Tag Archives: Righteous

Roma 9:19-21

「Manusia Hanyalah Manusia! Biarlah Allah Sebagai Allah! Manusia Sebagai Manusia!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 9:19-21 [ITB])
19Sekarang kamu akan berkata kepadaku: 「Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?」
20Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: 「Mengapakah engkau membentuk aku demikian?」 21Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

Dalam Rom. 9:19-29, Paulus membincangkan tuduhan yang sangat berat: karena Allah menentukan siapa maka bermurah hati kepada siapa, Allah menentukan siapa maka menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya, lalu mengapa Allah masih 「menyalahkan」 orang? Ada orang menggugat 「Karena Tuhan memiliki hak kedaulatan untuk memilih orang, dan orang tidak dapat menolak kehendak Tuhan, dan apa Tuhan kehendaki pasti menjadi kenyataan, maka mengapa Tuhan ingin 『meminta tanggung jawab』 kepada orang-orang?」 Paulus memiliki tiga tanggapan yang penting. Berikut adalah yang pertama: tukang periuk memiliki hak kedaulatan, dan Tuhan mempunyai hak kedaulatan, dari gumpalan tanah yang sama membuat benda-benda yang berbeda (ayat 19-21)

Terjemahan literal ayat 19-21 adalah 「demikian, engkau akan berkata kepada aku: 『 maka, Ia masih menyalahkan? Karena siapa yang pernah menindas kehendak-Nya?』 Hai manusia, tetapi siapakah engkau? Engkau berdebat dengan Tuhan! Ciptaan yang dibentuk tidak akan berkata kepada Penciptanya: 『Mengapa membentuk aku seperti ini?』 Apakah tukang periuk tidak punya kedaulatan menggunakan tanah liat, dari gumpalan tanah liat yang sama, membuat sebuah benda yang berharga dan satu yang tidak berharga?」 Di ayat 20 terdapat frasa 「yang dibentuk tidak akan berkata kepada yang membentuknya」 yang dikutip dari Yes. 29:16 yang berbunyi 「Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: 『Bukan dia yang membuat aku』; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: 『Ia tidak tahu apa-apa』? 」

Paulus menggunakan tiga kontras: manusia dan Allah; ciptaan dan Tuhan Pencipta; tanah liat dan tukang periuk. Paulus menggunakan untaian tiga perbandingan ini untuk menunjukkan bahwa Tuhan memiliki hak kedaulatan atas gumpalan tanah yang sama, sesuai dengan kedaulatan memberikan anugerah cuma-cuma-Nya memilih mereka, dan sesuai dengan penghakiman-Nya yang adil benar tidak menyelamatkan orang berdosa lainnya. John Stott mengatakan dengan baik, ketika orang membantah Tuhan, orang-orang cenderung 「memutarbalikkan keadaan,」 「mereka tidak hanya tidak memandang Allah sebagai Allah, tetapi juga mencoba untuk bertukar peran, memutarbalik tukang periuk menjadi benda bikinan, dan benda bikinan menjadi tukang periuk.」

Paulus mengingatkan kita:「Allah adalah Allah, kita hanya manusia!」 Ketika memikirkan pemilihan, sumber dosa awal, penentuan awal (Predestinasi) dan berbagai teologi yang sulit, kita harus menerima bahwa kita hanyalah manusia, kita tidak bisa mengatur tindakan Tuhan!「Mengapa」 Allah memilih seseorang bukan seseorang yang lain? Terhadap hal ini kita tertarik ingin tahu, tetapi Allah tidak harus menjawab! Pada kenyataannya, ketika Allah membuat pilihan ini, ada dimanakah kita? Kita masih tidak ada!

Dalam Kitab Ayub, Ayub tidak memahami alasan pekerjaan Tuhan, tetapi ketika Allah menampakkan diri kepadanya, Tuhan tidak menjawab dia secara langsung, tetapi menantangnya: 「Pendebat, apakah bisa berebut debat dengan yang Mahakuasa?」 Tuhan tiada henti terus bertanya: 「Ada di mana engkau ketika Aku membuat dunia? Apakah engkau tahu bagaimana mengurus dunia alam semesta lebih daripada Aku? Apakah engkau lebih mampu bertanggung jawab atas alam semesta daripada Aku?」 Akhirnya Ayub dapat hanya dengan rendah hati mengatakan: 「Apa yang saya katakan adalah saya tidak mengerti, hal-hal ini terlalu luar biasa, saya tidak tahu.」 Sebuah keyakinan inti seorang reformis Martin Luther: 「Biarlah Tuhan menjadi Tuhan!」 (Let God be God!) . Teolog ortodoks mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah baik, adil benar, Mahakuasa dan Maha Hikmat, dan semua yang Allah pilih, segala yang Ia rencanakan dan segala yang Ia kerjakan, adalah penuh dengan hikmat dan indah baik. Meskipun banyak hal kita tidak mengerti, tapi sepatutnya kita tidak meragukan kebaikan hati Tuhan, dan hendaknya tidak karena racun bersungut-sungut meninggalkan Allah.

Konsep bahwa 「kita adalah gumpalan lumpur yang sama」 mengingatkan kita bahwa kita semua aslinya adalah orang berdosa yang tidak layak. Jika Tuhan tidak memilih orang, tidak mengutus Kristus untuk menyelamatkan kita dan untuk mengirim utusan Injil untuk memberitakan Injil, kita tidak bisa menyalahkan Allah, karena semua manusia di dunia adalah orang berdosa. Jika Allah tidak memilih kita itu adalah adil adanya, dan jika Allah memilih kita itu adalah anugerah! Ketika kita tidak mengerti, mari kita merendahkan diri, mempercayai Allah!

Corrie ten Boom hampir mati disiksa di sebuah kamp Revensbruck era Nazi, dan akhirnya hanya tersisa dia sendirian. Setelah Perang Dunia II, Allah menggerakkan hatinya untuk memberitakan 「Pengampunan Tuhan」 kepada mereka yang pernah menjadi tentara Nazi, dan seorang mantan tentara Nazi yang pernah menyiksa dia datang kepadanya dan berkata 「Aku adalah mantan penjaga penjara di sana. Aku adalah mantan penjaga penjara di sana. Saya tahu Tuhan telah mengampuni saya karena dosa-dosa yang saya lakukan di sana, tapi aku masih berharap aku bisa mendengar anda mengatakannya kepada saya!」 Saat ia dengan enggan mengulurkan tangan berjabat tangan dengan orang itu, aliran hangat dituangkan ke dalam hatinya dan matanya penuh air mata. Dengan air mata ia berkata 「Aku memaafkan anda, saudaraku! Aku memaafkan anda dengan sepenuh hati.」 Corrie ten Boom memiliki sebuah kalimat terkenal: 「Jangan takut mempercayakan masa depan yang tidak diketahui kepada Allah yang kita tahu!」

Renungkan: ketika kita merenungkan dosa manusia, kita akan dapat tahu lebih baik: ketika Ia menghakimi manusia, Allah nyata adil, dan Tuhan penuh belas kasihan ketika Ia murah hati kepada manusia! Hak kedaulatan atas langit dan bumi ada pada Allah, hak kedaulatan atas bagaimana cara menyelamatkan orang berdosa juga ada pada Tuhan! Biarlah Tuhan menjadi Tuhan! Biarkan orang menjadi orang! Setiap hari cinta Tuhan dan manusia dengan memberitakan Injil, itu adalah tugas bagian kita!


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Roma 9:17-18

「Allah Berdaulat Menghukum Orang Berdosa! Orang Berdosa Tanggung Sendiri Kekerasan Hatinya!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 9:17-18 [ITB])
17Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: 「Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi.」 18Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

Terjemahan literal dari ayat 17-18 adalah「karena Kitab Suci mengatakan kepada Firaun:『Demi hal ini, Aku pernah membangkitkan engkau, sehingga Aku dapat menyatakan kuasa-Ku di atas dirimu dan Aku membuat nama-Ku dinyatakan di seluruh bumi. 』 Dengan demikian dapat dilihat, Ia menetapkan siapa maka berbelas kasihan kepada siapa, dan Ia menetapkan siapa maka membuat keras hati siapa. 」

Berdasarkan ayat 15, lalu ayat 18 menambahkan kalimat berikut: 「Ia menetapkan siapa maka mengeraskan hati siapa.」 Ini adalah sebuah ayat yang sangat sulit, beberapa teolog keliru menafsirkan kalimat yang berbentuk aktif ini, melihat Tuhan seolah-olah Ia secara langsung terlibat dalam kejahatan orang jahat. Satu contoh ekstrim adalah Ulrich Zwingli. Ulrich Zwingli saat mengajarkan tentang kedaulatan Allah, ia telah menggunakan interpretasi penafsiran yang sangat ekstrim. Ulrich Zwingli pada saat berbicara tentang bagian Alkitab yang berkaitan dengan ketegaran hati, berkata: 「Pemeliharaan Allah ini telah melakukan segala hal. Ini tidak hanya mempengaruhi dan mendorong orang sampai terjadinya pembunuhan … Secara sederhana, Allah menyemangati pembunuhan… Dan Dia penyemangat, walaupun telah mendorong tetapi tidak dikenakan segala kecurigaan sebagai tersangka pelaku kejahatan, karena Ia tidak di bawah hukum.」 Ajaran ekstrim semacam ini memberi orang kesan bahwa Allah langsung terlibat dalam kejahatan manusia, ini adalah apa yang ditentang oleh para teolog ortodoks dari segala zaman. Ulrich Zwingli salah, karena hanya melihat tata bahasa kalimat bentuk aktif lalu membuat kesimpulan bahwa Allah langsung mendorong orang berdosa untuk melakukan kejahatan. Jadinya ia menggambarkan Allah sebagai seorang tirani yang tidak menjaga aturan moral; Sebaliknya, para teolog ortodoks menekankan bahwa kebaikan Allah akan memastikan bahwa semua tindakan Allah adil benar dan baik. Ketika orang berdosa berbuat jahat, Allah tidak memiliki partisipasi apapun secara langsung dalam kejahatan orang fasik, orang berdosa melakukan kejahatan adalah berdasarkan pertimbangan nafsu diri sendiri. Ekspresi dari beberapa kalimat bentuk aktif dalam Alkitab hanya menunjukkan bahwa Allah masih berdaulat pada saat Ia mengijinkan orang jahat berbuat dosa, dan bahwa kelak Allah akan menghakimi mereka lebih keras di masa depan, dan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, seperti Kitab Kejadian Ia memelihara Yusuf.

Para teolog ortodoks melihat bahwa 「Ia menetapkan siapa maka mengeraskan hati siapa」 adalah sejenis kedaulatan dalam memberikan ijin, tetapi juga merupakan bentuk lain dari penghakiman dan hukuman. Tepat seperti dalam Roma pasal 1, Paulus tiga kali menggunakan kata 「membiarkan,」 dalam teks asli memiliki makna 「mengusir keluar」 atau 「menyerahkan.」 (ITB menggunakan kata 「menyerahkan.」) Ketika Adam jatuh ke dalam dosa, Tuhan 「mengusir keluar」 orang berdosa dari Taman Eden. Ketika orang-orang berdosa karena memiliki dosa maka bersembunyi jauh menghindar dari Allah, tidak lagi dapat berjalan bersama dengan Tuhan, maka mereka lebih lagi semau hati berbuat dosa tanpa ada yang membatasi, maka makin mendatangkan penghakiman dan hukuman yang ketat dan adil benar. (Maka berkat dan kebahagiaan terbesar adalah berjalan bersama dengan Allah.)

Allah mengijinkan penjahat sombong untuk terus mengeraskan hati, adalah memberikan mereka hukuman yang lebih berat di masa depan. Ketika orang-orang jahat menjadi makin tegar hati, sebagai Allah yang 「adil, ketat」 akan memberikan hukuman yang lebih serius bagi mereka. Dalam Kitab Keluaran, karena Firaun berulang kali berdosa, mengeraskan hati sendiri, menolak untuk benar-benar bertobat, Tuhan mengunakan 10 tulah menghukum ketegaran hatinya, dan membuat orang di seluruh negeri tahu: TUHAN adalah Allah yang Empunya Pengendali alam semesta, yang memberi pahala kepada yang baik dan menghukum yang jahat! Ketika Allah menyelamatkan dan memberikan anugerah kepada orang-orang berdosa, Ia menunjukkan kuasa besar dari kasih karunia-Nya. Ketika Allah memberikan ijin dan mengalah orang-orang fasik mengeraskan hati, Ia siap mewujudkan kuasa besar dari keadilan kebenaran-Nya. Paulus mengajarkan kepada orang percaya bahwa Allah memiliki dua kebenaran: bahwa Tuhan memiliki pengadilan yang benar, bahwa Allah memiliki rahmat anugerah yang diberikan cuma-cuma, dan bahwa keduanya mengungkapkan kuasa besar Allah.

Pemazmur memiliki pemahaman mendalam: 「aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik. … sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka … Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur.」(Maz. 73) Sebuah perkataan terkenal Herodotus sejarawan Yunani kuno: 「Tuhan ingin seseorang binasa, maka terlebih dahulu membuat ia gila.」 Perkataan ini aslinya adalah 「Orang-orang harus melihat akhir dari segalanya dan melihat hasil akhir. Karena Tuhan mungkin membiarkan banyak orang memiliki berkat jangka pendek, tetapi tujuan akhir adalah untuk secara total menggulingkan mereka.」 Ketika kita melihat orang-orang berdosa yang makmur dalam dosa dan melakukan apapun sekehendak hati mereka, jangan tawar hati atau iri kepada mereka, karena mereka akan disambut dengan hukuman lebih keras dan jalan kematian tenggelam kekal. Jika seorang Kristen jatuh ke dalam nafsu gelap, jangan melanjutkan semau hati sendiri, segera bertobatlah! Jikalau tidak demikian, maka saatnya Allah menghukum dengan berat, kita akan berkabung dan mengeratkan gigi dalam sengsara. Mari kita tidak iri kepada orang fasik — ketika orang-orang fasik sombong, menunjukkan bahwa hukuman Tuhan sudah tidak jauh dari mereka!

Renungkan: dahulu orang Kristen dan para hamba karena melihat kesombongan orang fasik lalu merasa sesak dan bersungut-sungut! Apakah engkau pernah karena kesombongan orang jahat sehingga merasa tidak berdaya, merasa sangat tidak dapat memahami dan bersungut-sungut kepada Allah? Apakah engkau iri kepada orang fasik?
Apakah engkau percaya Allah akan menghakimi orang jahat?
Apakah engkau percaya Allah berkuasa atas alam semesta?
Apakah engkau pernah merenungkan akhir dari mereka?
Bagaimana dengan dirimu? Apalah engkau pernah jatuh dalam berbuat dosa sekehendak hati sendiri?

Bertobat adalah berkat kebahagiaan, orang yang diberkati adalah yang tidak berbuat sekehendak hati!


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Roma 9:14-16

「Allah Berdaulat! Bermurah Hati kepada Siapa Ia Mau!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 9:14-16 [ITB])
14Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!
15Sebab Ia berfirman kepada Musa: 「Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.」
16Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

Dalam perikop ini, Paulus menjawab tuduhan kedua: 「Apakah ada ketidakadilan (tidak benar) pada Allah?」 「Ketidakbenaran」 (adikia) diterjemahkan sebagai 「tidak adil」 dalam CUVT (demikian juga ITB). 「Ketidakbenaran」 adalah terjemahan yang lebih sesuai. Seperti disebutkan di atas, Allah 「lebih mencintai」 Yakub, 「kurang mencintai」 Esau. Pemilihan adalah kehendak Allah, mungkin membuat orang ada yang merasa bahwa dengan demikian tidak ada 「kesamarataan」 dan 「keadilan」 yang mutlak. Tetapi Paulus menanyakan: Allah memiliki kedaulatan memilih, apakah terdapat 「ketidakadilan」 pada Allah? Sebagai contoh, kita memiliki pilihan untuk memberikan amal, kita dapat memberikan sedekah kepada seorang pengemis, tetapi tidak memberikan sedekah kepada pengemis yang lain, lalu apakah bisa dikatakan melakukan 「ketidakadilan」?

Ungkapan 「absolut tidak! (Mustahil)」 (me genoito) muncul 10 kali dalam Surat Roma, dan digunakan saat menyangkal ajaran sesat! Di ayat 15 Paulus mengutip Kel. 33:19, untuk menunjukkan bahwa Tuhan hak berdaulat memperlakukan dengan anugerah kepada siapa Ia mau. Ayat 15 diterjemahkan literal adalah 「Aku akan mengasihani mereka yang Aku sekarang berbelas kasihan, dan Aku akan bermurah hati orang-orang yang sekarang Aku bermurah hati.」 Pertama-tama ada hati 「belas kasih, kasih karunia」 dari Allah, maka kemudian ada tindakan 「belas kasih, kasih karunia」. Hanya karena ada kemurahan hati Tuhan sehingga kita bisa menerima anugerah Allah.

Terjemahan literal ayat 16 adalah 「dalam pandangan ini, itu tidak peduli tentang ia yang berkeinginan, atau ia yang berlari mengusahakan, tetapi peduli Allah yang berbelas kasihan.」 Paulus bukan membuat kontras perbandingan 「belas kasihan」 dengan 「berkeinginan, atau berlari mengusahakan」, tetapi membuat kontras perbandingan 「『dia』 orang yang mempunyai keinginan」 dengan 「『dia』 orang yang berlari mengusahakan」 dengan 「『Ia 』 Allah yang berbelas kasihan」, ini adalah kontras antara 「manusia」 dengan 「Allah」. Faktor yang benar-benar menentukan dalam pemilihan adalah 「Allah」 bukan 「manusia」.

Ketika Allah berkata kepada Musa bahwa Ia 「ingin berbelas kasihan pada siapa, maka berbelas kasihan kepada siapa,」 tolong tanya bukankah Israel ini penuh dengan 「keras kepala, jahat, berdosa」 (Ul. 9:27)? Sebagian orang Israel diselamatkan pasti bukan karena mereka 「keras kepala, jahat, berdosa」,tetapi hanya karena 「Allah」 dan anugerah cuma-cuma dari Dia. Dunia seharusnya diadili dan dihukum untuk dosa-dosanya, dan apakah adalah 「tidak benar」 ketika Tuhan tidak memilih orang berdosa? Berulang Paulus menekankan: Allah memiliki penghakiman yang 「benar」, Allah juga memiliki anugerah dan belas kasihan cuma-cuma yang 「benar」! Tuhan menghakimi orang, tidak ada 「tidak benar」! Tuhan tidak memilih orang berdosa, tidak ada 「tidak benar (tidak adil)」! Tetapi ketika Allah memilih dari antara orang berdosa, Tuhan memberikan 「anugerah」 kepada kita yang sama sekali tidak layak! Allah memberikan seseorang tambahan yakni 「anugerah」, dan membiarkan orang yang lain menanggung hukuman yang memang sepatutnya ditanggung manusia, tidak ada 「ketidakadilan (tidak benar)」 pada Allah!

Saya berpikir akan sebuah metafora (perumpamaan) dalam refleksi tentang hak kedaulatan 「mengasihani kepada siapa yang ingin dikasihani」. Jika suatu hari saya melihat seorang pengemis, karena belas kasihan lalu saya bersedia menolongnya, memberinya pakaian, makanan dan tempat tinggal; tapi kemudian pengemis di seluruh dunia datang dan menggugat dakwaan kepada saya: mengapa tidak memberi 「fasilitas」yang sama kepada mereka? Belas kasihan saya ternyata dirubah menjadi 「tidak adil」 dan 「tidak benar」! Apakah menurut anda masuk akal? Ketika 「anugerah」 dipandang sebagai 「hak keharusan」, 「fasilitas」 dan 「hak istimewa」, segalanya menjadi bengkok terdistorsi, 「kasih Allah」 dihakimi dan dicela oleh manusia! Kasih karunia adalah anugerah, dan kasih karunia tidak pernah merupakan hak keharusan atau hak istimewa. C. S. Lewis mengatakan 「Orang Kristen bukan beriman bahwa Tuhan mengasihi saya karena kita baik, tetapi karena Tuhan mengasihi kita, maka Tuhan ingin kita menjadi baik.」 Ada perkataan Luther yang populer:「Tuhan mengasihi kita bukan karena kita memiliki nilai, karena Allah mengasihi kita maka kita menjadi berharga. 」 Seumur hidup orang Kristen haruslah tidak lupa dan berbelas kasih kepada orang lain dalam hidup. (Pada saat kita mengatakan 「tidak adil jika Allah memilih sebagian orang untuk diselamatkan,」 maka kita telah memandang keselamatan bukanlah anugerah tetapi fasilitas yang harus diberikan Allah kepada semua orang, seakan-akan manusia yang berdosa semua patut menuntut hak fasilitasnya, maka Allah disangkal hak kedaulatan-Nya dalam memberikan anugerah kepada siapa Ia menghendaki.)

Renungkan: 「hak」, 「hak istimewa」 dan 「keadilan」 adalah apa yang dunia perjuangkan! Dunia memandang penting 「perebutan mendapatkan」, tetapi tidak memandang penting 「belas kasih, kebaikan dan anugerah cuma-cuma.」 Tuhan terus-menerus 「berbelas kasih, bermurah hati」 kepada orang, kita harus meniru Allah, apakah kita menjadi orang yang seumur hidup 「penuh anugerah, bersyukur dan berbelas kasih」?


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).