Daniel 1: 1-2

「Allah Pemegang Kendali Semesta Alam」

Siapakah Allah yang menyerahkan umat-Nya kepada pihak musuh?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 1:1-2 [ITB])
1Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu.
2Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya.
Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalamrumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya.

《Kitab Daniel》pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua bagian. Fasal pertama sampai fasal enam, dengan latar belakang masa penjajahan Nebukadnezar raja Babel terus sampai Darius raja Media, mencatat sekelompok umat yang ditawan dalam lingkungan penuh permusuhan dan tekanan, bagaimana menghidupi iman yang setia, kehidupan yang berhikmat; fasal ketujuh sampai fasal dua belas dengan penulisan sastra bersifat apokaliptik, menubuatkan hal-hal yang akan terjadi pada Persia dan Yunani, sampai akhir. Keseluruhan kitab dari mula sampai akhir menunjuk sebuah berita yang jelas: tidak peduli dalam keadaan apapun, Allah tetap memegang kendali. Di bulan ini, berharap bersama saudara dan saudari membaca habis Kitab Daniel satu kali dari mula sampai akhir, bersama-sama merenungkan berita yang ada di dalamnya.

Kitab Daniel fasal pertama adalah sebuah bagian yang spesial. Fasal pertama berdasarkan kronologi waktu, mencakup pelayanan Daniel seumur hidup: dimulai 「Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda」 (Daniel 1:1), sampai 「tahun pertama pemerintahan Koresh」 (Daniel 1:21). Di awal Kitab Daniel dicatat bahwa raja YehudaYoyakim bahkan sampai perkakas-perkakas di rumah Allah, ditawan oleh Nebukadnezar. Nebukadnezar menang dengan kekuatan militer adalah kehebatan raja mengalahkan musuh, dalam pandangan manusia dari zaman dahulu sampai sekarang adalah demikian. Tetapi dalam pemahaman penulis Alkitab adalah: 「Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya.」 (Daniel 1:2). Babel memperoleh kemenangan, bukan karena keberanian kekuatan Nebukadnezar, tetapi karena ini adalah datang dari kehendak Allah. jika Tuhan tidak mengijinkan, maka semua hal ini tidak mungkin terjadi.

Raja bersama rakyat ditawan, Bait Suci diinjak-injak, bagi umat Allah adalah kenyataan yang tidak dapat dibayangkan dan diterima. Terutama dalam kebudayaan Timur Dekat Kuno, saat sebuah negara mengalahkan sebuah negara lain, akan memindahkan patung dewa milik musuh ke dalam kuil milik sendiri, sebagai simbol bahwa dewa pihak dirinya menang atas dewa bangsa lain (lihat 2 Samuel fasal 4 sampai 5). Tetapi penulis Kitab Daniel mengingatkan kita, semua itu adalah datang dari Tuhan: adalah Tuhan yang menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangan Nebukadnezar. Tetapi bagaimana mungkin TUHAN mengijinkan umat-Nya menderita menerima hinaan, mengalami kehancuran bangsa, kematian keluarga? Bahkan termasuk perkakas-perkakas Bait Suci juga dirampas! Apakah TUHAN adalah Allah yang gembira dan marah sewaktu-waktu tanpa alasan, sesuka hati memperlakukan umat-Nya sendiri?

Jawabannya ada dalam doa Daniel di fasal sembilan. TUHAN dari mula sampai akhir adalah Allah yang adil penuh kebenaran, menjaga perjanjian, memberikan kasih kemurahan. Justru adalah umat Israel sendiri yang berlaku curang, mengkhianati perjanjian. Semua penderitaan hinaan, berasal dari dosa kejahatan umat Israel, meninggalkan perintah dan ketentuan TUHAN, tidak taat mendengarkan perkataan yang disampaikan para nabi atas nama Tuhan, sehingga kutukan yang dituliskan dalam hukum Taurat datang kepada diri umat.

Renungkan: Allah adalah satu-satunya Pemegang kendali atas semesta ciptaan. Mulai dari jejak roda sejarah yang besar, sampai berbagai macam pengalaman pahit manis dalam kita kehidupan, semuanya ada di dalam tangan Allah. Apakah engkau mengakui kedaulatan Allah dalam kehidupan anda, dan penuh iman percaya bahwa dalam keadaan apapun, dalam pengalaman hidup yang berbeda-beda, semua ada di dalam pimpinan dan kehendak-Nya? Mungkin ada banyak hal-hal yang kita tidak dapat pahami pada saat terjadi, mungkin ada sebagian kesulitan adalah akibat dari dosa kesalahan terstruktur, ada sebagian adalah karena kita berbuat dosa terhadap Tuhan, tetapi tidak peduli bagaimanapun juga kiranya kita penuh kerendahan hati dan instropeksi diri datang di hadapan Allah, segenap hati bersandar kepada Tuhan yang adil, penuh kebenaran, yang setia menjaga perjanjian, yang memberikan kasih kemurahan.