「Jangan satu kuk yang sama dengan orang tidak percaya」
Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Kor. 6:11-7:4 [ITB])
11 Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu. 12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu.
13 Maka sekarang, supaya timbal balik aku berkata seperti kepada anak-anakku: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!
14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? 15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? 16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: 「Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.」 17 Sebab itu: 「Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. 18 Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.」
7:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.
2 Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu! Kami tidak pernah berbuat salah terhadap seorangpun, tidak seorangpun yang kami rugikan, dan tidak dari seorangpun kami cari untung.
3 Aku berkata demikian, bukan untuk menjatuhkan hukuman atas kamu, sebab tadi telah aku katakan, bahwa kamu telah beroleh tempat di dalam hati kami, sehingga kita sehidup semati. 4 Aku sangat berterus terang terhadap kamu; tetapi aku juga sangat memegahkan kamu. Dalam segala penderitaan kami aku sangat terhibur dan sukacitaku melimpah-limpah.
Hari ini kita bersama merenungkan ayat yang saudara dan saudari cukup akrab, sementara ada juga banyak kesalahan dalam cara memahami terhadap ayat-ayat tersebut. Banyak gembala menggunakan penerapan “saudara-saudari tidak menikah atau berpacaran dengan orang yang berbeda iman”, secara langsung memakai penerapan ini untuk memahami 「Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya」 atau 「Be you not unequally yoked together with unbelievers」 (KJV). Sebenarnya bagaimana ayat ini diterapkan? Apa sebenarnya yang dibicarakan ayat ini terkait konteks surat ini? Mengacu pada isi konteks (teks sebelumnya dan teks sesudahnya), dapat dipastikan bahwa Paulus tidak berbicara tentang pernikahan orang percaya di Korintus pada saat itu, karena akan sangat aneh jika di seluruh surat hanya di satu ayat ini saja yang menyebutkan aspek ini. Konteksnya ayat 6:11 dan 7:2 mengacu pada 「hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu」 atau 「Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu」. Jadi apa sebenarnya yang sedang Paulus bicarakan?
Salah satu pertimbangan adalah konteks langsungnya, dalam 6:13 Paulus dengan nada sebagai bapa rohani memberikan pesan kepada jemaat Korintus (dalam bahasa asli menggunakan nada perintah) ── 「aku berkata seperti kepada anak-anakku: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya」, demikian juga di 7:2 menggunakan kata kerja lain (χωρήσατε chōrēsate) ── 「Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu」 atau 「bukalah hatimu untuk menerima kami.」 artinya ada orang-orang di gereja di Korintus belum siap menerima Paulus. Ada berapa banyak orang yang 「sempit di dalam hati」 (deskripsi dalam bahasa asli adalah 「terbatas karena emosi」? Kita dapat percaya bahwa mungkin ada beberapa orang (jika hanya satu atau dua orang, Paulus dapat menggunakan ekspresi serupa ayat 2:2 – 「dia」 atau 「orang-orang itu」), sebenarnya jumlah mereka tidak cukup untuk mengguncang hubungan yang baik gereja Korintus dengan Paulus (1:7; 1:11-15; 2:5-11; 3:1-3; 5:11-12). Dengan kata lain, ada beberapa orang di gereja Korintus yang cenderung menerima omongan mereka yang menyerang Paulus, sehingga kemudian Paulus menggunakan sebutan 「Hai orang Korintus!」 untuk berpesan kepada keseluruhan komunitas, mungkin ia juga ingin memakainya untuk memperkuat suasana saling menerima di dalam gereja. Dari 7:2 dapat dilihat, pada waktu itu di sana ada orang yang menuduh Paulus dan timnya pergi ke mana-mana memberitakan Injil dengan motivasi yang buruk, menipu dan mengambil keuntungan dari orang (「Kami tidak pernah berbuat salah terhadap seorangpun, tidak seorangpun yang kami rugikan, dan tidak dari seorangpun kami cari untung」). Fitnah tersebut tidak ada arti apa-apa bagi diri Paulus, tetapi dapat menjadi penghalang orang mendengarkan dan menerima Injil Kristus, maka ia perlu membuat klarifikasi. Dalam teks sebelumnya di atas, Paulus membuat klarifikasi dengan sikap sebagai hamba Allah, di sini adalah dengan sikap sebagai bapa rohani untuk langsung memberikan perintah kepada para penerima surat agar menjadi murah hati, agar dalam memandang sesuatu jangan dibatasi pada emosi mereka.
Ketika dalam komunitas muncul perselisihan, analisis rasional penting, tetapi orang menghabiskan lebih banyak waktu di bawah pengaruh emosi, sampai pada tingkat di mana mereka dapat dibutakan dan tidak dapat melihat kebenaran fakta. Hubungan emosional sering mempengaruhi penilaian seseorang dibandingkan analisis yang objektif, jadi ketika seseorang atau sekelompok orang bertindak secara emosional maka akan sulit membuka hati pikiran untuk mendengarkan suara yang berbeda dan menerima perspektif yang berbeda. Cara untuk memecahkan kesenjangan adalah dengan memindahkan ikatan emosi ke objek lain, maka Paulus sebagai bapa rohani memberikan perintah kepada mereka agar membuka hati mendengarkan perkataannya berikut.
Dari perspektif ini, 6:14-18 menghendaki agar orang-orang percaya di Korintus (terutama yang menuduh Paulus) agar menempatkan kembali ikatan emosi mereka kepada Yesus Kristus, prasyarat adalah 「Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya」, Jangan kamu mengenakan kuk bersama orang yang tidak satu iman: Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Maka dengan demikian, mereka harus keputusan akhir mau 「berdiri di sisi yang mana」, Paulus secara tersirat dalam perkataannya sudah menunjukkan: jika umat Allah akan 「Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka」 (yang tidak percaya kepada Tuhan dan memfitnah Paulus), dipisahkan untuk menjadi yang kudus. Pada saat yang sama, 「dipisahkan untuk menjadi yang kudus」 di konteks ini berfokus pada hubungan relasi, bukan berfokus pada makna moral. Setelah membuang semua kotoran tubuh dan rohani, maka rohani manusia akan memiliki lebih banyak ruang untuk mendengarkan firman Tuhan, takut hormat akan Allah, menerima ajaran Injil dan diri Paulus, memperbaiki hubungan dengan Paulus dan tim misinya (7:1-4).
Bagaimana teks ini dapat diperpanjang dan diperluas penerapannya pada masalah pernikahan? Tentu perlu untuk merenungkannya.
(Tambahan: Paulus menghendaki agar orang-orang percaya di Korintus menempatkan kembali ikatan emosi mereka kepada Yesus Kristus, tentu juga demikian sepatutnya diterapkan dalam pernikahan: jika seseorang percaya ingin menempatkan kembali ikatan emosi kepada Yesus Kristus, prasyarat adalah jangan menambatkan emosi cinta kasih kepada orang yang tidak percaya kepada Kristus, 「Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya」Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?)
(Namun dalam memahami perikop ini tidak bisa langsung memakai penerapan pernikahan untuk menafsirkan perkataan Paulus ini yang saat itu konteksnya adalah gereja korintus, tetapi konsep ajaran Pulus dapat kita terapkan dalam pernikahan.)
Renungkan:
Seberapa besar pengaruh emosi terhadap pikiran seseorang? Ketika perselisihan muncul di antara orang-orang percaya dan tidak saling mengalah, bagaimana kita harus menghadapinya? Bagaimana kita dapat membantu setiap orang untuk menghubungkan pikiran dan emosi mereka kembali kepada Yesus Kristus?
Renungan pemahaman Surat 2 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
