「Bersinar」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 20:16-30 [ITB])
16 Ambillah pakaian orang yang menanggung orang lain,
………dan tahanlah dia sebagai sandera ganti orang asing.
17 Roti hasil tipuan sedap rasanya,
………tetapi kemudian mulutnya penuh dengan kerikil.
18 Rancangan terlaksana oleh pertimbangan,
………sebab itu berperanglah dengan siasat.
19 Siapa mengumpat, membuka rahasia,
………sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.
20 Siapa mengutuki ayah atau ibunya,
………pelitanya akan padam pada waktu gelap.
21 Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya,
………akhirnya tidak diberkati.
22 Janganlah engkau berkata: 「Aku akan membalas kejahatan,」
………nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau.
23 Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi TUHAN,
………dan neraca serong itu tidak baik.
24 Langkah orang ditentukan oleh TUHAN,
………tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?
25 Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan 「Kudus」,
………dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.
26 Raja yang bijak dapat mengenal orang-orang fasik,
………dan menggilas mereka berulang-ulang.
27 Roh manusia adalah pelita TUHAN,
………yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.
28 Kasih dan setia melindungi raja,
………dan dengan kasih ia menopang takhtanya.
29 Hiasan orang muda ialah kekuatannya,
………dan keindahan orang tua ialah uban.
30 Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan,
………dan pukulan membersihkan lubuk hati.
Nama 「TUHAN」 muncul enam kali dalam pasal 20, dan tiga di antaranya berturut-turut muncul dalam ayat 22-24, disebut tiga kata-kata bijak TUHAN, 「Janganlah engkau berkata: 『Aku akan membalas kejahatan,』 nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau. Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi TUHAN, dan neraca serong itu tidak baik. Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?」 Di sini orang bijak berharap pembaca percaya serta mengandalkan penghakiman Allah dan kedaulatan-Nya. Ayat 22 menggambarkan orang 「membalas kejahatan dengan kejahatan」, berbeda dari ayat 17:13 「membalas kebaikan dengan kejahatan」, tampaknya ini merupakan taraf yang lebih tinggi. Di sini pembaca mungkin berharap Allah mengambil tindakan dan membalas orang jahat. Namun, orang bijak menunjukkan agar menunggu TUHAN. Jadi, apakah menunggu Allah menghukum orang jahat? Tidak, tapi menunggu penyelamatan dan pertolongan dari Allah. Dalam Kejadian 26, dicatat bahwa ketika Ishak tinggal di Gerar, dia diintimidasi oleh orang lain dan berulang kali di sumur yang dia gali ditutup oleh penduduk setempat. Dia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi mengalah. Kesaksian indah dari hidupnya membuat penduduk setempat melihat bahwa TUHAN menyertainya.
Ayat 25: 「Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan 『Kudus』, dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.」 Meskipun nama TUHAN tidak muncul dalam ayat ini, kita dapat melihat bahwa penyembah memohonkan nazar adalah kepada Allah. Di sini orang bijak memperingatkan pembaca agar tidak terburu-buru, gegabah, atau impulsif membuat nazar atau janji yang melampaui nazar yang sebenarnya ingin mereka persembahkan. Berbahaya jika terburu-buru mempersembahkan 「yang sudah dinazarkan sebagai yang 『dikuduskan』 untuk Allah」 tetapi kemudian mempertimbangkannya kembali. Mengapa? Ini seperti hakim Yefta yang tidak dengan hati-hati dan membuat nazar, ini menjadi peringatan bagi Israel. Dia dengan sembrono bersumpah kepada Allah, jika Allah membuat dia menang maka 「apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran」 (Hakim 11:30-40). Tanpa diduga, putri satu-satunya yang keluar untuk menyambutnya! Sumpah Yefta menjebak dirinya sendiri, dan keinginannya yang sembrono membuat dirinya terjerumus dalam penderitaan!
Ayat 27: 「Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.」 Kosakata yang disebutkan di bagian ini mencakup roh, pelita, menyelidiki dan lubuk hati, dll., dan kosakata ini pernah muncul di perikop awal 《Kitab Amsal》. Berbicara tentang 「roh」, Kej 2:7 menunjukkan bahwa setelah Allah menciptakan Adam, Dia 「menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.」 Pelita adalah alat penerangan, seperti menerangi ruangan dan menerangi sudut-sudut yang gelap. Daud pernah berdoa kepada Allah, mengatakan: 「Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku」 (Mazmur 18:28). Beberapa terjemahan menerjemahkan 「roh」 menjadi 「hati nurani」, yang berarti bahwa hati nurani itu seperti pelita, yang dapat menyelidiki lubuk kedalaman hati manusia.
Renungkan:
(1) Tentang membuat nazar, mari merenungkan kata pengkhotbah yang mengingatkan: 「Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya」 (Pengkhotbah 5:5);
(2) Roh kita dan hati nurani membutuhkan diterangi cahaya firman Allah, biarlah Mazmur 119:105 「Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku」 dapat menjadi penuntun kita.
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.