「Salam kepada Filemon」
Sebuah bagian salam dari surat ini ternyata memiliki makna yang sangat melimpah.
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Filemon 1:1-3 [ITB])
1Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami
2dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu:
3Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Surat yang Paulus tuliskan kepada Filemon ini singkat pendek dalam bahasa Yunani hanya ada 335 kata, kita akan memakai tujuh hari untuk merenungkan ke-25 ayat ini. Kita lebih dahulu memahami isi dari surat ini secara garis besar. Seorang budak bernama Onesimus, karena telah mencuri uang Filemon tuannya dan melarikan diri, di Roma bertemu Paulus. Tidak peduli pertemuan mereka dipandang sebagai kebetulan atau adalah pengaturan dari Allah, namun pada pertemuan ini Paulus memimpin ia percaya kepada Tuhan. Sekarang Paulus mengirim Onesimus kembali kepada tuannya, juga menuliskan surat ini, memberikan dorongan kepada Filemon tidak hanya menerima budak yang melarikan diri ini, terlebih lagi hendaknya memandang ia sebagai saudara terkasih. Surat ini walaupun singkat, namun mengandung dasar teologi dan pengajaran rohani yang kaya.
Saat menuliskan surat ini, Paulus memakai format surat saat itu, termasuk nama penulis surat, penerima dan salam. Kita dapat menemukan surat ini adalah atas nama gabungan nama Paulus dan Timotius yang dituliskan kepada Filemon. Tidak jelas apa peran Timotius dalam penulisan surat ini, tidak pasti apakah sebenarnya surat ini merupakan tulisan dia dan Paulus berdua, atau Timotius hanyalah membantu menulis. Paulus sesuai kebiasaan di bagian pengantar diri, biasanya menuliskan dirinya adalah 「hamba」 atau 「rasul」. Namun Paulus dalam surat ini menyebutkan diri sendiri sebagai 「seorang hukuman」, ia tidak pernah menyebutkan dirinya seperti begini. (Apakah terkait dengan status Onesimus? Renungkan pengaruhnya bagi Filemon.)「Seorang hukuman」 atau 「dipenjarakan」 dalam 25 ayat ini, muncul sebanyak 6 kali (Filemon 1:1, 9, 10, 13, 22, 23). Paulus sepertinya khusus tidak memakai identitas 「rasul」, tidak ingin memakai wewenangnya untuk menyelesaikan perihal pendamaian ini.
Paulus sebagai 「mediator juru pendamai」 ini segenap hati ingin menolong Filemon dan Onesimus yang pernah punya relasi tuan dan budak, mengharapkan mereka bisa berdamai seperti semula. Di sini yang Paulus tuliskan adalah sepucuk surat kepada orang secara personal, dan bukan sepucuk surat pribadi, penerima surat selain Filemon, juga ada Apfia, Arkhipus, dan gereja yang ada di rumah Filemon. Maka surat ini akan diedarkan dibaca dalam gereja. Para peneliti percaya Filemon adalah seorang kaya, ia paling sedikit punya seorang budak, rumahnya dapat menampung orang percaya berkumpul beribadah, juga ada 「kamar tamu」 untuk memberi tumpangan (ayat 22), dapat menyediakan tempat tinggal bagi orang percaya yang datang dari jauh.
Selain itu, kita dapat menemukan Paulus khusus menyebutkan nama seorang penerima surat 「Arkhipus」 yang disebut sebagai teman seperjuangan (fellow soldier, tentara seperjuangan, dalam ITB hanya diterjemahkan sebagai 「seperjuangan」), ini tidak sering ditemukan; seorang yang lain adalah Epafroditus (Fil. 2:25 「… Epafroditus… teman seperjuanganku」). Di dalam surat ini terdapat topik utama tentang tunduk dan tanggung jawab, yakni tentara menaati perintah perwira atasan, ada peneliti berpendapat ini adalah khusus sengaja dikemukakan oleh Paulus.
Permulaan surat bagian ketiga adalah salam: 「Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu」 (ayat 3) ini adalah bentuk standar salam dari Paulus. 「Kasih karunia」 dan 「damai sejahtera」 menggabungkan makna kasih karunia dari bahasa Yunani dan damai sejahtera (shalom) dari bahasa Ibrani. Nama Yesus Kristus dalam 25 ayat ini, muncul sebanyak 9 kali, percaya dalam hati Paulus, Yesus adalah Tuhan (Lord, Tuan) yang menganugerahkan damai sejahtera (ayat 3), memberkati 「 orang yang membawa damai」 (Mat. 5:9), dan mengaruniakan tugas 「utusan Kristus」 pendamai (2 Kor. 5:19-20) .
Renungkan: (1) Kata shalom dalam bahasa Ibrani, dalam bahasa Inggris 「peace」 diterjemahkan menjadi: damai sejahtera, berbaikan, dan harmonis, coba renungkan maknanya; (2) Apa harga yang harus dibayar oleh Filemon untuk menerima kembali Onesimus yang pernah berkhianat?
Pingback: Filemon 12-16 (2) | Lukas Leo's Blog