「Perkataan Henokh」
Perkataan mendatangkan penghakiman.
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Yudas 14-16 [ITB])
14Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, 15hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.”
16Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.
Saat Yudas menghadapi kesalahan 「orang-orang」 itu, ia memakai sebuah karya sastra yang beredar saat itu sebagai gugatan putaran ketiga. Para peneliti berpendapat 《Kitab 1 Henokh》 yang dipakai Yudas, sudah dikenal oleh orang percaya pada zaman itu. Ayat 14-15 memakai bagian yang terkait kedatangan Yang Kudus, Ia juga membawakan penghukuman. Allah adalah Tuhan yang berinisiatif mengadakan penghukuman, Ia memberikan perlindungan dan damai sejahtera kepada orang yang adil, dan hukuman kepada orang yang fasik. Perikop ini ada dua poin khusus:
- Yudas khusus menekankan 「ketidaksalehan / kefasikan」 dari 「orang-orang」 itu, seluruhnya ada tiga kali, yakni Allah akan menghardik 「orang-orang fasik」, menghakimi 「perbuatan fasik」 dan menjatuhkan keputusan hukuman atas 「dosa kefasikan」.
- Yudas memperhatikan ucapan「orang-orang」 itu. Ia dengan jelas menunjukkan bahwa Allah akan menghakimi apa yang pernah dikatakan oleh manusia. Dari 「kata」 di ayat 14, 「kata-kata」 ayat 15, sekarang di ayat 16 segera disambungkan dengan perkataan 「orang-orang」 itu. Apa yang dimaksudkan dengan perkataan 「orang-orang」 itu? Yakni perkataan 「yang menggerutu dan mengeluh」, 「yang bukan-bukan」 dan 「yang menjilat」. Orang-orang fasik ini mengeluarkan tiga macam perkataan fasik. Pertama, perkataan fasik yang 「menggerutu dan mengeluh」. Orang-orang ini sering menggerutu di dalam perkataannya menggugat orang lain dan mengucapkan pembicaraan yang negatif. Sebenarnya Yudas dalam ayat 5, terkait peristiwa keluar dari Mesir telah memberikan petunjuk. Orang Israel sering menggerutu kepada TUHAN, karena berbagai macam hal menyalahkan Allah: minta air minum, makanan, berita yang dibawa kembali oleh 12 pengintai, dsb. Kedua, perkataan fasik yang 「mengeluarkan perkataan yang bukan-bukan」(ITB) (dalam CUVT 「bualan」, NET 「bombastic」, NET 「boast」 bualan yang membesarkan diri, bandingkan Yudas 1:13 「… ombak … yang membuihkan …」). Membual tentang diri sendiri adalah menjadikan diri sendiri sebagai pusat, 「orang-orang」 itu tidak mengeluarkan perkataan yang memuji Allah, tidak mengeluarkan perkataan yang memberi dorongan terhadap orang lain, tetapi berusaha ambil kesempatan mengeluarkan perkataan peninggian diri, memuji diri sendiri. Ketiga, perkataan fasik yang 「menjilat orang」. Perkataan fasik macam ketiga ini adalah yang paling tersembunyi tidak kentara, dipermukaan berkata menyanjung untuk menjilat orang, adalah berharap mendapatkan keuntungan dari orang lain, tujuan paling akhir adalah demi keuntungan diri sendiri.
Yudas dalam ayat 4 telah menunjukkan, 「orang-orang」 itu menyangkal Yesus sebagai Tuhan atas kehidupan dan yang berkuasa. Walaupun mereka secara lidah tidak dengan terang-terangan berkata tidak menerima Tuhan berkuasa, tetapi perkataan fasik dari mereka yang tidak saleh sangat berbeda dengan perkataan baik dari orang-orang kudus yang dikasihi Tuhan. Orang-orang kudus mengeluarkan pujian indah dan ucapan syukur kepada Allah, mengeluarkan perkataan yang membangun iman orang, saat berbincang dengan orang lain 「senantiasa penuh kasih (ramah) jangan hamba」 dalam memberi jawab kepada setiap orang (Kol. 4:6).
Mungkin Yudas pernah berkesempatan mendengarkan pengajaran Yesus Kristus terkait bagaimana berkata-kata (Yudas adalah saudara Yesus, lihat renungan Yudas 1-2). Yesus pernah menunjukkan, 「Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.」 (Mat. 12:36-37). Selain itu, Yesus juga pernah mengingatkan agar perkataan orang percaya hendaknya sungguh-sungguh: 「Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.」 (Mat. 5:37).
Renungkan: (1) Di hadapan Allah, ambilah tekad untuk tidak berbuat dosa dalam hal lidah; (2) Periksalah apakah pada diri sendiri ada keadaan 「dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk」 (Yak. 3:10)? (3) Mohon Roh Kudus menambahkan kekuatan, agar bibir lidah saya menghasilkan buah yang baik: 「senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya」 (Ibrani 13:15).