「Kokoh Mempertahankan Iman」
Iman harus dipertahankan dengan gigih, bukan dengan keraguan.
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Yudas 17-23 [ITB])
17Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.
18Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: “Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.” 19Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.
20Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
21Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.
22Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, 23selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.
Setelah melalui tiga putaran menunjukkan kesalahan 「orang-orang」 itu, Yudas berganti tujuan memberikan petunjuk kepada orang kudus yang dikasihi. Dalam perikop ini, Yudas dua kali berpesan 「yang kekasih … (kalian hendak) …lah …」 (Yudas 1:17, 20). Yudas memberikan mereka tiga aspek nasehat: 1) ingat (ayat 17); 2) pelihara (ayat 21); dan 3) Tunjukkanlah belas kasihan (ayat 22).
Bagian pertama 「ingat」, ayat 17-19 Yudas mengingatkan orang percaya yang dikasihi hendaknya 「mengingat」. Sebenarnya tidak hanya mengingat ulang, orang percaya terlebih lagi hendaknya 「senantiasa ingat (tanpa lupa)」 atau 「penuh ingatan」 atas pengajaran para rasul terkait keadaan akhir zaman (lihat 2 Tim. 3). Selain itu, orang percaya hendak ingat dengan sungguh-sungguh membangun gereja berdasarkan Firman Allah, orang percaya bersama-sama 「dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru」 (Ef. 2:20).
Bagian kedua 「peliharalah」, adalah melindungi memelihara gereja yang dibangun itu. Yudas dalam ayat 20-21 mengajukan empat prinsip membuat kokoh kesehatan internal gereja. Yakni bagaimana orang kudus yang dikasihi hidup bersama-sama? 「Bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal」. Setelah diterjemahkan dari bahasa aslinya terlihat seperti ada empat kata kerja, namun sebenarnya hanya ada sebuah kata kerja perintah 「peliharalah」 dan tiga kata partisip (participles, berfungsi memberikan penjelasan lebih lanjut bagi kata kerja utama 「peliharalah」). Melalui kata kerja perintah 「peliharalah」 dalam ayat 20-21, Yudas menyatakan bahwa dalam komunitas iman mereka harus 「Peliharalah dirimu dalam kasih Allah」. Kata kerja 「pelihara」 telah dua kali muncul. Pertama kali dalam ayat 1 「dipelihara untuk Yesus Kristus」(kata kerja pasif), yakni orang percaya 「dilindungi」; namun dalam ayat 21 sebaliknya adalah 「Peliharalah diri dalam kasih Allah」, jadi orang percaya diberi perintah harus aktif berusaha keras dan berinisiatif bersekutu dengan Allah. Yesus pernah berurutan tiga kali mengingatkan orang percaya, hendaknya 「… senantiasa tinggallah di dalam kasih-Ku… senantiasa tinggallah di dalam kasih-Ku… senantiasa tinggallah di dalam kasih-Nya」 (Yoh. 15:9-10). (Ada Allah yang memelihara, namun kita juga harus berusaha keras secara aktif menjaga, mempertahankan dan memelihara.)
Melanjutkan kata kerja 「peliharalah dirimu」, Yudas memakai tiga kata partisip yang sesuai terjemahan KJV adalah: building (membangun), praying (berdoa) and looking (menantikan) untuk mendorong orang percaya bagaimana memelihara mengukuhkan gereja. Memelihara iman dengan 3 cara ini:
- Pertama, membangun diri sendiri dalam Firman Allah. Orang percaya dibangun dalam Firman Allah tepat seperti membangun rumah, jika rumah didirikan di atas batu karang, maka dapat berdiri kokoh, tidak takut diterjang hujan dan badai (Mat. 7:24; Ef. 4:13-14).
- Kedua, berdoa dalam Roh Kudus. Roh Kudus berdoa bagi orang percaya, orang percaya juga hendak dalam dorongan-Nya berdoa kepada Tuhan (Rom. 8:26-27).
- Ketiga, 「menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal」. Orang Kristen terus berharap rahmat Juruselamat Yesus Kristus, memasuki kekekalan, kehidupan yang terlebih indah dan yang terlebih lagi melimpah.
Bagian ketiga 「Tunjukkanlah belas kasihan」. Orang kudus yang dikasihi terhadap internal ke dalam hendaklah mengukuhkan iman komunitas, dan terhadap eksternal keluar hendaknya berusaha keras menjadi berkat bagi orang lain. Di ayat 2, Yudas memberkati orang percaya dalam 「Rahmat (belas kasihan), damai sejahtera dan kasih」 agar ditambahkan berlipat. Dalam bagian ketiga ini, adalah kesempatan membuat kasih menjadi nyata kepada anggota tubuh. Yudas khusus mengajukan ada tiga macam orang perlu mereka perhatikan. Pertama adalah orang yang di dalam hati ragu-ragu atau perdebatan (sesuai bahasa aslinya), hendaknya terhadap mereka ada rahmat belas kasihan, mungkin mereka masih bergumul dalam iman. Kedua adalah orang yang di pinggir jurang bahaya, mungkin segera mengalami penghakiman, perlu menyelamatkan mereka. Ketiga adalah yang ada dalam dosa, hendak berbelas kasih rahmat terhadap mereka. Namun saat menolong hendak berhati-hati, jangan sampai ikut ternodai menjadi tidak suci. Yudas khusus mengingatkan orang percaya hendak meningkatkan kewaspadaan, menghindari jatuh ke dalam pencobaan, atau bahkan jatuh dalam dosa.
(Iman dipertahankan bukan dengan keraguan. Tetapi dengan gigih: 1) Ingat dengan sungguh-sungguh membangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 2) Memelihara iman dengan membangun diri sendiri dalam Firman Allah, berdoa dalam Roh Kudus, terus menantikan rahmat Juruselamat Yesus Kristus atas hidup kekal. 3) Memelihara iman dengan menunjukkan belas kasihan.)
Renungkan: (1) Mohon Tuhan melindungi saya seumur hidup senantiasa ada di dalam kasih-Nya; (2) Renungkan tentang kehidupan doa saya; (3) Introspeksi diri saat saya berhubungan dengan orang yang di luar jemaat, apakah saya bisa membawa mereka kepada Tuhan.
Tambahan Penerjemah:
Marilah kita selalu berharap dan minta pertolongan Allah, karena 「Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, …」 (1 Pet. 5:10)