Tag Archives: Babel

Yeremia 50:21-46

「Penghakiman atas Babel」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 50:21-46 [ITB])
21 Majulah ke negeri Merataim, majulah menyerangnya dan menyerang penduduk Pekod! Bunuhlah dan tumpaslah mereka, demikianlah firman TUHAN, lakukanlah tepat seperti yang Kuperintahkan! 22 Gemuruh perang di negeri dan terjadilah kehancuran besar! 23 Betapa remuk redamnya dan hancur luluhnya martil seluruh bumi itu! Betapa Babel menjadi kengerian di antara bangsa-bangsa! 24 Aku memasang jerat bagimu, dan memang engkau terjebak, hai Babel, dengan tidak mengetahuinya.
Engkau terdapat dan memang engkau tertangkap, sebab engkau telah menantang TUHAN.
25 TUHAN telah membuka tempat perlengkapan-Nya dan mengeluarkan senjata-senjata geram-Nya, sebab ada pekerjaan bagi Tuhan ALLAH semesta alam di negeri orang-orang Kasdim: 26 Marilah mendatanginya dari segala jurusan, bukalah lumbung-lumbungnya, onggokkanlah isinya bertimbun-timbun dan tumpaslah itu, janganlah ada tinggal sisanya! 27 Bunuhlah segala lembunya, biarlah rebah semuanya untuk dibantai! Celakalah mereka, sebab waktunya sudah tiba, saat penghukuman atas mereka!
28 Dengar! Pelarian-pelarian dan orang-orang yang terluput dari negeri Babel datang memberitahukan di Sion tentang pembalasan TUHAN, Allah kita, pembalasan karena bait suci-Nya. 29 Kerahkanlah penembak-penembak melawan Babel, semua orang pemanah! Berkemahlah mengepungnya, supaya jangan ada yang lolos! Balaslah dia setimpal dengan perbuatannya, lakukanlah kepadanya tepat seperti yang dilakukannya sendiri! Sebab ia bertindak kurang ajar terhadap TUHAN, terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel. 30 Sebab itu teruna-terunanya akan rebah di tanah-tanah lapangnya, dan semua prajuritnya akan menjadi bungkam pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN.
31 Sesungguhnya, Aku menjadi lawanmu, hai engkau yang kurang ajar, demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam, sebab waktumu sudah tiba, saat Aku menghukum engkau. 32 Si kurang ajar itu akan tersandung jatuh dan tidak ada yang membangkitkan dia. Di kota-kotanya Aku akan menyalakan api yang akan menghanguskan segala apa yang di sekitarnya.
33 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Orang Israel tertindas bersama-sama dengan orang Yehuda. Semua orang yang menawan mereka tetap menahan mereka, tidak mau melepaskan mereka. 34 Tetapi Penebus mereka adalah kuat; TUHAN semesta alam nama-Nya. Tentulah Ia akan memperjuangkan perkara mereka, supaya Ia memberi ketenteraman kepada bumi, tetapi kegemparan kepada penduduk Babel.
35 Pedang akan menimpa orang-orang Kasdim, demikianlah firman TUHAN, menimpa penduduk Babel, menimpa pemuka-pemukanya dan orang-orangnya yang berhikmat!
36 Pedang menimpa tukang-tukang ramal, sehingga ternyata mereka bodoh! Pedang menimpa pahlawan-pahlawannya, sehingga mereka menjadi terkejut!
37 Pedang menimpa kudanya dan keretanya, menimpa segenap tentara campuran yang di tengah-tengahnya, sehingga mereka menjadi seperti perempuan! Pedang menimpa perbendaharaannya, sehingga dijarah orang!
38 Pedang menimpa segala airnya, sehingga menjadi kering! Sebab negeri itu penuh patung-patung, mereka menjadi gila oleh berhala-berhala mereka!
39 Sebab itu binatang-binatang gurun serta anjing-anjing hutan akan diam di sana, juga burung-burung unta akan tinggal di dalamnya. Negeri itu tidak akan didiami lagi untuk seterusnya dan tidak akan ditinggali lagi turun-temurun. 40 Seperti dahulu pada waktu Allah menunggangbalikkan Sodom dan Gomora serta kota-kota tetangganya, demikianlah firman TUHAN, demikianlah tidak akan ada orang lagi yang diam di sana dan seorang anak manusia pun tidak akan tinggal lagi di dalamnya.
41 Lihatlah, suatu bangsa akan datang dari utara, suatu suku bangsa yang besar, dan banyak raja, akan bergerak maju dari ujung bumi. 42 Mereka memakai panah dan tombak; mereka bengis, tidak kenal belas kasihan. Suara mereka gemuruh seperti laut, mereka mengendarai kuda, berlengkap seperti orang maju berperang, menyerang engkau, hai puteri Babel! 43 Raja Babel telah mendengar kabar tentang mereka, tangannya sudah menjadi lemah lesu, kesesakan telah menyergap dia, ia kesakitan seperti perempuan yang melahirkan.
44 Sesungguhnya, seperti singa yang bangkit keluar dari hutan belukar sungai Yordan mendatangi padang rumput tempat kawanan domba, demikianlah Aku akan membuat mereka lari dengan tiba-tiba dari negeri itu dan mengangkat di atasnya dia yang Kupilih. Sebab siapakah yang seperti Aku? Siapakah yang berani mendakwa Aku? Siapakah gerangan gembala yang tahan menghadapi Aku?
45 Sebab itu dengarlah putusan yang telah diambil TUHAN terhadap Babel dan rancangan-rancangan yang telah dibuat-Nya terhadap negeri orang-orang Kasdim: Bahwa sesungguhnya, yang paling lemah pun di antara kawanan domba akan diseret. Bahwa sesungguhnya, padang rumput mereka sendiri akan merasa ngeri terhadap mereka.
46 Bumi akan goncang karena kabar: Babel sudah direbut; ratap mereka akan terdengar di antara bangsa-bangsa!”

Yer. 50:21-46 yang kita baca hari ini memiliki tema bagaimana kerajaan Babel yang awalnya dipilih menjadi hamba Allah, menjadi martil besar, berubah menjadi pihak yang menerima hukuman Allah. Secara sekilas alasannya adalah karena mereka menantang TUHAN (ayat 24), dan alasan yang lebih mendalam adalah bertindak kurang ajar terhadap TUHAN, terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel (ayat 29, CUV memperkaya makna terjemahan yakni meninggikan diri tanpa batas terhadap TUHAN, terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel) Teks ini khusus menekankan kurang ajar (kesombongan tidak terbatas) dari Babel (ayat 31, 32) permasalahan Babel adalah bahwa hati yang sombong tanpa batasan, ingin menggantikan peran Allah. Karena prestasi dirinya, dia berpikir bahwa dia setara dengan Allah, ia lupa bahwa dirinya hanyalah pelayan Allah, bukan Allah. Alasan mengapa dia begitu kuat dan makmur adalah karena Allah memilihnya untuk melakukan tugas dari Allah untuk menghukum orang Israel yang memberontak dan bangsa-bangsa yang di sekitarnya.

Yer. 50:21-34 menggambarkan situasi di mana Babel diserang dan dihancurkan. Allah memerintahkan hamba-Nya dalam ayat 21, Majulah ke negeri Merataim, majulah menyerangnya dan menyerang penduduk Pekod! Kata Merataim memiliki arti pemberontakan berlipat ganda, ini mungkin terkait dengan wilayah Babel selatan . Pekod merujuk pada bagian Babel timur, yang berarti penghakiman berasal dari Allah. Kedua bentuk permainan kata ini memberi tahu kita bahwa seluruh Babel harus menerima hukuman berat dari Allah.

Nubuat Yeremia juga membandingkan Babel sebagai martil besar. Di masa lalu, dia adalah alat Allah untuk menghakimi, tetapi sekarang dia tiba-tiba menjadi objek yang dihancurkan. Allah sekali lagi membandingkan diri-Nya sebagai pemburu yang memasang jerat, sehingga Babel seperti buruan tidak berhati-hati dan terjerat, dan kemudian pemburu prajurit memakai senjata untuk menyerang itu.

Ayat 29 – 30 (lihat juga ayat 14-16) berbicara tentang panggilan kepada semua pemanah untuk menyerang Babel, di zaman kuno pemanah adalah kekuatan utama dalam menyerang dan bertahan, maka Babel menghadapi bahaya besar. Kitab Suci mengatakan jangan ada yang lolos. Ini berarti bahwa hukuman Allah terhadap Babel adalah menyeluruh dan kehancurannya sangat total. Di sini Kitab Suci mengulangi ayat 15b, sekali lagi menyebutkan bahwa hukuman Allah adalah ia diperlakukan sebagaimana ia memperlakukan orang lain (lih. 25:14). Alasan mengapa Allah menghukum Babel dengan sangat parah adalah ia bertindak kurang ajar terhadap TUHAN, terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel (ayat 29), demikian juga yang ditulis di ayat 30, sama dengan 49:26 berita yang sama tentang Damaskus.

Dalam ayat 31-32, pesan Yeremia terus menekankan bahwa Babel adalah negara yang sombong tanpa batasan, menempatkan Allah dalam pandangan mata dan memperlakukan orang lain tidak manusiawi, jadi ketika Allah murka dan menghukumnya, tidak ada yang bersedia membantunya, karena siapa pun yang membantu orang yang akan dihukum Allah, artinya menentang Allah. Ayat 33-34 menuliskan Allah melihat penindasan yang diterima orang Israel di Babel, jadi Allah hendak menegakkan keadilan bagi mereka.

Yer. 50:35-38 adalah sebuah puisi yang disebut mazmur pedang. Dalam Yehezkiel 21:1-17 menggambarkan Allah menggunakan pedang Allah menghukum orang Israel yang murtad, dan di sini menggambarkan tentang hukuman Allah terhadap Babel. Puisi ini memberi tahu kita bahwa jika Allah menghancurkan sebuah negara, tidak peduli berapa banyak kekayaan yang telah dia kumpulkan, itu akan sia-sia. Semuanya akan kosong, seperti Nebukadnezar, raja Babel, yang mengambil semua harta dari Bait Suci Yerusalem. Tetapi hasilnya adalah raja Persia memerintahkan untuk mengembalikan semuanya ke Bait Suci.

Ayat 40, Seperti dahulu pada waktu Allah menunggangbalikkan Sodom dan Gomora serta kota-kota tetangganya … tidak akan ada orang lagi yang diam di sana dan seorang anak manusia pun tidak akan tinggal lagi di dalamnya. Kitab Suci berulang kali menggunakan Sodom dan Gomora kedua kota yang hancur sebagai perumpamaan, artinya tingkat hukuman yang diberikan Allah akan sama dengan kedua kota itu, kota Babel akan hancur menjadi puing dan tidak ada manusia yang akan menempatinya. Namun, tempat letaknya kota Babel masih ada manusia yang menghuninya, maka nubuat ini belum sepenuhnya terwujud, dan itu tidak akan sepenuhnya terwujud menunggu akhir zaman.

Yer. 50:44-46, ayat ini sama dengan 49:19-21, tetapi pasal 49 berbicara tentang Edom, tetapi sebaliknya di sini menunjuk Babel sebagai pihak yang akan dihancurkan Allah, karena dia berani menjadi musuh menentang Allah. Kitab Wahyu Perjanjian Baru mengutip bagian ini untuk menunjukkan bahwa Babel adalah objek utama penghukuman dari Allah pada penghakiman hari akhir.

Renungkan:

Orang mutlak tidak boleh sombong (kurang ajar) kepada Allah! Bahaya terbesar dari kesuksesan adalah bahwa itu bisa membuat kita memandang diri terlalu tinggi dan bahkan menjadi orang yang sombong tanpa batas.
Apakah Anda tahu bahwa siapapun yang berpikir dapat mengandalkan kekuatan diri sendiri dan menolak untuk taat kepada Tuhan maka dia menjadi musuh Allah, dia membinasakan dirinya sendiri?

Kerendahan hati adalah sikap yang mutlak harus ada dalam melayani Tuhan.


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 50:11-20

「Babel Musnah」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 50:11-20 [ITB])
11 Sekalipun kamu bersukacita dan beria-ria, hai orang-orang yang merampok milik-Ku, sekalipun kamu melompat-lompat seperti anak lembu di padang rumput, dan meringkik seperti kuda-kuda jantan, 12 namun, ibumu sangat menanggung malu, dan perempuan yang melahirkan kamu tersipu-sipu! Lihat, dialah yang menjadi terakhir dari bangsa-bangsa: padang gurun, padang belantara dan dataran rumput! 13 Karena murka TUHAN negeri itu tidak akan didiami lagi, sama sekali akan menjadi tempat tandus. Setiap orang yang melewati Babel akan merasa ngeri dan akan bersuit karena pukulan-pukulan yang dideritanya.
14 Aturlah barisanmu menyerang Babel dari segala pihak, hai semua orang pemanah! Panahlah kepadanya, janganlah merasa sayang akan anak panah, sebab kepada TUHANlah ia berdosa! 15 Bertempiksoraklah menyerangnya dari segala pihak!
Dia sudah menyerah, tonggak-tonggaknya sudah rebah, pagar-pagarnya sudah runtuh!
Sungguh, itulah pembalasan TUHAN! Laksanakanlah pembalasan terhadapnya, lakukanlah kepadanya seperti yang dilakukannya sendiri! 16 Lenyapkanlah orang penabur dari Babel dan orang penyabit pada musim menuai! Untuk mengelakkan pedang yang dahsyat ini, setiap orang akan berpaling pulang kepada bangsanya, setiap orang akan lari ke negerinya.
17 Israel adalah seperti domba yang dicerai-beraikan, dihalaukan oleh singa-singa. Mula-mula raja Asyur memakan dia, dan sekarang pada akhirnya Nebukadnezar, raja Babel, mengerumit tulang-tulangnya.
18 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, Aku menghukum raja Babel dan negerinya, seperti Aku telah menghukum raja Asyur.
19 Tetapi Aku akan mengembalikan Israel ke padang rumputnya, supaya ia makan rumput di atas Karmel dan di Basan, dan menjadi kenyang di atas pegunungan Efraim dan di Gilead. 20 Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, orang akan mencari kesalahan Israel, tetapi tidak didapatnya, dan dosa Yehuda, tetapi tidak ada ditemukannya, sebab Aku akan mengampuni orang-orang yang Kubiarkan tinggal hidup.

Hari ini kita membaca nubuat tentang kematian Babel. Yer. 50:11-16 memberi tahu kita mengapa Allah menghukum Babel dan menunjukkan bahwa Ia akan menghukum orang Babel dengan cara seperti Babel dahulu memperlakukan orang yang dikalahkannya dalam perang.

Yer. 50:11-13 pertama-tama menunjukkan bahwa alasan Allah menghukum Babel adalah karena dia menghancurkan Yehuda dengan sikap arogan. Meskipun Allah menggunakan Babel untuk menghakimi dan menghukum Yehuda, tetapi Yehuda tetap merupakan warisan milik-Nya dan adalah umat milik kepunyaan-Nya. Yehuda seperti anak lembu dan kuda jantan milik Allah, adalah warisan milik Allah yang indah, sehingga Ia akan menghukum mereka yang merampas warisan milik-nya (lihat Ul. 4:20).

Babel merampas Yehuda sebagai milik dirinya sendiri, maka Babel menjadi musuh Allah. Karena itu Allah bersumpah untuk membuat Babel kota yang besar itu menjadikan hutan belantara, tidak berpenghuni, seperti Yerusalem pada saat itu. Yer. 50:14-16 nabi Yeremia menggunakan sapuan pena yang hidup untuk menggambarkan pertempuran di kota Babel yang merupakan penghakiman Allah, pertempuran ini akan menjadi penghancuran yang sengit dan menyeluruh.

Di sini kita harus memahami bahwa kata Babel dapat memiliki banyak makna dalam Perjanjian Lama dan Baru. Babel dapat menunjuk pada kekuatan politik dan ibukota yang didirikan oleh orang Kasdim yang dalam sejarah menghancurkan kerajaan selatan Yehuda, ini adalah makna secara harfiah. Tetapi dalam kitab nabi-nabi Perjanjian Lama dan kitab Wahyu di Perjanjian Baru, dapat memiliki makna lain yang bersifat simbolik, Babel mewakili kekuatan spiritual akhir zaman yang bermusuhan dengan Allah.

Bagaimana seharusnya kita menjelaskan Yer. 50:14-16? Apakah murni seluruhnya dipahami secara harfiah, atau dengan menambahkan metafora spiritual? Jika kita menjelaskannya secara murni makna literal, nubuat ini telah digenapi sebagian, kerajaan Media-Persia benar-benar bangkit dan telah mengalahkan Babel, menghancurkannya; tetapi di sisi lain, menurut catatan sejarah, kejatuhan kota Babel pada dasarnya ini adalah transfer kekuasaan yang damai, tidak ada perang sengit seperti yang dinubuatkan oleh Kitab Suci, Koresh raja Persia yang baru sangat toleran terhadap orang Babel dan orang Israel yang tertawan. Ini bisa kita lihat dalam kitab Daniel. Faktanya, saat kejatuhan Babel, baik orang Babel maupun orang Israel tidak melarikan diri dalam skala besar, jadi jika menggunakan makna yang murni literal, masih ada beberapa konten yang tidak sepenuhnya digenapi dalam nubuat ini. Namun, kita tahu bahwa perikop ini aslinya ditulis dalam puisi, jadi tidak boleh dijelaskan secara murni makna literal, jadi kita menerima bahwa kata Babel memiliki banyak makna simbolis, nubuat ini memiliki banyak makna dan realisasi yang berulang. Ini berarti bahwa selain penghancuran Babel, nubuat ini juga memiliki makna hari-hari terakhir, dan beberapa konten tidak akan sepenuhnya terwujud sampai masa depan. Karena itu, ketika kita menjelaskan perikop ini, kita juga perlu mempelajari ayat-ayat lain dalam Alkitab, termasuk Perjanjian Baru terutama kitab Wahyu.

Yer. 50:17-20 mengacu pada kebangkitan Israel, Allah akan membalas terhadap negara-negara yang telah menelan umat pilihan-Nya, termasuk Asyur yang menghancurkan Israel kerajaan utara dan Babel yang menghancurkan Yehuda kerajaan Selatan. Kita harus mengerti bahwa Israel yang disebutkan di sini adalah mencakup Yehuda dari Selatan (bukan hanya Israel kerajaan Utara), yaitu seluruh kedua belas suku Israel. Israel seperti kawanan domba yang berserakan (lih. ayat 6-7), yaitu Allah menggunakan Asyur dan Babel untuk mendisiplinkan seluruh orang Israel. Namun, mereka dengan kesombongan telah menghancurkan umat Allah, sehingga Allah akan menghakimi mereka, dan akan memimpin umat-Nya yang masih setia kepada-Nya kembali ke Tanah Perjanjian, Ia akan mengampuni dosa-dosa mereka, Tanah Perjanjian sekali lagi akan diberikan untuk mereka tempati.

Ayat 20 Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, orang akan mencari kesalahan Israel, tetapi tidak didapatnya, dan dosa Yehuda, tetapi tidak ada ditemukannya, sebab Aku akan mengampuni orang-orang yang Kubiarkan tinggal hidup. Frasa pada waktu itu dan pada masa itu itu adalah harinya Mesias, Allah akan memimpin umat Israel kembali ke Tanah Perjanjian, artinya Ia telah mengampuni mereka (lih. Yes. 40:2) Ayat ini dari awal sudah secara konsisten memberikan pernyataan yang terkait Mesias, menunjukkan bahwa visi pengampunan dan berkat ini harus dipenuhi saat hari-hari ketika Mesias datang.

Ketika raja Babel menghancurkan Asyur, mengalahkan Mesir dan menyapu negara-negara tetangga, ia melihat dirinya sendiri hebat, lupa bahwa ia hanya pelayan yang dipilih oleh Allah, dan bahkan berpikir bahwa ia dapat bersaing dengan Allah, maka menyebabkan murka Allah.
Dalam puisi-puisi Yes. 14:12-15, ada menyebutkan tentang Babel: Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

Keberhasilan juga bisa menjadi jebakan, jika kita gagal berurusan dengan kesuksesan dan pencapaian, kita mungkin jatuh ke dalam godaan Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi, lalu jatuh menjadi musuh Allah. Raja Babel adalah contoh yang baik tentang tersandung ke dalam jebakan kesuksesan.

Renungkan:

Babel dengan kejam memperlakukan negara dan orang-orang yang telah dikalahkannya, akibatnya, ketika Allah menghakiminya, Dia juga membiarkan negara-negara lain menggunakan cara kejam yang sama untuk menghancurkannya.

Tuhan Yesus berkata dalam Khotbah di Bukit: Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Ini juga merupakan aturan emas untuk memperlakukan orang. Apa yang Tuhan lakukan kepada umat-Nya adalah pendisiplinan. Disiplin adalah untuk memperbaiki hidup kita, membuat kita lebih menyerupai Tuhan Yesus, sehingga menjadi lebih dipakai oleh Tuhan!


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 50:1-10

「Tentang Babel」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 50:1-10 [ITB])
1 Firman yang disampaikan TUHAN dengan perantaraan nabi Yeremia mengenai Babel, mengenai negeri orang-orang Kasdim:
2 “Beritahukanlah di antara bangsa-bangsa dan kabarkanlah, naikkanlah panji-panji dan kabarkanlah, janganlah sembunyikan, katakanlah: Babel telah direbut, dewa Bel menjadi malu, Merodakh telah terkejut! Berhala-berhalanya menjadi malu, dewa-dewanya yang keji telah terkejut! 3 Maka suatu bangsa maju menyerangnya dari utara, membuat negerinya menjadi tempat tandus; tidak ada lagi yang diam di dalamnya, baik manusia maupun binatang, semuanya lari lenyap.
4 Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, orang Israel akan datang, bersama-sama dengan orang Yehuda; mereka akan berjalan sambil menangis dan mencari TUHAN, Allah mereka; 5 mereka menanyakan jalan ke Sion, ke sanalah mereka terarah: Marilah kita menggabungkan diri kepada TUHAN, bergabung dalam suatu perjanjian kekal yang tidak dapat dilupakan!
6 Umat-Ku tadinya seperti domba-domba yang hilang; mereka dibiarkan sesat oleh gembala-gembalanya, dibiarkan mengembara di gunung-gunung, mereka berjalan dari gunung ke bukit sehingga lupa akan tempat pembaringannya. 7 Siapa pun yang menjumpai mereka, memakan habis mereka, dan lawan-lawan mereka berkata: Kami tidak bersalah! Karena mereka telah berdosa kepada TUHAN, tempat kebenaran, TUHAN, pengharapan nenek moyang mereka!
8 Larilah dari tengah-tengah Babel, dari negeri orang-orang Kasdim! Keluarlah! Jadilah seperti kambing-kambing jantan yang mengepalai kawanannya! 9 Sebab sesungguhnya, Aku menggerakkan dan membangkitkan terhadap Babel sekumpulan bangsa-bangsa yang besar dari utara; mereka akan mengatur barisan untuk melawannya, dari sanalah kota itu akan direbut. Panah-panah mereka adalah seperti pahlawan yang mujur, yang tidak pernah kembali dengan tangan hampa. 10 Negeri orang-orang Kasdim akan menjadi rampasan, semua orang yang merampasnya akan puas hatinya, demikianlah firman TUHAN.

Yeremia 50 dan 51 adalah tentang orang Kasdim, nubuat tentang kehancuran kerajaan Babel.

Menurut catatan pasal 36, setelah raja Yoyakim membakar gulungan kitab nabi Yeremia, Allah memerintahkan dia untuk meninggalkan catatan, Yeremia mengambil gulungan lain dan memberikannya kepada juru tulis Barukh bin Neria yang menuliskan di dalamnya langsung dari mulut Yeremia segala perkataan yang ada di dalam kitab yang telah dibakar Yoyakim, raja Yehuda dalam api itu. Lagipula masih ditambahi dengan banyak perkataan seperti itu. (Yer. 36:32). Maka 《Kitab Yeremia》 khotbah dan nubuat yang didiktekan Yeremia, dituliskan oleh Barukh dan yang lainnya (sekretaris dan editor), dikumpulkan dan diorganisir. Dalam proses pengeditan dan penyelesaian, Kitab Suci juga mengatakan masih ditambahi dengan banyak perkataan seperti itu. Ini menunjukkan bahwa editor menambahkan beberapa bahan yang tidak secara langsung dari nabi Yeremia untuk membantu pembaca memahami tulisan Kitab Suci atau latar belakangnya. Memahami latar belakang ini sangat membantu bagi kita untuk mempelajari kedua pasal tentang penghakiman kerajaan Babel.

Dari sudut pandang orang Yehuda, Babel adalah musuh terbesar Yehuda, bahkan lebih daripada Mesir. Meskipun Allah pernah menggunakan Babel sebagai tongkat untuk menghukum Yehuda dan bangsa-bangsa, tetapi penghakiman Allah atas dirinya sudah dekat. Babel dihancurkan oleh Media-Persia pada tahun 539 SM, tetapi dalam kedua pasal ini tidak disebutkan Persia sebagai kekuatan besar di dunia, maka sebagian besar ayat dalam dua pasal ini seharusnya telah selesai penyusunannya sebelum Persia bangkit dan Babel dihancurkan.

Nenek moyang orang Kasdim adalah orang semi nomaden yang sangat awal telah menetap di Ur-Kasdim. Pada 605 SM, setelah kerajaan Babel menghancurkan kerajaan Asyur, menduduki tanah kerajaan utara Israel, sampai pada tahun 586 SM, kerajaan selatan Yehuda juga dihancurkan oleh Babel. Dengan demikian, seluruh bangsa Israel berada di bawah yurisdiksi kerajaan Babel. Ketika nabi Yeremia menubuatkan bahwa Babel akan dimusnahkan, itu juga mengindikasikan bahwa orang Israel akan mendapatkan kesempatan untuk dibebaskan.

Ayat 1-3 Beritahukanlah di antara bangsa-bangsa dan kabarkanlah, naikkanlah panji-panji dan kabarkanlah, janganlah sembunyikan … jelas, nabi Yeremia sangat antusias dengan berita bahwa Babel akan dihancurkan. Bagi dia dan bangsanya, ini adalah kabar baik yang harus diumumkan! Babel akan diserang, dan hukuman ini juga akan mempermalukan dewa pelindungnya. Ayat 3 mengatakan bahwa suatu bangsa maju menyerangnya dari utara, ungkapan ini tidak selalu merujuk pada arah geografi, karena dalam budaya Ibrani, Utara adalah sumber dari semua kejahatan, sehingga ini mungkin merupakan ekspresi metaforis.

Setelah berita tentang penghancuran Babel, segera ayat 4-5 menyatakan pemulihan Israel dan Yehuda. Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, orang Israel akan datang, bersama-sama dengan orang Yehuda; mereka akan berjalan sambil menangis dan mencari TUHAN, Allah mereka (ayat 4). Ketika bencana datang kepada Babel, Israel yang tertawan akan berbalik kepada Allah dan bertobat, orang-orang Israel dan orang-orang Yehuda, yakni keseluruhan bangsa Israel akan berkumpul bersama. Mereka akan berjalan sambil menangis dan mencari TUHAN, Allah mereka Mereka hendak menunjukkan pengakuan dosa dan terima kasih mereka kepada Allah, karena Allah menyelamatkan mereka dan mengizinkan mereka untuk kembali ke tanah air mereka. Ini juga merupakan perintah kepada orang Israel setelah raja Persia untuk mengalahkan orang Babel (lihat 2 Taw. 36:22-23).

Ayat 10: Negeri orang-orang Kasdim akan menjadi rampasan, di masa lalu kerajaan Babel menjarah negara lain, tetapi sekarang akan dirampok dan dijarah. Para penjarah akan puas hatinya menyatakan bahwa bencana atas Babel sangat serius, mereka sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk melawan.

Renungkan:

Babel adalah hamba Allah, dan dikirim untuk menghakimi kerajaan Yehuda dan bangsa-bangsa di sekitarnya, tetapi karena dosa dan pemberontakan dirinya terhadap Allah, malahan menjadi objek penghakiman Allah. Ini adalah perubahan yang mengerikan. Mari doakanlah diri kita masing-masing dan mohon kepada Tuhan menambahkan kekuatan dan perlindungan, agar Anda bisa setia sampai akhir!


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 27:1-6

「Nyanyian Kebun Anggur yang Baru」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 27:1-6 [ITB])
1 Pada waktu itu TUHAN akan melaksanakan hukuman dengan pedang-Nya yang keras, besar dan kuat atas Lewiatan, ular yang meluncur, atas Lewiatan, ular yang melingkar, dan Ia akan membunuh ular naga yang di laut. 2 Pada waktu itu akan dikatakan: 「Bernyanyilah tentang kebun anggur yang elok! 3 Aku, TUHAN, penjaganya; setiap saat Aku menyiraminya. Supaya jangan orang mengganggunya, siang malam Aku menjaganya; 4 kehangatan murka tiada pada-Ku. Sekiranya tampak kepada-Ku puteri malu dan rumput, Aku akan bertindak memeranginya dan akan membakarnya sekaligus, 5 kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepada-Ku dan mencari damai dengan Aku, ya mencari damai dengan Aku!」
6 Pada hari-hari yang akan datang, Yakub akan berakar, Israel akan berkembang dan bertunas dan memenuhi muka bumi dengan hasilnya.

Yes. 5:1-7 adalah nyanyian kebun anggur, dan yang dicatat dalam Yes. 27:1-6 juga merupakan nyanyian kebun anggur, yang pertama adalah yang lama dan yang kemudian adalah yang baru. Nyanyian kebun anggur yang lama (Yes. 5:1-7) adalah nyanyian cinta, dan TUHAN telah mengusahakan begitu banyak bagi kebun anggur (mengumpamakan bangsa Israel) (Yes. 5:2), berharap mereka menghasilkan buah anggur yang baik (keadilan dan kebenaran). Tetapi orang Israel justru mengecewakan Allah, awalnya Tuhan mengharapkan anggur yang baik tetapi orang-orang itu justru membuahkan anggur yang buruk (kelaliman dan keonaran, Yes. 5:7). Umat Allah ini lebih memiliki modal untuk menghidupi keadilan dan kebenaran daripada bangsa-bangsa lain, karena mereka memahami hukum Taurat, dan ada para nabi yang menjelaskan perintah Allah, tetapi umat ini justru menjadi pelopor berbuat dosa, hidupnya sama sekali berbeda dengan perintah hukum. Membuat orang 「tercengang, di luar dugaan」.

Lalu, nyanyian kebun anggur yang baru (Yes. 27:1-6) menunjukkan bahwa TUHAN sepenuhnya merupakan tukang kebun bagi kebun anggur ini, dan mengelola kebun anggur ini dengan sepenuh hati. Dalam kondisi TUHAN berperang bagi kebun anggur tersebut, Dia pertama-tama menggunakan pedang menghukum Lewiatan (mengumpamakan Babel, ayat 1), sehingga kebun anggur tidak lagi dikendalikan oleh kekuatan kejahatan. Kemudian, disebutkan bahwa TUHAN siang dan malam menjaga taman (ayat 3), serta menyingkirkan semua puteri malu dan duri (ayat 4). Ini adalah atmosfir suasana perang, TUHAN menganggap semua elemen yang menghancurkan taman sebagai musuh, harus diberantas tuntas agar Yakub dapat berbuah (ayat 6) dan hidup adil dan benar di bumi.

Ketika kita menyandingkan kedua nyanyian kebun anggur ini, kita memahami harapan TUHAN bagi orang Israel sebagai kebun anggur. Ternyata penghakiman atas orang Israel di masa lalu bukanlah akhir persoalan, nyanyian kebun anggur yang lama bukanlah karakter final orang Israel, juga bukan tujuan akhir. Tujuan setelah penghakiman adalah untuk pemulihan. Nyanyian kebun anggur yang baru adalah untuk menunjukkan bahwa Allah tidak pernah menyerah atas orang Israel, dan percaya bahwa orang-orang ini suatu hari akan menghasilkan buah keadilan dan kebenaran. TUHAN bahkan tidak memperhitungkan harga yang harus dibayar untuk memberantas semua kekuatan jahat, adalah demi memelihara mempertahankan kebun anggur ini dengan segenap hati, betapa ini merupakan anugerah yang sangat besar. TUHAN dapat saja sepenuhnya membuang kebun-kebun anggur jahat ini dan memulai yang baru, ini mungkin lebih cepat dan langsung bisa dilakukan. Tetapi Dia masih memiliki pengharapan bagi umat yang telah dipilih-Nya itu, dan bahkan jika mereka penuh dengan dosa yang meluap di masa lalu, tidak akan berhenti memberikan rahmat anugerah dan belas kasihan.

Renungkan:

Orang Kristen, sebagai orang Israel sejati, aslinya sama jahatnya dengan orang Israel, dan aslinya seharusnya menerima penghakiman dan hukuman, menghasilkan buah anggur buruk, bukannya buah anggur yang baik yang Tuhan harapkan. Namun adalah kasih Tuhan yang setia bagi kita, Dia tidak pernah menyerah atas kekacauan ini, Dia masih berusaha dengan pahit untuk memperbaiki kebun anggur ini, dan dengan segenap hati-Nya membasmi musuh bagi kita, sehingga kita dapat memiliki kemungkinan yang baru. Karena Tuhan tidak menyerah atas kita, kita tidak boleh menyerah diri pada kita sendiri, dan kita hendaknya menghasilkan buah anggur yang baik selama sisa hidup kita.


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 24 – 39 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.