Tag Archives: Amarah

Amsal 22:24-25

「Amarah」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 22:24-25 [ITB])
24 Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, 25 supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.

Amsal ketiga dari orang bijak adalah tentang kemarahan manusia. Dalam kitab Amsal berkali-kali disebutkan hendaknya menghindari ekspresi emosi negatif. Orang-orang 「lekas gusar」 dan 「pemarah」 ini dicirikan oleh kurangnya pengendalian diri, ketidakmampuan untuk mengendalikan emosi mereka. Setiap kali mereka merasa frustrasi atau tidak puas, mereka cenderung meledakkan suasana hati yang tertekan sebagai katarsis pelampiasan.

Dalam kitab Amsal, orang yang marah sering dianggap bebal. Seperti dikatakan dalam 14:17, 19 「Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, …」. Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa orang yang suka marah secara harfiah adalah 「pemilik kemarahan」, dan seperti namanya, orang-orang seperti itu menggunakan kemarahan sebagai ekspresi normal mereka. Dan karena mereka tidak memiliki pengendalian diri, mereka bertindak sembrono, dan mudah untuk menghancurkan hubungan dengan orang lain, persis seperti yang dikatakan 15:18 「Si pemarah membangkitkan pertengkaran, …」 Tak heran beberapa orang menggambarkan orang yang lekas gusar seolah-olah bom bisa meledak kapan saja, dengan konsekuensi yang menghancurkan dan tak terkendali.

Ada banyak kisah tentang kemarahan dalam Perjanjian Lama, di mana kemarahan Musa adalah contohnya. Ia dikenal sebagai orang yang sangat lemah lembut (Bilangan 13:3), ia diserang orang-orang yang bersungut-sungut bahwa tidak ada air untuk diminum. Menanggapi sungut-sungut orang-orang, Allah memerintahkan Musa mengambil tongkat di tangannya dan memerintahkan batu untuk mencurahkan air. Namun, ketika Musa memenuhi dadanya dengan amarah, dia menegur orang-orang itu dan memukul batu itu dua kali dengan tongkat. Air langsung mengalir keluar dari batu itu, tetapi itu bukan dengan cara yang diperintahkan TUHAN. Karena Musa tidak menaati perintah Allah, 「tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel」 (Bilangan 20:2-13). Contoh lain adalah bahwa Daud juga marah. Karena Nabal membalas kejahatan dengan kebaikan, Daud memiliki niat membunuh dan bersumpah untuk membunuh semua laki-laki dalam rumah Nabal. Untungnya, Daud akhirnya menerima nasihat istri Nabal, Abigail, dan akhirnya kemarahan Daud dapat dipadamkan, jika tidak maka akan meninggalkan noda dalam hidupnya (lihat 1 Samuel 25). Dapat dilihat bahwa impulsif dan kemarahan dapat menyebabkan konsekuensi yang serius dan tidak dapat diubah.

Orang bijak dalam ayat 24 menasihati seseorang untuk tidak berteman dan bergaul dengan orang yang lekas marah, dan dalam ayat 25 menjelaskan alasannya. Jika Anda terlalu dekat dan terlalu erat dengan orang yang suka marah, orang percaya harus lebih waspada, jika tidak mereka pasti akan terpengaruh, bahkan sebelum mereka menyadarinya, sudah menjadi seperti mereka, akan menanggapi hal-hal urusan dengan kemarahan di setiap kesempatan. Yang disebut 「orang yang dekat-dekat dengan tinta akan ternoda berwarna hitam」, jika kita secara tidak hati-hati 「menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri」. Mengikuti perilaku mereka, kita akan terjebak dalam perangkap (ayat 25), dan kita akan hilang nyawa, walau kemudian menyesal namun sudah tidak bisa mengubah yang terjadi.

Alkitab berkata: 「Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik」 (1 Korintus 15:33). Orang bijak telah lama memperingatkan pembaca untuk tidak pergi bersama, menemani, dan berjalan dengan cara yang sama dengan orang fasik, agar mereka tidak menghilangkan nyawa mereka sendiri (Amsal 1:8-19).

Renungkan:
1) Jika ada 「skala Kemarahan」, bagaimana Anda menilai diri Anda sendiri?
2) Bagaimana Anda menghadapi 「kemarahan yang memenuhi dada Anda」? Bagaimana menerapkan Efesus 4:26 -27「Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis」?


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 22-24 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juli 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Yohanes 2:17

「Yesus yang marah」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:17[ITB])
17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: 「Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.」

「Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku」 Ini adalah Yesus yang marah, Yesus yang keras. Kalimat ini berasal dari Mazmur 69:9 「sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku.」 Tetapi ketika kita merenungkan ayat-ayat berikut, kita merasa bingung: 「Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu」 (Matius 5:39) 「amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah」 (Yakobus 1:20) Yesus ini tidak sesuai dengan gambaran Juruselamat yang biasanya kita kenal, yang lembut, rendah hati, dan tahu bertindak dalam semua keadaan.

Bukankah seorang hamba Allah tidak pernah marah? Faktanya, kemarahan adalah keadaan emosional manusia, sama seperti kebahagiaan dan cinta. Ada kemarahan yang tidak benar di dunia, sama seperti ada kebahagiaan yang tidak benar dan cinta yang tidak benar. Namun, tidak semua kemarahan itu tidak benar. Itu tergantung pada 「kapan」 dan keadaan 「bagaimana」 marah ini datang kepada kita.

Surat Yakobus mengatakan: 「amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah」 (Yakobus 1:20). Kita harus memahami ini dengan benar. Kalimat sebelum ayat ini adalah: 「… lambat untuk marah」 (Yakobus 1:19). Oleh karena itu, artinya: kita tidak boleh terburu-buru marah, jangan biarkan kemarahan menjadi tuan kita, atau jangan biarkan kita menjadi budak kemarahan; selain itu, Paulus berkata: 「Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu」(Efesus 4:26), ini memberitahu kita bahwa amarah tidak pernah merupakan ringkasan dari segala sesuatu. Saat matahari terbenam, amarah harus padam. Setelah peristiwa sudah lewat, kita seharusnya tidak membawa emosi.

Jadi, kembali ke Yesus yang marah. Dengan marah Yesus membersihkan Bait Suci dengan cambuk, Dia dengan sungguh-sungguh mengatakan kepada kita: Kamu kadang-kadang harus marah! Beberapa orang tidak tahu bagaimana caranya menjadi marah, mereka sering tersenyum dan menyapa orang lain, bahkan dalam menghadapi ketidakadilan yang hebat, mereka tetap tutup mata diam berpangku tangan. Yesus bukan tipe ini. Tentu saja kita semua tahu bahwa jika seseorang setiap saat selalu memiliki temperamen buruk dan selalu terlihat tidak puas, itu pasti hal yang buruk, bukan hal yang baik.

Sebenarnya, tidak menjadi masalah jika hati Anda merasa seperti terbakar api, 「suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas」 itu adalah akar masalah. (「… engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku」 Wahyu 3:15-16)

Renungkan:
Apakah Anda tidak peduli dengan ketidakadilan? Apakah Anda masih menjaga ketenangan pikiran dalam menghadapi absurditas dan korupsi? Mungkin jenis 「kegembiraan」 dan 「ketenangan」 seperti ini adalah akar masalah!


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.