8 Mar 2018 – Hari Kamis Minggu ketiga, Pra Paskah
Kepada Melkisedek, Abraham Memberikan Perpuluhan
(Ibrani 7:1-10)
1 Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. 2 Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. 3 Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
4 Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik.
5 Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham.
6 Tetapi Melkisedek, yang bukan keturunan mereka, memungut persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia, walaupun ia adalah pemilik janji.
7 Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.
8 Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup.
9 Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima persepuluhan, 10 Sebab ia masih berada dalam tubuh bapa leluhurnya, ketika Melkisedek menyongsong bapa leluhurnya itu.
Renungan
Perikop ini membuat setting bagi keseluruhan pasal 7, di mana keimaman Yesus dikatakan menyerupai Melkisedek. Tetapi sebelum kita tiba di sana, marilah kita melihat lebih dekat pada Melkisedek.
Mungkin tampak misteri, tetapi perikop tentang Melkisedek ini sebenarnya menyatakan sebuah poin sederhana tentang dia: tidak seorangpun tahu dari mana dia memperoleh keimamannya. Melkisedek tidak mewarisi keimaman dari ayah, ibu atau siapapun dalam keluarganya, dan tidak ada penjelasan apakah keimamannya dimulai dengan kelahiran atau berakhir dengan kematian. Ini adalah hal dasar yang dikatakan ayat 3.
Ini kemudian dikontraskan dengan keimaman secara hukum Imamat, yang menunjukkan bahwa keimanan Melkisedek adalah lebih tinggi. Melkisedek adalah imam kepala yang lebih tinggi bagi Abraham, karena Abraham “memberikan 1/10 dari segala kepunyaannya. ” Dia juga lebih tinggi dari posisi Lewi, karena Lewi keturunan dari Abraham.
Tetapi ayat 2 menuliskan dengan jelas bahwa Melkisedek adalah raja (namanya secara literal berarti “raja kebenaran.”) Raja-raja Israel datang dari keturunan Yudah, bukan Lewi. Bagaimana seorang raja juga seorang imam?
Tentu saja kita mengetahui kesimpulannya: “Yesus adalah raja dan imam kita. Dia jauh lebih tinggi dari pada suku Lewi manapun. Yesus adalah imam yang sesungguhnya, tidak mewarisi keimaman-Nya dari keluarga. Dialah Imam abadi kita, yang keimaman-Nya tidak diawali dengan kelahiran dan diakhiri dengan kematian. Keimaman-Nya kekal, demikian juga kesetiaan-Nya.
Apakah yang harus kita lakukan dengan Seorang Imam-Rajani yang demikian?
Kita harus menempatkan iman dan pengharapan kita kepada-Nya. Tidak seorangpun yang lebih berharga. Yesus adalah seorang imam, kita dapat berbicara dengan penuh keyakinan dan untuk penghiburan. Kita dapat selalu percaya kepada Kuasa-Nya sebagai Raja kita dan bergantung pada kesetiaan-Nya.
Adakah yang mengganggumu yang perlu engkau tanggalkan?
Beberapa masalah atau bahkan dosa tersembunyi yang perlu engkau akui? Bawalah kepada Yesus. Bicaralah dengan-Nya. Layani Dia dengan sepenuh hati sebagai raja-Mu. Lihatlah perubahan di depanmu.
Doa
Yesus yang terkasih, siapakah yang aku memiliki di surga selain Engkau? Tidak ada seorangpun yang kuingini di bumi selain Engkau. Engkaulah Rajaku dan Imamku. Ajarlahku menjadi hamba-Mu. Ajarlahku untuk berbicara pada-Mu dengan penuh keyakinan dan teratur. Bantulah aku lebih percaya kepada Mu karena aku menyadari Engkau memegang masa depanku di dalam tangan-Mu. Ketika aku jatuh atau kehilangan arah, bawalah aku kembali kepada-Mu.
Tindakan
Akuilah dosa (yang tidak berhenti atau yang tersembunyi) kepada Yesus hari ini, dan mintalah pertolongan-Nya untuk mengubah, mengetahui bahwa dengan pertolongan-Nya, engkau mampu.
Rev Dr Chiang Ming Shun
Dosen Trinity Theological College
Copyright The Bible Society of Singapore
(Diterjemahkan oleh WMC)