Tag Archives: Konsep Doa

Efesus 6:18-20

Berjaga-jagalah di dalam doamu

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 6:18-20 [ITB])
13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah.
18 Dalam segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Efesus 6:18 dalam segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus , kata berdoa / praying (προσευχόμενοι proseuchomenoi) adalah sebuah partisip (bentuk kata kerja yang berguna untuk menambahkan deskripsi pada sebuah kalimat, menggambarkan partisipasi dalam tindakan yang dilakukan oleh kata kerja. Memiliki peran yang mirip dengan kata sifat atau kata keterangan), dan secara tata bahasa kata partisip berdoa ini seharusnya mengungkapkan metode yang diperlukan untuk kata kerja berdirilah tegap dalam ayat sebelumnya (ayat 14) dan terkait perintah untuk memakai perlengkapan senjata rohani, dapat dikatakan merupakan titik fokus dari paragraf tentang peperangan rohani ini. Ketika Paulus meminta orang percaya untuk berdoa, ia menambahkan serangkaian frasa untuk mengungkapkan perintah yang sangat komprehensif. Berikut ini akan dibahas dalam urutan kemunculan kata-kata ini dalam teks aslinya.

Pertama, Paulus menunjukkan bahwa berdoa dilakukan melalui segala doa dan permohonan, di sini segala bisa berarti semua jenis dan dalam banyak cara, yang mungkin merujuk pada cara yang berbeda kita berdoa, dan di sini meminta orang percaya untuk berdoa bagi semua orang kudus dalam berbagai cara dan jenis doa. Kelompok frase kedua secara makna mengulang kelompok pertama, keduanya mengacu pada kelengkapan, kelompok pertama mengacu pada cara, dan kelompok kedua mengacu pada waktu, meminta orang percaya untuk setiap waktu / at all times berdoa bagi orang-orang kudus. Hal ini sejalan dengan permintaan Alkitab kepada orang percaya untuk berdoa tanpa henti, yang menunjukkan bahwa kita harus mengakui ketergantungan kita kepada Tuhan, kepada Dia saja kita senantiasa mengarahkan pandangan kita.

Kumpulan frasa ketiga menunjukkan perlunya orang percaya untuk berjaga-jagalah dan tak putus-putusnya (tak kenal lelah) dalam doa. Tuhan Yesus Kristus di Taman Getsemani juga dengan jelas mengingatkan murid-murid-Nya tentang perlunya berjaga-jaga dan berdoa, Ia menunjukkan bahwa Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah (Mat. 26:41). Murid-murid mengira mereka akan mengikuti Tuhan Yesus sampai akhir, tetapi ketika Yesus ditangkap, mereka semua lari. Jadi Yesus Kristus telah mengingatkan mereka sebelumnya untuk berjaga-jaga dan berdoa agar mereka mengerti bagaimana menghadapi tantangan di masa depan. Surat Efesus di sini tidak hanya mengingatkan orang percaya untuk waspada, tetapi juga tak putus-putusnya (tak kenal lelah dan bertekun), menunjukkan bahwa mereka perlu tetap berjaga-jaga waspada dalam segala macam situasi sulit.

Paulus menunjukkan bahwa doa ini dalam roh. Meskipun tidak secara jelas dinyatakan di sini sebagai Roh Kudus, itu adalah pemahaman yang lebih alami setelah pembahasan tentang perlengkapan senjata Allah di atas. Oleh karena itu, ini dapat menjadi fokus dari masing-masing kelompok deskripsi, dan sangat tepat untuk menempatkan frasa ini di awal terjemahan seluruh kalimat. Jika kita melihat terjemahan CUV Mandarin menunjukkan bahwa doa kita adalah bersandar Roh Kudus, itu hanya mengungkapkan sebagian dari makna dari bahasa aslinya, karena makna frasa ἔν Πνεύματι en Pneumati / dalam Roh memiliki makna yang lebih dalam, termasuk menurut pimpinan Roh (lihat BIMK berdoalah sebagaimana Roh Allah memimpin) yakni berdoa menurut Firman Tuhan yang diwahyukan melalui Roh Kudus sebagai arah doa kita.

Ayat 6:18 adalah berjaga-jagalah di dalam doa dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, maka dalam ayat 6:19-20 kita melihat salah satu arah dari perintah untuk berdoa, di sini meminta jemaat Efesus berdoa khusus untuk Paulus. Isi doa bagi Paulus dapat menjadi referensi penting untuk isi doa bagi orang-orang kudus.

Paulus meminta agar Tuhan supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara. Dalam Kolose 4:3-4, doa Paulus adalah supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus. Karena hubungan yang erat antara kedua surat ini, ini bisa menjadi referensi penting. Bukannya Paulus tidak tahu apa yang harus diberitakan, tetapi dia perlu memiliki waktu kesempatan untuk membuka mulutnya dan memberitakan rahasia Injil dengan bebas dan tanpa batasan, karena itu adalah misi yang diberikan Tuhan kepadanya.

Renungkan:
Kita perlu berjaga-jaga dan berdoa karena kita tahu kelemahan kita dan kita harus selalu mengandalkan perlindungan Tuhan untuk bertekun melaksanakan misi yang telah Dia berikan kepada kita.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yohanes 2:5

「Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:5 [ITB])
5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!

Menanggapi jawaban Yesus yang di permukaan seperti tidak sopan dan ambigu, permohonan Maria tampaknya gagal. Namun, Maria tidak merasa kecewa, juga tidak merasa ditolak. Bahkan, dia langsung memerintahkan orang agar menaati Yesus, Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!

Mengapa demikian? Bukankah Yesus benar-benar menolaknya? Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba. Ini jelas merupakan penolakan atas permintaannya. Mengapa Maria merasa bahwa Yesus akan bersedia menjawab permintaannya, dan ia meminta agar orang-orang mematuhi perintah Yesus? Tentu saja, inilah iman Maria dan pengetahuannya tentang Yesus. Maria tahu: Apa yang Ia katakan kepadamu, buatlah itu! kalimat ini selalu sesuai serta berlaku di kondisi apapun dan situasi bagaimanapun. Ini adalah kepastian.

Oleh karena itu, meskipun Maria tidak bisa memastikan dan tidak tahu apa langkah selanjutnya, dia tetap berkata kepada orang lain: Apa yang Ia katakan kepadamu, buatlah itu!

Namun, karena dia bersedia memohon kepada Yesus, dia juga pasti tahu bahwa setelah ia melakukan permohonan maka dia harus siap sedia menaati Dia kapan saja. Orang yang memohon juga adalah orang yang taat. Setelah Maria memohon kepada Yesus, dia pergi untuk memberi tahu orang lain hal kedua: Apa yang Ia katakan kepadamu, buatlah itu! Ini adalah arti dari ketaatan. Itu sama bagi kita sebagai orang Kristen. Kita memohon kepada Tuhan, tetapi itu juga berarti bahwa pada saat yang sama kita harus menaati Tuhan. Jika hanya ada permohonan, tetapi tidak ada ketaatan, maka itu tidak memiliki arti apa-apa. Ketaatan sama dengan permohonan, adalah hal yang harus kita lakukan di bawah pekerjaan Tuhan yang kekal dan tidak berubah.

Renungkan:
1. Apakah Anda adalah orang yang menaati Yesus? Apakah doa Anda selaras dengan kepatuhan Anda?
2. Apa yang Ia katakan kepadamu, buatlah itu! Apakah Anda merespons Yesus seperti itu?


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 58:6-9

「Puasa yang Dikehendaki Allah」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 58:6-9 [ITB])
6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, 7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. 9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah

Kuk

Sinonim dari puasa adalah kerendahan hati dan introspeksi diri yang membawa kepada pertobatan, puasa yang sejati bukanlah pertunjukan di muka umum, tetapi semacam kesadaran kerendahan hati di hadapan Allah, dan pada saat yang sama memperhatikan dan menolong komunitas yang kurang beruntung di sekitarnya. Ayat 6 menunjukkan bahwa puasa yang Allah inginkan adalah membantu yang tertindas mendapatkan pembebasan (menguraikan tali kuk dan memecahkan segala kuk), seperti halnya pada Tahun Yobel, semua budak dan pekerja bebas untuk kembali ke tanah air mereka (Im. 25:39-41, klik untuk membuka); ayat 7 menunjukkan puasa yang sejati adalah untuk memberikan makanan kepada yang kelaparan, dan dengan keramahtamahan memberikan tumpangan kepada yang membutuhkan, dan memberi pakaian kepada yang telanjang, semua ini adalah semacam perawatan dan pertolongan untuk orang miskin, hukum Taurat juga menunjukkan pemeliharaan bagi orang miskin, mereka dapat mengambil gandum dan buah yang jatuh di ladang (Im. 19:9-10). Oleh karena itu, puasa yang sejati yang dijelaskan dalam ayat 6-7 terkait dengan keadilan sosial, tetapi juga dengan menjalankan hukum Allah, singkatnya, puasa bukan hanya perilaku keagamaan, puasa adalah gaya hidup yang menjalankan hukum Allah dan memperhatikan orang miskin, orang yang benar-benar berpuasa adalah yang mencintai orang lain sama seperti dirinya sendiri (Im. 19:18), membawakan kebaikan kepada orang-orang di sekitarnya.

Ayat 8-9 mencatat bagaimana TUHAN akan menanggapi mereka yang menjalankan puasa yang sejati ini. Allah menunjukkan bahwa terangmu akan merekah seperti fajar, dan lukamu akan pulih dengan segera, kemuliaan TUHAN barisan belakangmu, ayat 8 dimulai dengan terang fajar dan diakhiri dengan kemuliaan menunjukkan bahwa mereka yang melakukan kebenaran akan memiliki cahaya terang dan cahaya kemuliaan Allah (bandingkan juga FAYH yang melengkapi dengan TUHAN akan mencurahkan cahaya-Nya yang mulia ke atas kamu dan membuat kamu bercahaya seperti fajar yang merekah). Inilah yang dikatakan Yes. 60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu, di sini kata cahaya nyata bukan kata-kata yang bersifat pertunjukan hiburan atau religius, tetapi gambaran bagi mereka yang bersedia melakukan keadilan kebenaran dan menolong yang lemah, cahaya kemuliaan Allah adalah kehadiran penyertaan Tuhan, Allah akan beserta bersama mereka yang melakukan keadilan kebenaran, dan orang lain dapat melalui ini merasakan kasih pemeliharaan Allah kepada yang miskin.

Ayat 9 menyatakan bahwa doa yang benar-benar merealisasikan puasa yang sejati akan dijawab oleh TUHAN, dan Tuhan akan berkata Ini Aku!. Di masa lalu, ketika Yesaya menerima panggilan Tuhan, dia berkata, Ini aku … (Yes. 6:1), dan mereka yang merealisasikan puasa sejati menerima jawaban Tuhan Ini Aku!, ini ini bukan berarti bahwa Allah dan manusia saling bertukar peran (antara Allah Pemanggil dan yang dipanggil), tetapi menunjukkan bahwa Allah senantiasa setiap saat akan menanggapi doa orang. Oleh karena itu, orang yang menjalankan puasa yang sejati harus menyingkirkan kuk yang menindas orang lain, dan berhenti menghakimi mencela orang lain, dan berhenti berkata-kata jahat, karena semua ini adalah tipu muslihat penindasan di masa lalu, dan orang-orang Israel harus mengubah kutuk menjadi berkat.

Renungkan:
Apakah Anda menutup mata terhadap orang-orang yang membutuhkan di sekitar Anda? Bagaimana cara Anda bertobat dan merealisasikan puasa, serta menjalankan kebenaran yang sejati, sehingga kemuliaan Allah dapat terpancar dalam hidup Anda?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Filipi 1:22-26

「Tugas Selama Hidup」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 1:22-26 [ITB])
22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. 23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik; 24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. 25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman, 26 sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.

Di sini Paulus lebih lanjut menjelaskan nilai kehidupan yang dinyatakan dalam 1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Khususnya di ayat 23, dia menunjukkan mengapa dia mengklaim bahwa mati adalah keuntungan. Meskipun dalam kehidupan orang percaya, dapat mengalami kehadiran dan pemeliharaan Roh Kudus, yang merupakan jaminan Allah bahwa kita akan diselamatkan, dan terlebih dahulu mencicipi keselamatan yang akan benar-benar dialami di akhir nanti. Jika harapan kita hanya ada dalam hidup ini saja, maka iman ini sangat terbatas, seperti yang dikatakan Paulus dalam 1 Kor 15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Karena Paulus tahu, mati bersama Kristus itu indah luar biasa, ini adalah saat orang percaya pada akhirnya mengalami keselamatan ultimat itu. Tidak hanya jiwa ditebus, tetapi tubuh yang diubahkan akan dibangkitkan, terlebih penting lagi, ia dapat bersama Kristus dan mengalami kemuliaan kerajaan-Nya.

Tetapi Paulus tidak meremehkan nilai hidup sekarang ini, ia tidak ingin orang percaya semata-mata menargetkan kematian, tetapi hendak menunjukkan bahwa orang harus memiliki tujuan penting untuk hidup. Karena meninggalkan dunia itu begitu baik tiada banding, tetapi mengapa kita masih perlu hidup di dunia ini? Ini harus menjadi sesuatu yang direnungkan oleh orang percaya setiap hari. Apa tujuan hidup kita? Misi apa yang kita miliki? Jika kita memiliki jawaban yang jelas untuk pertanyaan ini, hidup kita pasti sepenuhnya bermakna.

Bagi Paulus, bahwa misi hidupnya adalah untuk memberitakan Injil, membangun gereja, sehingga orang percaya dapat hidup dalam keadaan memiliki iman. Akibatnya, ia bergumul antara terus membangun orang percaya dan meninggalkan dunia dan tinggal bersama Kristus. Dengan pertimbangan ini, ia berpendapat bahwa ia tetap hidup di dunia, agar dapat membantu orang percaya bertumbuh dan bersukacita di dalam iman Injil.

Ini bukan untuk mengatakan bahwa mereka yang melakukan misi Tuhan tidak akan mati. Di dalam sejarah ada banyak orang yang mati martir karena misi Injil, dan gereja didirikan karena pengorbanan mereka. Paulus ingin menunjukkan bahwa dia mengambil ini sebagai tujuan hidupnya, dan dia juga menggunakannya sebagai arahan doa permintaan dia kepada Tuhan.

Dengan cara yang sama, kita harus memiliki pikiran dan hati seperti itu di hadapan Tuhan, dan mengenapkan tujuan Allah sebagai tujuan kita hidup di dunia.

Renungkan:

Apakah kita memahami kehendak Allah dalam hidup kita?


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Filipi 1:19-21

「Hidup Menyatakan Kristus」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 1:19-21 [ITB])
19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus. 20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. 21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Pertama-tama Paulus melalui doa orang percaya menunjukkan pentingnya doa. Ketika kita berdoa, kita tidak dapat mengetahui apa hasil pengaruhnya setelah kita berserah dalam doa, Tuhan juga tidak berjanji bahwa kita akan mencapai hasil yang kita inginkan sesuai apa yang didoakan. Doa adalah untuk membuat kita menegaskan kebersandaran dan kepercayaan kita kepada Tuhan dan percaya bahwa Ia yang memegang kuasa kendali. Di sini Paulus menghubungkan doamu dengan pertolongan Roh Yesus Kristus, mengingatkan kita bahwa doa bukan hanya sekedar aktifitas perorangan orang percaya, karena ketika kita berdoa, Allah ada di antara kita, dan Roh-Nya membimbing orang yang berdoa itu memahami kehendak-Nya, agar kita lihat karya tindakan-Nya.

Inilah makna sejati dan sebenarnya dari iman. Meskipun tidak ada yang diselesaikan, orang yang memiliki iman percaya bahwa hal-hal yang belum dicapai sudah dalam rencana Tuhan, dan hidup dengan keyakinan pasti dan konfirmasi seperti itu.

Tetapi kita perlu berhati-hati untuk tidak melihat kehendak kita sebagai kehendak Tuhan, dan hidup dengan membabi buta dan hidup merasa betapa berartinya diri sendiri. Paulus di ayat 20-21 menuliskan penjelasan tentang imannya (ayat 19), agar kita tahu target dari iman Paulus. Iman dia terhadap mendapatkan pembebasan adalah menunjuk kepada hidupnya di hadapan Allah mendapat pembebasan dari rasa takut, terlepas bagaimana jalan yang ada di depan, ia tahu bahwa hidupnya ada di tangan Tuhan, dan tujuan hidupnya adalah untuk memuliakan Tuhan, bersaksi tentang kasih karunia Yesus Kristus.

Ayat 1:21 adalah ayat emas yang sudah sangat dikenal banyak orang percaya, yang secara indah mengekspresikan sikap hati pikiran Paulus. Ia menggunakan dua kata infinit untuk mengungkapkan dua kemungkinan yang dia hadapi, satu adalah hidup, yang lain adalah mati. Hendaknya kita perhatikan: Paulus tidak menggunakan kontras perbandingan antara dipenjarakan dan dibebaskan, karena ia tahu bahwa ini hanya pengalaman sementara dalam hidupnya, ia ingin lebih menyeluruh secara utuh menggambarkan nilai hidupnya, yakni seluruh hidupnya adalah untuk menyatakan Kristus, agar Injil Yesus Kristus diberitakan sampai ke ujung bumi melalui kehidupan dan pelayanannya.

Renungkan:

Apa kebebasan sejati dan pembebasan sejati? Mohon Tuhan menjaga hati kita agar kita bisa bersandar tanpa rasa takut dalam segala keadaan.


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Filipi 1:3-5

「Memelihara Misi Injil」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 1:3-5 [ITB])
3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.
4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. 5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.

Ucapan syukur dan doa adalah bagian dari hampir setiap Surat Paulus, dan elemen penting dari setiap kehidupan Kristen. Di Surat Filipi, Paulus menyatakan bahwa ia sering mengucapkan syukur dan berdoa bagi jemaat Filipi. Meskipun dalam kalimat aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu tidak dengan jelas menunjukkan kapan dia mengingat (merindukan) mereka dan berdoa untuk mereka, tetapi setiap kali Paulus mengulanginya, itu mencerminkan bahwa dia selalu melakukan ini.

Sikapnya dalam mengingat (merindukan) dan berdoa adalah rasa terima kasih dan sukacita, yang mencerminkan bahwa Paulus tidak hanya berdoa karena ada kebutuhan tetapi adalah untuk jemaat Filipi. Ini juga membuat kita menyadari pentingnya doa yang terus-menerus. Berdoa bukan untuk meminta pertolongan dari Tuhan ketika dibutuhkan, tetapi untuk mempertahankan kondisi bersandar bergantung kepada Tuhan. Dalam Surat Filipi, kita dapat melihat bahwa gereja menghadapi masalah internal dan eksternal, tetapi Paulus menggunakan rasa syukur dan sukacita sebagai kata pengantar surat, ini mencerminkan imannya kepada Allah. Dari sudut pandang manusia hanya melihat gereja menghadapi banyak tantangan, tetapi Paulus melihat bahwa Allah masih bekerja di dalam gereja. Demikian pula, kita perlu mempelajari tantangan hidup, seringkali dengan rasa terima kasih, hidup bersandar bergantung kepada Tuhan setiap hari.

Dalam ayat 5, Paulus dengan sederhana dan secara langsung menunjukkan bahwa ia bersyukur demi gereja Filipi karena mereka dari awal sampai sekarang persekutuanmu dalam Berita Injil, terjemahan harfiah dari kalimat ini berperan serta dalam Injil. Ungkapan ini lebih luas mencakup sejak awal jemaat Filipi menerima Injil bahkan sampai kerja keras mereka mengabarkan Injil. Upaya penginjilan. Di satu sisi, Paulus bersyukur mereka mempertahankan iman kepada Injil, di sisi lain, juga menghargai usaha keras mereka memperluas pengabaran Injil kabar baik ini.

Dalam Kisah Para Rasul pasal 16, kita melihat bahwa gereja Filipi dimulai dengan dua orang jemaat, kedua orang yang karena tanggapan mereka terhadap pesan Injil yang dikabarkan oleh Paulus, sehingga kedua keluarga percaya kepada Tuhan, menjadi dasar gereja ini. Bagaimana gereja ini berpartisipasi dalam pekerjaan Injil di hari-hari berikutnya tidak dicatat dalam Alkitab, kita hanya tahu dari Filipi pasal 2 bahwa mereka mengirim Epafras pergi ke Roma untuk membantu Paulus, di pasal 4 kita melihat Paulus berterima kasih atas persembahan bantuan finansial dari mereka. Meskipun tidak ada catatan lainnya dalam Alkitab, dari rasa terima kasih Paulus dapat kita bayangkan upaya orang percaya Filipi dalam pekerjaan Injil.

Lebih penting lagi, Paulus menunjukkan bahwa keikutsertaan partisipasi mereka dalam pekerjaan Injil adalah dari hari pertama hingga hari ini, ini menunjukkan bahwa mereka terus memelihara dan mengembangkan Injil. Secara umum, pengalaman seseorang percaya kepada Tuhan bisa menjadi motivasi yang kuat untuk melakukan penginjilan memberitakan kabar baik ini, tetapi partisipasi orang-orang percaya Filipi dalam penginjilan bukan hanya antusiasme di awalnya saja, tetapi upaya keras yang terus menerus bagi Injil. Seperti pesan Paulus dalam 2 Timotius 4:2, agar memberitakan firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya.

Renungkan:

Apakah kita melihat kehadiran Allah dalam hidup kita, sehingga kita dapat berterima kasih kepada-Nya dengan iman yang penuh sukacita dalam setiap situasi?

Apakah antusiasme kita terhadap Injil hanya berkembang ketika di awal kita pertama kali percaya atau ketika kita digerakkan oleh suatu pengalaman khusus, lalu di saat lain kita menjadi acuh tak acuh? Berdoa kiranya Tuhan menjaga hati kita agar kita dapat terus memiliki hati yang berapi-api untuk Injil dan misinya.


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.