「Celakalah Kota Ini」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Zefanya 3:1-8 [ITB])
1 Celakalah si pemberontak dan si cemar, hai kota yang penuh penindasan! 2 Ia tidak mau mendengarkan teguran siapapun dan tidak mempedulikan kecaman; kepada TUHAN ia tidak percaya dan kepada Allahnya ia tidak menghadap. 3 Para pemukanya di tengah-tengahnya adalah singa yang mengaum; para hakimnya adalah serigala pada waktu malam yang tidak meninggalkan apapun sampai pagi hari. 4 Para nabinya adalah orang-orang ceroboh dan pengkhianat; para imamnya menajiskan apa yang kudus, memperkosa hukum Taurat. 5 Tetapi TUHAN adil di tengah-tengahnya, tidak berbuat kelaliman. Pagi demi pagi Ia memberi hukum-Nya; itu tidak pernah ketinggalan pada waktu fajar. Tetapi orang lalim tidak kenal malu! 6 「Aku telah melenyapkan bangsa-bangsa; menara-menara penjuru mereka telah musnah. Aku telah merusakkan jalan-jalannya, sehingga tidak ada orang yang lewat. Kota-kota mereka telah ditanduskan, sehingga tidak ada orang dan tidak ada penduduk. 7 Aku sangka: 『Tentulah ia sekarang akan takut kepada-Ku, akan mempedulikan kecaman dan segala yang Kutugaskan kepadanya tidak akan lenyap dari penglihatannya.』 Tetapi sesungguhnya mereka makin giat menjadikan busuk perbuatan mereka.」
8 「Oleh karena itu tunggulah Aku — demikianlah firman TUHAN — pada hari Aku bangkit sebagai saksi. Sebab keputusan-Ku ialah mengumpulkan bangsa-bangsa dan menghimpunkan kerajaan-kerajaan untuk menumpahkan ke atas mereka geram-Ku, yakni segenap murka-Ku yang bernyala-nyala, sebab seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Ku.」

Zefanya yang sebelumnya memindahkan pandangannya kepada penghakiman kepada bangsa-bangsa-bangsa, di perikop ini ia beralih kembali kepada Yerusalem, dan menyebutnya sebagai kota pemberontak, cemar, kota yang penuh penindasan, Zefanya menyerukan peringatan dan kecaman terhadap Yehuda. Di ayat 3:2-4 nabi Zefanya dengan lebih jelas menggambarkan tiga kecaman terhadap mereka tersebut.
Ayat 3:2 menunjukkan ketidaktaatan mereka, dan menggunakan serangkaian empat 「tidak」 untuk mencerminkan masalah mereka. Dua yang pertama adalah aspek perilaku, dimulai dengan kata 「tidak」 untuk menunjukkan bahwa mereka tidak mematuhi perintah dan nasihat pengajaran. Di bagian paruh kedua dari ayat ini, 「TUHAN」 dan 「Allahnya」 diletakkan di depan, barulah kemudian menunjukkan bahwa mereka tidak percaya kepada TUHAN dan tidak mendekat kepada Allah, dengan sangat kuat mengekspresikan kepada Siapa pemberontakan mereka itu.
Ayat 3:3 adalah deskripsi penindasan mereka. Nabi Zefanya menggambarkan pemimpin mereka bagaikan singa yang mengaum, dan hakim mereka bagaikan serigala di malam hari. Mereka seharusnya adalah orang-orang yang melakukan penilaian yang benar di antara rakyat, tetapi mereka menggunakan kekuasaan mereka untuk menggelapkan harta benda rakyat, atau bahkan tidak menyisakan sedikitpun.
Ayat 3:4 menjelaskan kekotoran cemar mereka, karena para pemimpin agama mereka tidak bertindak sesuai dengan tugas mereka. Memang sudah tugas mereka dengan jelas menunjukkan kehendak Allah sesuai dengan isi wahyu-Nya, tetapi sekarang mereka memberitakan kata-kata yang sia-sia dan menipu (lihat ITL 「Segala nabinya itu angkara dan orang penipu yang tiada tahu malu」), seperti laut yang berombak-ombak, tanpa dasar. Mereka seharusnya memimpin orang untuk menyembah TUHAN sesuai dengan perintah hukum, tetapi sekarang mereka telah menjadi pelanggar hukum, memperkosa hukum Taurat, sehingga tempat itu seharusnya adalah kota suci, telah menjadi kota yang kecemaran kotor.
Kontras dengan kota yang menindas, memberontak, dan kotor ini, TUHAN (Yahweh) menyatakan kebenaran-Nya di antara mereka setiap hari. Kebenaran TUHAN harus membuat orang malu dan memimpin mereka untuk bertobat, berputar kembali, tetapi nabi Zefanya menunjukkan bahwa mereka masih tak tahu malu. Oleh karena itu, Zefanya menyatakan bahwa TUHAN telah memulai penghakiman terhadap bangsa-bangsa sebagai peringatan bagi Yehuda. Ini mungkin merujuk pada kebangkitan Babel pada akhir abad 7 SM, secara bertahap menginvasi negara-negara di daerah Timur Dekat, dan bahkan mengalahkan Asyur, kekuatan terbesar pada saat itu. Setelah peringatan ini, TUHAN mengeluarkan panggilan bertobat kepada mereka, meminta mereka untuk hormat gentar akan Dia dan menerima teguran pengajaran-Nya. Tetapi orang-orang di kota ini terus menjalani kehidupan rusak mereka, dan pada akhirnya menyebabkan penghakiman TUHAN terhadap mereka. Api murka-Nya akan dicurahkan, dan api kecemburuan-Nya akan membakar seluruh bumi.
Ayat 3:8 adalah pengumuman yang serius. Jika teks bahasa aslinya diterjemahkan secara literal, kalimat ini dimulai dengan 「Oleh karena itu, kamu sekalian harus menunggu-Ku. Ini yang dikatakan TUHAN」 (lihat ITB 「Oleh karena itu tunggulah Aku, demikianlah firman TUHAN」.) Kata 「oleh karena itu」 diawal kalimat penting untuk mengungkapkan bahwa ini adalah hasil dari peringatan di atas, pembaca perlu merenungkan dan merespons dengan serius.
Renungkan:
Kita perlu mengalihkan pandangan dari Yerusalem ke tempat di mana kita berada untuk merenungkan. Di mana pun kita tinggal, kita mungkin melihat penindasan, pemberontakan, dan kecemaran di antara kita. Kita harus kembali ke hadapan Tuhan, dengan rendah hati menerima peringatan pengajaran-Nya, hormat takut akan Dia, dan menunggu-Nya.
Renungan pemahaman Kitab Zefanya
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.