Tag Archives: Kanaan

Kejadian 10:1-32

「Keturunan Sem, Ham dan Yafet」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 10:1-32 [ITB])
1 Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka.
2 Keturunan Yafet ialah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras. 3 Keturunan Gomer ialah Askenas, Rifat dan Togarma. 4 Keturunan Yawan ialah Elisa, Tarsis, orang Kitim dan orang Dodanim. 5 Dari mereka inilah berpencar bangsa-bangsa daerah pesisir. Itulah keturunan Yafet, masing-masing di tanahnya, dengan bahasanya sendiri, menurut kaum dan bangsa mereka.
6 Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan. 7 Keturunan Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba dan Dedan.
8 Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi; 9 ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN. 10 Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear. 11 Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah 12 dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu. 13 Misraim memperanakkan orang Ludim, orang Anamim, orang Lehabim, orang Naftuhim, 14 orang Patrusim, orang Kasluhim dan orang Kaftorim; dari mereka inilah berasal orang Filistin.
15 Kanaan memperanakkan Sidon, anak sulungnya, dan Het, 16 serta orang Yebusi, orang Amori dan orang Girgasi; 17 orang Hewi, orang Arki, orang Sini, 18 orang Arwadi, orang Semari dan orang Hamati; kemudian berseraklah kaum-kaum orang Kanaan itu. 19 Daerah orang Kanaan adalah dari Sidon ke arah Gerar sampai ke Gaza, ke arah Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim sampai ke Lasa. 20 Itulah keturunan Ham menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.
21 Lahirlah juga anak-anak bagi Sem, bapa semua anak Eber serta abang Yafet. 22 Keturunan Sem ialah Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud dan Aram. 23 Keturunan Aram ialah Us, Hul, Geter dan Mas. 24 Arpakhsad memperanakkan Selah, dan Selah memperanakkan Eber. 25 Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan. 26 Yoktan memperanakkan Almodad, Selef, Hazar-Mawet dan Yerah, 27 Hadoram, Uzal dan Dikla, 28 Obal, Abimael dan Syeba, 29 Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan. 30 Daerah kediaman mereka terbentang dari Mesa ke arah Sefar, yaitu pegunungan di sebelah timur. 31 Itulah keturunan Sem, menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka. 32 Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air bah itu.

Perikop yang kita baca hari ini, Kejadian 10:1-32, adalah daftar nama bangsa-bangsa yang ditulis dalam bentuk silsilah. Pertama-tama kita harus memahami bahwa kitab Kejadian pada awalnya ditulis untuk orang-orang Yahudi, jadi ditulis dari sudut pandang lingkungan geografis, situasi politik, dan hubungan etnis mereka pada saat itu. Kejadian pasal 10 selain menuliskan daftar nama-nama bangsa-bangsa, itu juga merupakan peta Timur Tengah saat itu. Penulis menggunakan daftar bangsa-bangsa untuk menunjukkan bahwa kelompok etnis yang dikenal oleh orang Ibrani pada waktu itu semuanya berasal dari ketiga putra Nuh, sehingga semua bangsa dan kelompok etnis berasal dari satu nenek moyang yang sama, dan mereka pada awalnya adalah satu keluarga.

Kejadian pasal 10 sama seperti pasal 5 adalah pasal transisi, membantu pembaca untuk berpindah dari satu topik ke topik lainnya. Pasal 5 adalah perpindahan dari Taman Eden ke penghakiman air bah, dan pasal 10 adalah peristiwa perpindahan dari air bah ke Menara Babel. Pasal transisi juga berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan sejarah prasejarah (yaitu, sejarah tanpa catatan tertulis) —yaitu, sejarah manusia sebelum penciptaan dan air bah — dengan sejarah Abraham dan keturunannya.

Kejadian pasal 5 adalah silsilah Adam. Adam adalah nenek moyang umat manusia di seluruh dunia. Dalam pasal 10 dipersempit menjadi hanya keturunan dari ketiga putra Nuh. Pasal berikutnya, pasal 11, bahkan lebih sempit lagi, mulai dari ayat kesepuluh hanya keturunan Sem, dan di akhir pasal hanya keluarga Terah (ayat 27), ayah Abraham. Berikutnya Kejadian pasal 12 hingga 50 hanya mencatat kisah Abraham, salah satu putra Terah, dan keturunannya.

Kejadian 10:1 Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka, mencatat keturunan ketiga putra Nuh. Kejadian 10:2-5 mencatat tentang keturunan Yafet dan wilayah distribusinya. Keturunan Yafet adalah kelompok etnis yang tinggal di utara dan barat Israel, termasuk leluhur orang Indo-Eropa saat ini di Yunani, Siprus, Turki, dan sebagainya. Dalam silsilah ini, keturunan Yafet hanya tercatat sampai generasi kedua.

Kejadian 10:6-20, mencatat keturunan Ham dan distribusi geografis mereka. Singkat kata, keturunan Ham termasuk musuh utama bangsa Israel, yaitu Asyur, Babilonia, Mesir, Kanaan, dll. Ham juga bisa dikatakan sebagai nenek moyang orang Afrika. Keturunan Han hanya tercatat sampai generasi ketiga.

Keturunan Ham dibagi menjadi empat klan besar (Kush, Misraim, Put dan Kanaan), dan penulis hanya menjelaskan keturunan Kush, Misraim, dan Kanaan. Penulis Kitab Kejadian secara khusus menyebut cucu Ham, Nimrod, dia memiliki keunggulan sebagai raja pada saat itu, dia adalah seorang berkuasa, seorang pemburu, dan raja yang membangun kota besar, tetapi dia adalah musuh Allah, kisah Menara Babel dalam Kejadian pasal 11.

Kejadian 10:21-31 adalah tentang keturunan Sem dan daerah penyebarannya, sedangkan keturunan Sem dicatat sampai generasi kelima; oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa tujuan dari Kejadian pasal 10 adalah untuk memperkenalkan silsilah keluarga Sem.

Renungkan:
• Daftar suku dalam kitab Kejadian pernah disalahgunakan orang sebagai alat untuk mendiskriminasi kelompok suku tertentu, misalnya orang kulit hitam adalah keturunan dari anak terkutuk Kanaan dari Ham, jadi mereka ditetapkan oleh Allah untuk menjadi budak! Ini adalah metode memahami kitab suci yang sepenuhnya salah, dan tidak lagi populer saat ini, tetapi gagasan untuk membagi orang ke dalam kategori seperti ini masih ada di benak banyak orang.

• Diskriminasi rasial itu salah, kita harus belajar menghormati orang dari suku dan ras yang berbeda, terutama mereka yang tinggal di antara kita, karena kita semua memiliki leluhur dan pencipta yang sama.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Bilangan 33:1-4, 34:1-2

「Perjalanan dan target tujuan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 33:1-4, 34:1-24 [ITB])
33:1 Inilah tempat-tempat persinggahan orang Israel, setelah mereka keluar dari tanah Mesir, pasukan demi pasukan, di bawah pimpinan Musa dan Harun; 2 Musa menuliskan perjalanan mereka dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan sesuai dengan titah TUHAN; dan inilah tempat-tempat persinggahan mereka dalam perjalanan mereka: 3 Mereka berangkat dari Rameses pada bulan yang pertama, pada hari yang kelima belas bulan yang pertama itu; pada hari sesudah Paskah berjalanlah orang Israel keluar, oleh tangan yang dinaikkan, di depan mata semua orang Mesir, 4 sementara orang Mesir sedang menguburkan orang-orang yang telah dibunuh TUHAN di antara mereka, yakni semua anak sulung; sebab TUHAN telah menjatuhkan hukuman-hukuman kepada para allah mereka.

34:1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu masuk ke negeri Kanaan, maka inilah negeri yang akan jatuh kepadamu sebagai milik pusaka, yakni tanah Kanaan menurut batas-batasnya.

Terberkatilah orang yang memanfaatkan setiap tahap hidup dan taat bergerak menuju tujuan yang ditetapkan oleh Allah

Bilangan 33: mencatat perjalanan orang Israel dari keluaran Mesir sampai ke dataran Moab.

• Awal perjalanan: ayat 3, orang Israel dengan kepala yang terangkat meninggalkan Mesir pada hari kedua Paskah. Teks bahasa asli dari tangan yang dinaikkan (bǝyād rāmâ) mengangkat tinggi tangan, atau bisa juga diterjemahkan sebagai tanpa rasa takut, yang berarti mereka meninggalkan Mesir dalam postur kemenangan. Alkitab secara khusus menyatakan bahwa sementara orang Mesir sedang menguburkan … anak sulung

• Sifat dari perjalanan: Alkitab mencantumkan 40 tempat orang Israel berkemah mulai dari Rameses sampai tiba di dataran Moab. Pola penulisannya adalah berangkat dari A, lalu berkemah di B; berangkat dari B, lalu berkemah di C. Dalam pasal ini, digunakan masing-masing 42 kali kata kerja nāsaberangkat (atau diterjemahkan sebagai mencabut pasak kemah) dan kata kerja ḥānâ berkemah (memasang kemah), ditambah kata benda ṣǝbā’ôt pasukan demi pasukan di ayat 1, semuanya dalam istilah militer, menekankan bahwa orang Israel adalah pasukan berkemenangan yang dipimpin TUHAN (Yahweh)

• Tahapan perjalanan: terbagi menjadi tiga bagian: (1) dari Mesir ke Sinai (ayat 5-15), (2) dari Sinai ke Kadesh (ayat 16-36), (3) dari Kadesh ke dataran Moab Biasa (ayat 37-49). Alkitab hanya mencantumkan lokasi, tetapi tidak mencantumkan jarak antara lokasi, juga tidak mencatat waktu yang dihabiskan di setiap segmen. Beberapa nama tempat dalam Kitab Bilangan tetapi tidak dicantumkan dalam daftar ini (seperti Tabera), tetapi ada 18 nama tempat yang tidak pernah muncul di catatan lain. Selain itu, hanya ada beberapa tempat yang diberikan keterangan singkat (seperti mata air Elim dan Rafidim di sana tidak ada air minum untuk bangsa itu), sebaliknya Gunung Sinai yang terpenting tidak diberikan penjelasan.

Bilangan 34: menyebutkan tujuan utama perjalanan Israel yakni memasuki tanah Kanaan.

• Batas wilayah Kanaan (ayat 1-15): mereka akan menetap di tanah ini. Kecuali Gad, Ruben dan separuh suku Manasye di sebelah timur Sungai Yordan, batas Tanah Perjanjian adalah sebagai berikut: batas selatan adalah selatan Laut Mati berbatasan dengan Edom (ayat 3-5), batas barat adalah laut besar dan pantainya (Laut Mediterania) (ayat 6), dan batas utara Hamat, sekitar 73 kilometer barat laut Damaskus di Suriah masa kini (ayat 7-9), batas timurnya adalah Sungai Yordan, membentang dari timur danau Kineret ke selatan sampai Laut Mati (ayat 10-12).

• Pembagian tanah Kanaan (ayat 16-29): karena tanah suku Ruben dan Gad berada di sebelah timur Sungai Yordan, maka kedua suku itu tidak mengutus perwakilan untuk ikut serta dalam pembagian tanah. Sebelum Musa meninggal, TUHAN menuntun dia ke Gunung Nebo dan menunjukkan kepadanya seluruh Tanah Perjanjian (Ulangan 34:1-3). Tetapi sampai kematian Yosua, masih banyak tanah yang belum diperoleh orang Israel : termasuk lima kota di Filistin, Libanon dan wilayah utara tanah orang Asyur (Yosua 13:1-6). Belakangan, tanah-tanah ini tidak ada satu pun yang diperoleh dalam sejarah Israel.

Renungkan:
Hal terpenting dalam hidup adalah melakukan hal yang paling penting. Beberapa orang menganjurkan ada mulai ada akhir, sementara yang lain sangat merekomendasikan Sasaran, dan Hasil yang merupakan kunci utama (OKR, Objectives and Key Results). Terberkatilah Anda untuk memanfaatkan setiap tahap hidup Anda dan bergerak menuju tujuan yang ditetapkan oleh Allah.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

23 Maret 2019 ● Sabtu Minggu Kedua Pra Paskah

Pesan yang Mereka Dengar Tidak Menguntungkan Mereka

Ibrani 4:1-13
1Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.
2Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya. 3Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: “Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku,” sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan. 4Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: “Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya.”
5Dan dalam nas itu kita baca: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.” 6Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka.
7Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu “hari ini”, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!” 8Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain. 9Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. 10Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.
11Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga. 12Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. 13Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Renungan
Kita menghargai, atau bahkan mengidolakan, hari-hari libur di dunia modern kita. Kita telah membangun industri bernilai triliunan demi istirahat dan rekreasi. Namun, inilah ironi, ketika kita berdesakan dari satu tujuan liburan ke yang lain, kita mungkin beristirahat secara fisik tetapi tidak beristirahat dalam hati. Kami bersantai sementara, tetapi tetap kacau.

Surat Ibrani pasal 4 mengedepankan istirahat dan rekreasi yang utama serta permanen, menjanjikan istirahat dari Tuhan. Doktrin istirahat ini dimulai dalam Kejadian 2:1-3 ketika Allah beristirahat dari karya penciptaan-Nya yang “sangat baik” (Kejadian 1:31) dan mengundang Adam dan Hawa untuk menikmati “sabat”-Nya. Sedihnya, hal tersebut hilang akibat pemberontakan Adam dan Hawa ketika mereka diusir dari hadirat Allah di Eden.

Episode berikutnya atas tawaran istirahat dari Allah adalah ketika Dia mengundang Israel untuk beristirahat di Tanah Perjanjian di Kanaan. Istirahat ini sayangnya, sekali lagi, hangus oleh pemberontakan bangsa tersebut. Oleh karena itu, istirahat yang dijanjikan dalam Mazmur 95 yang dikutip di sini adalah bagian dari janji Allah yang tidak terungkap, yang menemukan penggenapan dalam karya Yesus yang telah selesai, Yosua kedua, yang akhirnya mengamankan tempat kita di hadirat Allah di hadirat Allah di tanah Allah (ayat 6-8).

Dalam surat Ibrani, istirahat Allah disebut sebagai “negara surgawi” (11:16), “Yerusalem surgawi” (12:22) dan “kerajaan yang tidak dapat digoncang” (12:28). Istirahat ini adalah “sekarang-tetapi-belum”. Ia bahkan dapat “dimasuki” sekarang dengan iman (12:22) namun kita sedang berziarah ke “kota yang akan datang” (13:14). Peristirahatan Allah bukan saja sekadar tidak aktif dalam kehidupan ini, tetapi warisan yang mulia di kerajaan-Nya.

Namun, inilah lucunya: “Janji untuk memasuki perhentian-Nya” disampaikan kepada kita dalam Injil. Seperti orang Israel, penulis dapat mengatakan “kami juga telah memberitakan Injil kepada kami, sama seperti mereka”. Bagian kita adalah “marilah kita berhati-hati (yang secara harfiah berarti“ takut ”) bahwa tidak seorang pun di antara Anda yang didapati kekurangan hal itu” seperti ketika generasi Musa gagal.

“Hari ini, jika kamu mendengar suaranya, jangan mengeraskan hatimu” adalah kebenaran Injil yang penting. Mendengar bukan aktivitas telinga tetapi hati! Jika ini benar, maka kita tidak boleh menolak momen hati yang bisa diajar dari Tuhan. Saat-saat di mana hati kita yang dapat diajar dapat mencakup dihindarkan dari godaan di tempat kerja kita, mencakup hingga dosa virtual yang terdapat pada telepon kita, mengakuinya pada Tuhan.

Surat Ibrani memperingatkan kita tentang bahaya hati yang mengeras dan yang berputar secara spiritual membelakangi Yesus. Para pendengar asli berputar balik  murtad dari Yesus sebagai nabi dan imam “yang lebih baik” yang datang dari Allah, serta dengan bodohnya kembali ke jaminan palsu yakni para imam dan pemberian korban duniawi.

Perikop ini berakhir dengan refleksi pada firman Allah (ayat 12-13). Pedang bermata dua berfungsi sebagai “Kritik dari Tuhan”. Lebih baik kita sekarang menerima Firman Tuhan yang membeda hati daripada menghadapi Firman Penghakiman-Nya di masa depan yang akan berakibat kehilangan istirahat kita bersama-Nya.

Doa
Terima kasih Bapa Surgawi karena memberi kami istirahat yang benar dan permanen hanya di dalam Yesus. Selamatkan kami dari semua upaya sia-sia untuk menemukan istirahat tanpa Engkau. Mampukan kami untuk mendengarkan firman Injil-Mu dan menemukan ketenangan sejati di dalam Yesus saja.

Tindakan
Mari kita dengan rendah hati menerima bahwa mendengar adalah kegiatan dari dalam hati. Janganlah kita mengabaikan momen hati yang bisa diajar dari Tuhan.

Oleh
Rev Christopher Chia
Senior Pastor
Adam Road Presbyterian Church