Yohanes 2:7-8

「Kami tidak harus tahu」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:7-8 [ITB])
7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air. Dan merekapun mengisinya sampai penuh. 8 Lalu kata Yesus kepada mereka: Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.
Lalu merekapun membawanya.

Ayat ini menjelaskan secara rinci persiapan pelaksanaan mukjizat ini: karena Maria berpesan kepada para pelayan agar Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu! Oleh karena itu, kelompok pelayan perjamuan pernikahan itu melakukan apa yang Yesus perintahkan. Mereka mengisi penuh air, lalu mencedok air dari dalam tempayan dan memberikannya kepada pemimpin perjamuan.

Sangat menarik, pada kenyataannya, kelompok orang ini tidak tahu apa-apa — mereka tidak tahu apa yang akan Yesus lakukan, rencana apa yang Dia miliki, dan untuk tujuan apa. Bahkan, mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan! Terlebih bahkan tidak tahu bahwa air yang dicedok telah menjadi anggur yang baik! Mereka benar-benar orang yang berada di balik tempurung sama sekali tidak tahu apa-apa. Atau, Anda dapat mengatakan bahwa mereka tidak penting hanyalah aktor pendukung mukjizat ini. Namun, dari perspektif lain, mereka telah berpartisipasi dalam mukjizat Yesus mengubah air menjadi anggur.

Kelompok pelayan ini benar-benar berpartisipasi dalam pekerjaan keajaiban mukjizat Tuhan! Demikian pula, seperti Maria, mereka hanya menuruti perintah Yesus. Mereka tidak tahu bagaimana mukjizat ini terjadi, atau bahkan mereka tidak tahu sudah berpartisipasi dalam mukjizat. Mereka selalu hanya memiliki satu perintah di dalam hati mereka: Apa yang Yesus katakan kepadamu, buatlah itu! Kemudian, mereka dengan setia jujur taat dan melaksanakan instruksi Yesus.

Renungkan:
Ayat ini hanya menunjukkan pentingnya mendengarkan dan ketaatan. Kadang-kadang, kita belum tentu tahu banyak, kita tidak tahu semuanya, kita tidak tahu hasil dari kejadian tersebut, juga tidak tahu maksud, tujuan dan motif Tuhan. Bahkan, tanpa mengetahui bahwa mukjizat akan terjadi, yang harus kita lakukan adalah bertindak setia taat sesuai dengan perintah Tuhan. Inti masalahnya selalu adalah mendengarkan taat total. Selama kita bertindak sesuai dengan perintah Tuhan, kita dapat berpartisipasi dalam mukjizat walau tanpa kita menyadarinya! Kita tahu atau tidak tahu, tidak masalah, sama sekali-itu tidak akan mempengaruhi terjadinya mukjizat.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.