Tag Archives: Nazar

Amsal 20:16-30

「Bersinar」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 20:16-30 [ITB])
16 Ambillah pakaian orang yang menanggung orang lain,
………dan tahanlah dia sebagai sandera ganti orang asing.
17 Roti hasil tipuan sedap rasanya,
………tetapi kemudian mulutnya penuh dengan kerikil.
18 Rancangan terlaksana oleh pertimbangan,
………sebab itu berperanglah dengan siasat.
19 Siapa mengumpat, membuka rahasia,
………sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.
20 Siapa mengutuki ayah atau ibunya,
………pelitanya akan padam pada waktu gelap.
21 Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya,
………akhirnya tidak diberkati.
22 Janganlah engkau berkata: Aku akan membalas kejahatan,
………nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau.
23 Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi TUHAN,
………dan neraca serong itu tidak baik.
24 Langkah orang ditentukan oleh TUHAN,
………tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?
25 Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan Kudus,
………dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.
26 Raja yang bijak dapat mengenal orang-orang fasik,
………dan menggilas mereka berulang-ulang.
27 Roh manusia adalah pelita TUHAN,
………yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.
28 Kasih dan setia melindungi raja,
………dan dengan kasih ia menopang takhtanya.
29 Hiasan orang muda ialah kekuatannya,
………dan keindahan orang tua ialah uban.
30 Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan,
………dan pukulan membersihkan lubuk hati.

Nama TUHAN muncul enam kali dalam pasal 20, dan tiga di antaranya berturut-turut muncul dalam ayat 22-24, disebut tiga kata-kata bijak TUHAN, Janganlah engkau berkata: Aku akan membalas kejahatan, nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau. Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi TUHAN, dan neraca serong itu tidak baik. Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya? Di sini orang bijak berharap pembaca percaya serta mengandalkan penghakiman Allah dan kedaulatan-Nya. Ayat 22 menggambarkan orang membalas kejahatan dengan kejahatan, berbeda dari ayat 17:13 membalas kebaikan dengan kejahatan, tampaknya ini merupakan taraf yang lebih tinggi. Di sini pembaca mungkin berharap Allah mengambil tindakan dan membalas orang jahat. Namun, orang bijak menunjukkan agar menunggu TUHAN. Jadi, apakah menunggu Allah menghukum orang jahat? Tidak, tapi menunggu penyelamatan dan pertolongan dari Allah. Dalam Kejadian 26, dicatat bahwa ketika Ishak tinggal di Gerar, dia diintimidasi oleh orang lain dan berulang kali di sumur yang dia gali ditutup oleh penduduk setempat. Dia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi mengalah. Kesaksian indah dari hidupnya membuat penduduk setempat melihat bahwa TUHAN menyertainya.

Ayat 25: Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan Kudus, dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar. Meskipun nama TUHAN tidak muncul dalam ayat ini, kita dapat melihat bahwa penyembah memohonkan nazar adalah kepada Allah. Di sini orang bijak memperingatkan pembaca agar tidak terburu-buru, gegabah, atau impulsif membuat nazar atau janji yang melampaui nazar yang sebenarnya ingin mereka persembahkan. Berbahaya jika terburu-buru mempersembahkan yang sudah dinazarkan sebagai yang dikuduskan untuk Allah tetapi kemudian mempertimbangkannya kembali. Mengapa? Ini seperti hakim Yefta yang tidak dengan hati-hati dan membuat nazar, ini menjadi peringatan bagi Israel. Dia dengan sembrono bersumpah kepada Allah, jika Allah membuat dia menang maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran (Hakim 11:30-40). Tanpa diduga, putri satu-satunya yang keluar untuk menyambutnya! Sumpah Yefta menjebak dirinya sendiri, dan keinginannya yang sembrono membuat dirinya terjerumus dalam penderitaan!

Ayat 27: Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. Kosakata yang disebutkan di bagian ini mencakup roh, pelita, menyelidiki dan lubuk hati, dll., dan kosakata ini pernah muncul di perikop awal 《Kitab Amsal》. Berbicara tentang roh, Kej 2:7 menunjukkan bahwa setelah Allah menciptakan Adam, Dia menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Pelita adalah alat penerangan, seperti menerangi ruangan dan menerangi sudut-sudut yang gelap. Daud pernah berdoa kepada Allah, mengatakan: Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku (Mazmur 18:28). Beberapa terjemahan menerjemahkan roh menjadi hati nurani, yang berarti bahwa hati nurani itu seperti pelita, yang dapat menyelidiki lubuk kedalaman hati manusia.

Renungkan:
(1) Tentang membuat nazar, mari merenungkan kata pengkhotbah yang mengingatkan: Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya (Pengkhotbah 5:5);
(2) Roh kita dan hati nurani membutuhkan diterangi cahaya firman Allah, biarlah Mazmur 119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku dapat menjadi penuntun kita.


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 30:1-2, 16

Nazar dan pembatalan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 30:1-2, 16 [ITB])
1 Musa berkata kepada kepala-kepala suku Israel, demikian: Inilah yang diperintahkan TUHAN. 2 Apabila seorang laki-laki bernazar atau bersumpah kepada TUHAN, sehingga ia mengikat dirinya kepada suatu janji, maka janganlah ia melanggar perkataannya itu; haruslah ia berbuat tepat seperti yang diucapkannya.
16 Itulah ketetapan-ketetapan yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, yakni antara seorang suami dengan isterinya, dan antara seorang ayah dengan anaknya perempuan pada waktu ia masih gadis di rumah ayahnya.

(Bacalah Bilangan 30, klik untuk membuka)

Laki-laki atau wanita, bernazar kepada Allah itu selalu merupakan hal yang serius.

Ada orang ketika menghadapi keadaan darurat atau ketika penuh semangat terhadap Allah, maka akan datang kepada Allah untuk meminta pertolongan atau bernazar. Ketika telah melewati kesulitan atau ketika hal itu sudah selesai, maka patut membayar nazar atau janji sumpahnya kepada Allah, karena Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu. Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya (Pengkhotbah 5:4-5). Namun, banyak hal di dunia ini demikian juga hati orang mudah berubah-ubah. Beberapa orang tidak berterima kasih dan dengan sengaja menunda-nunda untuk tidak membayar nazar atau sumpah mereka; beberapa orang tidak membayar nazar atau sumpah mereka karena mereka menemukan bahwa nazar atau sumpah mereka di luar kemampuan mereka. Bilangan 30 berbicara aspek ini, dan dari hubungan antara suami istri, hubungan orang tua-anak untuk memperjelas siapa yang bertanggung jawab atas membayar nazar ini. Ringkasannya adalah sebagai berikut:

• Orang harus menepati janji: Bil. 30:2 terlebih dahulu berbicara tentang tanggung jawab laki-laki, karena dia adalah orang yang mandiri, dia harus memegang kata-kata yang ia ucapkan, baik itu sumpah bernazar (yiddōr neder) secara aktif melakukan sesuatu atau menjauhkan diri (le’sōr ‘issār) dari sesuatu, kita harus merealisasikan apa yang kita katakan, dan kita tidak boleh menelan kata-kata kita sendiri. Misalnya, laki-laki atau wanita membuat keinginan sebagai orang Nazir (Bilangan 6), atau seperti Zakheus si pemungut pajak yang bernazar membagikan setengah dari hartanya kepada orang miskin (Lukas 19:1-10).

• Orang tua harus bertanggung jawab: dalam masyarakat patriarkat Israel kuno, secara hukum rata-rata wanita bukanlah individu yang sepenuhnya independen, ia harus tunduk pada otoritas orang tua laki-laki. Pada zaman itu, seorang gadis Israel menikah pada usia empat belas atau lima tahun, dan jika dia masih muda dan belum menikah, ayahnya akan menjadi perwakilan hukumnya. Jika dia sudah menikah atau bertunangan, dia tunduk pada otoritas suaminya. Jika kepala keluarga diam menutup mulut ketika mendengar wanita ini bernazar, dianggap sudah memberikan persetujuan tanpa bersuara, itu sah secara hukum. Tetapi jika saat mendengar segera melarang dan menyangkalnya (hēnî’),TUHAN akan mengampuni perempuan itu, sebab ayahnya telah melarang dia(ayat 5).

• Wanita yang otonom: jika mereka menjanda atau bercerai, dia dianggap sebagai individu independen yang bertanggung jawab atas tindakannya sebagaimana seorang laki-laki, ia harus setia pada janji. Seperti Naomi dan Ruth, seorang wanita Moab, dapat mengusahakan lembaran kehidupan yang baru.

Renungkan:
• Siapa yang berhak bernazar: sebenarnya siapa saja. Apalagi saat ini, status wanita sudah sangat meningkat, keberanian serta wawasan tidak kalah dengan laki-laki. Selama benar-benar bersandar dan percaya kepada Tuhan, semua orang boleh bernazar. Tetapi kalau belum mencapai usia hukum, masih harus ada wali yang mandiri dan berwawasan yang bertanggung jawab, kalau memberikan ketidaksetujuan maka dibatalkan dan Allah akan mengampuni.

• Bernazar yang efektif: apakah itu situasi kritis yang orang tidak dapat berbicara dengan tepat, atau pikiran pusing dan kehilangan akal sehat, terkadang tidak dapat dihindari bahwa orang membuat permintaan yang melebihi kemampuan untuk membayar, atau itu sama sekali tidak masuk akal, misal sampai harus menelantarkan atau meninggalkan keluarga di rumah. Ini tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin dan usia, tetapi terkait dengan menegakkan kebenaran. Seperti Yefta, karena kurangnya pengetahuan rohani yang benar, dia terburu-buru bernazar, dan dia menyesalinya. Sebaliknya, Hana bernazar meminta anak laki-laki, ada imam yang memberkati, didukung oleh suaminya, dan mempersembahkan anak laki-lakinya Samuel kepada Allah agar sepanjang hidupnya dipakai untuk Tuhan dan menjadi kisah indah sepanjang zaman.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 6:13-16

「Persembahkan dan Mempertahankan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 6:13-16 [ITB])
13 Dan inilah hukum tentang seorang nazir. Apabila waktu kenazirannya genap, ia harus dibawa ke pintu Kemah Pertemuan, 14 dan ia harus mempersembahkan sebagai persembahannya kepada TUHAN seekor domba jantan berumur setahun yang tidak bercela untuk korban bakaran dan seekor domba betina berumur setahun yang tidak bercela untuk korban penghapus dosa dan seekor domba jantan yang tidak bercela untuk korban keselamatan, 15 juga sebakul roti yang tidak beragi, yakni roti bundar dari tepung yang terbaik, yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi diolesi dengan minyak, serta dengan korban sajian dan korban-korban curahannya. 16 Lalu haruslah imam membawa semuanya itu ke hadapan TUHAN dan mengolah korban penghapus dosa dan korban bakarannya

Alkitab mencatat sejumlah orang nazir. Beberapa dari mereka adalah karena panggilan Allah (seperti Yohanes Pembaptis, Lukas 1:15, 7:33), atau dipersembahkan oleh orang tua mereka (seperti Simson dan Samuel, Hakim-hakim 13:5; 1 Sam. 1:11, 28). Tetapi yang paling penting adalah bahwa ia dengan sukarela mempersembahkan dirinya, seperti Yusuf putra Yakub, yang disebut orang yang teristimewa (nǝzîr) di antara saudara-saudaranya (Kej. 49:26) memiliki akar kata yang sama dengan orang nazir (nezer). Nabi Yeremia mengundang orang-orang Rekhab untuk datang dan menyiapkan anggur untuk mereka, tetapi mereka menolak untuk minum, dan berkata, Kami tidak minum anggur, sebab Yonadab bin Rekhab, bapa leluhur kami, telah memberi perintah kepada kami, katanya: Janganlah kamu atau anak-anakmupun minum anggur sampai selama-lamanya(Yer. 35:6).

Namun, tidak semua orang nazir bisa mempertahankan nazar ini. Seperti Samson, ia melanggar setiap persyaratan orang nazir. Bahkan ada orang dengan sengaja memaksa orang-orang nazir untuk minum, meminta mereka untuk melanggar janji mereka (Amos 2:12).

Tidak ada catatan dalam Alkitab bahwa wanita menjadi orang nazir. Tetapi jika mereka membuat nazar ini, mereka harus sama dengan orang nazir laki-laki. Malaikat TUHAN memberi tahu ibu Simson dilarang minum, menyiratkan bahwa ia telah membuat nazar orang nazir untuk sementara waktu (Hakim-hakim 13:4-5).

Nazar menjadi orang nazir mungkin untuk satu batas waktu atau menjadi orang nazir seumur hidup (seperti Simson dan Samuel). Setelah masa nazar orang nazir berakhir, dapat kembali ke kehidupan normal melalui prosedur tertentu, termasuk minum, bercukur, dll. Seperti Rasul Paulus dari Perjanjian Baru, ia bernazar kepada Allah, dan kemudian mencukur rambutnya di Kengkrea, dekat Korintus. Ketika dia tiba di Yerusalem, dia memimpin empat saudara yang sedang memiliki nazar untuk bersama mereka mentahirkan diri, sehingga mereka dapat mencukur rambut (Kis. 18:18, 21:24, 26). Mereka dengan bantuan para imam akan mempersembahkan korban bakaran, korban sajian, dan korban keselamatan. Juga mempersembahkan korban penghapus dosa, namun bukan karena dosa, tetapi lebih baik diartikan sebagai korban pentahiran, yang mewakili perubahan status. Dalam perikop ini, para imam disebutkan tujuh kali (Bil. 6:10, 11, 16, 17, 19, 20 [ayat 20 ada 2 kali]), sekali lagi menyatakan bahwa perubahan identitas semacam itu harus disahkan oleh para imam, dan juga diperkenalkan berkat serta doa dari imam.

Renungkan:

Orang-orang nazir adalah cara alternatif Allah memilih imam, yang memungkinkan orang secara sukarela mempersembahkan dan menjalani kehidupan dengan standar moral yang tinggi setara dengan kehidupan seorang imam besar. Seperti para nabi dan imam, mereka adalah kelompok berintegritas dalam masyarakat dan sangat dihormati oleh orang banyak. Kehidupan memengaruhi kehidupan, dan membawa pemurnian serta peningkatan spiritual kepada seluruh komunitas.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 6:1-2

「Tinggalkan Hal-hal Dunia, Menjadi Milik Tuhan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 6:1-2 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila seseorang, laki-laki atau perempuan, mengucapkan nazar khusus, yakni nazar orang nazir, untuk mengkhususkan dirinya bagi TUHAN

Bilangan pasal 6 (klik untuk membaca). Ada orang yang bersedia menjalani kehidupan yang mengkhususkan dirinya bagi TUHAN di dalam masyarakat sekuler, dan mereka berbeda dari orang banyak pada umumnya. Mereka dikenang oleh Allah dan manusia, bukan karena pencapaian dan perbuatan mereka yang hebat, tetapi karena sikap mereka terhadap kehidupan dan kesaksian hidup mereka. Sebenarnya, karakter spiritual mereka yang luar biasa dan kaya berkelimpahan adalah pelayanan yang paling kuat. Orang-orang semacam itu dalam Perjanjian Lama secara khusus disebut orang nazir.

Kata orang nazir (nezer) berasal dari kata dipisahkan (nāzar) adalah sebuah nazar yang terdapat dalam Alkitab yang disediakan untuk orang secara sukarela menjalani kehidupan suci yang setara dengan kehidupan seorang imam. Bilangan pasal 6 mencatat tentang orang-orang nazir : (1) Boleh pria maupun wanita: mungkin termasuk para pelayan perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan (Kel. 38:8). Kontras dibandingkan dengan imam-imam yang dibatasi hanya untuk keturunan laki-laki Harun. (2) Boleh hanya untuk suatu tenggat waktu atau seumur hidup untuk Tuhan: namun, untuk menghindari ketidakseriusan, tradisi Yahudi mensyaratkan bahwa nazar kaum nazir setidaknya satu bulan. (3) Meninggalkan hal-hal dunia: dalam kehidupan dan penampilan, mereka berbeda dari orang pada umum. (4) Menjadi milik Tuhan: yang terlebih penting adalah menjalani kehidupan yang mengikuti kehendak Tuhan, dan hidup hanya untuk Tuhan. Ini adalah nazar hidup, bukan nazar pekerjaan. Tidak peduli apa yang dilakukan, tetapi peduli apa yang tidak dilakukan.

Ada tiga tidak dari nazar kaum nazir:

1) Larangan anggur: merupakan kesediaan untuk menjalani kehidupan sederhana. Anggur melambangkan sukacita yang diberikan Tuhan kepada manusia. Tetapi orang-orang nazir tidak menginginkan sukacita di dalam dosa atau kesenangan dunia, tetapi hanya senang akan Allah.

2) Larangan cukur rambut: artinya kepatuhan mutlak kepada Tuhan. Orang-orang nazir harus seperti imam besar, dengan tanda yang mudah terlihat di kepala mereka. Imam besar memiliki patam suatu lempengan emas semacam mahkota di dahi dan tertulis kata-kata Kudus (dikhususkan) bagi TUHAN. Orang nazir harus membiarkan rambut mereka tumbuh sepanjang-panjangnya, tidak peduli sebulan atau tiga atau tiga puluh tahun, tidak peduli nyaman atau tidak, apalagi layak atau tidak secara sopan santun. Kepala mewakili pendapat pribadi, dan seseorang yang bahkan tidak memiliki pendapat tentang rambutnya sendiri, mewakili taat sepenuhnya kepada kehendak Allah. Mencintai apa yang Tuhan cintai, membenci apa yang Tuhan benci, dan patuh absolut pada Tuhan. Ini adalah tanda paling menarik mata dari orang-orang nazir, berjalan sampai di mana, bersaksi sampai di sana.

3) Larangan menyentuh mayat: melambangkan kehidupan kudus, karena kematian berasal dari dosa. Dia harus mengikuti standar imam besar, dan dia tidak boleh menyentuh orang mati kapan saja, bahkan ketika kerabat dekatnya sendiri mati (Bil. 6:7; Im. 21:11). Dosa tidak diperbolehkan mencemari kehidupannya

Renungkan:

Terlebih dahulu ada keberadaan (being) lalu melakukan (doing), apakah Anda ingin menjalani kehidupan yang dikhususkan untuk Tuhan?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Kej. 35:1-4

「Membayar Nazar dan Mentahirkan Diri」

Selangkah lebih maju, Yakub melakukan hal-hal yang perlu untuk membawa orang-orang yang bersama dia untuk datang ke hadirat Allah.

(Kej. 35:1-4 [ITB])
1Allah berfirman kepada Yakub: “Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu.”
2Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: “Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. 3Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh.”
4Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem.

(Bacalah Kej. 35) Kitab Kejadian pasal 35 terdapat beberapa kisah, dapat dibagi menjadi 3 bagian sesuai geografis, di antaranya masing-masing mencatat kematian dan penguburan dari satu orang:

  1. Dari Sikhem sampai Betel, inang pengasuh Ribka yaitu Debora meninggal (Kej. 35:1-15)
  2. Dari Betel sampai Efrata, Rahel meninggal karena sulit melahirkan (Kej. 35:16-26)
  3. Hebron, Ishak sampai akhir umurnya (Kej. 35:27-29).

Seluruh pasal bertopik 「kehidupan dan kematian」, mengakhiri catatan yang berfokus pada diri Yakub. Pada pasal-pasal yang akan datang walaupun kadang-kadang menyebutkan Yakub, tetapi semuanya adalah berfokus pada anak-anaknya.

Kitab Kejadian berulang kali berbicara tentang para leluhur membangun mezbah, tetapi hanya ada di pasal ini saja Allah berpesan kepada orang untuk membangun mezbah. Ini adalah karena Yakub pernah bernazar kepada TUHAN (Kej. 28), sekarang TUHAN sudah memenuhi (Allah menyertai dan melindungi, memberikan makan dan pakaian, memimpin selamat kembali ke tanah perjanjian), maka Allah berpesan agar ia membayar nazar.

Terdapat beberapa poin yang berharga diperhatikan:

  1. Nazar harus dibayar, jika tidak maka lebih baik tidak membuat nazar (Bil. 30:2; Pkh. 5:4).
  2. Mendapatkan anugerah kasih harus bersyukur. Perhatian dari Allah melampaui apa yang dimohon, apa yang dipikirkan, Yakub satu keluarga walaupun melalui banyak kesulitan, akhirnya pulang sampai tanah Kanaan. Dan lagi Yakub sendiri mengakui, awal saat ia pergi adalah sebatang kara, sekarang beserta istri dan anak sudah menjadi kelompok, sapi kambing tidak terhitung.
  3. Sepatutnya menyelesaikan dan putus dari hal lama. Yakub berpesan kepada seluruh orang rumah tentang 3 hal: (a) membuang segala dewa asing yang dipunyai mereka, menyatakan iman kepercayaan kepada Allah yang Esa. Di sini termasuk berhala yang didapatkan dari menjarah kota Sikhem, juga patung dewa yang dicuri Rahel dari tengah-tengah rumahnya. (b) mentahirkan diri, dan (c) tukarlah pakaian. Mentahirkan tubuh, mewakili mentahirkan hati; bertukar pakaian mungkin menunjuk membuang lumuran darah kota Sikhem (juga menyerahkan anting-anting yang ada pada telinga mereka yang mungkin jarahan dari kota Sikhem, Kej 35:4). Yakub menanam semua berhala ini di bawah pohon besar yang dekat Sikhem, menunjukkan pembuangan kegunaan dari semua patung dewa tersebut, juga dapat dilihat bahwa Rahel mencuri patung dewa adalah perbuatan sia-sia.

Yakub memimpin seluruh rumah datang sampai Betel, di sana membangun sebuah mezbah, memberi tempat itu nama 「El Betel」 (’ēl bêt ’ēl, artinya yaitu 「Betel milik Allah」), mewakili rohani Yakub yang telah maju satu langkah, dari mengalami tempat yang suci (「Bait Allah」), masuk sampai pertemuan pribadi dengan Allah, masuk ke dalam relasi yang mendalam. Lihatlah, Inang pengasuh Ribka setelah mati dan dimakamkan di bawah pohon besar di sebelah hilir Betel, mewakili semua orang yang ada di tengah-tengah rumah Yakub, termasuk inang pengasuh yang kedudukannya tidak demikian penting juga masuk dan ada di tengah-tengah rumah Allah.

Renungkan: Apakah engkau pernah bernazar kepada Allah? Orang yang beribadah sepatutnya tahir, 「orang yang tidak tahir, tidak boleh mendekati Allah」. Kelak Musa di gunung Sinai memimpin umat membuat perjanjian dengan Allah, berpesan kepada umat harus lebih dahulu mentahirkan diri (Kej. 19:10). Orang sepatutnya dengan kekudusan datang merespon Allah yang kudus, ini tidak hanya merupakan urusan per orang, juga adalah urusan seluruh rumah. Orang yang lebih tua sepatutnya bangkit untuk memproklamasikan: 「Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!」 (Yos. 24:15).

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Imamat 27:1-8

Nazar

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 27:1-8 [ITB])
1 Allah berfirman kepada Musa: 2 「Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seorang mengucapkan nazar khusus kepada Allah mengenai orang menurut penilaian yang berlaku untuk itu,
3 maka tentang nilai bagi orang laki-laki dari yang berumur dua puluh tahun sampai yang berumur enam puluh tahun, nilai itu harus lima puluh syikal perak, ditimbang menurut syikal kudus. 4 Tetapi jikalau itu seorang perempuan, maka nilai itu harus tiga puluh syikal.
5 Jikalau itu mengenai seorang dari yang berumur lima tahun sampai yang berumur dua puluh tahun, maka bagi laki-laki nilai itu harus dua puluh syikal dan bagi perempuan sepuluh syikal.
6 Jikalau itu mengenai seorang dari yang berumur satu bulan sampai yang berumur lima tahun, maka bagi laki-laki nilai itu harus lima syikal perak, dan bagi perempuan tiga syikal perak.
7 Jikalau itu mengenai seorang yang berumur enam puluh tahun atau lebih, jikalau itu mengenai laki-laki, maka nilai itu harus lima belas syikal dan bagi perempuan sepuluh syikal.
8 Tetapi jikalau orang itu terlalu miskin untuk membayar nilai itu, maka haruslah dihadapkannya orang yang dinazarkannya itu kepada imam, dan imam harus menilainya; sesuai dengan kemampuan orang yang bernazar itu imam harus menentukan nilainya.

Dalam masyarakat Israel, membuat janji kepada Allah adalah hal yang sangat umum. Perilaku ini disebut membuat nazar, orang yang membuat nazar harus memenuhi apa yang dia janjikan untuk lakukan bagi Allah, jika tidak integritas orang itu akan dipertanyakan, mendatangkan murka dan hukuman Allah.

Apakah sebuah nazar adalah sebuah tawar-menawar, atau apakah itu suatu barter dengan Allah? Tidak, orang memiliki sikap serius terhadap nazar yang dia buat, ini adalah semacam persekutuan yang serius dengan Allah, dan tindakan mempercayakan hidupnya kepada Allah. Namun, nazar semacam ini juga dapat disalahgunakan oleh orang sehingga menyebabkan beberapa tragedi (misalnya nazar Yefta, Hak. 11:34-39). Untuk mencegah penyalahgunaan nazar, kitab Imamat menetapkan peraturan di pasal 27 ini.

Imamat 27:2-8 merujuk pada sejenis nazar, yang melibatkan pengabdian seseorang untuk melayani di tempat kudus (pelayanan bisa dalam suatu batas waktu atau yang tidak ditentukan jangka waktu, Hana mempersembahkan Samuel adalah nazar yang pelayanannya tidak terbatas jangka waktu), dalam prosedurnya perlu mengevaluasi nilai seseorang. Dari segi evaluasi, laki-laki diperhitungkan harga yang lebih tinggi (dua kali lipat) dari perempuan, hal ini mungkin tergantung pada keuntungan ekonomi orang tersebut. Jika laki-laki dewasa mungkin mereka lebih produktif daripada perempuan, jadi penilaian ini bukan untuk menggambarkan nilai seseorang, tetapi untuk menggambarkan produktivitas ekonomi seseorang. Namun, ini tidak berarti bahwa seseorang direduksi menjadi alat produksi, hanya saja pengaturan terhadap nazar mempertimbangkan segi ekonomi, pengaturan ini memberi orang kesempatan untuk membuat jalan keluar bagi orang yang sangat kesulitan dengan membuat nazar: jika yang dinazarkan adalah orang yang produktif secara ekonomi maka keluarga tersebut kehilangan orang yang produktif, keluarga harus diperhitungkan harga yang lebih tinggi sehingga bisa menjadi jaminan bagi absennya orang yang produktif ini dari keluarga tersebut, oleh karena itu, ini adalah semacam sistem perlindungan.

Ayat 8 menunjukkan bahwa orang miskin tidak memiliki kemampuan membuat nazar, mereka harus dibawa ke hadapan imam untuk dievaluasi harganya, yang menunjukkan bahwa imam adalah jaminan terakhir dalam suatu masyarakat. Karena imam adalah pemimpin komunitas, ia memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk menegakkan keadilan bagi orang miskin dan melindungi kehidupan mereka.

Renungkan:
Pengaturan atas nazar dalam tradisi imam sebenarnya merupakan sistem jaminan sosial yang memungkinkan orang miskin mendapatkan apa yang mereka butuhkan melalui nazar, dan untuk sementara mengatasi ketegangan keuangan jangka pendek mereka, dan imam harus melakukan penilaian yang adil dan benar. dalam hal ini, jangan karena keegoisan pribadi sehingga merendahkan nilai orang yang dinazarkan. Maksud awal dari pembentukan sistem ini apakah juga menjadi pengingat bagi kita yang menjadi pemimpin gereja, pemimpin rumah tangga, pemimpin tempat bekerja, atau pejabat pemerintah yang menghormati Allah dan mengasihi sesama?


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.