「Sumber Hikmat」
Hasil dari orang yang mengandalkan Allah Sang Sumber Hikmat.
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Daniel 1:17-21 [ITB])
17Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.
18Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar.
19Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja.
20Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.
21Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.
Yang memegang kendali bukan Nebukadnezar, tetapi adalah Allah. Kinerja keempat orang yang menonjol ini bukan berasal dari pendidikan khusus istana Babel, tetapi datang dari Allah yang mengaruniakan pengetahuan dan hikmat. Ini adalah berita yang menonjol dari Kitab Daniel fasal 1 yang memiliki warna sastra hikmat.
Masa pendidikan tiga tahun telah penuh, Daniel dan ketiga teman dibawa ke hadapan Nebukadnezar. Dalam percakapan, raja mendapatkan keempat orang melampaui yang lain-lain dengan sangat mengesankan, tidak hanya jauh di atas para pemuda elite yang dididik bersama, bahkan jauh melebihi semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaan (Daniel 1:20); Perlu diketahui, orang-orang ini percaya kepada dewa-dewa Babel, mereka berpendapat bahwa kemampuan meramal, ilmu tenung, mengartikan mimpi adalah berasal daripara dewa, atau mungkin berasal dari kuasa kegelapan. Keempat orang jauh melebihi semua orang berilmu. Bagi orang-orang lain yang melihat, Daniel dan tiga teman mungkin adalah beruntung, bisa mendapatkan perlakuan yang baik dari kepala kasim; mungkin karena kepandaian milik mereka yang melampaui orang, sehingga mendapatkan hadiah jabatan dari raja. Hanya empat orang ini saja yang memahami dalam hati, semua adalah datang dari Allah, yang kepada-Nya mereka bersandar, semua terjadi disebabkan oleh perbuatan Allah. Allah memegang kendali atas semua, ini adalah berita dalam fasal satu yang sekali lagi muncul: adalah Allah yang menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangan Nebukadnezar; adalah Allah yang menyuruh penjenang (mandor pengawas) ambil resiko memenuhi permintaan Daniel tidak makan santapan raja; adalah Allah yang membuat perawakan keempat orang tumbuh lebih sehat dan lebih baik dibandingkan pemuda yang lain; adalah Allah yang membuat keempat orang dalam ilmu pengetahuan, dalam hikmat jauh melampaui para elite yang lain, mendapatkan perhatian Nebukadnezar (lihat Daniel fasal 2, 3, 5).
Kata penutup yang sederhana 「Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.」 (Daniel 1:21) sangat mempunyai makna. Tahun ketiga Yoyakim memerintah (Daniel 1:1) merupakan permulaan ditawannya umat Allah, juga merupakan mulainya kehidupan pelayanan Daniel; dan tahun pertama pemerintahan raja Koresh adalah penutup akhir fasal pertama. Daniel walaupun sebagai tawanan, seumur hidupnya melalui keseluruhan masa penawanan, mengalami pergantian dinasti, ia hidup lebih panjang umur lebih lama dibandingkan musuhnya. Tidak peduli keadaan apapun, Allah tetap memegang kendali! Ini adalah berita yang dibawakan oleh pembukaan dan akhir fasal yang saling bersambut tersebut. Bagi umat Israel yang dalam tawanan, adalah penghiburan dan dorongan semangat yang besar sekali. (Juga bagi kita!) Walaupun ditawan ke tempat bangsa asing, umat Allah tetap berkehendak penuh keyakinan beriman bahwa Allah memegang kendali, Dia hendak menggenapkan kehendak dan rencana-Nya oleh Dia sendiri; dan kewajiban umat adalah mempertahankan iman dan kesetiaan suci kepada Allah.
Renungkan: Allah tidak hanya Pemegang kendali, Dia juga adalah Yang Setia, sangat berharga orang bersandar secara total kepada-Nya. Daniel dan ketiga teman mengalami kehancuran bangsa kehilangan keluarga, ditawan ke tempat bangsa asing, dalam pandangan manusia ini sungguh nasib jelek. Mereka boleh bersungut-sungut, atau memilih untuk hidup membius diri sendiri seumur hidup. Tetapi keempat pemuda justru bertekat mengandalkan iman secara total menyerahkan kehidupan mereka sendiri kepada Allah, sehingga mengalami perlindungan dan pemeliharaan Allah. Apakah kita juga memiliki iman penuh keyakinan yang demikian? Ambil tekat beriman kepada Tuhan adalah tindakan dalam tempo singkat, tetapi menghadapi berbagai macam tantangan dan pilihan di dalam jalan kehidupan, hendaklah mempertahankan iman sampai akhir, dengan kegigihan hati hanya mengandalkan Tuhan yang setia ini saja. (Allah adalah sumber hikmat, hanya Ia yang dapat diandalkan.) Percaya bagaimana dahulu Allah memelihara Daniel dan ketiga teman, hari ini Dia sama dengan senang hati menganugerahkan kasih kemurahan-Nya kepada orang yang bersandar kepada Dia.