「Penghakiman atas Babel」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)
(Yer. 50:21-46 [ITB])
21 Majulah ke negeri Merataim, majulah menyerangnya dan menyerang penduduk Pekod! Bunuhlah dan tumpaslah mereka, demikianlah firman TUHAN, lakukanlah tepat seperti yang Kuperintahkan! 22 Gemuruh perang di negeri dan terjadilah kehancuran besar! 23 Betapa remuk redamnya dan hancur luluhnya martil seluruh bumi itu! Betapa Babel menjadi kengerian di antara bangsa-bangsa! 24 Aku memasang jerat bagimu, dan memang engkau terjebak, hai Babel, dengan tidak mengetahuinya.
Engkau terdapat dan memang engkau tertangkap, sebab engkau telah menantang TUHAN.
25 TUHAN telah membuka tempat perlengkapan-Nya dan mengeluarkan senjata-senjata geram-Nya, sebab ada pekerjaan bagi Tuhan ALLAH semesta alam di negeri orang-orang Kasdim: 26 Marilah mendatanginya dari segala jurusan, bukalah lumbung-lumbungnya, onggokkanlah isinya bertimbun-timbun dan tumpaslah itu, janganlah ada tinggal sisanya! 27 Bunuhlah segala lembunya, biarlah rebah semuanya untuk dibantai! Celakalah mereka, sebab waktunya sudah tiba, saat penghukuman atas mereka!
28 Dengar! Pelarian-pelarian dan orang-orang yang terluput dari negeri Babel datang memberitahukan di Sion tentang pembalasan TUHAN, Allah kita, pembalasan karena bait suci-Nya. 29 Kerahkanlah penembak-penembak melawan Babel, semua orang pemanah! Berkemahlah mengepungnya, supaya jangan ada yang lolos! Balaslah dia setimpal dengan perbuatannya, lakukanlah kepadanya tepat seperti yang dilakukannya sendiri! Sebab ia bertindak kurang ajar terhadap TUHAN, terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel. 30 Sebab itu teruna-terunanya akan rebah di tanah-tanah lapangnya, dan semua prajuritnya akan menjadi bungkam pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN.
31 「Sesungguhnya, Aku menjadi lawanmu, hai engkau yang kurang ajar, demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam, sebab waktumu sudah tiba, saat Aku menghukum engkau. 32 Si kurang ajar itu akan tersandung jatuh dan tidak ada yang membangkitkan dia. Di kota-kotanya Aku akan menyalakan api yang akan menghanguskan segala apa yang di sekitarnya.」
33 Beginilah firman TUHAN semesta alam: 「Orang Israel tertindas bersama-sama dengan orang Yehuda. Semua orang yang menawan mereka tetap menahan mereka, tidak mau melepaskan mereka. 34 Tetapi Penebus mereka adalah kuat; TUHAN semesta alam nama-Nya. Tentulah Ia akan memperjuangkan perkara mereka, supaya Ia memberi ketenteraman kepada bumi, tetapi kegemparan kepada penduduk Babel.」
35 Pedang akan menimpa orang-orang Kasdim, demikianlah firman TUHAN, menimpa penduduk Babel, menimpa pemuka-pemukanya dan orang-orangnya yang berhikmat!
36 Pedang menimpa tukang-tukang ramal, sehingga ternyata mereka bodoh! Pedang menimpa pahlawan-pahlawannya, sehingga mereka menjadi terkejut!
37 Pedang menimpa kudanya dan keretanya, menimpa segenap tentara campuran yang di tengah-tengahnya, sehingga mereka menjadi seperti perempuan! Pedang menimpa perbendaharaannya, sehingga dijarah orang!
38 Pedang menimpa segala airnya, sehingga menjadi kering! Sebab negeri itu penuh patung-patung, mereka menjadi gila oleh berhala-berhala mereka!
39 Sebab itu binatang-binatang gurun serta anjing-anjing hutan akan diam di sana, juga burung-burung unta akan tinggal di dalamnya. Negeri itu tidak akan didiami lagi untuk seterusnya dan tidak akan ditinggali lagi turun-temurun. 40 Seperti dahulu pada waktu Allah menunggangbalikkan Sodom dan Gomora serta kota-kota tetangganya, demikianlah firman TUHAN, demikianlah tidak akan ada orang lagi yang diam di sana dan seorang anak manusia pun tidak akan tinggal lagi di dalamnya.
41 Lihatlah, suatu bangsa akan datang dari utara, suatu suku bangsa yang besar, dan banyak raja, akan bergerak maju dari ujung bumi. 42 Mereka memakai panah dan tombak; mereka bengis, tidak kenal belas kasihan. Suara mereka gemuruh seperti laut, mereka mengendarai kuda, berlengkap seperti orang maju berperang, menyerang engkau, hai puteri Babel! 43 Raja Babel telah mendengar kabar tentang mereka, tangannya sudah menjadi lemah lesu, kesesakan telah menyergap dia, ia kesakitan seperti perempuan yang melahirkan.
44 「Sesungguhnya, seperti singa yang bangkit keluar dari hutan belukar sungai Yordan mendatangi padang rumput tempat kawanan domba, demikianlah Aku akan membuat mereka lari dengan tiba-tiba dari negeri itu dan mengangkat di atasnya dia yang Kupilih. Sebab siapakah yang seperti Aku? Siapakah yang berani mendakwa Aku? Siapakah gerangan gembala yang tahan menghadapi Aku?
45 Sebab itu dengarlah putusan yang telah diambil TUHAN terhadap Babel dan rancangan-rancangan yang telah dibuat-Nya terhadap negeri orang-orang Kasdim: Bahwa sesungguhnya, yang paling lemah pun di antara kawanan domba akan diseret. Bahwa sesungguhnya, padang rumput mereka sendiri akan merasa ngeri terhadap mereka.
46 Bumi akan goncang karena kabar: Babel sudah direbut; ratap mereka akan terdengar di antara bangsa-bangsa!”
Yer. 50:21-46 yang kita baca hari ini memiliki tema bagaimana kerajaan Babel yang awalnya dipilih menjadi hamba Allah, menjadi martil besar, berubah menjadi pihak yang menerima hukuman Allah. Secara sekilas alasannya adalah karena mereka 「menantang TUHAN」 (ayat 24), dan alasan yang lebih mendalam adalah 「bertindak kurang ajar terhadap TUHAN, terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel」 (ayat 29, CUV memperkaya makna terjemahan yakni 「meninggikan diri tanpa batas terhadap TUHAN, terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel」) Teks ini khusus menekankan 「kurang ajar (kesombongan tidak terbatas)」 dari Babel (ayat 31, 32) permasalahan Babel adalah bahwa hati yang sombong tanpa batasan, ingin menggantikan peran Allah. Karena prestasi dirinya, dia berpikir bahwa dia setara dengan Allah, ia lupa bahwa dirinya hanyalah pelayan Allah, bukan Allah. Alasan mengapa dia begitu kuat dan makmur adalah karena Allah memilihnya untuk melakukan tugas dari Allah untuk menghukum orang Israel yang memberontak dan bangsa-bangsa yang di sekitarnya.
Yer. 50:21-34 menggambarkan situasi di mana Babel diserang dan dihancurkan. Allah memerintahkan hamba-Nya dalam ayat 21, 「Majulah ke negeri Merataim, majulah menyerangnya dan menyerang penduduk Pekod!」 Kata 「Merataim」 memiliki arti 「pemberontakan berlipat ganda」, ini mungkin terkait dengan wilayah Babel selatan . 「Pekod」 merujuk pada bagian Babel timur, yang berarti 「penghakiman berasal dari Allah.」 Kedua bentuk permainan kata ini memberi tahu kita bahwa seluruh Babel harus menerima hukuman berat dari Allah.
Nubuat Yeremia juga membandingkan Babel sebagai martil besar. Di masa lalu, dia adalah alat Allah untuk menghakimi, tetapi sekarang dia tiba-tiba menjadi objek yang dihancurkan. Allah sekali lagi membandingkan diri-Nya sebagai pemburu yang memasang jerat, sehingga Babel seperti buruan tidak berhati-hati dan terjerat, dan kemudian pemburu prajurit memakai senjata untuk menyerang itu.
Ayat 29 – 30 (lihat juga ayat 14-16) berbicara tentang panggilan kepada semua pemanah untuk menyerang Babel, di zaman kuno pemanah adalah kekuatan utama dalam menyerang dan bertahan, maka Babel menghadapi bahaya besar. Kitab Suci mengatakan 「jangan ada yang lolos」. Ini berarti bahwa hukuman Allah terhadap Babel adalah menyeluruh dan kehancurannya sangat total. Di sini Kitab Suci mengulangi ayat 15b, sekali lagi menyebutkan bahwa hukuman Allah adalah ia diperlakukan sebagaimana ia memperlakukan orang lain (lih. 25:14). Alasan mengapa Allah menghukum Babel dengan sangat parah adalah 「ia bertindak kurang ajar terhadap TUHAN, terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel」 (ayat 29), demikian juga yang ditulis di ayat 30, sama dengan 49:26 berita yang sama tentang Damaskus.
Dalam ayat 31-32, pesan Yeremia terus menekankan bahwa Babel adalah negara yang sombong tanpa batasan, menempatkan Allah dalam pandangan mata dan memperlakukan orang lain tidak manusiawi, jadi ketika Allah murka dan menghukumnya, tidak ada yang bersedia membantunya, karena siapa pun yang membantu orang yang akan dihukum Allah, artinya menentang Allah. Ayat 33-34 menuliskan Allah melihat penindasan yang diterima orang Israel di Babel, jadi Allah hendak menegakkan keadilan bagi mereka.
Yer. 50:35-38 adalah sebuah puisi yang disebut 「mazmur pedang」. Dalam Yehezkiel 21:1-17 menggambarkan Allah menggunakan 「pedang Allah」 menghukum orang Israel yang murtad, dan di sini menggambarkan tentang hukuman Allah terhadap Babel. Puisi ini memberi tahu kita bahwa jika Allah menghancurkan sebuah negara, tidak peduli berapa banyak kekayaan yang telah dia kumpulkan, itu akan sia-sia. Semuanya akan kosong, seperti Nebukadnezar, raja Babel, yang mengambil semua harta dari Bait Suci Yerusalem. Tetapi hasilnya adalah raja Persia memerintahkan untuk mengembalikan semuanya ke Bait Suci.
Ayat 40, 「Seperti dahulu pada waktu Allah menunggangbalikkan Sodom dan Gomora serta kota-kota tetangganya … tidak akan ada orang lagi yang diam di sana dan seorang anak manusia pun tidak akan tinggal lagi di dalamnya」. Kitab Suci berulang kali menggunakan 「Sodom dan Gomora」 kedua kota yang hancur sebagai perumpamaan, artinya tingkat hukuman yang diberikan Allah akan sama dengan kedua kota itu, kota Babel akan hancur menjadi puing dan tidak ada manusia yang akan menempatinya. Namun, tempat letaknya kota Babel masih ada manusia yang menghuninya, maka nubuat ini belum sepenuhnya terwujud, dan itu tidak akan sepenuhnya terwujud menunggu akhir zaman.
Yer. 50:44-46, ayat ini sama dengan 49:19-21, tetapi pasal 49 berbicara tentang Edom, tetapi sebaliknya di sini menunjuk Babel sebagai pihak yang akan dihancurkan Allah, karena dia berani menjadi musuh menentang Allah. Kitab Wahyu Perjanjian Baru mengutip bagian ini untuk menunjukkan bahwa 「Babel」 adalah objek utama penghukuman dari Allah pada penghakiman hari akhir.
Renungkan:
Orang mutlak tidak boleh sombong (kurang ajar) kepada Allah! Bahaya terbesar dari kesuksesan adalah bahwa itu bisa membuat kita memandang diri terlalu tinggi dan bahkan menjadi orang yang sombong tanpa batas.
Apakah Anda tahu bahwa siapapun yang berpikir dapat mengandalkan kekuatan diri sendiri dan menolak untuk taat kepada Tuhan maka dia menjadi musuh Allah, dia membinasakan dirinya sendiri?
Kerendahan hati adalah sikap yang mutlak harus ada dalam melayani Tuhan.
Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.