Tag Archives: kuk

2 Korintus 6:11-7:4

「Jangan satu kuk yang sama dengan orang tidak percaya」

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 6:11-7:4 [ITB])
11 Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu. 12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu.
13 Maka sekarang, supaya timbal balik aku berkata seperti kepada anak-anakku: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!
14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? 15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? 16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. 17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. 18 Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.
7:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.
2 Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu! Kami tidak pernah berbuat salah terhadap seorangpun, tidak seorangpun yang kami rugikan, dan tidak dari seorangpun kami cari untung.
3 Aku berkata demikian, bukan untuk menjatuhkan hukuman atas kamu, sebab tadi telah aku katakan, bahwa kamu telah beroleh tempat di dalam hati kami, sehingga kita sehidup semati. 4 Aku sangat berterus terang terhadap kamu; tetapi aku juga sangat memegahkan kamu. Dalam segala penderitaan kami aku sangat terhibur dan sukacitaku melimpah-limpah.

Hari ini kita bersama merenungkan ayat yang saudara dan saudari cukup akrab, sementara ada juga banyak kesalahan dalam cara memahami terhadap ayat-ayat tersebut. Banyak gembala menggunakan penerapan “saudara-saudari tidak menikah atau berpacaran dengan orang yang berbeda iman”, secara langsung memakai penerapan ini untuk memahami Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya atau Be you not unequally yoked together with unbelievers (KJV). Sebenarnya bagaimana ayat ini diterapkan? Apa sebenarnya yang dibicarakan ayat ini terkait konteks surat ini? Mengacu pada isi konteks (teks sebelumnya dan teks sesudahnya), dapat dipastikan bahwa Paulus tidak berbicara tentang pernikahan orang percaya di Korintus pada saat itu, karena akan sangat aneh jika di seluruh surat hanya di satu ayat ini saja yang menyebutkan aspek ini. Konteksnya ayat 6:11 dan 7:2 mengacu pada hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu atau Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu. Jadi apa sebenarnya yang sedang Paulus bicarakan?

Salah satu pertimbangan adalah konteks langsungnya, dalam 6:13 Paulus dengan nada sebagai bapa rohani memberikan pesan kepada jemaat Korintus (dalam bahasa asli menggunakan nada perintah) ── aku berkata seperti kepada anak-anakku: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya, demikian juga di 7:2 menggunakan kata kerja lain (χωρήσατε chōrēsate) ── Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu atau bukalah hatimu untuk menerima kami. artinya ada orang-orang di gereja di Korintus belum siap menerima Paulus. Ada berapa banyak orang yang sempit di dalam hati (deskripsi dalam bahasa asli adalah terbatas karena emosi? Kita dapat percaya bahwa mungkin ada beberapa orang (jika hanya satu atau dua orang, Paulus dapat menggunakan ekspresi serupa ayat 2:2 – dia atau orang-orang itu), sebenarnya jumlah mereka tidak cukup untuk mengguncang hubungan yang baik gereja Korintus dengan Paulus (1:7; 1:11-15; 2:5-11; 3:1-3; 5:11-12). Dengan kata lain, ada beberapa orang di gereja Korintus yang cenderung menerima omongan mereka yang menyerang Paulus, sehingga kemudian Paulus menggunakan sebutan Hai orang Korintus! untuk berpesan kepada keseluruhan komunitas, mungkin ia juga ingin memakainya untuk memperkuat suasana saling menerima di dalam gereja. Dari 7:2 dapat dilihat, pada waktu itu di sana ada orang yang menuduh Paulus dan timnya pergi ke mana-mana memberitakan Injil dengan motivasi yang buruk, menipu dan mengambil keuntungan dari orang (Kami tidak pernah berbuat salah terhadap seorangpun, tidak seorangpun yang kami rugikan, dan tidak dari seorangpun kami cari untung). Fitnah tersebut tidak ada arti apa-apa bagi diri Paulus, tetapi dapat menjadi penghalang orang mendengarkan dan menerima Injil Kristus, maka ia perlu membuat klarifikasi. Dalam teks sebelumnya di atas, Paulus membuat klarifikasi dengan sikap sebagai hamba Allah, di sini adalah dengan sikap sebagai bapa rohani untuk langsung memberikan perintah kepada para penerima surat agar menjadi murah hati, agar dalam memandang sesuatu jangan dibatasi pada emosi mereka.

Ketika dalam komunitas muncul perselisihan, analisis rasional penting, tetapi orang menghabiskan lebih banyak waktu di bawah pengaruh emosi, sampai pada tingkat di mana mereka dapat dibutakan dan tidak dapat melihat kebenaran fakta. Hubungan emosional sering mempengaruhi penilaian seseorang dibandingkan analisis yang objektif, jadi ketika seseorang atau sekelompok orang bertindak secara emosional maka akan sulit membuka hati pikiran untuk mendengarkan suara yang berbeda dan menerima perspektif yang berbeda. Cara untuk memecahkan kesenjangan adalah dengan memindahkan ikatan emosi ke objek lain, maka Paulus sebagai bapa rohani memberikan perintah kepada mereka agar membuka hati mendengarkan perkataannya berikut.

Dari perspektif ini, 6:14-18 menghendaki agar orang-orang percaya di Korintus (terutama yang menuduh Paulus) agar menempatkan kembali ikatan emosi mereka kepada Yesus Kristus, prasyarat adalah Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya, Jangan kamu mengenakan kuk bersama orang yang tidak satu iman: Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Maka dengan demikian, mereka harus keputusan akhir mau berdiri di sisi yang mana, Paulus secara tersirat dalam perkataannya sudah menunjukkan: jika umat Allah akan Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka (yang tidak percaya kepada Tuhan dan memfitnah Paulus), dipisahkan untuk menjadi yang kudus. Pada saat yang sama, dipisahkan untuk menjadi yang kudus di konteks ini berfokus pada hubungan relasi, bukan berfokus pada makna moral. Setelah membuang semua kotoran tubuh dan rohani, maka rohani manusia akan memiliki lebih banyak ruang untuk mendengarkan firman Tuhan, takut hormat akan Allah, menerima ajaran Injil dan diri Paulus, memperbaiki hubungan dengan Paulus dan tim misinya (7:1-4).

Bagaimana teks ini dapat diperpanjang dan diperluas penerapannya pada masalah pernikahan? Tentu perlu untuk merenungkannya.
(Tambahan: Paulus menghendaki agar orang-orang percaya di Korintus menempatkan kembali ikatan emosi mereka kepada Yesus Kristus, tentu juga demikian sepatutnya diterapkan dalam pernikahan: jika seseorang percaya ingin menempatkan kembali ikatan emosi kepada Yesus Kristus, prasyarat adalah jangan menambatkan emosi cinta kasih kepada orang yang tidak percaya kepada Kristus, Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percayaSebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?)
(Namun dalam memahami perikop ini tidak bisa langsung memakai penerapan pernikahan untuk menafsirkan perkataan Paulus ini yang saat itu konteksnya adalah gereja korintus, tetapi konsep ajaran Pulus dapat kita terapkan dalam pernikahan.)

Renungkan:
Seberapa besar pengaruh emosi terhadap pikiran seseorang? Ketika perselisihan muncul di antara orang-orang percaya dan tidak saling mengalah, bagaimana kita harus menghadapinya? Bagaimana kita dapat membantu setiap orang untuk menghubungkan pikiran dan emosi mereka kembali kepada Yesus Kristus?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kuk dari Yesus

Luk. 14:19 I have bought five yoke (zeugos) of oxen
zeugos:
a couple
a team (of oxen yoked together)

Kis. 15:10 meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk (zugos), yang tidak dapat dipikul
zugos:
a coupling.
(figuratively) servitude (a law or obligation)

Mat 11:29 Pikullah kuk (zugos) yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku
Kuk dari Yesus adalah “a coupling” atau sebagai “law or obligation”?
Jika kuk dari Yesus adalah “a coupling” maka sebagai satu team (as oxen yoked together),
menjadi satu team dengan Yesus, tentu untuk itu kita harus “belajarlah pada-Ku” dan sebagai satu team dengan Yesus maka “jiwamu akan mendapat ketenangan”

Tambahan:
Rev 6:5 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: “Mari!” Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan (zugos) di tangannya.
Zugos: the beam of the balance (as connecting the scales)

Yesaya 58:6-9

「Puasa yang Dikehendaki Allah」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 58:6-9 [ITB])
6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, 7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. 9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah

Kuk

Sinonim dari puasa adalah kerendahan hati dan introspeksi diri yang membawa kepada pertobatan, puasa yang sejati bukanlah pertunjukan di muka umum, tetapi semacam kesadaran kerendahan hati di hadapan Allah, dan pada saat yang sama memperhatikan dan menolong komunitas yang kurang beruntung di sekitarnya. Ayat 6 menunjukkan bahwa puasa yang Allah inginkan adalah membantu yang tertindas mendapatkan pembebasan (menguraikan tali kuk dan memecahkan segala kuk), seperti halnya pada Tahun Yobel, semua budak dan pekerja bebas untuk kembali ke tanah air mereka (Im. 25:39-41, klik untuk membuka); ayat 7 menunjukkan puasa yang sejati adalah untuk memberikan makanan kepada yang kelaparan, dan dengan keramahtamahan memberikan tumpangan kepada yang membutuhkan, dan memberi pakaian kepada yang telanjang, semua ini adalah semacam perawatan dan pertolongan untuk orang miskin, hukum Taurat juga menunjukkan pemeliharaan bagi orang miskin, mereka dapat mengambil gandum dan buah yang jatuh di ladang (Im. 19:9-10). Oleh karena itu, puasa yang sejati yang dijelaskan dalam ayat 6-7 terkait dengan keadilan sosial, tetapi juga dengan menjalankan hukum Allah, singkatnya, puasa bukan hanya perilaku keagamaan, puasa adalah gaya hidup yang menjalankan hukum Allah dan memperhatikan orang miskin, orang yang benar-benar berpuasa adalah yang mencintai orang lain sama seperti dirinya sendiri (Im. 19:18), membawakan kebaikan kepada orang-orang di sekitarnya.

Ayat 8-9 mencatat bagaimana TUHAN akan menanggapi mereka yang menjalankan puasa yang sejati ini. Allah menunjukkan bahwa terangmu akan merekah seperti fajar, dan lukamu akan pulih dengan segera, kemuliaan TUHAN barisan belakangmu, ayat 8 dimulai dengan terang fajar dan diakhiri dengan kemuliaan menunjukkan bahwa mereka yang melakukan kebenaran akan memiliki cahaya terang dan cahaya kemuliaan Allah (bandingkan juga FAYH yang melengkapi dengan TUHAN akan mencurahkan cahaya-Nya yang mulia ke atas kamu dan membuat kamu bercahaya seperti fajar yang merekah). Inilah yang dikatakan Yes. 60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu, di sini kata cahaya nyata bukan kata-kata yang bersifat pertunjukan hiburan atau religius, tetapi gambaran bagi mereka yang bersedia melakukan keadilan kebenaran dan menolong yang lemah, cahaya kemuliaan Allah adalah kehadiran penyertaan Tuhan, Allah akan beserta bersama mereka yang melakukan keadilan kebenaran, dan orang lain dapat melalui ini merasakan kasih pemeliharaan Allah kepada yang miskin.

Ayat 9 menyatakan bahwa doa yang benar-benar merealisasikan puasa yang sejati akan dijawab oleh TUHAN, dan Tuhan akan berkata Ini Aku!. Di masa lalu, ketika Yesaya menerima panggilan Tuhan, dia berkata, Ini aku … (Yes. 6:1), dan mereka yang merealisasikan puasa sejati menerima jawaban Tuhan Ini Aku!, ini ini bukan berarti bahwa Allah dan manusia saling bertukar peran (antara Allah Pemanggil dan yang dipanggil), tetapi menunjukkan bahwa Allah senantiasa setiap saat akan menanggapi doa orang. Oleh karena itu, orang yang menjalankan puasa yang sejati harus menyingkirkan kuk yang menindas orang lain, dan berhenti menghakimi mencela orang lain, dan berhenti berkata-kata jahat, karena semua ini adalah tipu muslihat penindasan di masa lalu, dan orang-orang Israel harus mengubah kutuk menjadi berkat.

Renungkan:
Apakah Anda menutup mata terhadap orang-orang yang membutuhkan di sekitar Anda? Bagaimana cara Anda bertobat dan merealisasikan puasa, serta menjalankan kebenaran yang sejati, sehingga kemuliaan Allah dapat terpancar dalam hidup Anda?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Filipi 4:2-3

「Sehati Sepikir」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 4:2-3 [ITB])
2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. 3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

Setelah Paulus menyelesaikan pengajaran umumnya kepada gereja Filipi, ia beralih ke nasihat terakhir dalam 4:2 memberikan beberapa aplikasi praktis kepada mereka. Yang pertama adalah tentang penerapan persatuan.

Dalam ungkapan nasihatnya ini, Paulus meminta kepada Euodia, Sintikhe, dan juga seseorang yang tidak disebutkan namanya di ayat 3 (ITB alasan yang logis tertentu menerjemahkan sebagai sebuah nama Sunsugos, sedangkan CUV dan hampir semua terjemahan Inggris serta beberapa terjemahan Indonesia lain menerjemahkan sebagai rekan sepenanggungan yang benar, lihat juga ITL hai (Sinsigus) temanku yang benar). Karena Euodia dan Sintikhe adalah pihak yang terlibat langsung dalam insiden itu, mereka (yang adalah wanita) secara alami menjadi pihak yang dinasihati secara langsung, tetapi Paulus menyebutkan mereka dengan cara yang sama, mencerminkan bahwa ia memperlakukan mereka dengan sama dan tidak berat sebelah. Dalam teks aslinya, kata kerja kunasihati diulangi dua kali, di satu sisi, itu menyatakan bahwa Paulus menasihati mereka secara terpisah, dan pada saat yang sama ia sama rata mengirimkan pesan nasihat ini.

Di sini Paulus tidak menjelaskan apa alasan sehingga ia menasihati kedua saudari untuk bersatu dalam Tuhan, juga tidak menjelaskan tingkat dan dampak dari perselisihan di antara mereka. Ini tampaknya mencerminkan bahwa masalah di antara mereka tidak penting di mata Paulus, dan tidak perlu membedakan siapa yang benar dan siapa yang salah dalam masalah itu. Ini sering terjadi dalam hubungan kita di gereja. Selain pendirian atas kebenaran, masalah lain biasanya adalah preferensi dan kebiasaan pribadi, kita perlu belajar kerendahan hati, meletakkan pendapat subjektif kita sendiri, di dalam Tuhan satu hati satu pikiran satu sama lain.

Fokus dari paragraf ini adalah di ayat 3, di mana Paulus memohon kepada orang yang tidak ia sebut namanya, memintanya untuk turun tangan dan membantu kedua wanita itu. Dalam sebutannya terhadap dia, Paulus menggambarkannya sebagai rekan sepenanggungan yang benar, seharusnya bukan menunjuk pada peran yang bisa dikenali dengan jelas oleh penerima surat, dan juga bukan orang yang pernah disebutkan dalam surat ini. Sangat mungkin bahwa Paulus menggunakan deskripsi ini adalah meminta kepada saudara dan saudari di gereja, terutama para pemimpin di gereja, meminta bantuan mereka, karena bersama-sama menanggung kuk memang seharusnya ada dalam persekutuan Tuhan Yesus Kristus. Ditunjukkan di sini bahwa di dalam gereja, perselisihan antara dua orang bukanlah masalah pribadi antara dua orang, tetapi masalah keseluruhan gereja, mereka yang benar-benar memiliki bagian dalam komunitas ini memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan perselisihan ini.

Di paruh kedua ayat 3, Paulus lebih jelas menerangkan hubungan sepenanggungan kuk ini. Dia tidak hanya meminta mereka membantu dan berpartisipasi bersama-sama menanggung kuk, tetapi juga menunjukkan bahwa kedua saudari itu juga bekerja keras bersama-sama dengan Paulus dan rekan kerja lainnya di dalam pelayanan Injil. Meskipun Paulus menggunakan kata kerja bentuk lampau untuk menggambarkan partisipasi mereka, tidak ada petunjuk bahwa mereka tidak lagi terlibat dalam pelayanan Injil, dan Paulus menuliskan bahwa Allah akan memberi pahala kepada kedua saudara perempuan atas pelayanan itu (nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan).

Renungkan:

Dalam pelayanan, kita sering memiliki pendapat yang berbeda-beda. Bagaimana kita dapat menjaga persatuan di bawah pendapat yang berbeda? Ketika kita melihat saudara dan saudari berselisih di dalam gereja, bagaimana kita bisa menjadi utusan perdamaian?


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Hosea 10:9-15

「Kini Waktunya Memohon Tuhan」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 10:9-15 [ITB])
(A) 9 Sejak hari Gibea engkau telah berdosa, hai Israel; di sana mereka bangkit melawan. Tidakkah perang melawan orang-orang curang akan mencapai mereka di Gibea? 10 Aku telah datang untuk menghajar mereka; bangsa-bangsa akan berkumpul melawan mereka, apabila mereka dihajar karena salahnya yang berganda.
(B) 11 Efraim dahulu seekor anak lembu yang terlatih, yang suka mengirik, dan Aku ini menyayangi tengkuknya yang elok, Aku memasang Efraim; Yehuda harus membajak, Yakub harus menyisir tanah baginya sendiri. 12 Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan.
(A) 13 Kamu telah membajak kefasikan, telah menuai kecurangan, telah memakan buah kebohongan. Oleh karena engkau telah mengandalkan diri pada keretamu, pada banyaknya pahlawan-pahlawanmu, 14 maka keriuhan perang akan timbul di antara bangsamu, dan segala kubumu akan dihancurkan seperti Salman menghancurkan Bet-Arbel pada hari pertempuran: ibu beserta anak-anak diremukkan. 15 Demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai kaum Israel, oleh karena dahsyatnya kejahatanmu. Pada waktu fajar akan dilenyapkan sama sekali raja Israel.

Hosea beralih dari sekelompok pendengar kalangan dalam (Hos. 9:10-10:8) ganti berbicara kepada seluruh jemaat Israel. Pada saat ini, Israel mungkin baru saja lepas dari invasi raja Asyur Tiglat Pileser (tahun 733 S.M), krisis di mana Samaria menjadi tanah semi jajahan. Setelah sesaat itu mereka memperkuat kekuatan militernya lagi. Israel berada dalam keadaan yang relatif tenang ini, sepuluh tahun sebelum badai datang lagi, yaitu sebelum kejatuhan total Samaria, penyakit lama kambuh lagi terperangkap dalam jurang dosa.

Nabi Hosea meminta orang Israel untuk mengingat baik-baik pesan yang telah disampaikannya secara sengaja menggunakan sinonim berulang, termasuk: 「berdosa」 (10:9), 「salah」 (10:10), 「kefasikan」 (10:13), 「kejahatan」 (10:15), serta depan belakang yang bertanggapan, seperti Allah akan menghakimi 「perang」 (10, 14-15) dan 「kesalahan」 Israel akan dihakimi (10, 13), agar terkunci dalam ingatan pembaca. Di sini Hosea menggunakan gaya sastra bersilang, bentuk struktur ABA

  • A: ayat 9-10
  • B: ayat 11-12 (inti berita)
  • A: ayat 13-15

sehingga pembaca dapat dengan jelas melihat fokus pesan ini adalah menasihati anak lembu, yakni Israel, agar menabur keadilan kebenaran, membajak serta menyisir tanah belantara, dan mencari Allah (ayat 11-12).

Hosea menasihati dengan tiada lelah, semua itu karena jika Israel terus demikian maka akan berakhir binasa. Israel telah berdosa sejak hari Gibea, peristiwa-peristiwa di Gibea telah disebutkan dalam Hos. 5:8; 9:9, sejarah tragis itu (Hak. 19-21) menyingkapkan percabulan yang tak terbayangkan terjadi di antara umat Allah (lihat renungan Hosea 9:1-9) seperti homoseksualitas, kekejaman dan pembunuhan yang mengerikan. Nabi Hosea menunjukkan bahwa 「Sejak hari Gibea engkau telah berdosa, hai Israel; di sana mereka bangkit melawan …」 (ayat 9), BIMK lebih jelas 「… Sejak kejadian di Gibea, orang Israel belum juga berhenti berbuat dosa melawan Aku …」 atau CUV 「… di sana mereka berhenti …」, yang berarti bahwa mereka masih berdiri di sana dan belum berubah. 「… mereka dihajar karena salahnya yang berganda」, mereka terjerat dalam dosa ganda (ayat 10b); dosa ganda ini dapat dikatakan berdosa di masa lalu dan terus dilakukan sampai sekarang, tetapi lebih nyata dosa berganda adalah secara agama mereka menyembah Baal dan secara militer mengandalkan negara-negara lain.

Tepat karena alasan itu, kenyataan kejam akan datang kepada Israel, bahkan jika Israel memiliki banyak prajurit, kubu mereka pada akhirnya akan ditaklukkan oleh Salman raja Asyur (yang kemungkinan besar adalah singkatan nama Shalmaneser). Wanita dan anak-anak kecil di Israel juga menerima perlakuan kejam. Meskipun umat Allah sedang berjalan menuju kebinasaan, nabi Hosea masih berharap dan masih melihat secercah kesempatan hidup. Meskipun dia menunjukkan fakta-fakta mengerikan yang akan datang, dia ingin para pembaca mengingat hubungan awal dengan Allah, bergegas kembali, menanam keadilan kebenaran, membajak serta menyisir tanah belantara, dan mencari Allah (ayat 11-12, inti dari seluruh berita).

Nabi Hosea berkata, 「Efraim dahulu seekor anak lembu yang terlatih, yang suka mengirik, dan Aku ini menyayangi tengkuknya yang elok, Aku memasang Efraim; Yehuda harus membajak, Yakub harus menyisir tanah baginya sendiri」(ayat 11). Dia sering menggunakan nama Efraim untuk mewakili kerajaan Utara (Israel), Yehuda mewakili kerajaan Selatan, dan Yakub untuk mewakili bangsa Israel. Hosea ingin Israel mengingat bahwa ia dulunya adalah seekor lembu yang taat di bawah kuk, dan dengan bebas ia suka mengirik, karena hukum menyatakan bahwa 「Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik.」 (Ul. 25:4). Lembu itu dipasang kuk, mengikuti ke mana sang pemilik membawanya, dan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh pemilik, pada saat yang sama ia dicukupkan makan. Dengan cara yang sama, kita dapat hidup lebih bebas dan riang di bawah kasih karunia Allah. Karena Tuhan Yesus juga mengingatkan: 「kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.」 (Mat. 11:30). Kiranya kita kembali kepada pelukan TUHAN (Yahweh), menyalakan kembali hati yang mencari Allah, kembali memikul kuk yang diberikan Tuhan kepada kita, menanam kebenaran keadilan, membuka tanah baru, membiarkan Firman-Nya berakar dan tumbuh dalam hidup kita.

Renungkan:
Sekarang, mari renungkan kembali saat Anda memiliki hubungan yang manis dengan Allah, sekali lagi menikmati ketaatan di bawah kuk-Nya dan menjalani hari yang kenyang dicukupkan rohani dan hari penuh makna. Seperti yang dikatakan Hosea: 「sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN」 (ayat 12b). Janganlah kita menunda, selagi masih ada nafas kehidupan kita sekali lagi kembali ke pelukan-Nya, dan biarkan Dia memperbarui hidup kita.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Ulangan 6:4-9

Shema (1)

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 6:4-9 [ITB])
4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. 6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.

Shema dalam bahasa Ibrani berarti dengarkan, ini adalah moto orang Yahudi selama ribuan tahun, mengingatkan diri sendiri untuk tidak melupakan: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! TUHAN adalah satu-satunya Allah yang benar. Dalam aspek positif harus Kasihilah TUHAN, Allahmu.

Kitab Ulangan dua kali mencatat Shema, yakni pasal 6 dan pasal 11. Bagaimana cara kasihilah TUHAN, Allahmu? Secara konkret, yakni sering merenungkan sebagai firman Allah (hukum Allah), dan berbagi firman Allah dengan orang lain, dan harus memakai perintah Allah di tangan dan dahi, dan menuliskannya di kusen pintu.

Di masa ini, orang laki-laki Yahudi telah melalui upacara dewasa Bar Mitzva, saat melantunkan dan berdoa di Sinagoge akan melilitkan sabuk kitab suci di tangan mereka dan sebuah kotak kitab suci di dahi mereka; semua kusen pintu rumah dan tiang pintu kota dipakukan kotak persegi kecil dengan Sepuluh Perintah di dalamnya, harus menyentuhnya setiap kali lewat, dilakukan sepanjang hidup.

Rabi menyebut paragraf pertama Shema sebagai Kuk Surga (Yoke of Heaven), intinya adalah sebagai berikut:
1. Objeknya adalah pribadi Anda;
2. Motivasinya adalah kasih;
3. Berkatnya adalah: supaya lanjut umurmu. Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. (Ulangan 6:2-3)

Oleh karena itu, meskipun agama orang Israel pada zaman dahulu adalah agama kolektif seluruh bangsa, sebenarnya sangat memperhatikan pelaksanaan individu, mematuhi hukum Allah tidak sepenuhnya karena tekanan komunitas, tetapi karena cinta kasih kepada Allah dari dalam hati seseorang.

Tuhan Yesus akrab dengan ajaran rabi, dan Dia mengomentari: Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya (Matius 11:12) orang berjuang untuk masuk kerajaan surga, dan mereka bekerja keras untuk mendapatkannya.

Renungkan:
Apa artinya bekerja keras (untuk memasuki kerajaan surga) bagi Anda? Apakah kita pernah membayar harga mahal untuk kerajaan surga? Atau apakah kita tidak pernah mau memiliki kesadaran ini sama sekali? Memikul kuk surga adalah berat, bukan sekadar seperti seorang Yahudi yang harus mematuhi banyak ajaran sepanjang hidupnya. Tetapi cinta kasih kepada Allah adalah sumber dari semua motivasi kita.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.