Tag Archives: Pembukaan Surat

Yudas 1-2

「Ucapan Salam」

Surat Yudas juga disebut sebagai kitab yang paling diabaikan. Siapakah penulisnya dan apa keunikan surat ini?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yudas 1-2 [ITB])
1Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus.
2Rahmat, damai sejahtera dan kasih kiranya melimpahi kamu.

Satu minggu ini, kita akan bersama-sama merenungkan surat Yudas. Ini adalah sebuah surat yang singkat pendek, dalam bahasa aslinya hanya ada 461 kata, seluruhnya 25 ayat saja; surat Yudas juga disebut sebagai kitab yang paling diabaikan. Di dalam surat terdapat topik utama yang penting, seperti memberikan dorongan kepada orang percaya untuk kokoh mempertahankan iman, dan menghindari jalan kesalahan yang pernah dilalui orang terdahulu. Penulis surat menyebutkan dua macam orang, yang dibagi sebagai 「yang dikasihi」, yakni orang yang termasuk milik Tuhan; dan 「orang-orang」, menunjuk mereka adalah 「masuk menyelusup」 (ayat 4), 「pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus」 (ayat Yudas 19 ). Karena itu, penulis surat mencoba di dalam surat ini mengingatkan orang yang dikasihi hendak memeriksa dengan teliti kesesatan 「orang-orang」 ini, terlebih lagi hendak melindungi diri sendiri. (Perlu perhatian dan kewaspadaan orang percaya atas ajaran yang menjauhkan iman kita dari Yesus Kristus: karena mereka masuk menyelusup, masuk dengan sembunyi-sembunyi; menyelundup dan menyusup seperti pencuri.)

Sesuai struktur surat pada zaman itu, ayat 1-2 adalah pengantar tentang penulis surat, penerima surat dan berkat. Di dalam surat, penulis memperkenalkan diri sendiri adalah 「Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus」, terdapat tiga nama yang dikenal baik komunitas orang Kristen pada zaman itu. Terlebih dahulu, penulis surat dengan rendah hati menyebut diri sebagai seorang hamba, makna kata hamba adalah budak. Dalam masyarakat Yunani Romawi saat itu, budak menempati separuh populasi orang. Tingkat pendidikan budak, kemampuan dan siapakah tuannya, mempengarui status dan tingkat kehormatan yang akan mereka terima. Sebagian budak bekerja di ladang pertanian atau pertambangan; ada budak yang bertanggung jawab mengurus harta tuannya, bekerja sebagai wakil tuannya dalam perdagangan, dsb. Yang sebagai budak kaisar, mereka merupakan penatalayan urusan raja, menerima penghormatan lebih tinggi dari sebagian rakyat Roma. Demikian juga, sebagai anak dari Allah yang kekal dan hamba dari Juruselamat Yesus Kristus adalah satu macam kemuliaan.

Siapakah penulis surat ini? Ia berkata dirinya adalah Yudas, namun nama ini pada saat itu sesungguhnya terlalu umum. Dua belas rasul Yesus ada dua orang bernama Yudas, mereka adalah 「Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot」 (Luk. 6:16), Yudas ini pasti bukan Yudas Iskariot! Penulis surat terlebih lagi menunjukkan sebuah relasi, ia adalah saudara Yakobus. Dalam Perjanjian Baru Alkitab, ada dua perikop menyebutkan Yakobus dan Yudas adalah dua bersaudara; mereka juga adalah saudara Yesus (Mat. 13:55; Markus 6:3, 「… saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas」). Selain itu, Paulus menyebutkan Yakobus sebagai saudara Tuhan (Gal. 1:19), ia juga adalah pemimpin di Yerusalem (Gal. 2:9), karena itu, Yakobus dan Yudas dua saudara ini juga adalah saudara Yesus, para peneliti lebih setuju bahwa penulis surat adalah Yudas adik Yesus.

Penulis surat demikian menggambarkan penerima surat: mereka adalah orang percaya yang dipanggil, dikasihi, dan dipelihara (ayat 1). Kumpulan orang yang dikasihi ini memiliki tiga identitas: pertama, mereka adalah yang dipanggil. Di dalam Alkitab, digambarkan bahwa orang percaya dipanggil sebagai orang kudus. Kedua, mereka adalah yang dikasihi Allah. Alkitab ada tiga teks berbicara tentang orang yang dikasihi Allah, semuanya berkata 「orang-orang pilihan (umat pilihan)」, yakni yang dipilih Tuhan (lihat Kol. 3:12; 1 Tes. 1:4; 2 Tes. 2:13). Ketiga, mereka dipelihara untuk Yesus Kristus. Yesus adalah Gembala yang baik, Ia melindungi domba sampai tahap mengorbankan diri!

Yudas tidak memakai format ucapan berkat yang「standar」, yakni 「kasih karunia dan damai sejahtera」, tetapi memberikan tiga macam berkat. Di dalam Perjanjian Baru, ini adalah ucapan berkat yang unik 「Rahmat, damai sejahtera dan kasih kiranya melimpahi kamu」. Ini tidak hanya merupakan sebuah gabungan yang baru, terlebih lagi menekankan 「melimpah」. Kelompok yang dikasihi Allah ini, juga merupakan orang kudus dipelihara untuk Yesus Kristus, dan menerima tiga macam berkat, kehidupan mereka mencerminkan cawan berkat yang berkelimpahan.

Renungkan: (1) Pikirkan tiga macam identitas orang percaya (yang dipanggil, dikasihi dan dilindungi); (2) Ternyata selain 「kasih karunia demi kasih karunia」yakni kasih karunia ditambahkan di atas kasih karunia, 「rahmat, damai sejahtera dan kasih」 bisa ditambahkan berlipat ganda (dalam bahasa aslinya adalah konsep 「be multiplied」), mohon Roh Kudus memimpin saya menghidupi kehidupan berkelimpahan semacam ini.

Filemon 1-3

「Salam kepada Filemon」

Sebuah bagian salam dari surat ini ternyata memiliki makna yang sangat melimpah.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Filemon 1:1-3 [ITB])
1Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami
2dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu:
3Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

Surat yang Paulus tuliskan kepada Filemon ini singkat pendek dalam bahasa Yunani hanya ada 335 kata, kita akan memakai tujuh hari untuk merenungkan ke-25 ayat ini. Kita lebih dahulu memahami isi dari surat ini secara garis besar. Seorang budak bernama Onesimus, karena telah mencuri uang Filemon tuannya dan melarikan diri, di Roma bertemu Paulus.  Tidak peduli pertemuan mereka dipandang sebagai kebetulan atau adalah pengaturan dari Allah, namun pada pertemuan ini Paulus memimpin ia percaya kepada Tuhan. Sekarang Paulus mengirim Onesimus kembali kepada tuannya, juga menuliskan surat ini, memberikan dorongan kepada Filemon tidak hanya menerima budak yang melarikan diri ini, terlebih lagi hendaknya memandang ia sebagai saudara terkasih. Surat ini walaupun singkat, namun mengandung dasar teologi dan pengajaran rohani yang kaya.

Saat menuliskan surat ini, Paulus memakai format surat saat itu, termasuk nama penulis surat, penerima dan salam. Kita dapat menemukan surat ini adalah atas nama gabungan nama Paulus dan Timotius yang dituliskan kepada Filemon. Tidak jelas apa peran Timotius dalam penulisan surat ini, tidak pasti apakah sebenarnya surat ini merupakan tulisan dia dan Paulus berdua, atau Timotius hanyalah membantu menulis. Paulus sesuai kebiasaan di bagian pengantar diri, biasanya menuliskan dirinya adalah 「hamba」 atau 「rasul」. Namun Paulus dalam surat ini menyebutkan diri sendiri sebagai 「seorang hukuman」, ia tidak pernah menyebutkan dirinya seperti begini. (Apakah terkait dengan status Onesimus? Renungkan pengaruhnya bagi Filemon.)「Seorang hukuman」 atau 「dipenjarakan」 dalam 25 ayat ini, muncul sebanyak 6 kali (Filemon 1:1, 9, 10, 13, 22, 23). Paulus sepertinya khusus tidak memakai identitas 「rasul」, tidak ingin memakai wewenangnya untuk menyelesaikan perihal pendamaian ini.

Paulus sebagai 「mediator juru pendamai」 ini segenap hati ingin menolong Filemon dan Onesimus yang pernah punya relasi tuan dan budak, mengharapkan mereka bisa berdamai seperti semula. Di sini yang Paulus tuliskan adalah sepucuk surat kepada orang secara personal, dan bukan sepucuk surat pribadi, penerima surat selain Filemon, juga ada Apfia, Arkhipus, dan gereja yang ada di rumah Filemon. Maka surat ini akan diedarkan dibaca dalam gereja. Para peneliti percaya Filemon adalah seorang kaya, ia paling sedikit punya seorang budak, rumahnya dapat menampung orang percaya berkumpul beribadah, juga ada 「kamar tamu」 untuk memberi tumpangan (ayat 22), dapat menyediakan tempat tinggal bagi orang percaya yang datang dari jauh.

Selain itu, kita dapat menemukan Paulus khusus menyebutkan nama seorang penerima surat 「Arkhipus」 yang disebut sebagai teman seperjuangan (fellow soldier, tentara seperjuangan, dalam ITB hanya diterjemahkan sebagai 「seperjuangan」), ini tidak sering ditemukan; seorang yang lain adalah Epafroditus (Fil. 2:25 「… Epafroditus… teman seperjuanganku」). Di dalam surat ini terdapat topik utama tentang tunduk dan tanggung jawab, yakni tentara menaati perintah perwira atasan, ada peneliti berpendapat ini adalah khusus sengaja dikemukakan oleh Paulus.

Permulaan surat bagian ketiga adalah salam: 「Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu」 (ayat 3) ini adalah bentuk standar salam dari Paulus. 「Kasih karunia」 dan 「damai sejahtera」 menggabungkan makna kasih karunia dari bahasa Yunani dan damai sejahtera (shalom) dari bahasa Ibrani. Nama Yesus Kristus dalam 25 ayat ini, muncul sebanyak 9 kali, percaya dalam hati Paulus, Yesus adalah Tuhan (Lord, Tuan) yang menganugerahkan damai sejahtera (ayat 3), memberkati 「 orang yang membawa damai」 (Mat. 5:9), dan mengaruniakan tugas 「utusan Kristus」 pendamai (2 Kor. 5:19-20) .

Renungkan: (1) Kata shalom dalam bahasa Ibrani, dalam bahasa Inggris 「peace」 diterjemahkan menjadi: damai sejahtera, berbaikan, dan harmonis, coba renungkan maknanya; (2) Apa harga yang harus dibayar oleh Filemon untuk menerima kembali Onesimus yang pernah berkhianat?