Tag Archives: Nimrod

Kejadian 11:1-9

「Menara Babel」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 11:1-9 [ITB])
1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik. Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. 4 Juga kata mereka: Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.
5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 6 dan Ia berfirman: Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. 7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing. 8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Daftar bangsa-bangsa (juga silsilah) yang tercatat di Kejadian pasal 10 dan 11 menghubungkannya ke Abraham dan keturunannya. Dalam pencatatan daftar suku bangsa tersebut terdapat dua sisipan yaitu kerajaan Nimrod di 10:8-12 (silahkan klik untuk membaca) merupakan kerajaan pertama yang muncul di dunia; sisipan kedua adalah menara Babel yang kita baca hari ini. Bagian ini menjelaskan mengapa bahasa manusia berbeda-beda, ternyata manusia telah melakukan kejahatan sehingga saat ini kita harus belajar bahasa asing untuk berkomunikasi dengan orang yang tidak memahami bahasa kita.

Nimrod dan para pengikutnya berupaya membangun peradaban tanpa Allah, dan menara Babel adalah fokusnya. Dalam sisipan tentang Nimrod di pasal sepuluh dicatat perluasan kekuasaannya. Awal kerajaan Nimrod adalah di kota Babel (Kej. 10:10), dan perikop hari ini 11:1-9 sisipan kedua ini mencatat upaya Nimrod untuk membangun menara Babel.

Di permukaan, kedua selingan ini mencatat hal-hal yang tidak berhubungan, tetapi faktanya tidaklah demikian. Pembangunan dasar kota Babel dan pembangunan menara di pasal 11 saling berkaitan. Sisipan pertama (Kej. 10:8-12) mencatat kesukaan preferensi, perbuatan, dan tujuan Nimrod. Sisipan kedua melanjutkan tema yang sama, tetapi dari sudut pandang para rekan sekerjanya, persamaan yang mereka miliki adalah membangun peradaban tanpa Allah. !

Ayat 11:1-2 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. Mereka migrasi ke timur sejalan dengan kehendak dan perintah Allah kepada manusia untuk memenuhi seluruh bumi: tetapi selanjutnya terdapat masalah.

Mereka berkata seorang kepada yang lain (11:3) mereka saling berdiskusi menunjukkan bahwa pembangunan Menara Babel bukanlah masalah pribadi, tetapi masalah seluruh umat manusia, dan semua orang terlibat. Mereka memanggil orang-orang untuk ikut serta dalam pembangunan kota dan menara, tetapi tujuannya bertentangan dengan perintah Allah umat manusia berpencar: kata mereka: Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.』」(11:4). Sangat jelas bahwa manusia pada waktu itu memutuskan untuk menjadi allah mereka sendiri, mereka tidak hanya tidak mau berpencar, tetapi mereka ingin membangun sebuah kota yang dibangun bersama dan megah untuk mengagungkan prestasi dan kebesaran manusia. Panggilan bersama pertama umat manusia, marilah, adalah memanggil manusia untuk bersama-sama melawan Allah!

Mereka tidak hanya ingin membangun kota yang kuat untuk diri mereka sendiri, dan ingin membawa keselamatan dan keamanan bagi diri mereka sendiri, tetapi mereka juga ingin membangun menara, tujuannya adalah untuk marilah kita cari nama, menunjukkan keinginan orang-orang untuk merdeka dari Allah, harus membangun Nama mereka mengharumkan nama diri mereka sendiri sendiri, menghapus nama Allah sepenuhnya, dan sama sekali tidak ingin memiliki hubungan dengan Allah Pencipta.

Puncaknya sampai ke langit tidak hanya mengacu pada ketinggian, tetapi juga berarti tempat agama; sampai ke langit terkait dengan astrologi, yang berarti menghubungkan dari dunia fisik ke dunia spiritual, yang berarti bahwa yang ingin dibangun manusia bukan hanya bangunan, tapi juga yang agama baru. Ketika orang menolak Allah yang benar, mereka akan membangun berhala untuk diri mereka sendiri (Roma 1:23). Sampai ke langit menunjukkan bahwa menara akan langsung menuju ke tempat tinggal Allah, dan sederajat dengan Allah. Ini adalah penghinaan yang besar kepada Allah, dan itu juga merupakan manifestasi dari kesombongan dan kecongkakan yang maksimum.

Ayat 11:7 Allah berfirman, Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing. Paragraf tanggapan Allah ini menggunakan antropomorfisme untuk mengungkapkan tanggapan Allah, Kita mengacu pada Allah Tritunggal. Maka, Allah mengacaubalaukan bahasa mereka dan menggagalkan tindakan bersama umat manusia ini, sehingga mengakibatkan berbagai bahasa, bangsa, dan budaya. Akibatnya, umat manusia terpencar di seluruh bumi sesuai dengan kehendak Allah. Insiden Menara Babel memberi tahu kita bahwa umat manusia dapat merencanakan, tetapi Allah yang membuat keputusan akhir.

Renungkan:
• Masalah Menara Babel adalah bahwa manusia tidak mau menerima keterbatasan manusia, dan hendak menganggap diri mereka sebagai Allah, bahkan melampaui Allah! Kecongkakan adalah masalahnya. Kecongkakan juga merupakan alasan utama mengapa malaikat jatuh dan menjadi iblis. Oleh karena itu, kita harus mengingat ajaran Alkitab: Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Matius 23:12).
• Alkitab mengajar kita untuk mengejar persatuan dan kesatuan, tetapi kita harus menjadi satu di dalam Kristus (Efesus 1:9-10). 2 Korintus 6:14 mengingatkan kita: Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?Persatuan tanpa satu Tuhan, satu iman, dan satu Allah sebagai fondasinya adalah tidak tepat!


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kejadian 10:1-32

「Keturunan Sem, Ham dan Yafet」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 10:1-32 [ITB])
1 Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka.
2 Keturunan Yafet ialah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras. 3 Keturunan Gomer ialah Askenas, Rifat dan Togarma. 4 Keturunan Yawan ialah Elisa, Tarsis, orang Kitim dan orang Dodanim. 5 Dari mereka inilah berpencar bangsa-bangsa daerah pesisir. Itulah keturunan Yafet, masing-masing di tanahnya, dengan bahasanya sendiri, menurut kaum dan bangsa mereka.
6 Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan. 7 Keturunan Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba dan Dedan.
8 Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi; 9 ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN. 10 Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear. 11 Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah 12 dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu. 13 Misraim memperanakkan orang Ludim, orang Anamim, orang Lehabim, orang Naftuhim, 14 orang Patrusim, orang Kasluhim dan orang Kaftorim; dari mereka inilah berasal orang Filistin.
15 Kanaan memperanakkan Sidon, anak sulungnya, dan Het, 16 serta orang Yebusi, orang Amori dan orang Girgasi; 17 orang Hewi, orang Arki, orang Sini, 18 orang Arwadi, orang Semari dan orang Hamati; kemudian berseraklah kaum-kaum orang Kanaan itu. 19 Daerah orang Kanaan adalah dari Sidon ke arah Gerar sampai ke Gaza, ke arah Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim sampai ke Lasa. 20 Itulah keturunan Ham menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.
21 Lahirlah juga anak-anak bagi Sem, bapa semua anak Eber serta abang Yafet. 22 Keturunan Sem ialah Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud dan Aram. 23 Keturunan Aram ialah Us, Hul, Geter dan Mas. 24 Arpakhsad memperanakkan Selah, dan Selah memperanakkan Eber. 25 Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan. 26 Yoktan memperanakkan Almodad, Selef, Hazar-Mawet dan Yerah, 27 Hadoram, Uzal dan Dikla, 28 Obal, Abimael dan Syeba, 29 Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan. 30 Daerah kediaman mereka terbentang dari Mesa ke arah Sefar, yaitu pegunungan di sebelah timur. 31 Itulah keturunan Sem, menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka. 32 Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air bah itu.

Perikop yang kita baca hari ini, Kejadian 10:1-32, adalah daftar nama bangsa-bangsa yang ditulis dalam bentuk silsilah. Pertama-tama kita harus memahami bahwa kitab Kejadian pada awalnya ditulis untuk orang-orang Yahudi, jadi ditulis dari sudut pandang lingkungan geografis, situasi politik, dan hubungan etnis mereka pada saat itu. Kejadian pasal 10 selain menuliskan daftar nama-nama bangsa-bangsa, itu juga merupakan peta Timur Tengah saat itu. Penulis menggunakan daftar bangsa-bangsa untuk menunjukkan bahwa kelompok etnis yang dikenal oleh orang Ibrani pada waktu itu semuanya berasal dari ketiga putra Nuh, sehingga semua bangsa dan kelompok etnis berasal dari satu nenek moyang yang sama, dan mereka pada awalnya adalah satu keluarga.

Kejadian pasal 10 sama seperti pasal 5 adalah pasal transisi, membantu pembaca untuk berpindah dari satu topik ke topik lainnya. Pasal 5 adalah perpindahan dari Taman Eden ke penghakiman air bah, dan pasal 10 adalah peristiwa perpindahan dari air bah ke Menara Babel. Pasal transisi juga berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan sejarah prasejarah (yaitu, sejarah tanpa catatan tertulis) —yaitu, sejarah manusia sebelum penciptaan dan air bah — dengan sejarah Abraham dan keturunannya.

Kejadian pasal 5 adalah silsilah Adam. Adam adalah nenek moyang umat manusia di seluruh dunia. Dalam pasal 10 dipersempit menjadi hanya keturunan dari ketiga putra Nuh. Pasal berikutnya, pasal 11, bahkan lebih sempit lagi, mulai dari ayat kesepuluh hanya keturunan Sem, dan di akhir pasal hanya keluarga Terah (ayat 27), ayah Abraham. Berikutnya Kejadian pasal 12 hingga 50 hanya mencatat kisah Abraham, salah satu putra Terah, dan keturunannya.

Kejadian 10:1 Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka, mencatat keturunan ketiga putra Nuh. Kejadian 10:2-5 mencatat tentang keturunan Yafet dan wilayah distribusinya. Keturunan Yafet adalah kelompok etnis yang tinggal di utara dan barat Israel, termasuk leluhur orang Indo-Eropa saat ini di Yunani, Siprus, Turki, dan sebagainya. Dalam silsilah ini, keturunan Yafet hanya tercatat sampai generasi kedua.

Kejadian 10:6-20, mencatat keturunan Ham dan distribusi geografis mereka. Singkat kata, keturunan Ham termasuk musuh utama bangsa Israel, yaitu Asyur, Babilonia, Mesir, Kanaan, dll. Ham juga bisa dikatakan sebagai nenek moyang orang Afrika. Keturunan Han hanya tercatat sampai generasi ketiga.

Keturunan Ham dibagi menjadi empat klan besar (Kush, Misraim, Put dan Kanaan), dan penulis hanya menjelaskan keturunan Kush, Misraim, dan Kanaan. Penulis Kitab Kejadian secara khusus menyebut cucu Ham, Nimrod, dia memiliki keunggulan sebagai raja pada saat itu, dia adalah seorang berkuasa, seorang pemburu, dan raja yang membangun kota besar, tetapi dia adalah musuh Allah, kisah Menara Babel dalam Kejadian pasal 11.

Kejadian 10:21-31 adalah tentang keturunan Sem dan daerah penyebarannya, sedangkan keturunan Sem dicatat sampai generasi kelima; oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa tujuan dari Kejadian pasal 10 adalah untuk memperkenalkan silsilah keluarga Sem.

Renungkan:
• Daftar suku dalam kitab Kejadian pernah disalahgunakan orang sebagai alat untuk mendiskriminasi kelompok suku tertentu, misalnya orang kulit hitam adalah keturunan dari anak terkutuk Kanaan dari Ham, jadi mereka ditetapkan oleh Allah untuk menjadi budak! Ini adalah metode memahami kitab suci yang sepenuhnya salah, dan tidak lagi populer saat ini, tetapi gagasan untuk membagi orang ke dalam kategori seperti ini masih ada di benak banyak orang.

• Diskriminasi rasial itu salah, kita harus belajar menghormati orang dari suku dan ras yang berbeda, terutama mereka yang tinggal di antara kita, karena kita semua memiliki leluhur dan pencipta yang sama.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.