, pada akhirnya dihantam hancur musnah oleh sebuah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia. Sebuah batu ini sebagai simbol Kerajaan Allah, selamanya tidak kalah rusak, akan tetap untuk selama-lamanya (Daniel 2:44). Dalam pengelihatan mimpi Nebukadnezar, sepotong batu ini akan menjadi gunung besar; maknanya kerajaan manusia pada akhirnya akan berakhir selesai, tetapi Kerajaan Allah akan dengan besar berkembang, memenuhi di bawah langit.
Bagi sekelompok umat Allah yang ditawan sebagai budak, ini adalah sebuah berita pengharapan. Kuasa kerajaan di antara manusia tidak peduli seberapa kuat jaya, juga hanyalah yang sementara saja, pada akhirnya semua akan bertebaran seperti debu, hilang seperti asap, hanya Kerajaan Allah tetap kekal selama-lamanya. Benar demikian adanya, sejarah ada di dalam genggaman tangan kendali Allah, Dia telah memiliki rencana yang sepenuhnya, siatuasi zaman bergerak maju berdasarkan kehendak Dia.
Renungkan: Kitab Daniel menjabarkan kepada kita sebuah konsep sejarah dan konsep dunia (pandangan dunia) yang jelas. Tidak peduli kuasa kerajaan apapun di antara manusia yang sedang berkuasa, jangan lupa Allah tetap memegang kendali, semua ada dalam rencana dan kehendak Dia. Tidak peduli kuasa kerajaan di atas bumi yang bagaimana penuh dosa melimpah, memusuhi Allah, tetap menerima batasan masa waktu yang ditentukan Allah; dan pada akhirnya, kuasa kerajaan di antara manusia harus seperti debu bertebaran hilang seperti asap, Kerajaan Allah hendak penuh di bawah langit, sampai selama-lamanya.
Saudara dan saudari, menyaksikan kejahatan kuasa kerajaan, masyarakat yang kehilangan hukum yang bersuka-ria atas kejahatan, banyak nilai kebajikan yang sedang hilang dengan cepat, kita mudah putus asa kehilangan tekat. Kitab Daniel justru mengingatkan kita: Allah tetap memegang kendali, kejahatan kuasa kerajaan di antara manusia tidak mampu tetap kekal, pada akhirnya akan digantikan kerajaan Allah yang kekal. Bagaimanakah kedudukan Kerajaan Allah di dalam hati engkau? Dalam zaman yang bengkok dan sesat ini, bagaimanakah engkau menghidupi gaya hidup umat Allah?
Tambahan Penerjemah:
(Markus 4:19 [ITB]) “lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.” Zaman ini penghimpit firman itu, penipu daya itu yang dicari diagungkan: kecantikan, ketampanan, kehebatan, kejayaan, kekayaan. Semua akan berlalu, hancur seperti debu, lenyap seperti asap. Hanya Dia yang tetap selama-lamanya yang patut dicari dan diagungkan dalam hidup ini.