
「Akar kegagalan komunitas」
Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.
(Hak. 1:19 – 2:5 [ITB])
19 Dan TUHAN menyertai suku Yehuda, sehingga mereka menduduki pegunungan itu; tetapi mereka tidak dapat menghalau penduduk yang di lembah, sebab orang-orang ini mempunyai kereta-kereta besi.
20 Kepada Kaleb telah diberikan Hebron, seperti yang dikatakan Musa dahulu, dan dari sana telah dihalaukannya anak Enak yang tiga itu.
21 Tetapi orang Yebus, penduduk kota Yerusalem, tidak dihalau oleh bani Benyamin, jadi orang Yebus itu masih diam bersama-sama dengan bani Benyamin di Yerusalem sampai sekarang.
22 Keturunan Yusuf juga maju menyerang Betel, dan TUHAN menyertai mereka. 23 Keturunan Yusuf menyuruh orang mengintai Betel itu–nama kota itu dahulu adalah Lus. 24 Ketika pengintai-pengintai itu melihat seorang keluar dari kota itu, maka berkatalah mereka kepadanya: 「Tolong tunjukkan bagaimana kami dapat memasuki kota ini, maka kami akan memperlakukan engkau sebagai sahabat.」 25 Lalu ditunjukkannyalah kepada mereka bagaimana mereka dapat memasuki kota itu, dan mereka memukul kota itu dengan mata pedang, tetapi orang itu dengan seluruh kaumnya dibiarkan mereka pergi. 26 Orang itu pergi ke negeri orang Het dan mendirikan di sana sebuah kota yang dinamainya Lus. Demikianlah nama kota itu sampai sekarang.
27 Suku Manasye tidak menghalau penduduk Bet-Sean dan penduduk segala anak kotanya, penduduk Taanakh dengan segala anak kotanya, penduduk Dor dengan segala anak kotanya, penduduk Yibleam dengan segala anak kotanya, dan penduduk Megido dengan segala anak kotanya, sebab orang Kanaan itu berkeras untuk tetap diam di negeri itu. 28 Setelah orang Israel menjadi kuat, mereka membuat orang Kanaan itu menjadi orang rodi dan tidak menghalau mereka sama sekali.
29 Suku Efraimpun tidak menghalau orang Kanaan yang diam di Gezer, sehingga orang Kanaan itu tetap diam di tengah-tengah mereka di Gezer.
30 Suku Zebulon tidak menghalau penduduk Kitron dan penduduk Nahalol, sehingga orang Kanaan itu tetap diam di tengah-tengah mereka, walaupun sebagai orang rodi.
31 Suku Asyer tidak menghalau penduduk Ako, penduduk Sidon serta Ahlab, Akhzib, Helba, Afek dan Rehob, 32 sehingga orang Asyer itu diam di tengah-tengah orang Kanaan, penduduk asli di negeri itu, sebab orang-orang itu tidak dihalaunya.
33 Suku Naftali tidak menghalau penduduk Bet-Semes dan penduduk Bet-Anat, sehingga mereka diam di tengah-tengah orang Kanaan, penduduk asli di negeri itu; tetapi penduduk Bet-Semes dan Bet-Anat itu menjadi orang rodi bagi mereka.
34 Orang Amori mendesak bani Dan ke sebelah pegunungan dan tidak membiarkan mereka turun ke lembah, 35 dan orang Amori itu berkeras untuk tetap diam di Har-Heres, di Ayalon dan di Saalbim, walaupun mereka mendapat tekanan berat dari keturunan Yusuf, sebab mereka menjadi orang rodi. 36 Daerah orang Amori itu mulai dari pendakian Akrabim, dari Sela, terus ke atas.
2:1 Lalu Malaikat TUHAN pergi dari Gilgal ke Bokhim dan berfirman: 「Telah Kutuntun kamu keluar dari Mesir dan Kubawa ke negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangmu, dan Aku telah berfirman: 『Aku tidak akan membatalkan perjanjian-Ku dengan kamu untuk selama-lamanya, 2 tetapi janganlah kamu mengikat perjanjian dengan penduduk negeri ini; mezbah mereka haruslah kamu robohkan.』 Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku. Mengapa kamu perbuat demikian? 3 Lagi Aku telah berfirman: 『Aku tidak akan menghalau orang-orang itu dari depanmu, tetapi mereka akan menjadi musuhmu dan segala allah mereka akan menjadi jerat bagimu.』」 4 Setelah Malaikat TUHAN mengucapkan firman itu kepada seluruh Israel, menangislah bangsa itu dengan keras. 5 Maka tempat itu dinamai Bokhim. Lalu mereka mempersembahkan korban di sana kepada TUHAN.
Hal yang istimewa dari 《Kitab Hakim-hakim》 pasal 1 adalah bahwa pasal ini tampaknya menunjukkan kepada kita bahwa bangsa Israel masih berhasil di era pasca-Yosua. Namun, jika kita terus membaca, mereka tetaplah berakhir dengan kegagalan.
Ayat 19 menceritakan kepada kita: Sejak Yehuda menduduki pegunungan, karena penduduk dataran memiliki kereta-kereta besi, mereka tidak dapat mengusir penduduk dataran tersebut. Apa masalahnya? Kelompok orang Israel ini, mereka pernah dan selalu mengalami pertolongan Allah, tetapi sekarang mereka telah melupakan janji kehadiran Allah (Ulangan 7:1-3), dan pada saat yang sama mereka telah melupakan pengalaman zaman Yosua (Seperti: runtuhnya Yerikho mengalahkan raja Hazor, yang memiliki banyak kuda dan kereta … dll.). Di permukaan, ayat ini sepertinya memberi tahu kita bahwa bangsa Israel tidak mampu menang atas musuh. Namun, pada kenyataannya? Ternyata mereka telah melupakan apa yang dikatakan Yosua: sekalipun orang Kanaan kuat dan memiliki kereta besi, kamu dapat mengusir mereka (Yos. 17:18 「tetapi pegunungan itu akan ditentukan bagimu juga, … kamu akan memilikinya sampai kepada ujung-ujungnya, sebab kamu akan menghalau orang Kanaan itu, sekalipun mereka mempunyai kereta besi dan sekalipun mereka kuat」) Apa yang ditunjukkan oleh penulis Alkitab kepada kita adalah orang-orang Israel hanya puas dengan kemenangan saat itu, sehingga berhenti bergerak maju, kehilangan keberanian untuk mengalami kuasa hadirat Allah. Ayat ini bisa dikatakan sebagai kunci dari seluruh 《Kitab Hakim-hakim》 – memendam akar kegagalan bangsa Israel di seluruh era Hakim-hakim ini!
Mari kita lihat beberapa contoh lagi untuk membuat kita lebih sadar akan akar masalah orang Israel.
Hak. 1:7 mencatat kata-kata Adoni orang Bezek 「Ada tujuh puluh raja dengan terpotong ibu jari tangan dan kakinya memungut sisa-sisa makanan di bawah mejaku; sesuai dengan yang kulakukan itu, demikianlah dibalaskan Allah kepadaku」, namun apa pentingnya dibalik kata-kata Adoni tersebut? Tindakan 「memotong ibu jari para tawanan」 menyatakan mengambil kekuasaan musuh, menyatakan kemenangan diri. Suku Yehuda, mereka tidak menghukum mati Adoni-Bezek di tempat, mereka bahkan memperlakukan Adoni orang Bezek seperti cara Adoni memperlakukan musuhnya? Sayang sekali: suku Yehuda telah mempelajari dan meniru budaya Kanaan! (Tambahan penerjemah: perhatikan juga di bagian akhir kata-kata Adoni yang mengatasnamakan Allah seakan-akan setuju tindakan suku Yehuda yang meniru budaya orang Kanaan. Ini hanya awal, kelak makin banyak budaya dan penyembah berhala yang ditiru orang Israel!)
Ayat 1:28 mengatakan: 「Setelah orang Israel menjadi kuat, mereka membuat orang Kanaan itu menjadi orang rodi dan tidak menghalau mereka sama sekali.」 Ayat ini sangat penting.
Menurut kehendak awal Allah, orang Israel memiliki kekuatan yang cukup untuk mengusir orang Kanaan. Namun, alih-alih melakukannya, mereka lebih puas dengan yang baik kualitas dua dan menyisakan orang Kanaan untuk melakukan kerja keras. Bermula di 1:8 ketaatan kepada Allah, mengikuti mode perang yang ditetapkan oleh Yosua 「bani Yehuda berperang melawan Yerusalem, merebutnya lalu memukulnya dengan mata pedang dan memusnahkan kota itu dengan api」, sampai sekarang hanyalah pada tahap kesuksesan yang dangkal, di balik kesuksesan ada hal yang timbul memenuhi seluruh perikop mulai dari 1:19 hingga akhir pasal 1? Apa itu? Itu adalah frasa 「tidak menghalau」 (1:19, 21, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33).
Menurut ayat 2:1, 「telah Kutuntun kamu keluar dari Mesir」 sampai hari ini, Allah tidak pernah meninggalkan perjanjian yang Dia buat dengan mereka. Namun, bagaimana dengan orang Israel? ── Berhenti pada kemenangan di kulit permukaan, tidak lagi bersedia untuk mematuhi perintah dan ajaran Allah, dan bahkan tidak lagi bersedia membayar harga untuk mematuhi instruksi Allah. Bangsa Israel, mulai dari ayat 1:19 mereka langkah demi langkah menuju kegagalan. Tidak heran Allah berkata kepada orang Israel dalam 2:2-3 「Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku. Mengapa kamu perbuat demikian? Maka Aku telah berfirman: 『Aku tidak akan menghalau orang-orang itu dari depanmu, tetapi mereka akan menjadi musuhmu dan segala allah mereka akan menjadi jerat bagimu.』」
Renungkan:
Kemarin kita berbicara tentang 「kunci keberhasilan komunitas」 ── doa, kerja sama, ketaatan. Secara umum, konsep yang sangat penting dari 「sukses」 adalah 「sikap」 kita ── ketika kita menghadapi situasi apa pun, kita harus mengutamakan Allah di posisi pertama, dan berpegang pada prinsip 「bersatu」 dan 「ketaatan」 di dalam hati. Dalam benak penulis 《Kitab Hakim-hakim》, 「sikap hati manusia」 bisa dikatakan menjadi unsur yang sangat penting bagi keberhasilan komunitas!
Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.