「Pengaruh perkataan」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 10:6-16 [ITB])
6 Berkat ada di atas kepala orang benar, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.
7 Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk.
8 Siapa bijak hati, memperhatikan perintah-perintah, tetapi siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.
9 Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui (ketahuan).
10 Siapa mengedipkan mata, menyebabkan kesusahan, siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.
11 Mulut orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.
12 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.
13 Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi.
14 Orang bijak menyimpan pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh adalah kebinasaan yang mengancam.
15 Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya, tetapi yang menjadi kebinasaan bagi orang melarat ialah kemiskinan.
16 Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.
Ada dua tema penting di Amsal 10:6-32. Tema pertama adalah membandingkan orang benar dan orang fasik, dan kontras antara keduanya telah muncul 14 kali; tema kedua adalah perkataan, memiliki dampak yang sangat luas. Dalam pasal ini, kata 「mulut」, 「lidah」 dan 「bibir」 muncul berkali-kali, dan situasi yang dijelaskan termasuk 「mulut orang fasik」 (ayat 6) dan 「mulut kebodohan」 (ayat 8, 10), 「mulut / lidah / bibir orang benar」 (ayat 11, 20, 21, 31, 32), 「bibir orang berpengertian」 (ayat 13), 「mulut orang bodoh」 (ayat 14), 「bibir yang berdusta」 (ayat 18), dan 「mulut banyak bicara」 (ayat 19). Selain itu, ada juga deskripsi mulut terhubung dengan bagian tubuh lainnya, seperti 「kepala」 dan 「mulut」 (ayat 6), 「hati」 dan 「mulut yang bodoh bicaranya」 (ayat 8, 20), 「mata」dan「mulut yang bodoh bicaranya」 (ayat 10), 「bibir」 dan 「punggung」 (ayat 13). Ternyata lidah kecil sudah cukup untuk mempengaruhi seluruh tubuh.
Di sini, kita menemukan bahwa orang bijak di ayat 6-11 ditempatkan dalam struktur engsel (chiastic):
A. menyembunyikan kelaliman (ayat 6)
B. bodoh bicaranya, akan jatuh (ayat 8)
C. jalan yang aman, jalan berliku-liku (ayat 9) (perhatikan bagian yang dijepit di tengah ini adalah poin utama)
B’ bodoh bicaranya, akan jatuh (ayat 10)
A’ menyembunyikan kelaliman (ayat 11)
Dalam lima ayat ini, dua kali penyebutan 「menyembunyikan kelaliman」 dan konsekuensinya yang serius disebutkan dua kali 「akan jatuh (dijungkirbalikkan)」, ini adalah perilaku dan hasil dari orang bodoh. Sebaliknya, mulut orang benar adalah sumber kehidupan. Tema utama dari paragraf ini adalah ayat 9 (yakni C yang berada di bagian tengah engsel, A, B, C, B’, A’), yang menyatakan bahwa 「Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui (ketahuan).」 Di sini ditunjukkan dua jalan, yaitu jalan orang benar dan orang fasik, itu mencerminkan dua gaya hidup. Orang jahat menyembunyikan motif dan tujuan mereka, mungkin mengambil jalan pintas dan menipu orang lain untuk mencapai keuntungan pribadi; tetapi orang benar memiliki hati yang bijaksana, menerima perintah Tuhan, berperilaku benar dan murni, sehingga berkat datang kepada mereka.
10:12-14 membandingkan kontras antara kebencian dan kasih, dua-duanya disebabkan oleh bibir dan menghasilkan dua hasil yang ditunjukkan dalam perbandingan ini. Di sini ditunjukkan bahwa jika tidak mengendalikan lidah maka akan membawa sengketa, akibatnya adalah menerima hukuman dan kerusakan. Sebaliknya, kasih bisa menutupi segala pelanggaran, yakni lapang dada atas kesalahan orang, tetapi tidak menutup-tutupi dosa. Beberapa orang menggunakan kebohongan untuk menutupi kebencian, tetapi orang Kristen menggunakan kasih untuk menutupi pelanggaran orang.
Perikop ini membandingkan dua tipe orang, yaitu orang benar / berpengertian / bijak hati, dan orang fasik / bodoh / tidak berakal budi. Di akhir paragraf ini, ada kontras lain di ayat 15-16. Ada dua macam orang yang dikemukakan bahwa dua ayat ini, yaitu orang kaya dan orang miskin, yang mewakili status ekonomi dan pendapatan, ini adalah tentang hasil, orientasi moral dan cara hidup yang berbeda akan membawa hasil yang berbeda, sebuah kehidupan atau sebuah kehancuran.
Renungkan:
(1) Paulus mengajar kita: 「Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia」 (Efesus 4:29). Cobalah untuk merenungkan apakah kita sering mengucapkan perkataan yang membangun orang? Memohon bantuan Tuhan;
(2) Renungkan 「kasih menutupi segala pelanggaran」 (ayat 12) dan 「Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa」 (1 Petrus 4:8) Bagaimana itu dapat diterapkan pada keluarga, gereja, dan pekerjaan?
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.