Tag Archives: Serupa dan segambar Allah

2 Korintus 4:1-6

「Kristus adalah gambaran Allah」

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 4:1-6 [ITB])
1 Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.
2 Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.
3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. 5 Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus. 6 Sebab Allah yang telah berfirman: Dari dalam gelap akan terbit terang!, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

Di sini, Paulus membuat ringkasan kecil atas pembicaraannya di 2:14-3:18, dalam bahasa asli dimulai dengan maka atau berdasarkan (διὰ τοῦτο dia touto, ITB sebagai oleh) artinya bahwa semua yang dilakukan (bisa pergi memberitakan Firman Allah dan kesaksian tindakan Roh Kudus pada orang percaya) berdasarkan karena berasal dari Allah, dan dengan mendalam percaya bahwa ini adalah pelayanan penuh kasih karunia kemurahan dan kemuliaan Allah, Paulus memiliki iman dan pengharapan untuk merespons semua yang mempertanyakan dan menyerang terhadap dirinya. Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati (4:1) deklarasi dalam kalimat ini menjawab dua pertanyaan sebelumnya: siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian? (2:16) dan apakah Anda memenuhi syarat / memiliki surat pujian rekomendasi (3:1), dalam pandangan Paulus, menghadapi pelayanan penuh kemuliaan ini, jika bukan karena kemurahan dan belas kasihan Allah, pada kenyataannya, manusia tidak memiliki kualifikasi atau kemampuan untuk bisa diandalkan. Karena segalanya berasal dari Allah, dan ada penyertaan pekerjaan Roh Kudus, maka orang yang menunaikan tanggung jawab pelayanan kemuliaan ini yang tidak tawar hati, tidak perlu takut. Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? (Rm. 8:31-33) Jawabannya jelas tidak ada.

Sebagai pelayan Perjanjian Baru selain jangan berkecil hati, hidup harus menjadi serupa gambar Kristus, agar dapat memantulkan kemuliaan Tuhan (3:18). Dalam 4:4 Paulus lebih lanjut menunjukkan bahwa Kristus adalah gambar Allah (Christ, who is the image of God), dari teks sebelum dan sesudah, gambar (εἰκὼν) harus memiliki fokus pada memantulkan kemuliaan, fokus yang Paulus ingin tunjukkan di sini bukan tentang dasar esensi (benar bahwa Yesus Kristus pada dasarnya adalah Allah namun di sini tidak membicarakan hal ini), tetapi fokus dia adalah bahwa kemuliaan Allah diwujudkan dan dinyatakan dalam diri Yesus Kristus (4:6), seperti yang orang melihat gambar kaisar di koin, langsung tahu siapa dia dan bagaimana kaisar tersebut, kaisar yang baik dipuji dan disayangi, tetapi yang jahat ditegur dan ditinggalkan. Para ahli menunjukkan bahwa Paulus sedang memikirkan ayat-ayat dalam Kejadian pasal 1, karena 4:6 secara khusus menyebutkan Allah yang telah berfirman: 『Dari dalam gelap akan terbit terang!』 Ketika Allah menciptakan manusia, Dia menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa-Nya sendiri (Kejadian 1:26-27). Di dalam kehendak Allah atas penciptaan, di antara banyak ciptaan hanya manusia yang memiliki gambar dan rupa Allah, bisa memantulkan kemuliaan Allah bersinar keluar. Sayangnya, karena manusia jatuh ke dalam dosa, gambar dan rupa Allah pada diri manusia rusak (adapun berapa besar tingkat kerusakan, tradisi teologi yang berbeda memiliki pemahaman yang berbeda), sejak saat itu, kemuliaan Allah tidak terlihat lagi pada diri manusia, terlebih lagi yang rusak adalah manusia telah memutarbalikkan berbagai ciptaan dianggap sebagai dewa dan disembah: orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah (4:4) Namun, dalam kemurahan Allah dan terang Roh Kudus, orang dapat dipulihkan dan sekali lagi melihat gambar rupa Allah pada dirinya sendiri, tetapi pada saat ini harus melalui perantara Yesus Kristus: Kristus adalah gambaran Allah (4:4) => di dalam Roh Kudus manusia diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya (3:18) => gambar rupa Allah dapat dipulihkan dalam manusia (Kejadian 1:27).

Dari perspektif ini, Injil Kristus membawakan karya mengembalikan gambar rupa Allah, juga sehingga Allah mendapatkan kemuliaan. Sekadar pengampunan dosa itu tidak dapat menyatakan memancarkan apapun kemuliaan agung Allah, tetapi yang dapat menyatakan kemuliaan agung Allah adalah mengubah kehidupan orang menjadi serupa dengan gambar Allah. Injil Yesus Kristus membenarkan orang di hadapan Allah (ini memang benar, 3:9) tetapi bukan hanya sekadar itu saja, tetapi lebih jauh mengubah kehidupan orang untuk mengungkapkan kemuliaan Allah, menjadi sama seperti Yesus Kristus. Oleh karena itu, melayani bukanlah masalah kemampuan atau kualifikasi tetapi apakah hidup dapat seperti Tuhan mewujudkan kemuliaan Allah, itu adalah hal yang paling penting. Mereka yang menyerang Paulus pada dasarnya telah salah arah dan mempertanyakan hal yang salah.

Kehidupan macam apa yang merupakan kehidupan yang memiliki gambar rupa yang sama dengan Tuhan? Ini adalah masalah teologis yang layak dipikirkan secara mendalam. Di sini, Paulus menyebutkan beberapa aspek yang terkait dengan hidup dalam terang terbuka dan jujur: menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan, jangan curang berlaku licik, tidak memalsukan firman Allah, dan hanya menyatakan kebenaran (4:2). Berjalan dalam terang adalah sikap dasar yang seharusnya dimiliki hidup manusia, dan itu juga merupakan manifestasi hidup Yesus Kristus ketika Ia berada di dunia. Yesus Kristus adalah gambar Allah, dan hanya orang-orang yang lurus dan berjalan dalam terang yang dapat memantulkan kemuliaan Tuhan.

Renungkan:
Manusia awalnya memiliki gambar rupa Allah. Melalui perikop ini, bagaimanakah Paulus membantu kita kembali memahami hal-hal tentang gambar Allah? Di dunia ini, di manakah manusia dapat melihat dengan jelas gambar rupa Allah? Mereka yang mengikuti Tuhan memiliki perubahan dan perwujudan apa dalam kehidupan mereka? Untuk memberitakan firman Kristus, apakah saya telah meninggalkan hal-hal yang gelap dan memalukan?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Filipi 2:5-8

「Teladan Yesus Kristus」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 2:5-8 [ITB])
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Fil. 2:6-8 dengan jelas menunjukkan kepatuhan Yesus Kristus yang rendah hati. Di sini menekankan dengan sangat kuat: bahwa kerendahan hati Yesus Kristus jelas bukan karena diri-Nya rendah, karena Ia memiliki rupa Allah. Kata rupa menandakan bahwa Dia tidak hanya memiliki esensi dan kualitas yang sama dengan Allah, tetapi juga memiliki gambar yang sama dengan Allah dalam bentuk eksternal. Pada saat menekankan rupa eksternal Yesus Kristus, 2:6 juga menunjukkan bahwa Ia setara dengan Allah. Ungkapan ini jelas menjabarkan keTuhanan yang sempurna dari Yesus Kristus.

Di sini Paulus menggunakan kata yang hanya muncul sekali dalam Alkitab, menggambarkan Yesus Kristus tidak mempertahankan kesetaraan-Nya dengan Allah. KJV atau CUV menerjemahkan sebagai memperebutkan tampaknya sudah mencerminkan makna kata tersebut dengan relevan, walau mungkin rentan kesalahpahaman bahwa memang dari awal tidak memiliki sehingga tidak memperebutkan, dan terjemahan ini kurang bisa mengekspresikan makna memegang erat sekuat tenaga (bandingkan ITB memakai kata “mempertahankan”), namun dapat dengan benar mencerminkan bahwa Yesus Kristus setara dengan Allah, tetapi Ia tidak bersikeras datang dengan identitas dan rupa ini.

Fil. 2:7 lebih jauh menggambarkan teladan Yesus yang rendah hati. Istilah mengosongkan diri relatif mudah dimengerti tetapi bagaimana Dia mengosongkan diri-Nya sendiri harus mengacu pada konteks yakni teks berikutnya, terutama dua frasa berikut: mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Pengosongan diri Yesus Kristus bukan membuang keilahian-Nya, tetapi mengambil rupa seorang budak. Paulus tidak sekadar hendak mengekspresikan inkarnasi Yesus Kristus Sang Firman menjelma jadi manusia dan hidup di tengah-tengah manusia, karena jika demikian, dua frasa terakhir dari ayat 7 sudah cukup, Paulus bahkan lebih fokus menitikberatkan Yesus Kristus melepaskan hak yang memang dimiliki-Nya, menjadi hamba bagi manusia, melalui tindakan-Nya agar manusia bisa mendapatkan keselamatan.

Ini dengan jelas dinyatakan dalam ayat 8, bahwa Yesus Kristus tidak hanya menjadi manusia, tetapi juga rendah hati dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Kepada siapa Yesus Kristus taat, tidak secara jelas dinyatakan dalam perikop ini, tetapi dari tanggapan Allah terhadap tindakan Yesus yang dijelaskan di teks di bawah, maka dapat diketahui Yesus menaati kehendak Allah, Ia melalui rupa yang dipandang hina oleh manusia menyelesaikan keselamatan yang dijanjikan-Nya. Kerendahan hati Yesus Kristus membuat manusia mendapatkan keselamatan dan menerima anugerah.

Sebelum rangkaian uraian tentang Yesus Kristus di atas, di ayat 5 Paulus terlebih dahulu menunjukkan bahwa orang percaya perlu memiliki pikiran dan perasaan Kristus Yesus, jadi tujuan Paulus bukanlah sekadar untuk membuat pembaca memahami bagaimana Yesus Kristus setara dengan Allah serta betapa Ia rendah hati dan taat, bahkan sampai mati di kayu salib, terlebih hendaknya kita menjadikan Yesus sebagai teladan, mempelajari sikap hati dan pikiran-Nya. Jika Kristus dapat meletakkan rupa-Nya yang setara dengan Allah, kita bahkan dapat meletakkan apa yang kita anggap mulia dan menjadi hamba bagi orang lain untuk melayani kebutuhan orang lain.

Renungkan:

Bisakah kita menjadikan Yesus sebagai teladan, meletakkan identitas kita, melayani dengan rendah hati agar orang lain mendapatkan manfaat baik?


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Khotbah Yoh. 17

Divine Unity di dalam Doa Tuhan Yesus bagi Orang-orang Percaya

A) Pendahuluan

Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus sangat sering menyendiri untuk berdoa. Ada beberapa yang tercatat isi doa-Nya, tentu merupakan doa yang sangat penting. Salah satunya dalam Yohanes pasal 17.

Doa ini merangkum relasi diri Yesus dan Bapa di Sorga, juga orang-orang yang mau menerima Yesus. Memahami isi doa yang istimewa ini akan membantu kita memahami seluruh pengajaran Yesus, bahkan pengajaran Rasul Paulus.

Kita akan memulai dari Yoh. 17:21-23 sebagai titik masuk (entry point), bagian yang dinaikkan bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya.

(slide 2, 3, 4) 21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

(1) Apa poin penting dari doa ini?

(slide 5) Mari kita lihat elemen penting yang diulang-ulang dalam bagian doa Yesus ini:
21 supaya mereka semua menjadi satu, …
22 … supaya mereka menjadi satu,
sama seperti Kita adalah satu
23 … supaya mereka sempurna menjadi satu

Dalam 3 ayat saja sudah muncul 4 kali kata satu (unity) . (slide 6) Yesus menginginkan kita supaya menjadi satu.

Tapi satu yang bagaimana? Satu organisasi gereja? Satu jam ibadah? Baju paduan suara yang sama? Ataukah semua saling senyum di bibir, tidak bertengkar? Apa kalau sudah begitu sudah bisa disebut satu, ya tah?

Ilustrasi Anton orang baru di gereja. (Dari satu perspektif, semua seragam suka bertengkar itu juga satu unity)

(Footnote) kata unity memiliki makna: seragam (satu ragam), memiliki satu sifat, sama² memiliki. Ini pandangan umum dunia, ya itu bagus. Tapi apakah satu (unity) yang dimaksudkan Yesus, cuma itu saja? Apa ada bedanya dan ada keistimewaannya yang lebih mendalam?

B) Unity yang Ilahi

(slide 7) Mari kita melihat terlebih dahulu apa yang Yesus lakukan untuk membuat kita menjadi satu seperti yang Ia bentuk.

C) Yesus tinggal di dalam diri kita

(slide 9) (Yoh. 6:56) Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku (artinya orang-orang yang menerima Yesus), ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Walau tidak bisa 100% namun ada ilustrasi yang bisa membantu kita membayangkan maksud ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

(slide 10) Ilustrasi: manusia dalam oksigen; ikan dalam air

II1-AQUARIUM-AND-FISH-CARE-COURSE

fish-in-sea

Kita berada, tinggal, dan hidup di dalam oksigen. Lalu kita menghirup O², kita menerima O² masuk ke dalam diri kita, dan O² masuk ke seluruh sel² tubuh.
Kita tinggal di dalam oksigen, oksigen di dalam kita.

Setiap orang yang mau menerima Yesus, yang mau percaya kepada-Nya, maka Aku di dalam dia. Yesus datang dan tinggal di dalam diri orang itu.
Di saat yang sama kita berada, tinggal, dan hidup di dalam Yesus.

Inilah unity Yesus dengan kita.
Apakah begini saja? No! Go deeper!

(1) Unity ini lebih istimewa, karena seperti unity Yesus dengan Bapa.

(slide 11) Dalam doa Yesus di ayat 21
sama seperti Engkau Bapa di dalam Aku; dan Aku di dalam Engkau Bapa (1);
mereka di dalam Kita (2).

Ini adalah kesatuan ilahi antar pribadi Allah TriTunggal (TriUnity), lalu diterapkan oleh Allah kepada kita semua orang-orang percaya yang mau menerima Yesus, agar menjadi satu di dalam Bapa dan Yesus.

Keseragaman yang kita sama² miliki adalah unity yang ilahi, begitu istimewa. Bukan karena datang ibadah memakai baju batik yang sama atau jubah paduan suara yang sama.

① Unity yang ilahi ini istimewa karena unique

Mari kita lihat Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. (Yoh. 14:20), kata Pada waktu itu adalah menunjuk waktu sesudah Ia mati di salib, dan bangkit. Artinya unity kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu nyata setelah Ia mati di salib dan bangkit dari kematian (lihat juga point D.① di bawah, mengapa sesudah Ia mati di salib), dan itu bisa terjadi karena Yesus Sang Allah datang ke dalam dunia. Hanya Yesus. Allah manakah yang datang ke dunia dan mati bagi mu sehingga engkau memiliki Allah tinggal di dalam diri mu dan engkau tinggal di dalam Dia? Hanya Sang Allah saja yg bisa melakukannya.

Manusia dengan manusia tidak bisa kamu di dalam aku; aku di dalam kamu.
Juga tidak ada istilah “Bapa di dalam ayam; ayam di dalam Bapa” (Mengapa? Pikirkan setelah membaca poin D① dan D②)

Unity yang ilahi ini istimewa karena unique, radically distinctive and without equal.

=> Aplikasi:

pernahkah bersyukur memiliki unity yang ilahi dengan Sang Pencipta mu? Unity yang unik istimewa, hak khusus orang yang menerima Yesus?

Setiakah engkau rindu tiap hari datang kepada Yesus menikmati: Yesus di dalam engkau; dan engkau hidup di dalam Yesus?

Pedulikah engkau?

D) Unity dalam kemuliaan yang diberikan Yesus

(slide 12) Di dalam doa-Nya di ayat 22, Yesus mengatakan bahwa Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan.

Apa yang dimaksudkan kemuliaan yang telah Yesus berikan kepada kita?

Yoh. 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Perhatikan kemulian Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran, itulah kemuliaan yang diberikan Yesus kepada kita.

① Melalui kematian-Nya memberikan kemuliaan kasih, kebenaran, pengudusan

Melalui kematian Yesus di atas salib dan bangkit di hari ke-3, Yesus menguduskan orang-orang percaya, Yoh. 17:19 Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.

Melalui kematian dan kebangkitan-Nya Yesus membuat orang yg mau menerima Yesus menjadi kudus.

Kemuliaan hanya bisa diberikan setelah ada pengudusan, itu harus dalam kebenaran. Kekudusan adalah sifat adanya kebenaran. Dan kebenaran yang kudus adalah salah satu sifat dari kemuliaan Allah.

Pentingnya kekudusan agar kita dapat tercakup dalam unity yang ilahi ini terlihat dalam Yoh. 17:8 Segala firman yang Engkau berikan kepada-Ku; telah Kuberikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran, yakni di dalam firman-Mu yang adalah kebenaran.

(Ayat ini juga memberikan pemahaman bahwa orang percaya harus menjaga kekudusan dengan cara menjalankan dan menghidupi Firman Allah, agar tetap terjaga tinggal di dalam unity ilahi Yesus dan Bapa yang kudus. Lihat point D③)

Yesus memberikan kemuliaan dalam kasih karunia, kebenaran, pengudusan kepada kita. Itulah yang membuat kita dapat tercakup dalam unity yang ilahi. Tanpa penyucian pengudusan tidak bisa!

② Kemuliaan itu adalah gambar dan rupa Allah yang sempurna

Kemuliaan dari Yesus Sang gambar dan rupa Allah yang sempurna, diberikan kepada kita untuk memulihkan gambar dan rupa dalam diri kita yang rusak oleh dosa.

Kini kita memiliki keseragaman karakter kemuliaan Allah, yang merupakan milik Yesus. Dia Sang gambar dan rupa Allah yang sempurna itu, membentuk kita semua (kamu, saya, dia) seragam, kembali memiliki kemuliaan Allah yang satu ragam satu rupa dan satu gambar dengan Yesus, tentu saja juga milik Bapa.

Seragam yang horizontal dengan semua sesama orang² yg mau menerima Yesus. Se-ragam secara vertikal ilahi dengan Bapa dan Yesus.

Unique tiada tanding? Ya.

(Berdasarkan poin D① dan D② pikirkan: mengapa manusia dengan manusia tidak bisa saling kamu di dalam aku; aku di dalam kamu.
Juga tidak ada istilah “Bapa di dalam ikan; ikan di dalam Bapa”. Anda akan makin merasakan unity ini sungguh unique tiada tanding. Siapa yg bisa wewujudkannya? Hanya satu, Yesus Tuhan)

=> Aplikasi:

Keseragaman (satu ragam) apa yang sudah kita tunjukkan di wajah kita? Jubah paduan suara yang sama? Jam ibadah yang sama? Apakah senyum basa basi yang sama di wajah kita (biar ngak bertengkar)?

Coba saling berhadapan dengan teman yg duduk sebelah anda. Apa yang kau lihat di wajah teman mu?

Atau yg kita lihat adalah wajah yang menyinarkan kemuliaan Allah? Apakah kita hanya memperhatikan “kotoran mata” yang ada di wajah teman kita?

Apakah kita terlalu sering memperhatikan kesalahan teman kita, dan di saat yg sama tanpa menyatakan kemuliaan Sang Raja yang penuh kasih karunia?

Nyanyikan lagu “Kulihat di wajah mu Kemuliaan Sang Raja.”

Apakah kita menunjukkannya dengan tindakan nyata saat melihat wajah teman mu memancarkan kesedihan?

Sasa yang penuh kasih mau menuggu dan membawa Linda dan teman-teman yang lain pergi ke tempat outting. Tindakan yg kecil juga bisa memperlihatkan sifat alamiah wajah Kemuliaan Sang Raja.

Kemuliaan yang Yesus berikan karena Ia tinggal di dalam kita; dan kita berusaha tetap tinggal di dalam Yesus.

③ Menjaga agar tetap berada dalam unity ilahi:

Yoh. 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. …

Kita perhatikan kata tinggallah merupakan seruan Yesus agar kita melakukan tindakan tinggal. Tetapi tindakan konkret apa yg harus dilakukan untuk agar kita Tinggal di dalam Aku

Yoh. 17:8 Segala firman yang Engkau berikan kepada-Ku; telah Kuberikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran, yakni di dalam firman-Mu yang adalah kebenaran. Kekudusan yg sudah kita terima harus dipelihara dijaga. Ayat ini memberikan pemahaman bahwa orang percaya harus menjaga kekudusan dengan cara menjalankan dan menghidupi Firman Allah, agar tetap terjaga tinggal di dalam unity ilahi Yesus dan Bapa yang kudus.

Tindakan konkret dijelaskan Yesus di Yoh. 15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Rasul Yohanes kelak menuliskannya dengan gamblang, 1 Yoh. 3:24 Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. …

(Mat. 12:50) Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.

Orang yang bersaudara memiliki keserupaan wajah yg mirip. Sesama saudara-Ku laki-laki ataupun dengan saudara-Ku perempuanmenunjukkan keserupaan wajah dengan Yesus. Orang yang melakukan Firman (kehendak Bapa) menjaga rupa dan gambar Allah yang ada dalam dirinya tetap serupa dengan Yesus, serupa dengan Allah.

Perhatikan hal ini saat membaca poin F di bawah, itulah juga tujuan kita butuh pemeliharaan ilahi.

E) Unity yang ilahi dalam misi ilahi yang diberikan Yesus

Apa tujuannya Yesus dengan sudah memberikan Unity ilahi penuh kemuliaan kepada orang² yang mau menerima Dia?

(Slide 13) 21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

23 mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu

18 … Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia

Dalam tiga ayat ini Yesus berdoa mengenai tugas ilahi yang Ia berikan kepada kita. Supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.Agar dunia tahu

Perhatikan ayat 18 Sama seperti Bapa mengutus Yesus ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia Sekali lagi pattern unity ilahi, pengutus ilahi dari Bapa kepada Anak Tunggal Allah Yesus Kristus, kini diterapkan oleh Yesus kepada kita sebagai anak-anak Allah.

Yesus diutus ke dalam dunia agar dunia mengenal Bapa + percaya bahwa Yesus adalah Messias yang diutus Allah. Maka kita semua yg se-ragam ini juga diberi satu ragam visi misi ilahi, menjadi utusan Allah. Agar dunia mengenal Bapa dan Yesus.

=> Aplikasi:

Hari ini apakah yang menjadi kepedulian utama kita hidup di dunia ini?

Apakah jualan “panci” yang menjadi tujuan utama kita? Ataukah tujuan hidup kita se-ragam menjadi utusan Allah yang membawa kemuliaan Allah; yang memiliki Yesus di dalam diri kita; dan kita yg satu-ragam hidup di dalam Yesus?

Kemarin ada pelatihan Pengabaran Injil, itu adalah sebuah pelatihan yang bagus membantu kita melaksanakan tugas ilahi ini. Saya usul kita boleh mengundang orang sudah pengalaman, memberikan pelatihan buat kita, dan kita ini boleh membuat program serta team untuk merealisasikan tugas pengutusan ilahi ini.

Inilah doa Yesus untuk kita, keseragaman ilahi atas tugas ilahi boleh secara seragam direalisasikan.

Ataukah kita hanya seragam karena secara seragam mengenakan jubah yang seragam, dengan senyum bibir yg seragam? Apa bedanya dengan seragam yg ada di super mall Jepang yg seragam ramah penuh senyum seragam di bibir, seragam harmonis berusaha tidak bertengkar dengan pengunjung? Gereja juga bisa jika mau punya seragam senyum bibir dan ramah supermall Jepang.

(Ngomong² kita mungkin ngak sudi punya yg di bibir saja dan yg di jubah luar ginian, tapi jangan² se-ragam yg sering kita punya adalah pipi merah bergambar jejak telapak tangan)

F) Unity dalam pemeliharaan Allah

(Slide 14) Di satu sisi kita harus berusaha, di sisi lain kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan sendiri, kita butuh pertolongan Roh Kudus.

Maka doa Yesus Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. (ayat 11)

Kita butuh kekuatan pemeliharaan Allah karena seperti dalam doa Yesus di ayat 14 bahwa dunia membenci kita. Maka di ayat 15 sekali lagi dalam doa Yesus meminta, Yohanes 17:15 … Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.

Dunia dan si Jahat ingin kita melompat keluar dari dalam Yesus, seperti halnya ikan melompat keluar dari air, bahkan kalau perlu diseret.

dead-fish-outside-sea

Ingat poin “Tinggallah di dalam Aku”, ini merupakan sebuah siklus, hanya tinggal di dalam Yesus saja (dengan melakukan dan menghidupi Firman) kita baru dimampukan tidak ditarik keluar dari dalam Air Hidup.

Marilah kita bersatu hati, seragam pikiran meminta pertolongan ilahi dari Tuhan Yesus.

=> Aplikasi:

Itulah yang juga Yesus doakan bagi kita. Adakah kita berdoa memohon pemeliharaan Bapa?

Itulah sumber kekuatan bagi kita untuk hidup di dunia ini sebagai utusan Allah.

Saat engkau merasa hidup ini berat dan sulit, tariklah nafas yang dalam, hiruplah oksigen. Saat engkau menghirup oksigen, engkau hidup di dalam oksigen; oksigen ada di dalam dirimu. Demikian juga engkau hidup dan ada di dalam Yesus yang penuh kasih, kekuatan dan kemuliaan Allah; di saat yang sama Yesus tinggal di dalam dirimu memberikan kekuatan, kesegaran, pemeliharaan Allah.

(Slide 15) Apakah kita sekedar seperti ikan yang hidup di dalam air; dan air di dalam diri ikan? Sekedar hidup di dalam oksigen dan oksigen di dalam diri kita? Jika demikian maka tidaklah banyak perbedaan kita dengan keseragaman orang dunia.

Dunia secara seragam hidup di dalam oksigen, dan di dalam diri mereka ada oksigen, tetapi bukan Yesus; karena mereka bukan hidup di dalam Yesus.

Tetapi kamu hidup dan ada di dalam Yesus yang penuh kasih, kekuatan dan kemuliaan Allah. Dan Yesus hidup dan tinggal di dalam kamu.

E) Summary

(Slide 16) Tunjukkan pada dunia siapa Yesus, melalui keseragaman unity ilahi yang kita miliki.

Sehingga ketika dunia melihat hidup ku yg se-ragam dengan hidup mu, dunia boleh berkata: ku lihat di wajah mu kemuliaan Sang Raja.

Kelak kita saat bertemu Sang Raja, kita berkata sama seperti Yesus berkata Aku telah mempermuliakan Engkau ya Bapa di bumi, dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

G) Doa

Kiranya kita boleh memiliki pengharapan dan doa yang sama, agar nama Tuhan Yesus dimuliakan di dalam gereja ini, di dalam kehidupan keluarga kita, di dalam tempat kerja kita, selama-lamanya. Amin.

H) Homework / Bahan PA Pribadi

Berdasarkan inti dari khotbah ini, coba lakukan Pendalam Alkitab:

  • Dengan makna dari pattern “Aku di dalam kamu; kamu di dalam Aku” pahamilah sekali lagi seluruh Yohanes 17.
  • Carilah semua pattern “X di dalam Y; Y di dalam X” di dalam seluruh Injil Yohanes. Perhatikan bagaimana pattern tersebut terdapat dalam relasi Bapa dan Yesus; kemudian diterapkan pada Yesus dan diri kita.
  • Cailah juga pattern yang hampir sama “Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku, telah Kusampaikan kepada mereka” (apa yang Bapa berikan kepada Yesus, juga Yesus berikan kepada orang percaya) di seluruh Injil Yohanes. Buatlah daftar apa-apa saja yang diberikan / dilakukan Bapa kepada Yesus dan kemudian Yesus kepada orang percaya. Carilah tahu untuk tujuan apa dilakukan atau apa efeknya pada orang percaya.
  • Kata-kata “di dalam” sering dipakai pengajaran Rasul Paulus, membawa konsep yang diajarkan Tuhan Yesus. Pakailah pattern tersebut untuk merenungkan dan pahami:
    • (Kolose 3:3) “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.”
    • (Gal 2:20) “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”
  • Lakukan pemahaman atas seluruh Injil Yohanes, dengan berdasarkan Yoh. 17 dan makna dari pattern “X di dalam Y; Y di dalam X“. Yohanes 17 dapat menjadi kunci memahami seluruh Injil Yohanes, bahkan surat 1 Yohanes.

11 Agustus 2019. By Ev. Lukas

Untuk kalangan Kristen.