「Tiga Orang yang Tidak Saleh」
Perlu berhari-hati dalam kehidupan iman agar tidak tersesat dan hancur binasa.
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Yudas 11-13 [ITB])
11Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
12Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.
13Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.
Yudas dalam putaran pertama, telah memakai tiga cuplikan Perjanjian Lama untuk membawakan kesalahan 「orang-orang itu」 (Yudas 1:5-7), sekarang dalam putaran kedua, ia memberikan contoh kegagalan tiga tokoh Perjanjian Lama sebagai peringatan (ayat 11). Saat Yudas mengajukan peristiwa tentang Kain, Bileam dan Korah, orang kudus yang dikasihi akan segera terpikir kejatuhan tiga tokoh tersebut dalam tutur kata perbuatan.
- Kain (Kej. 4), ia menunjukkan iri hati, amarah, bahkan membunuh orang. Ia tidak hanya menolak bertobat, terlebih lagi menolak TUHAN, menyebabkan akhir dari dirinya adalah menerima penghukuman.
- Nabi Bileam (Bil. 22-24), karena uang dan serakah, mempersembahkan rancangan daya upaya kepada raja Balak musuh Israel menyebabkan orang Israel berdosa dan dihukum TUHAN (Bil. 31:16).
- Korah, ia aslinya adalah orang Lewi, melayani Allah di Bait Suci (Bil. 16:8). Namun ia bersama 250 orang yang lain mengugat Musa dan Harun berkata : 「Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?」 (Bil. 16:3). Korah tidak hanya tidak menaati hukum, ia juga menantang kuasa Musa, meragukan tindakan Musa, dan tidak mau menerima hukum yang diperintahkan Musa yang berasal dari TUHAN. Tindakan Korah adalah memprovokasi, menciptakan perselisihan, berakibat menjadi perpecahan dan terang-terangan melawan hukum, akibatnya adalah mendapatkan penghakiman dan kebinasaan. Apa yang ia perbuat adalah 「berkumpul sepakat melawan TUHAN」 (Bil. 27:3).
Dari sini dapat dilihat bahwa Kain, Bileam dan Korah mewakili pembunuh yang penuh iri hati, nabi yang serakah dan pemimpin yang tidak taat. Tingkah laku ketiga orang yang tidak saleh ini, sekarang justru muncul di dalam gereja, Yudas menunjukkan: 「Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu」 (ayat 12). Apa kesamaan dari ketiga orang ini dan 「orang-orang itu」 yang disebut dalam Yudas 1:5-7? Yakni kehidupan dan tutur kata perbuatan mereka akan merusak kemurnian gereja dan persatuan.
Yudas dalam ayat 12-13 telah memakai 5-6 perumpamaan untuk menggambarkan kerusakan akibat dari「orang-orang itu」. CCV dan CNV menerjemahkan sebagai lima macam perumpamaan: 1. Noda (KJV, ITB) / dapat diterjemahkan sebagai karang tersembunyi (CUVT, ESV, NET, HCSB), 2. Awan, 3. Pohon, 4. Gelombang, dan 5. Bintang. Yudas menunjukkan lima gejala alam untuk menggambarkan kehidupan dan pengaruh 「orang tertentu」. Di sini dengan mengambil contoh karang tersembunyi yang berbahaya (ayat 12, ITB 「noda」), Yudas mengingatkan orang kudus bahwa 「orang-orang itu」 adalah 「karang berbahaya yang tersembunyi dalam perjamuan kasihmu」. Mereka walaupun duduk bersama-sama dengan orang percaya, berbagi dan terlihat mirip memiliki iman yang sama, namun adalah berbahaya di dalam gereja, karena mereka seperti karang tersembunyi, tidak tahu kapan waktunya, orang percaya terbentur karang, seluruh kehidupan mungkin jadi hancur! (Kita perlu berhati-hati dalam kehidupan iman jangan tersandung karang sehingga hancur dalam kebinasaan kekal. Kenalilah karang penghancur yang berlawanan dengan Kristus Yesus Juruselamat.)
Apakah ada perumpamaan keenam? Terjemahan RCUV (juga CUVT, NIV, ESV) mengajukan yang keenam: mereka di dalam komunitas kelihatan seperti 「gembala」 (「shepherds」 NIV) (ITB terjemahkan sebagai 「melahap」atau 「feeding」dalam NET). Mereka kelihatannya seperti penggembala, namun tidak seperti Yesus「TUHAN Sang Gembala」 (Maz. 23), mereka bukan gembala yang sesungguhnya, hanya tahu 「mementingkan dirinya sendiri」 (ayat 12). TUHAN juga pernah menegur sekelompok penggembala, mereka 「menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan」 (Yeh. 34:3). Penghakiman dari Allah kepada mereka adalah: 「Aku sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala itu」 (Yeh. 34:10).
Yudas memakai perumpamaan ini, adalah hendak menunjukkan 「orang-orang itu」 tidak dapat diandalkan seperti awan, pohon yang tidak berbuah, ombak yang tidak mau menerima dikendalikan, dan bintang-bintang yang tidak memberikan arah yang tetap (asteres planetai oleh ITB diterjemahkan hanya sebagai bintang-bintang, dalam terjemahan CUVT, KJV, ESV, NET adalah 「wandering stars bintang-bintang pengembara, atau straying stars / bintang yang kehilangan arah」 seharusnya memberikan arah yang benar kepada para pelaut namun bintang-bintang ini tidak menentu arahnya, ia sendiri kehilangan arah, tidak dapat diandalkan sehingga membawakan bencana, lihat ayat 12 bahaya terbentur batu karang tersembunyi.) Tiga tokoh dan enam perumpamaan telah menunjukkan kesalahan dan bahaya mereka, sepatutnya menghindari bencana dari mereka. (Kita perlu berhati-hati dalam kehidupan iman jangan tersandung karang karena mengikuti bintang penyesat sehingga diri kita hancur dalam kebinasaan kekal.)
Renungkan: (1) Kesalahan orang yang terdahulu menjadi pelajaran bagi kita, mohon Tuhan membantu saya agar tidak mengulang jalan kesalahan orang dahulu; (2) Darah mulia Juruselamat telah membersihkan dosa saya, mohon Roh Kudus tidak hentinya melindungi saya senantiasa memiliki tangan yang bersih dan hati yang jernih.