「Yesus yang marah」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yohanes 2:17[ITB])
17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: 「Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.」
「Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku」 Ini adalah Yesus yang marah, Yesus yang keras. Kalimat ini berasal dari Mazmur 69:9 「sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku.」 Tetapi ketika kita merenungkan ayat-ayat berikut, kita merasa bingung: 「Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu」 (Matius 5:39) 「amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah」 (Yakobus 1:20) Yesus ini tidak sesuai dengan gambaran Juruselamat yang biasanya kita kenal, yang lembut, rendah hati, dan tahu bertindak dalam semua keadaan.
Bukankah seorang hamba Allah tidak pernah marah? Faktanya, kemarahan adalah keadaan emosional manusia, sama seperti kebahagiaan dan cinta. Ada kemarahan yang tidak benar di dunia, sama seperti ada kebahagiaan yang tidak benar dan cinta yang tidak benar. Namun, tidak semua kemarahan itu tidak benar. Itu tergantung pada 「kapan」 dan keadaan 「bagaimana」 marah ini datang kepada kita.
Surat Yakobus mengatakan: 「amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah」 (Yakobus 1:20). Kita harus memahami ini dengan benar. Kalimat sebelum ayat ini adalah: 「… lambat untuk marah」 (Yakobus 1:19). Oleh karena itu, artinya: kita tidak boleh terburu-buru marah, jangan biarkan kemarahan menjadi tuan kita, atau jangan biarkan kita menjadi budak kemarahan; selain itu, Paulus berkata: 「Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu」(Efesus 4:26), ini memberitahu kita bahwa amarah tidak pernah merupakan ringkasan dari segala sesuatu. Saat matahari terbenam, amarah harus padam. Setelah peristiwa sudah lewat, kita seharusnya tidak membawa emosi.
Jadi, kembali ke Yesus yang marah. Dengan marah Yesus membersihkan Bait Suci dengan cambuk, Dia dengan sungguh-sungguh mengatakan kepada kita: Kamu kadang-kadang harus marah! Beberapa orang tidak tahu bagaimana caranya menjadi marah, mereka sering tersenyum dan menyapa orang lain, bahkan dalam menghadapi ketidakadilan yang hebat, mereka tetap tutup mata diam berpangku tangan. Yesus bukan tipe ini. Tentu saja kita semua tahu bahwa jika seseorang setiap saat selalu memiliki temperamen buruk dan selalu terlihat tidak puas, itu pasti hal yang buruk, bukan hal yang baik.
Sebenarnya, tidak menjadi masalah jika hati Anda merasa seperti terbakar api, 「suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas」 itu adalah akar masalah. (「… engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku」 Wahyu 3:15-16)
Renungkan:
Apakah Anda tidak peduli dengan ketidakadilan? Apakah Anda masih menjaga ketenangan pikiran dalam menghadapi absurditas dan korupsi? Mungkin jenis 「kegembiraan」 dan 「ketenangan」 seperti ini adalah akar masalah!
Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.