Tag Archives: Tanduk

Ratapan 2:1-3

「Awan dan api dari TUHAN」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 2:1-3 [ITB])
1 Ah, betapa Tuhan menyelubungi puteri Sion dengan awan dalam murka-Nya!
Keagungan Israel dilemparkan-Nya dari langit ke bumi. Tak diingat-Nya akan tumpuan kaki-Nya tatkala Ia murka.
2 Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub.
Ia menghancurkan dalam amarah-Nya benteng-benteng puteri Yehuda.
Ia mencampakkan ke bumi dan mencemarkan kerajaan dan pemimpin-pemimpinnya.
3 Dalam murka yang menyala-nyala Ia mematahkan segala tanduk Israel,
menarik kembali tangan kanan-Nya pada waktu si seteru mendekat,
membakar Yakub laksana api yang menyala-nyala, yang menjilat ke sekeliling.

Ratapan Yeremia pasal 2 dimulai dengan tatkala Ia murka (ayat 1), dan diakhiri dengan tatkala TUHAN murka (ayat 22, atau KJV in the day of the LORD’S anger), terbentuk awal dan akhir yang saling berkaitan, sehingga pembaca dapat memahami bahwa subjek dari Ratapan pasal 2 ini adalah tentang murka TUHAN, subjek ini dijelaskan di awal, di ayat 1-3, ayat 1 menunjukkan Tuhan … dalam murka-Nya, tatkala Ia murka, dan ayat 3 menjelaskan dalam murka yang menyala-nyala Ia …, jadi di sini tema murka TUHAN sangatlah jelas. Namun, ketiga ayat ini menggunakan dua gambaran awan dan api untuk menggambarkan situasi murka TUHAN yang tidak biasa.

Dalam ayat 1 disebutkan bahwa TUHAN menggunakan awan untuk menyelubungi Sion. Kita dapat memahaminya melalui awan penyertaan Allah yang turun dahulu saat Salomo menahbiskan Bait Suci, awan itu melambangkan kehadiran Allah. Ia menutupi Bait Suci dengan awan, para imam tidak dapat masuk (2 Tawarikh 5:13, klik untuk membaca), dan TUHAN (Yahweh) juga menggunakan tiang awan untuk memimpin bangsa Israel di padang gurun (Keluaran 13:21-22, 14:19-20, klik untuk membaca). Awan kehadiran penyertaan Allah merupakan pengalaman yang positif bagi orang Israel, melambangkan Allah yang tidak meninggalkan atau mencampakkan mereka, ada awan serta api di jalan padang gurun siang dan malam, dan penyertaan Allah tidak pernah berubah. Namun, sekarang awan yang dulu merupakan penyertaan TUHAN (Yahweh) telah berubah menjadi awan hitam, dan awan ini juga menutupi Bait dan juga Sion, tetapi kali ini awan hitam itu adalah penutup murka, Allah yang sama, awan yang sama, tetapi membawa efek pembalikan, yang menunjukkan bahwa Allah yang melindungi bangsa Israel di masa lalu telah mengubah kehadiran-Nya dengan menggunakan awan hitam untuk menggambarkan kehadiran penghakiman-Nya.

Kata memusnahkan yang disebutkan di ayat 2 dan 3 (ayat 3 yang menjilat ke sekeliling, yang merupakan kata yang sering muncul di pasal 2 (Ratapan 2:2, 3, 5, 8, 16) memiliki makna memakan (menelan), kata yang mengingatkan orang tentang bagaimana ikan besar menelan Yunus. Lalu kata dilemparkan dalam ayat 1 adalah kata yang persis sama dengan yang Yunus katakan dalam kitab Yunus bahwa dia dilemparkan ke dalam jurang oleh TUHAN (Yunus 2:3 Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan …). Ratapan menggunakan kata-kata ini sehingga pembaca membuat asosiasi antar teks untuk memperjelas bahwa Sion saat ini seperti Yunus yang di dalam perut ikan dan dilemparkan ke jurang samudra yang dalam.

Ayat 3 menunjukkan bahwa murka TUHAN mematahkan segala tanduk Israel. Tanduk ini digunakan untuk melambangkan kekuatan dan berkat (Mazmur 18:2, 75:10; Ul. 33:17, klik unuk membaca), tetapi sekarang sepenuhnya dipatahkan oleh TUHAN. Dalam ayat 3, gambaran api digunakan untuk menunjukkan bahwa ini adalah api yang menelan (memusnahkan), dulunya adalah api menelan tanda perkenan korban persembahan (Imamat 24) dan tiang api yang melambangkan kehadiran TUHAN (Keluaran 13:22), namun api yang sama, api perkenan dan penyertaan, kini menjadi api memusnahkan dan murka. TUHAN tidak sama lagi kehadiran-Nya, dahulu melindungi orang Israel sekarang menelan memusnahkan orang Israel. Ketika kita memahami awan dan api bersama-sama, kita memahami bahwa tema yang diharapkan dalam ayat 1-3 adalah pembalikan dari kehadiran TUHAN, dan alasannya adalah TUHAN dalam murka.

Renungkan:
Api kudus yang sama membawa hasil yang berbeda, melambangkan dua aspek sifat Allah: perkenan dan penghakiman. Seringkali kita hanya mengharapkan perkenan Allah, tetapi tidak menerima penghakiman Allah, kita mengharapkan kasih Allah, tetapi tidak menyukai disiplin didikan Allah. Di permukaan, kedua aspek sifat ini tidak selaras, tetapi kedua aspek sifat ini adalah kekudusan Allah. Api suci yang sama harus memiliki perkenan dan penghakiman. Kita tidak dapat hanya memilih salah satunya. Sebagai umat perjanjian anugerah, kita harus menerima keduanya. Tidakkah kita tahu bahwa disiplin didikan adalah hak istimewa umat perjanjian?


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.