「Tiga Contoh Ketidak-salehan」
Ada hal yang harus kita ingat saat memeriksa kesalahan orang lain.
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Yudas 5-10 [ITB])
5Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya.
6Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,
7sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.
8Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga.
9Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: “Kiranya Tuhan menghardik engkau!” 10Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka.
Di ayat 3-4 Yudas menasehati orang percaya yang dikasihi hendaknya bangkit, demi 「kebenaran segenap hati berjuang untuk mempertahankan iman」, untuk mematahkan kesalahan penyelusup yang mencuri masuk. Dalam ayat 5-16, penulis surat menunjukkan kesalahan 「orang tertentu」 dengan cara tiga putaran, tiga kali menunjukkan ketidak-salehan kehidupan mereka. Kita dalam tiga hari ini akan memahami dengan jelas kesalahan mereka. Dalam setiap bagian, Yudas selalu terlebih dahulu mengaplikasikan Perjanjian Lama atau tradisi Yahudi pada diri 「orang tertentu」, kemudian membuat penjelasan.
Ayat 5 adalah cuplikan pertama dari Perjanjian Lama, yang dikenal baik oleh orang Yahudi. TUHAN menyelamatkan umat keluar dari dalam perbudakan, namun umat 「yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku」 (Bil. 14:22). Segera berikutnya Yudas dalam ayat 6 memakai karya sastra yang beredar dalam masyarakat orang Yahudi di zaman antara Perjanjian Lama dan Perjanjian baru (masa selama ~ 400 tahun), karena malaikat tidak menjaga batas bagiannya dan menerima hukuman. Ayat 7 adalah contoh ketiga, perbuatan jahat Sodoma dan Gomora yang besar, bahkan Abraham demi mereka memohon kepada TUHAN, sayang sekali di dalam kota sepuluh orang benar saja tidak dapat ditemukan, pada akhirnya mereka akan menerima penghakiman (lihat Kej. 18-19). Sebenarnya apa titik kesamaan dari tiga contoh yang disebutkan ini? Yudas menunjukkan, mereka di satu sisi tidak bersedia menaati Allah, di sisi lain tidak menjaga batas bagian yang diberikan Allah kepada mereka.
Yudas memakai contoh Perjanjian Lama, adalah untuk menunjukkan bahwa 「orang tertentu」 juga melakukan kesalahan yang sama, lebih lagi di ayat 8-10 memberikan penjelasan. Di ayat 8 Yudas menunjukkan bahwa 「orang tertentu」ini 「orang yang bermimpi」 dan 「penghujat」 , seperti tiga contoh Perjanjian Lama semuanya melakukan pelanggaran dosa yang sama, yakni 「mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga」 (ayat 8).
Penulis surat dalam ayat 9 memakai sebuah cuplikan lain, yakni kepala malaikat Mikhael dan iblis bertengkar mengenai mayat Musa. Dalam pertengkaran ini, respon Mikhael penghulu malaikat berharga bagi introspeksi diri. Terlebih dahulu, Mikhael sadar batas kekuasaan diri sendiri, tidak berani mengeluarkan kata teguran kepada iblis, bukan karena iblis tidak ada perihal yang dapat ditegur, tetapi Mikhael tidak memiliki hak dan kedudukan menghakimi. Kedua, Mikhael mengakui bahwa sesungguhnya hak itu ada pada Allah, karena itu ia hanya berkata : 「Kiranya Tuhan menghardik engkau!」 yakni seperti perkataan dalam Kitab Zakharia: 「Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: 『TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau!… 』」 (Za. 3:2).
Yudas memakai Perjanjian Lama, adalah memakai pikiran seperti dalam 1 Kor. 10:12 「siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!」 Ini adalah harapan Yudas, yakni saat orang percaya berjuang demi kebenaran, memeriksa dengan teliti kesalahan 「orang tertentu」, juga harus mengetahui batas bagian dari diri sendiri, mengakui kedaulatan kuasa absolut Tuhan. Dalam menghadapi kesalahan 「orang tertentu」, mengetahui penghakiman adalah milik Allah.
Renungkan: (1) Kita sering berkata memakai sejarah sebagai cermin, apa yang diingatkan kepada engkau oleh teks yang direnungkan hari ini? (2) Pikirkan identitas diri sendiri berharga di hadapan Allah, tunduk kepada kedaulatan kuasa Allah, dan bersyukurlah kepada Allah.