Tag Archives: Henokh

Kejadian 5:1-32

「Keturunan Adam」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 5:1-32 [ITB])
1 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah; 2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama Manusia kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.
3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya. 4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.
6 Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan Enos. 7 Dan Set masih hidup delapan ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Enos, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 8 Jadi Set mencapai umur sembilan ratus dua belas tahun, lalu ia mati. 9 Setelah Enos hidup sembilan puluh tahun, ia memperanakkan Kenan. 10 Dan Enos masih hidup delapan ratus lima belas tahun, setelah ia memperanakkan Kenan, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 11 Jadi Enos mencapai umur sembilan ratus lima tahun, lalu ia mati. 12 Setelah Kenan hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Mahalaleel. 13 Dan Kenan masih hidup delapan ratus empat puluh tahun, setelah ia memperanakkan Mahalaleel, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 14 Jadi Kenan mencapai umur sembilan ratus sepuluh tahun, lalu ia mati. 15 Setelah Mahalaleel hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Yared. 16 Dan Mahalaleel masih hidup delapan ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Yared, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 17 Jadi Mahalaleel mencapai umur delapan ratus sembilan puluh lima tahun, lalu ia mati. 18 Setelah Yared hidup seratus enam puluh dua tahun, ia memperanakkan Henokh. 19 Dan Yared masih hidup delapan ratus tahun, setelah ia memperanakkan Henokh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 20 Jadi Yared mencapai umur sembilan ratus enam puluh dua tahun, lalu ia mati.
21 Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.
22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. 24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.
25 Setelah Metusalah hidup seratus delapan puluh tujuh tahun, ia memperanakkan Lamekh. 26 Dan Metusalah masih hidup tujuh ratus delapan puluh dua tahun, setelah ia memperanakkan Lamekh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 27 Jadi Metusalah mencapai umur sembilan ratus enam puluh sembilan tahun, lalu ia mati.
28 Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki, 29 dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN. 30 Dan Lamekh masih hidup lima ratus sembilan puluh lima tahun, setelah ia memperanakkan Nuh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 31 Jadi Lamekh mencapai umur tujuh ratus tujuh puluh tujuh tahun, lalu ia mati. 32 Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia memperanakkan Sem, Ham dan Yafet.

Seluruh Kejadian pasal 5, ayat 1-32 adalah silsilah Adam, termasuk nama sepuluh orang, dari Adam sampai Nuh;

Silsilah keluarga ini juga tercatat dalam silsilah keluarga orang Israel dalam 1 Tawarikh pasal 1-4, tetapi silsilah keluarga Kain dan keturunannya tidak tercatat, jadi inilah silsilah keturunan saleh Adam.

Silsilah adalah jenis sastra yang sangat tua, itu adalah sebuah daftar yang mencatat orang-orang penting dalam keluarga, dan juga mengecualikan orang-orang yang mempermalukan keluarga atau yang tidak layak. Bagi mereka yang telah berkontribusi dan dapat menjadi teladan, akan dibicarakan lebih banyak. Ini adalah teknik sastra dari silsilah, tetapi sangat berguna untuk menyampaikan informasi. Silsilah menunjukkan asal-usul setiap orang dan hubungan antara dia dan kaumnya, jadi silsilah adalah dokumen yang sangat penting.

Suatu nama dapat dicatat dalam silsilah merupakan suatu kehormatan, diterima dan mendapatkan pengakuan. Sebaliknya, jika nama itu dihapus dari silsilah, itu adalah hukuman dan penyangkalan terbesar. Kain dan keturunannya tidak akan dicatat dalam silsilah Adam karena mereka bukan keturunan yang saleh dari Adam.

Kejadian pasal 5 menggunakan metode vertikal / linier untuk menulis silsilah, yaitu pencatatan generasi per generasi, hanya satu orang yang dipilih sebagai perwakilan dari setiap generasi. Berikut adalah silsilah keturunan Adam yang dipilih. Di dalam silsilah ini juga tercatat dua orang dalam daftar orang beriman di Surat Ibrani 11 dalam Perjanjian Baru, yaitu Henokh (5:21-24) dan Nuh (5:32)

Kejadian 5:22 mengatakan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi …, ayat 24 sekali lagi mengatakan Henokh hidup bergaul dengan Allah, menunjukkan bahwa Henokh adalah orang besar beriman yang sangat luar biasa dalam keluarga yang saleh dari Set. Hidup bergaul dengan Allah berarti dia satu hati dengan Allah, bersekutu dan dekat dengan Allah (Amos 3:3). Alkitab bahkan mengatakan: … Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah (Kejadian 5:24); Ibrani 11:5-6 lebih jelas menyatakan Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian … tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Iman adalah tanda orang besar secara spiritual. 2 Korintus 5:7 mengatakan sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat. Ibrani 11:7 memberitahu kita bahwa Karena iman, maka Nuh dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya. Nuh memberi kita contoh hidup bergaul dengan Allah (berjalan bersama Allah) dengan iman, ia tidak mengandalkan kepandaian diri, tetapi hanya dengan iman percaya kepada Allah. Ketika Allah mengatakan kepadanya apa yang harus dia lakukan, dia percaya dan taat melaksanakan.

Renungkan:
• Apakah nama Anda tercantum dalam silsilah keluarga saleh Allah?
• Umur panjang bukanlah berkat terbesar, itu adalah bisa hidup bergaul dengan Allah (berjalan bersama Allah) dan dijemput oleh-Nya! Apakah Anda ingin memiliki hubungan yang dekat dengan Allah sepanjang hidup Anda?


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yudas 14-16

「Perkataan Henokh」

Perkataan mendatangkan penghakiman.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yudas 14-16 [ITB])
14Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, 15hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.”
16Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.

Saat Yudas menghadapi kesalahan 「orang-orang」 itu, ia memakai sebuah karya sastra yang beredar saat itu sebagai gugatan putaran ketiga. Para peneliti berpendapat 《Kitab 1 Henokh》 yang dipakai Yudas, sudah dikenal oleh orang percaya pada zaman itu. Ayat 14-15 memakai bagian yang terkait kedatangan Yang Kudus, Ia juga membawakan penghukuman. Allah adalah Tuhan yang berinisiatif mengadakan penghukuman, Ia memberikan perlindungan dan damai sejahtera kepada orang yang adil, dan hukuman kepada orang yang fasik. Perikop ini ada dua poin khusus:

  1. Yudas khusus menekankan 「ketidaksalehan / kefasikan」 dari 「orang-orang」 itu, seluruhnya ada tiga kali, yakni Allah akan menghardik 「orang-orang fasik」, menghakimi 「perbuatan fasik」 dan menjatuhkan keputusan hukuman atas 「dosa kefasikan」.
  2. Yudas memperhatikan ucapan「orang-orang」 itu. Ia dengan jelas menunjukkan bahwa Allah akan menghakimi apa yang pernah dikatakan oleh manusia. Dari 「kata」 di ayat 14, 「kata-kata」 ayat 15, sekarang di ayat 16 segera disambungkan dengan perkataan 「orang-orang」 itu. Apa yang dimaksudkan dengan perkataan 「orang-orang」 itu? Yakni perkataan 「yang menggerutu dan mengeluh」, 「yang bukan-bukan」 dan 「yang menjilat」. Orang-orang fasik ini mengeluarkan tiga macam perkataan fasik. Pertama, perkataan fasik yang 「menggerutu dan mengeluh」. Orang-orang ini sering menggerutu di dalam perkataannya menggugat orang lain dan mengucapkan pembicaraan yang negatif. Sebenarnya Yudas dalam ayat 5, terkait peristiwa keluar dari Mesir telah memberikan petunjuk. Orang Israel sering menggerutu kepada TUHAN, karena berbagai macam hal menyalahkan Allah: minta air minum, makanan, berita yang dibawa kembali oleh 12 pengintai, dsb. Kedua, perkataan fasik yang 「mengeluarkan perkataan yang bukan-bukan」(ITB) (dalam CUVT 「bualan」, NET 「bombastic」, NET 「boast」 bualan yang membesarkan diri, bandingkan Yudas 1:13 「… ombak … yang membuihkan …」). Membual tentang diri sendiri adalah menjadikan diri sendiri sebagai pusat, 「orang-orang」 itu tidak mengeluarkan perkataan yang memuji Allah, tidak mengeluarkan perkataan yang memberi dorongan terhadap orang lain, tetapi berusaha ambil kesempatan mengeluarkan perkataan peninggian diri, memuji diri sendiri. Ketiga, perkataan fasik yang 「menjilat orang」. Perkataan fasik macam ketiga ini adalah yang paling tersembunyi tidak kentara, dipermukaan berkata menyanjung untuk menjilat orang, adalah berharap mendapatkan keuntungan dari orang lain, tujuan paling akhir adalah demi keuntungan diri sendiri.

Yudas dalam ayat 4 telah menunjukkan, 「orang-orang」 itu menyangkal Yesus sebagai Tuhan atas kehidupan dan yang berkuasa. Walaupun mereka secara lidah tidak dengan terang-terangan berkata tidak menerima Tuhan berkuasa, tetapi perkataan fasik dari mereka yang tidak saleh sangat berbeda dengan perkataan baik dari orang-orang kudus yang dikasihi Tuhan. Orang-orang kudus mengeluarkan pujian indah dan ucapan syukur kepada Allah, mengeluarkan perkataan yang membangun iman orang, saat berbincang dengan orang lain 「senantiasa penuh kasih (ramah) jangan hamba」 dalam memberi jawab kepada setiap orang (Kol. 4:6).

Mungkin Yudas pernah berkesempatan mendengarkan pengajaran Yesus Kristus terkait bagaimana berkata-kata (Yudas adalah saudara Yesus, lihat ). Yesus pernah menunjukkan, 「Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.」 (Mat. 12:36-37). Selain itu, Yesus juga pernah mengingatkan agar perkataan orang percaya hendaknya sungguh-sungguh: 「Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.」 (Mat. 5:37).

Renungkan: (1) Di hadapan Allah, ambilah tekad untuk tidak berbuat dosa dalam hal lidah; (2) Periksalah apakah pada diri sendiri ada keadaan 「dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk」 (Yak. 3:10)? (3) Mohon Roh Kudus menambahkan kekuatan, agar bibir lidah saya menghasilkan buah yang baik: 「senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya」 (Ibrani 13:15).